
Keesokan harinya para laki laki kembali ke rumah mereka masing masing namun tak mendapati istri mereka
Akhirnya mereka berkumpul di rumah Alendra dan ternyata benar jika mereka tidur bersama di rumah Arlla.
"Sayang" panggil mereka serempak kala melihat istri mereka sedang tertawa bahagia sambil memasak dan dapur sudah berantakan penuh dengan tepung minyak dan bahan bahan dapur lainnya
"Kalian udah pulang" tanya Tari
"Udah"
"Kok cepet sih" ucap Irene
"Lah" ucap mereka serempak karena bahkan kepergian mereka di harapkan oleh istri istri mereka
"Duduk kita masak dulu" ucap Arlla
"Pelayan udah dateng kan" tanya Aledra
"Udah aku suruh mereka bersih in lantai atas sama lantai bawah terus ngurus taman habis itu kuras kolam renang" ucap Arlla sambil memotong sayuran
Para laki laki itu pasrah dan duduk di meja makan sambil menyaksikan kehancuran dapur Alendra
"Dapur gue cantik cantik napa jadi begini" gumam Alendra
"Sabar"
"Lu enak tinggal bilang sabar"
"Heheheh"
Satu jam kemudian makanan sudah siap di atas meja dan mereka sarapan bersama walaupun sedikit telat
Setelah sarapan bersama mereka kembali ke rumah masing masing
"Sayang" panggil Alendra
"Kenapa" tanya Arlla
"Sepertinya rencana kita mau ke Perancis harus di tunda dulu deh" ucap Alendra dengan nada lesu
__ADS_1
Seketika wajah Arlla menjadi cemberut
"Kenapa"
"Aku harus pergi ke luar negeri ada beberapa masalah di perusahaan yang ada di Singapura" ucap Alendra
"Yaudah gak apa apa" ucap Arlla ketus
"Tapi jangan marah" ucap Alendra
"Gak ada yang marah" ucap Arlla namun nada bicaranya ketua
Alendra mendekati istrinya dan duduk di bawah kaki Arlla
"Sayang jangan marah dong cuma di tunda bukan di batalkan" ucap Alendra
"Gak ada yang marah" ucap Arlla kini dengan nada lembut
"Ok sekarang kamu mau apa aku beli in" ucap Alendra mencoba membujuk Arlla
"Aku gak mau apa apa"
"Enggak"
"Makan"
"Barusan makan"
"Jalan jalan"
"Aku ngantuk mau tidur" Arlla kemudian berjalan menuju ranjang king size dan tidur di sana
"Sayang" ucap Alendra dengan bibir mengerucut namun Arlla sudah memejamkan matanya
Alendra kemudian pergi menuju teras belakang dan berpikir bagaimana cara membujuk istri nya itu
drtt.. drtt...
Ponsel milik Alendra bergetar karena ada sebuah panggilan masuk
__ADS_1
"Aheksa" lirih Alendra setelah melihat ID penelpon
"Kenapa" tanya Alendra to the poin
"Irene marah" adu Aheksa
"Sama"
"Terus gimana"
"Mana gue tau"
"Kira kira di Singapura berapa hari" tanya Aheksa
"Seminggu mungkin"
"Ck dia marah gue bingung cara bujuk nya susah banget" ucap Aheksa
Aheksa, Alendra dan Areksa memang akan pergi ke Singapura untuk menyelesaikan sebuah masalah
"Tau lah gue mikir dulu pusing gue" ucap Alendra kemudian mematikan sambungan telepon membuat Aheksa menggeram kesal
"Dasar Alendra gak ada akhlak" umpat Aheksa
"Tuan" panggil Ila yang melihat Alendra termenung sendiri an
Alendra menatap Ila dengan tatapan bingung karena belum mengenal
"Kenalkan saya Ila saya disini sama Sie dan juga Ani kami sudah lama bekerja dengan nyonya Arlla"
"Oh ya saya liat tadi tuan ngelamun ada masalah" tanya Ila
"Cewek kalau marah biasanya bujuk pake apa" tanya Alendra
"Bunga, coklat atau hal hal yang romantis gitu tuan " ucap Ila memberi saran
Alendra seketika berdiri dan pergi ke luar rumah begitu saja setelah sebuah ide terbesit di otaknya
Jangan lupa like dan komen
__ADS_1