
Keesokan harinya Arlla kembali ke pusat kota dan dia kembali bekerja seperti biasanya
"Arlla ini ada berkas yang harus kamu tanda tangani" ucap Dhira
Arlla mengambil bulpoint kemudian membubuhkan tanda tangannya pada dokumen itu
"Thanks ya" ucap Dhira kemudian kembali ke ruangannya
Arlla bekerja seperti biasanya hingga jam pulang kantor Arlla pulang menggunakan mobilnya sendiri
Keysa akan libur kerja sampai beberapa hari ke depan
"Gue duluan ya" ucap Arlla
Arlla masuk ke dalam mobilnya dan mengemudi dengan kecepatan sedang memecah jalanan kota
Irene, Tari dan Dhira menggunakan mobil mereka masing masing mengikuti mobil Arlla
Dengan melalui sambungan telepon Irene, Tari dan Dhira saling berkomunikasi
"Kenapa arah pulangnya berbeda" ucap Irene
"Mana gue tau tadi dia gak bilang mau mampir ke mana" ucap Tari
"Udah kita ikutin aja" ucap Dhira kemudian sambungan terputus
Saat dengan santai empat mobil itu berjalan tiba tiba sebuah mobil hitam menyerempet mobil Arlla kemudian menghadang nya
"Apa apaan ini" ucap Arlla kemudian memperhatikan plat nomor yang ada di mobil itu sama persis dengan mobil waktu itu yang mengancamnya hingga Ila menjadi korban
__ADS_1
Beberapa pria tegap keluar dan menggedor pintu mobil Arlla
"Keluar" bentak salah satu darinya
Kini mobil Arlla sudah di kepung oleh orang orang tersebut hingga Arlla sendiri tak bisa berkutik
Arlla mengambil sesuatu yang ada di dashboard mobil dan menyembunyikan nya di balik blazer yang dia pakai dan perlahan keluar
Dengan di seret Arlla di bawa masuk ke dalam mobil itu
Dhira, Irene dan Tari langsung menghubungi orang yang berbeda bukan suami mereka melainkan seseorang yang wajib mengetahui hal ini dan akan menyelamatkan Arlla
"Mungkin ini sudah waktunya" gumam Dhira
Dengan kecepatan tinggi Irene, Tari dan Dhira melajukan mobil mereka mengikuti mobil yang membawa Arlla pergi
Setelah satu jam perjalanan mobil yang menyulik Arlla berhenti dan Arlla kembali di seret untuk menemui pimpinan yang menyuruh orang orang itu
"Hahahah Arlla sekarang kau tau kan jika aku tidak pernah main main dengan ucapanku" ucap seorang wanita yang merupakan Anel
Kini Arlla dan Anel berada di tebing tinggi yang di bawahnya ada lautan yang mengalir dengan deras. Mereka berada di pinggiran kota bagian timur
"Kau gak tau siapa aku jadi jangan pernah macam macam sama gue" ucap Anel dengan tertawa terbahak bahak
Anel mendekati Arlla kemudian mengambil alih sandera nya dan menodongkan sebuah pistol ke arah kepala Arlla
"Kau akan mati sekarang juga dan aku bisa memiliki Alendra seutuhnya" ucap Anel dengan puas
"Kamu harus mati Arlla harus" ucap Anel dengan wajah tajam
__ADS_1
"Aku? Aku gak akan mati tapi kamu anel sebaiknya kamu menyelamatkan diri kamu sendiri sebelum terlambat" ucap Arlla dengan nada santai
"Kenapa harus lari? Harusnya kamu yang bersujud untuk memohon agar tidak aku bunuh Arlla" teriak Anel
"Untuk apa aku memohon jika aku harus mati maka bukan hanya aku yang akan mati" ucap Arlla membuat Anel semakin bingung
"Apa yang kau ucapkan be*o" bentak Anel
"Bukankah kau cerdik kenapa sekarang mendadak menjadi bodoh Anel" ucap Arlla
"Heh!! Kau gak tau siapa aku"
"Kamu yang gak tau siapa aku Anel" ucap Arlla dengan setengah berteriak
"Pergi" ucap Arlla memberi peringatan
"Pergi Anel" peringatan kedua
"Pergi lah jika kau tak mau mati" peringatan ketiga masih di abaikan oleh Anel
"Aku gak akan pergi sebelum membunuh kamu dengan tanganku sendiri" teriak Anel kemudian tertawa
Pengawal pengawal Anel hanya diam dan menatap drama itu dengan wajah datar
Anel berdiri di tepian tebing dengan tangan yang masih menodongkan pistol ke arah Arlla sedangkan tangan satunya mengapit leher Arlla
Sedangkan Arlla mulai meringis karena merasa sakit di bagian perutnya
"Awww" ringis Arlla
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen heheh maaf gantung dulu