Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 87


__ADS_3

Arlla berjalan santai beberapa meter menuju rumah Irene


"Assalamualaikum" ucap Arlla


Arlla langsung di persilakan masuk oleh penjaga karena sudah tau siapa Arlla


"Waalaikumsalam Arlla tumben kesini" ucap Aheksa yang hendak berangkat bekerja


"Heheh iya"


"Oh masuk aja di dalem juga ada Tari sama Dhira" ucap Aheksa


"Kamu mau berangkat kerja" tanya Arlla


"Iya oh ya gue boleh tanya sesuatu gak" tanya Aheksa


"Apa"


"Semalem ada wanita yang di bawa sama Alendra siapa" tanya Aheksa yang ternyata semalam melihat bahwa Anel ada di dalam mobil Alendra


"Anel mantan nya Mas Alendra" ucap Arlla datar


"Whatt!! terus?"


"Ya dia minta tinggal di rumah katanya nyawanya terancam" Wajah Aheksa seketika berubah pias


"Menurut aku lebih baik dia tinggal di rumah kamu yang lama aja deh" ucap Aheksa


Iya ya kenapa Arlla tak berpikiran sejauh itu


"Ok thanks ya sa" ucap Arlla lalu masuk ke dalam ikut bergabung dengan para sahabat sahabat nya


"Arlla" ucap Irene


"Hai"


"Besok aku mulai kerja udah dapet ijin sama Ario ya walaupun sedikit memaksa" ucap Dhira


"Iya aku juga di kantor banyak kerjaan tapi dengan syarat kalau udah masuk lima bulan harus berhenti" ucap Tari


"Bosen sih kalau di rumah" ucap Irene

__ADS_1


"Kalau kamu gimana Ren" tanya Dhira


"Gue nanti coba ngomong sama Mas Aheksa dulu deh" ucap Irene


"Kalau kamu la" tanya Tari


"Gue sih pasti ya masuk soalnya ada beberapa hal yang belum selesai" ucap Arlla


Obrolam berlanjut sampai tak terasa hari sudah mulai siang


Mereka berempat makan siang bersama di salah satu restaurant milik Arlla dengan menggunakan dua mobil dan di kendarai oleh supir


"Nona muda Arlla mau makan apa" tanya pelayan dengan hormat


Mereka memesan makanan sesuai keinginan mereka saat ini


"Sekalian buatin rujak ya tanpa nanas" ucap Arlla


"Nah setuju gue pengen banget" ucap mereka serempak


Saat mereka asik menunggu dengan beberapa obrolan baik itu berfaedah maupun tak berfaedah pun mereka bahas


"Hai" sapa seorang wanita


"Boleh gabung gak" tanya Lela penuh hati hati


"Boleh dong kumpulan para calon ibu hahah" ucap Dhira


"Duduk Lel" ucap Tari


"Makasih ya" Lela begitu bahagia karena mereka tak memiliki dendam sama sekali padanya


Prinsip keempat wanita itu mereka akan berani menghadapi apapun yang salah tetapi jika seseorang itu sudah menyesali perbuatannya maka mereka hanya akan memilih kedamaian agar hidup tenang


"Kaliam apa kabar" tanya Lela


"Baik dan bahkan sangat baik"


"Eh tadi Dhira bilang kumpulan calon ibu kalian semua hamil" tanya Lela


"Tentu dong" ucap Irene

__ADS_1


Mereka tertawa bersama


"Kamu udah berapa bulan" tanya Arlla


"Alhamdulillah udah lima bulan" ucap Lela


Tanpa terasa makanan sudah siap dan pelayan meletakkan nya di atas meja


Mereka menikmati makanan mereka dan setelah habis mereka memakan rujak bersama sama sampai ludes tak tersisa


"Kalian ngidam ya" ucap Lela


"Iya" ucap mereka serempak


Drtt drttt


Sebuah panggilan masuk ke dalam ponsel milik Lela


Lela menjawab panggilan tersebut dan beberapa detik berbicara dia sudah mematikan sambungan teleponnya


"Siapa" tanya Irene


"Hai" belum sempat Lela menjawab sebuah sapaan terdengar


"Gio" ucap Tari


"Kalian semua apa kabar" tanya Gio


"Alhamdulillah kami baik" ucap Arlla


"Kamu sendiri apa kabar" tanya Dhira


"Ya begitulah"


"Maaf aku harus duluan" ucap Lela


"Iya gak apa apa" ucap Arlla


"Bye para ibu hamil" ucap Lela kemudian pergi bersama Gio


Tidak selamanya musuh akan menjadi lawan kita

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen


__ADS_2