Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 91


__ADS_3

Keesokan harinya Sie dan Ani yang lebih dulu pergi ke dapur terkejut dengan dapur yang berantakan


Pasalnya terakhir kali mereka masak makan malam mereka sudah memastikan jika dapur sudah bersih dan rapi


Tapi apa ini? Banyak sekali pecahan telur yang terjatuh di lantai dapur


"Apa jangan jangan ada maling ya" ucap Ani membuat Sie mengernyit


"Hah? Maling? Trend baru ya" ucap Sie


"Ada apa sih" tanya Misa yang baru datang dan langsung melongo melihat dapur


Dapur luas itu yang biasanya bersih, rapi dan wangi kini menjadi berantakan


"Ini kenapa" tanya Misa


"Ada maling Mis" ucap Ani


"Hah? Maling?" ucap Misa sama seperti Sie tadi


"Sejak kapan maling dateng pergi ke dapur nyari apa coba biasanya itu masuk ke kamar ngambil barang berharga nah ini... " ucap Misa


"Malingnya kelaperan mungkin" ucap Ani santai sambil mengambil alat alat kebersihan di ruang samping dapur yang khusus meletakkan alat alat kebersihan dan mulai membersihkan kekacauan itu


Sedangkan di dalam kamar Anel wanita itu sudah bangun pagi pagi sekali karena banyak sekali panggilan yang mengganggu dirinya


Matanya terbelalak ketika melihat siapa yang menelponnya


"..."


"Bagaimanapun caranya dia gak boleh tau aku belum bisa pergi kemanapun apalagi untuk mengurus surat cerai banyak sekali mata matanya yang berkeliaran mencari gue" ucap Anel dengan wajah panik.


"..."


"Pokoknya lo harus awasi dia terus jangan sampai dia menemukan keberadaan gue bisa bisa gue mati sama dia" ucap Anel

__ADS_1


"..."


"Thanks ya"


Panggilan kemudian terputus dan dia meletakkan ponselnya ke atas nakas


"Gue harus dapetin Alendra hanya dia yang bisa ngelindungin gue" gumam Anel dan tanpa dia sadari ada sepasang telinga yang mendengarnya


-


-


-


Di meja makan setelah masakan siap para penghuni sarapan bersama


"Sayang kau yakin akan pergi" tanya Alendra


"Aku yakin" ucap Arlla tegas


"Aku pergi dulu" ucap Arlla dan berdiri setelah menghabiskan makannya


"Mbak akan kemana" tanya Anel


"Aku pergi sebentar ada urusan" ucap Arlla kemudian pergi setelah mencium tangan suaminya


Arlla masuk ke dalam mobilnya dan menjalankannya sampai ke jalanan yang lumayan ramai kemudian berhenti


Wanita itu mengambil ponselnya dan melihat sesuatu di dalam layar datar itu dengan wajah datar


Kemudian dia mengambil ponsel yang lain untuk menghubungi seseorang


"Andrew aku ingin kau mencari sebuah informasi untukku" ucap Arlla


"Katakan nyonya" ucap Andrew tegas

__ADS_1


Pria itu selalu setia pada Arlla karena hutang budi yang tak bisa dia balas. Apapun akan dia lakukan untuk membalas hutang budi itu.


Arlla mengatakan apa yang ingin dia ketahui pada Andrew kemudian memutuskan sambungan telepon


Meletakkan ponselnya begitu saja di kursi samping kemudi dia mulai menjalankan mobilnya menuju kantor


Banyak sekali pekerjaan menumpuk dan dia harus bertemu beberapa klien untuk membahas hal penting


"Pagi all" sapa Arlla pada sekretaris nya yang sibuk bekerja


"Pagi La" sapa balik Irene Tari dan juga Keysa


"Kaysa ikut aku sebentar" ucap Arlla


Keysa pun nurut dan ikut masuk ke dalam ruangan bos nya itu


"Ada apa nona muda" ucap Keysa hormat


"Apakah kau akan selalu setia padaku" tanya Arlla


"Saya akan selalu setia dan akan selalu menemani anda nona muda" ucap Keysa tegas


"Apa alasanmu" tanya Arlla


"Banyak sekali hutang budi saya pada nona muda karena nona muda saya bisa hidup sampai sekarang dan anda juga memberikan pekerjaan kepada saya untuk menghidupi keluarga saya" ucap Keysa


Arlla berdiri dan memeluk Keysa dia sudah menganggap Keysa seperti adik nya sendiri


"Kau seperti adikku sendiri jadi tidak ada kata hutang budi atau apalah itu" ucap Arlla tersenyum


"Makasih nona muda oh ya ada apa anda memanggil saya" tanya Keysa


Wajah Arlla berubah seketika menjadi tegang kemudian dia mengatakan sesuatu pada Keysa yang membuat wanita itu terkejut


Jangan lupa like dan komen

__ADS_1


__ADS_2