Kehidupan Penuh Luka

Kehidupan Penuh Luka
Bab 106


__ADS_3

Alendra terus menyusuri jalanan dan hasilnya nihil tidak ada pedagang satu pun


Akhirnya dia memutar otaknya bagaimana caranya agar dia bisa memenuhi permintaan istrinya


"Ah iya" ucap Alendra setelah menemukan sebuah ide


Dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang


"...."


"...."


"Aku akan kesana dan harus sudah siap" ucap Alendra kemudian memutuskan sambungan telepon secara sepihak


Alendra memutar arah kemudi nya menuju restaurant miliknya


Dalam waktu setengah jam dia sudah sampai di restaurant nya namun pesanannya belum juga siap


Lima belas menit menunggu akhirnya bakso pesanan Arlla siap


Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan Alendra kembali ke apartemen


Dengan langkah bahagia Alendra memasuki lift untuk menuju ke lantai lima


Ting


Alendra keluar dari lift dan menuju apartemen milik istrinya


"Sayang" panggil Alendra


"Hmm udah" tanya Arlla sambil bangun dari tidurnya di sofa


"Kenapa kau tidur di sofa jika kau jatuh bagaimana" ucap Alendra

__ADS_1


"Mana" tagih Arlla


"Nih" Alendra meletakkan bakso tersebut di atas meja kemudian dia menuju dapur untuk mengambil mangkuk dan sendok


Arlla memakan bakso tersebut dengan lahap dan Alendra memperhatikan nya dengan seksama


Sesekali Alendra merapikan anak rambut Arlla yang berantakan


"Pelan pelan"


"Uhukk"


"Tuh kan" Alendra menuju dapur dan mengambil segelas air minum untuk istrinya


Arlla langsung menghabiskan satu gelas air minum yang sudah di berikan oleh Alendra


"Aku udah kenyang" ucap Arlla


"Tapi ini masih ada setengah" ucap Alendra


Alendra memakan sisa dari Arlla sampai habis tak tersisa


Setelah makan Alendra meletakkan mangkuk kotor tersebut ke wastafel dapur dan mencucinya


Saat dia kembali Arlla sudah kembali tertidur di atas sofa


"Hmm nanti jatuh bisa bahaya" gumam Alendra kemudian mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke kamar


"Maafkan aku" lirih Alendra dan mengecup sekilas kening Arlla kemudian pergi


Keesokan harinya Arlla terbangun dari tidurnya pukul empat pagi


Setelah mandi dia melakukan sholat subuh baru kemudian dia turun dan memasak untuk sarapan

__ADS_1


"Mas Alendra" lirih Arlla saat melihat suaminya tertidur di sofa ruang tamu


Arlla berlalu begitu saja menuju dapur dan memulai memasak


Karena mendengar suara dari dapur membuat mata Alendra terbuka sempurna


"Jam berapa ini" lirih Alendra sambil melihat jam dari ponselnya


"Lima kurang lima belas sholat dulu" ucap Alendra kemudian masuk ke dalam kamar yang ada di lantai bawah untuk mandi, wudhu dan sholat


Setelah berdoa Alendra keluar dari kamar itu dan menuju dapur


"Pagi" sapa Alendra


"Hmm"


"Ada yang bisa aku bantu gak" tanya Alendra membuat pergerakan Arlla terhenti


"Gak ada nanti makin berantakan kalau kamu bantu" ucap Arlla


"Sayang ku mohon maafin aku ya kita kembali lagi seperti dulu kita buka lembaran baru" ucap Alendra sambil menggenggam tangan istrinya


"Ra gak semudah itu aku terlanjur kecewa sama sikap kamu yang lebih percaya sama Anel dari pada aku istri kamu sendiri" ucap Arlla


"Aku tau aku salah tapi apa tidak ada tempat lagi untukku" tanya Alendra


"Mungkin masih ada tapi aku gak tau kapan aku bisa memaafkan dirimu" ucap Arlla


"Lebih baik kamu menyerah aja" imbuh Arlla dan melepas genggaman tangan mereka dan melanjutkan masak


Alendra berjalan menuju meja makan dan duduk di sana sambil memperhatikan pergerakan istrinya yang begitu lincah kesana kemari


"Aku jani anak kita akan lahir dengan orang tua yang lengkap" gumam Alendra

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen


__ADS_2