Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 33


__ADS_3

Kami berlima berjalan keluar dari halaman rumah itu dan menuju rumah yang ku tempati


"Assalamualaikum" ucapku saat memasuki rumah


Aku meminta mereka duduk di kursi ruang tamu dan meminta Ani untuk membuatkan teh buat mereka


Drtt...


Sebuah panggilan masuk ke dalam ponsel ku


"*Iya halo"


"...."


"Apakah sudah selesai" tanyaku


"......"


"Secepat itu?"


"......"


"Ah baiklah makasih besok akan saya datang" ucapku kemudian mematikan sambungan telepon*


"Ada apa" tanya Mama Sandra


"Tadi orang suruhan aku bilang kalau surat rumah sudah selesai dan besok minta aku mengambil nya di kantor notaris keluarga kita" ucap ku


"Oh berarti rumah ini atas nama kamu" tanya Mama Rena


"Iya ma dan aku yang minta sama Gio kalau biar notaris keluarga Denata aja yang mengurusnya biar cepat selesai" ucap ku


"Baguslah ini memang hak kamu" ucap Papa Rei


"Permisi" ucap Ani sambil meletakkan teh di atas meja


"Makasih ni" ucapku

__ADS_1


"Sayang kamu nginep ya di rumah mama ya" ucap Mama Sandra


"Yaudah iya" ucapku


...----------------...


Pukul sembilan kami pulang ke rumah mama Sandra. Mama Rena dan Papa Rei juga ikut kami. Itung itung ingin menginap di rumah besan katanya


"Bisa bisanya kamu diam aja" ucap Kk Viko sambil menggebrak meja setelah di ceritakan semuanya oleh Mama Sandra


"Kami selaku orang tuanya meminta maaf ini semua juga karena kesalahan kami" ucap Mama Rena


"Ma.. Ini bukan salah mama ini semua..." ucapku menggantung


Enggak bukan sekarang waktunya aku mengatakan semuanya batinku


"Ini emang salah kami" ucap Mama Rena


"Udahlah ini semua sudah berlalu gak peduli siapa yang salah lebih baik kita berpikir ke depannya bagaimana" ucap ku


"Tapi.. "


Aku tak ingin masalah ini semakin rumit dan menyebabkan banyaknya dendam di antara dua keluarga


...****************...


Keesokan harinya setelah dari kantor aku kembali pulang ke rumahku sendiri


Aku termenung di taman belakang rumah sendirian


"Kenapa" tanya Ila


"Gak ada hanya capek aja banyak kerjaan di kantor sama banyak tugas" ucapku


"Non sih punya perusahaan banyak banget jadinya pusing sendiri kan" seloroh Ila dan aku hanya tertawa


"Eh non tau gak tadi pagi kan aku sama Sie pergi ke pasar tuh mau belanja bulanan soalnya kulkas udah habis" ucap Ila

__ADS_1


"Isinya Ila bukan kulkas nya" ucapku meralat


"Hehe iya itu maksudnya terus beli cabe tuh masa iya harganya mahal banget sekilo aja seratus ribu" ucap Ila dengan penuh penghayatan


"Lalu "


"Terus ya aku sama Sie adu mulut sama pedagang itu,,, kita tawar sampe jadi sekilo. lima puluh ribu" ucap Ila penuh bangga


Aku hanya terkekeh mendengar curhatannya. Memang ku akui jika Ila dan Sie adalah jagonya dalam hal tawar menawar barang. Hingga kadang aku bingung bagaimana bisa mereka seperti itu


Menawar barang hingga harganya jatuh sampai setengahnya


"Jago kan Ila" ucap Ila


"Iya iya" ucapku


"Oh ya non tadi aku lihat Si Lela sama ibunya belanja di supermarket" ucap Ila


"Kok bisa ketemu bukannya kamu belanja di pasar" tanyaku


"Iya waktu perjalanan pulang kita lihat dia masuk ke supermarket" ucap ?Ila


"Lalu"


"Aku buntutin tuh nah kita pura pura belanja disana padahal udah,,, nah gak sengaja tuh Ila dengar katanya mau rebut harta harta gitu" ucap Ila


"Kamu rekam" tanya ku


"Iya"


"Kirim ke saya sekarang" ucapku


Ting.


Sebuah vidio dari Ila sudah masuk melalui via Whatsapp


"Makasih lain kali kalau dengar hal itu kamu rekam aja terus kirim ke saya" ucap ku

__ADS_1


"Siap nona muda" ucapnya


__ADS_2