
"Ren Tar gue pulang duluan ya" ucap Arlla
"Hati hati" ucap Irene
"Yups"
Arlla berjalan melangkah menuju lift untuk turun ke lantai dasar
Sesampainya di lantai dasar dia bertemu dengan Ario yang membuat Arlla bingung karena tidak ada janji temu dengannya
"Ario" panggil Arlla
"Arlla"
"Kamu ngapain kesini" tanya Arlla.
"A.. aku mau jemput Dhira" ucap Ario
"Ah iya aku lupa" ucap Arlla
"Kamu mau pulang?"
"Iya gue duluan ya"
Arlla masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya di jalanan kota yang padat akan pengendara
Ting
Sebuah notifikasi masuk ke dalam ponsel miliknya
"Dari siapa sih" ucap Arlla sambil membuka ponselnya
Namun belum sempat dia membaca pesan masuk tiba tiba sebuah mobil menyerempet mobilnya di tengah perempatan
Membuat Arlla harus banting setir dan sebuah truk sedang melaju dengan cepat ke arahnya dan sudah berada hanya satu meter dari arah utara
Brakk
Kecelakaan tak dapat terhindarkan mobil Arlla di tabrak oleh truk itu dan terdorong hingga bagian belakang membentur sebuah mobil lain
"Awww" ringis Arlla
Tes.. tes..
Darah mengalir dari seluruh bagian tubuhnya
__ADS_1
"Astaghfirullah haladzim" ucap Arlla beristiqhfar
Pandangan matanya menjadi nanar dan tak lama kemudian dia pingsan di dalam mobil yang dalam keadaan parah
Bluubbb..
Api membakar ketiga kendaraan itu dengan seketika karena ada bensin yang merembes keluar menjadikan api semakin membesar
Pyarr...
"Awww" jerit Mama Sandra
"Sayang kamu kenapa" tanya Papa Rendra menghampiri istrinya dengan perasaan cemas
"Perasaanku gak enak... gelas tiba tiba pecah dan aku teringat sama Arlla" ucap Mama Sandra dengan bibir bergetar
"Mama tenang ya,,, Arlla pasti baik baik aja" ucap Papa Rendra menenangkan
"Coba papa telfon" perintah Mama Sandra
Tut.. tut.. tut..
"Ponsel nya mati" ucap Papa Rendra
"Papa" teriak Viko
"Ada apa" tanya Papa Rendra dan Mama Sandra
"Lihat itu bukannya itu mobil Arlla" ucap Viko dengan rasa cemas
"I... iya haaaaa Arlla pa Arlla" ucap Mama Sandra sambil menangis
Tubuhnya perlahan luruh ke lantai
"Mobilnya terbakar apa dia selamat" ucap Mama Sandra lirih
-
-
-
Sedangkan di lain tempat
"Hahaha rencana kita berhasil sayang" ucap Lela dengan penuh bangga
__ADS_1
Gio menatap nanar pada berita televisi yang menayangkan berita kecelakaan Arlla
"Gio kamu harusnya seneng dong" ucap Lela
"Hmm iya" ucap Gio dengan senyum getir
Hatinya meringis sakit dan sedih. Dia juga menyesal telah mencelakai Arlla padahal tujuannya hanya memberi peringatan namun mengapa semuanya berbeda
ARLLA MATI!!
ARLLA TELAH PERGI DARI DUNIA INI!!
GIO BODOH!!
Rumah Rena
"Papa" Teriak Mama Rena
"Kenapa" tanya Papa Rai santai
"Itu mobil Arlla,, dia kecelakaan" ucap Mama Rena dengan derai air mata
"Arlla? Gak mungkin" ucap Papa Rei rak percaya
"Haaaaaaaaa Arlla" teriak Mama Rena
-
-
-
"Hallo" panggilan dari Tari ke rumah Sandra
"Iya kenapa" tanya Viko dengan menahan tangis
"Apa? A.. apa Arlla benar ke.. ke.. kecelakaan" tanya Tari dengan terbata bata karena dia sedang menangis di ujung sana dengan Irene dan Dhira
"Iya" jawab Viko singkat
"Pa kita ke rumah sakit sekarang" ucap Mama Sandra lirih
Sepuluh menit perjalanan mereka semua sudah berada di rumah sakit
Mama Sandra, Rendra, Viko, Rena dan juga Rei datang terlebih dahulu
__ADS_1