Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 63


__ADS_3

Di salah satu kota di negara Brunei tepatnya di sebuah rumah mewah


"Sa... sa.. aku gak mau pisah sama kamu" ucap seorang wanita dengan lirih


"Aku gak mau kehilangan kamu" ucap wanita itu lagi


Ceklek


Pintu terbuka dari luar dan seorang lelaki tampan masuk ke dalamnya


"Astaga Celina!!" pekik lelaki itu


"Sa" lirih Celina


Lelaki itu mengambil sebuah botol obat dan membacanya dan di detik berikutnya rahangnya mengeras


"Kau!! Apa kau mengonsumsi ini setiap hari?" tanya lelaki itu dengan nada tinggi


"I.. ekhem.. iya" ucap Celina


"Sudah berapa lama kamu mengonsumsi ini hah!!" bentak lelaki itu kemudian membuang botol itu ke dalam sampah


"Satu tahun belakangan ini" ucap Celina jujur


"Kamu!! Ck" Lelaki itu mendekap tubuh Celina dengan erat dan tanpa terasa air matanya mengalir


"Kamu jangan gini lagi" ucap lelaki itu dengan lembut


"Aku gak mau cerai sama kamu"


"Aku cinta sama kamu"


"Aku gak mau kehilangan kamu"


"Kamu selamanya milikku Areksa"


Rancauan rancauan wanita itu terdengar di telinga lelaki yang mendekapnya


"Celina ku mohon jangan begini" ucap lelaki itu dengan nada memohon sambil menatap Celina dengan sayu

__ADS_1


"Areksa ku mohon jangan tinggalin aku" pinta Celina dengan memohon


"Celina ku mohon ingatlah aku!! Aku bukan AREKSA!! LEPASKAN AKU CELINA" ucap lelaki itu dengan nada tinggi


"Kamu Areksa jangan bohong!!" teriak Celina histeris


"Astaga!!" lelaki itu meraup wajahnya dengan kasar


Sudah satu tahun lamanya dia menjalani pernikahan palsu ini hanya untuk kesembuhan Celina bukan karena atas dasar cinta


Lelaki itu bahkan rasanya sudah sangat lelah menanggung semuanya


"Celina" lirih lelaki itu


Bahkan rasanya dia ingin sekali mengakhiri hidupnya


Sedangkan di Jakarta


"Areksa" ucap Arlla tak percaya karena saat dia pergi ke restaurant untuk bertemu dengan klien kini dia bertemu dengan Areksa


"Sejak kapan kau disini" tanya Arlla sedangkan Areksa diam mematung sambil menatap Arlla dengan tatapan tajam


"Alhamdulillah aku masih selamat" ucap Arlla santai


"Dan aku masih hidup" imbuh Arlla.


"Kau punya berapa nyawa" tanya Areksa tiba tiba


"Hah!! Gue? Punya seribu nyawa" ucap Arlla ketus


"Lu gak ada pertanyaan lain bang" tanya Aheksa datar


"Enggak"


"Oh ya Irene apa kabar" tanya Aheksa mengalihkan pembicaraan


"Irene? Dia masih hidup" ucap Arlla


"Maksud gue dia sehat apa enggak" ucap Aheksa

__ADS_1


"Ya begitulah dia" ucap Arlla membuat rasa penasaran Aheksa tak menghilang


"Heh!! Sejak kecelakaan kamu aneh La" ucap Aheksa


"Kenapa? Gue tambah cantik ya" ucap Arlla dengan percaya diri


"Idihhh sok cantik" ucap Areksa


"Ihh IRI BILANG BOS" ucap Arlla kemudian pergi begitu saja


"Lah main nyelonong aja di kira disini gak ada orang apa" ucap Aheksa


"Loh Areksa Aheksa" ucap Irene yang baru masuk ke dalam restaurant


"Irene,, tadi kemana?" tanya Aheksa


"Tadi? Aku tadi ke toilet terus ketemu sama temen lama jadi sedikit lama oh ya kalian liat Arlla" tanya Irene celingukan mencari sahabatnya itu


"Baru aja pergi" ucap Aheksa


"Lah tuh anak lupa sama gue" gerutu Irene


"Mmm Ren nanti malem kamu sibuk gak" tanya Aheksa


"Enggak emang kenapa" tanya Irene


"Makan bareng yuk" ajak Aheksa


"Boleh" ucap Irene singkat


"Kamu mau pulang" tanya Aheksa


"Iya tapi Arlla udah ninggalin aku mungkin nanti aku naik taksi aja" ucap Irene


"Aki antar aja" ucap Aheksa kemudian menggandeng tangan Irene keluar restaurant itu dan lupa akan keberadaan kakaknya


"Nasib nasib selalu di lupakan" ucap Areksa


Jangan lupa like dan komen ya

__ADS_1


__ADS_2