
Lichyia berjalan memasuki kamar dan di belakangnya berjarak beberapa meter Risa tengah mengejar putri bungsunya yang sudah di pastikan jika dia sedang dalam masalah
"Sayang buka pintunya" ucap Risa dan mengetuk berulang kali pintu kamar yang terbuat dari kayu jati yang kokoh dan sudah di cat berwarna putih
"Dek buka pintunya atau kakak dobrak nih" ucap Leon kehabisan kesabarannya
Ceklek
Lichyia membuka pintu kamarnya dan tersenyum manis pada sang mama. Dia tidak ingin mama nya tau tentang masalahnya dan menjadi khawatir apalagi kini status nya sudah seorang istri dia harus mampu menyelesaikan masalah nya sendiri tanpa melibatkan orang tua
"Mama boleh masuk?" Lichyia mengangguk dan membuka pintu kamarnya lebar lebar
"Kalau kakak?" tanya Leon dengan alis naik sebelah
"Gak boleh" ucap Lichyia ketus dan langsung masuk ke dalam kamar lalu menguncinya
"Astagfirullah punya adek kok gini amat waktu ada masalah masih aja ketus" ucap Leon dan mengusap wajahnya kasar lalu berjalan ke arah kamar pribadi nya
.
.
"Ada apa coba cerita sama mama " ucap Risa
Lichyia merenung sejenak apa dia harus memberitau pada mama nya atau tidak namun saat ini dia membutuhkan nasehat dari para tetua agar tidak salah langkah dan mengambil jalan yang salah
"Tadi... Lichyia ketemu sama Arel di tengah jalan sama wanita lain" ucap Lichyia dan berhenti sejenak melihat reaksi sang mama ternyata Risa masih diam dan menunggu cerita selanjutnya. Wanita itu mencoba agar tetap tenang dan tidak mengambil kesimpulan sendiri dari sepotong cerita sang putri bungsu
__ADS_1
Lichyia melanjutkan ceritanya sampai dimana dia memutuskan untuk pergi kesini tanpa ada yang di tambah tambahi atau di kurangi
"Kamu yakin kalau Arel punya hubungan sama wanita itu?" tanya Risa
"Aku gak tau pasti ma tapi saat aku liat Arel mau mencium kening cewek itu aku yakin kalau mereka ada hubungan" ucap Lichyia
"Sayang coba kamu jangan gegabah dulu pastiin semuanya itu jelas jangan mengambil kesimpulan sendiri tanpa mendengar penjelasan dari Arel" ucap Risa mencoba tenang dan tidak menunjukkan wajah khawatir padalah sebenarnya dia sungguh cemas akan nasib pernikahan putri nya yang baru di bangun beberapa hari yang lalu. Kini dia berharap semuanya akan baik baik saja
"Lalu sekarang aku harus gimana? Pulang ke rumah?" tanya Lichyia.
"Iya pulang ke rumah kamu gak baik sudah jadi istri tapi masih tinggal di rumah orang tuanya apalagi dalam masalah seperti ini. Tetap jadi istri yang baik layani apa yang dia mau selesaikan masalah kalian baik baik" ucap Risa membuat hati Lichyia sedikit tenang
Setidaknya saat ini dia tau dia harus berbuat apa setelah ini
"Makasih ma" Lichyia memeluk erat tubuh mama nya
.
.
"Lichyia ada?" tanya Arel pada salah satu penjaga di sana yang berdiri tegap di depan pintu
"Ada tuan" ucap pejaga itu dengan sopan
Arel melangkah masuk dan memencet bel rumah beberapa kali saat tidak ada yang turun. Sebenarnya pintu terbuka lebar namun dia harus tetap memiliki etika saat bertamu meskipun itu rumah mertuanya sendiri
Tap.. tap.. tap..
__ADS_1
Leon menuruni anak tangga satu per satu dan berjalan menuju pintu rumah utama
Matanya menajam seketika saat melihat Arel berdiri tegap di depan pintu. Tangannya menggenggam kuat emosi nya memuncak seketika saat bayangan wajah sembab adik nya saat turun dari mobil tadi terlintas di benak nya
"Laki laki brengsek!!!!" Leon berjalan penuh emosi menuju Arel
Bug
Satu pukulan keras mendarat di pipi sebelah kanannya membuat Arel yang tak siap tersungkur ke lantai
Arel menatap Leon dari bawah dan emosi nya pun memuncak saat tiba tiba laki laki yang notabene nya adalah kakak dari istrinya itu memukul dirinya tanpa sebab. Mungkin dia amnesia dadakan akan kesalahan nya saat ini
Arel berdiri dan membalas pukulan Leon padanya hingga terjadi baku hantam di depan pintu. Persaingan sengit antara Leon dan Arel membuat suara keributan hingga terdengar sampai ke lantai atas
"Astaghfirullah Arel" lirih Lichyia saat melihat ke lantai bawah
Risa dan Lichyia berjalan menuruni satu persatu anak tangga dengan cepat dan tak lama Asha pun ikut keluar dari kamarnya saat mendengar suara ribut di rumah mertuanya
"Mas Leon" Asha terkejut saat Leon dan Arel saling memukul satu sama lain
"Udah cukup" teriak Lichyia namun tidak di hiraukan oleh kedua laki laki itu bahkan para pengawal yang berjaga pun tidak bisa melerai keduanya
Lichyia perlahan berjalan mendekati keduanya membuat Risa khawatir
"Jangan nekad sayang bahaya" ucap Risa
Dengan nekad Lichyia berdiri di tengah keduanya namun Leon yang terlanjur melayangkan pukulannya pada sang adik ipar kini salah sasaran dan mengenai adik nya sendiri
__ADS_1
"Lichyia" teriak semua orang disana saat melihat Lichyia jatuh pingsan di dekat kaki Arel yang masih berdiri
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE