Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 147


__ADS_3

Arel memasuki kamarnya dengan langkah lesu. Pikirannya kacau setelah kejadian di meja makan tadi. Dia bimbang untuk membuat keputusan, di antara kekasih nya dan permohonan mama nya yang sangat sulit untuk dia tolam


Arel meraup wajahnya dengan kasar. Dengan kasar dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang milik nya dan matanya menatap nanar langit langit kamar


Hingga tengah malam akhirnya Arel bisa tertidur setelah memantapkan hati nya serta keputusan nya besok


-


-


-


Keesokan harinya di meja makan suasana hening kecuali suara sendok dan garpu yang berdentingan


Bahkan Arlla terlihat selalu tutup suara dan hanya berucap sepatah dua kata jika itu memang penting


Alina sudah dari pagi buta pamit pergi ke rumah sakit karena salah satu teman nya yang ada di sini mengalami kecelakaan


Seusai makan Arlla duduk di sofa ruang keluarga sambil memainkan ponselnya. Tampak dia sedang menghubungi seseorang di lain tempat


"Maaf mengganggu waktunya pak Wijaya saya cuma memberitahu soal pertunangan antara Arel dan Lichyia sepertinya akan... "


Arel merebut ponsel mama nya dan mengambil alih pembicaraan


"Maaf pak ini saya Arel cuma mau memberitau kalau pertunangannya di undur jadi malam bagaimana soal nya siang ini saya harus hadir di acar tunangan salah satu sahabat saya" ucap Arel dan menatap Arlla yang sedang menatap dirinya penuh tanda tanya

__ADS_1


"Oh begitu baiklah tidak masalah" panggilan selesai


"Maksudnya" tanya Arlla


"Aku setuju bertunangan dengan Lichyia" ucap Arel dan mengembalikan ponsel yang ada di tangannya pada pemilik nya


Arel memakai jas nya dan berangkat bekerja bersama Alendra


"Ada apa" tanya Alendra


"Apa nya"


"Soal pertunangan itu"


"Aku setuju bertunangan dengan Lichyia" ucap Arel sambil menatap sekilas Alendra kemudian fokus dengan kemudi nya


Arel mendudukkan tubuhnya dengan kasar di kursi kebesarannya


"Andra ke ruangan saya sekarang" perintah Arel dari balik sambungan telepon


Tak lama Andra masuk ke dalam ruangan Arel dengan wajah penuh tanda tanya


"Ada apa tuan"


"Kosongkan semua jadwal saya hari ini siang ini saya ada acara" ucap Arel

__ADS_1


"Baik tuan ada lagi" tanya Andra


"Mmm tidak kau bisa kembali ke ruangan mu sekarang" ucap Arel dan fokus dengan tumpukan berkas yang ada di atas meja


Pukul sepuluh Arel keluar dari ruangan nya dan pergi dari perusahaan itu menuju sebuah butik terbaik yang cabang nya ada di salah satu mall dekat dengan kantor nya


Arel membeli dua jas berwarna merah dan biru untuk acara pertunangan nya nanti. Mau bagaimana pun seorang Arel harus terlihat tampan dan rapi apalagi itu adalah acara nya


Arel keluar dari butik itu namun matanya menyipit saat melihat seorang wanita di toko perhiasan dengan laki laki tua namun bukan hal itu yang menarik perhatian Arel melainkan perawakan wanita itu yang sangat mirip dengan Kinara


Arel melangkah maju hendak masuk ke dalam toko itu namun dua orang itu berjalan pergi meninggalkan toko perhiasan itu. Arel terus membuntuti dua orang itu namun


Drtt... drtt...


Sebuah panggilan masuk di ponsel Arel membuat laki laki itu mendengus kesal karena wanita yang mirip dengan Kinara serta laki laki bersama nya masuk ke sebuah lift


"Lichyia ada apa dia"


"Kenapa" tanya Arel dingin


"Apa kau benar menerima pertunangan itu" tanya Lichyia


"Iya benar kenapa memang" tanya Arel


"Bukankah kemarin kau bilang kalau...."

__ADS_1


"Sudahlah jangan banyak bertanya itu sudah keputusan ku dan untuk mu jangan coba coba lari dari acara itu paham" ucap Arel kemudian menutup panggilan


__ADS_2