Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 94


__ADS_3

"Mas" panggil Arlla


Kini mereka sedang makan malam bersama Anel


"Ada apa" tanya Alendra lembut


Arlla menatap ke arah Anel sekilas kemudian melanjutkan bicaranya


"Gini jika Anel terus terusan disini nanti takutnya akan ada salah paham" ucap Arlla


"Lalu? Apakah kita harus menikah" tanya Anel antusias membuat Arlla dan Alendra tersedak seketika dan menatap Anel tajam


"Hmm enggak nel" ucap Arlla


"Lalu"


"Kau akan pindah ke rumah ku yang satunya disini aku punya dua rumah kau bisa tinggal di rumah lama ku" ucap Arlla santai


"Whatt!!" pekik Anel


"Nanti bagaimana kalau suami ku nemuin aku dan bunuh aku" ucap Anel memulai sandiwara


"Aku takut" ucap Anel lagi


"Kita bicarakan besok aja aku lagi banyak kerjaan" ucap Alendra


"Sayang kamu istirahat aja aku mungkin di ruang kerja sampai tengah malam" ucap Alendra dan mencium pipi istrinya kemudian pergi menuju ruang kerja nya yang ada di lantai dua


Kini tinggal Anel dan Arlla yang berada di meja makan


Selesai makan Arlla pergi dari meja makan dan berjalan santai menaiki anak tangga


Namun tanpa di duga Anel mengikutinya dari belakang


"Arlla" panggil Anel dengan sinis

__ADS_1


Arlla berbalik dan menatap Anel dengan tatapan heran


"Kenapa"


"Kamu jangan macem macem ya mau nyingkirin aku dari rumah ini" ucap Anel dengan mengancam dan telunjuk nya mengarah ke arah Arlla


"KAMU GAK TAU SIAPA SAYA" ucap Anel


"DAN KAMU GAK TAU SIAPA SAYA ANEL" ucap Arlla tegas


"Kau hanya menumpang hidup di kehidupan Alendra kan" ucap Anel


"Dan seluruh harta yang kamu miliki sekarang sebenarnya milik Alendra dan nantinya akan berganti menjadi milikku" imbuh Anel dengan bangga


"JANGAN MIMPI" ucap Arlla dan hendak berjalan menaiki anak tangga lagi namun Anel menarik nya dan hampir saja dia jatuh


"Anel kau gila" ucap Arlla dengan tajam


"Iya aku gila inget ya aku akan merebut Alendra daro genggaman mu" ucap Anel kemudian pergi


Arlla masuk ke dalam kamarnya dan menelpon seseorang dengan raut wajah serius kemudian dia mengerjakan pekerjaan kantor nya yang sedikit terbengkalai


Pukul sepuluh malam Alendra baru masuk kamar


"Mau kemana" tanya Arlla karena Alendra hendak keluar kamar lagi


"Aku mau buat teh" ucap Alendra


"Oh"


"Kamu tidur aja" ucap Alendra kemudian keluar dari kamar


Alendra menuruni anak tangga satu persatu kemudian berjalan menuju dapur


"Alendra" panggil Anel

__ADS_1


"Anel? belum tidur? " tanya Alendra


"Belum mau ambil minum kamu kesini ngapain" tanya Anel


"Mau bikin teh" ucap Alendra


"Biar aku bantu" ucap Anel


"Gak usah aku bisa sendiri" ucap Alendra dan memanaskan air di atas kompor


"Biar aku aja gak apa apa" ucap Anel memaksa hingga dia terpeleset entah itu sungguhan atau hanya sandiwara


Alendra menangkap tubuh Anel yang hendak jatuh ke lantai


"Oh maaf aku gak sengaja" ucap Anel dengan sendu namun hatinya sangat bahagia


Mereka berdua tak tau ada sepasang mata yang melihat keakraban itu dari atas sana dengan tatapan tajam


"Iya gak apa apa" ucap Alendra


Anel mengambil gula juga teh dan meletakkan di dalam cangkir berwarna putih mengkilat yang terletak di atas meja


Setelah air mendidih Anel memindahkannya ke cangkir kemudian mengaduk nya hingga tercampur sempurna


"Makasih ya" ucap Alendra


"Sama sama" ucap Anel


"Aku duluan" ucap Alendra kemudian pergi menuju kamarnya dengan membawa secangkir teh


Saat dia masuk istrinya sudah tertidur pulas


Di dalam dapur Anel tersenyum bahagia bisa membantu Alendra dengan niat terselubung


Jangan lupa like dan komen

__ADS_1


__ADS_2