Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 180


__ADS_3

Selesai mengganti pakaian Lichyia dan Arel pergi dari pantai itu. Karena belum sarapan akhirnya mereka berhenti sejenak di sebuah restaurant seafood yang ada di dekat pantai


"Mau makan apa hm" tanya Arel lembut sambil mengusap lembut tangan Lichyia yang ada di atas meja


"Kepiting sama gurame asam manis" ucap Lichyia


"Kepiting sama gurame asam manis nya dua terus es kelapa nya dua" ucap Arel


Setelah mencatat pesanan pelayan itu pergi


"Foto bareng yuk buat kenang kenangan" ucap Lichyia


Lichyia mengeluarkan ponselnya dan mengambil beberapa pose foto di ponselnya


"Aku udah kirim ke kamu tapi kok kayanya gak masuk" ucap Lichyia


"Hp aku matiin" ucap Arel


"Kenapa? Mana hp nya" tanya Lichyia


Arel merogoh kantung celana nya dan mengeluarkan ponselnya yang sudah basah kuyup karena lupa di keluarkan saat berenang tadi


"Astaga ini hp kamu masukin ke air" tanya Lichyia membolak balikkan ponsel suami nya


"Iya lupa tadi mau ngeluarin" ucap Arel membuat Lichyia memutar bola matanya malas

__ADS_1


"Pantes mati"


Arel mengambil ponselnya dari tangan Lichyia dan menyalakan hp nya


"Masih bisa hidup kok tenang aja" ucap Arel


"Oh syukurlah aku kira mati aku takut kalau semua memori nya hilang disitu pasti banyak data data penting" ucap Lichyia


Wanita itu tau pasti jika suaminya adalah pimpinan perusahaan besar dan di dalam ponsel milik nya pasti banyak hal penting yang tersimpan


Arel mematikan kembali ponselnya lalu mengeluarkan sim card dan memori card membuat Lichyia menatap bingung


"Aku mau ganti ponsel aja ini juga udah lama" ucap Arel lalu membuang ponsel mahal nya di tempat sampah yang letak nya tidak jauh dari bangku mereka


Bahkan Arel pun mematahkan sim card juga memori card miliknya lalu membuang nya pula di tempat sampah


"Gak apa apa aku ingin ganti ponsel aja" ucap Arel santai


Bukan soal ponsel namun apa data data yang ada di ponsel itu tidak penting bagi Arel?


Tak lama pesanan mereka pun datang. Arel dan Lichyia makan dengan tenang dan sesekali mengobrol ringan agar suasana tidak hening


Selama tiga puluh menit kemudian makanan di piring mereka habis tak tersisa


"Mau langsung pulang atau kemana dulu hm" tanya Arel sambil merapikan rambut istrinya

__ADS_1


"Pulang aja deh aku capek" ucap Lichyia


"Yaudah bentar" Arel memanggil pelayam dan melakukan pembayaran


Setelah melakukan pembayaran Arel menggandeng tangan Lichyia keluar dari restaurant itu


"Mas tunggu" ucap Lichyia membuat langkah Arel berhenti


"Ada apa lagi hm" tanya Arel


"Aku mau ke toilet sebentar" ucap Lichyia


"Mau aku temenin?" tanya Arel dengan senyum jahil


"Gak perlu aku bisa sendiri" Lichyia kembali masuk ke dalam restaurant itu sedangkan Arel bersandar pada bagian belakang mobilnya sambil menunggu istrinya kembali


Lichyia mengedarkan pandangan nya dan berjalan ke bangku tempat dia makan tadi bersama Arel lebih tepatnya ke tempat sampah yang ada di dekat bangku itu


Sang dokter cantik itu mengambil kembali ponsel Arel dan memasukkannya ke dalam tas yang tersampir di bahu nya


Untung saja ponsel itu belum di ambil orang atau di buang ke tempat sampah lain.


"Nyonya ada yang bisa di bantu" tanya seorang pelayan


"Ah tidak barang saya tadi tertinggal" ucap Lichyia dan buru buru pergi

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN


__ADS_2