Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 173


__ADS_3

Risa menghentikan langkahnya di sebuah taman samping rumah sakit. Suasana yang gelap dan hanya di terangi oleh cahaya lampu taman di beberapa titik


"Ada apa ma" tanya Arel


Plak


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Arel. Belum sembuh luka pukulan dari Leon kini dia mendapat tamparan pula dari sang mama mertua


"Mama tau semuanya" ucap Risa


Mata nyalang dan tajam tertuju pada Arel sang menantu nya. Tatapan yang tak pernah dia perlihatkan pada siapapun dan kini Arel adalah orang pertama yang melihat dan mendapat tatapan itu


"Untuk sekarang mungkin mama masih diem in aja tapi inget!! Ini peringatan pertama mama tinggalkan wanita itu atau kembalikan Lichyia padaku" ucap Risa dengan nada tinggi


Arel mendengar dengan seksama tanpa mau membantah namun kata kata mengembalikan Lichyia membuat rasa takut dan tidak rela menghantui hati laki laki keturunan keluarga Denata itu


"Ma... " lirih Arel dengan menatap memelas pada sang mama mertua agar tidak benar benar dengan ucapannya


"Arel!! Asal kamu tau mungkin saat ini kamu bisa memiliki keduanya tapi inget itu gak akan bertahan lama suatu saat kamu harus memilih salah satu di antara mereka.... pikirkan keputusan mu mulai sekarang dan mama harap kamu tidak salah dalam mengambil keputusan" ucap Risa dengan mata tajam


"Mama akan selalu dukung Lichyia sampai kapanpun seorang ibu tidak akan rela anak nya di sakiti oleh siapapun termasuk kamu!! Sebelum mama rebut paksa Lichyia pertahankan dia atau kembalikan dia dengan cara baik baik" Risa berjalan meninggalkan Arel sendiri di taman

__ADS_1


Arel mengusap wajah nya kasar lalu menendang batu batu kecil yang ada di sekitar kaki nya meluapkan rasa kesal nya


"Aarkkkkhhhhhh siapa yang harus aku pilih nanti.... Apa Lichyia tapi aku tidak mencintai dia tapi aku juga gak mau kehilangan dia sedangkan Kinara.... mana mungkin aku tinggalin dia aku cinta sama dia" ucap Arel dan terduduk di atas rerumputan hijau


"Mungkin aku adalah laki laki paling egois di dunia ini tapi aku gak mau kehilangan keduanya" gumam Arel


.


.


Di ruang UGD tangan Lichyia mulai bergerak dan matanya mengerjap menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya


"Mas Lichyia mulai sadar" ucap Asha. Leon yang bersandar di bahu pintu langsung mendekat ke arah adik nya yang mulai siuman


Lichyia hanya menggelengkan kepalanya tanda dia baik baik saja


"Oh syukurlah" Leon bernafas lega


"Bentar aku panggil dokter dulu" ucap Asha dan keluar dari ruang UGD berlari menuju ruang para dokter


Tak lama Asha dan salah satu dokter masuk ke dalam ruang UGD

__ADS_1


"Syukurlah nyonya Lichyia sudah siuman dan karena tidak ada luka yang cukup serius jadi malam ini bisa di bawa pulang" ucap dokter itu


"Makasih ya dok"


Ceklek


"Mama"


"Sayang kamu udah sadar alhamdulillah Ya Allah" ucap Risa dan memeluk putrinya erat


"Pipi kamu masih sakit gak" tanya Risa


"Lumayan sih ma gara gara kakak tuh mukul nya kenceng banget sakit tau"


"Ya maaf kakak kan mau mukul Arel bukan kamu dek" ucap Leon dengan wajah memelas meminta maaf


"Gak ada kata maaf" ucap Lichyia cemberut


"Ya jahat banget sih dek"


"Bodo amat kakak juga jahat sama aku" Leon mengacak rambutnya frustasi.Ternyata adik kecil nya itu tidak berubah sama sekali meskipun sudah menikah dia akan terus manja pada dirinya dan akan selalu seperti itu. Sejak keci Lichyia selalu dekat dengan Leon dan Leon selalu menjadi pelindung nya saat ada yang mengganggu dirinya

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN


__ADS_2