
Alendra terus menyusuri jalanan dan hasilnya nihil tidak ada pedagang satu pun
Akhirnya dia memutar otaknya bagaimana caranya agar dia bisa memenuhi permintaan istrinya
"Ah iya" ucap Alendra setelah menemukan sebuah ide
Dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang
"...."
"...."
"Aku akan kesana dan harus sudah siap" ucap Alendra kemudian memutuskan sambungan telepon secara sepihak
Alendra memutar arah kemudi nya menuju restaurant miliknya
Dalam waktu setengah jam dia sudah sampai di restaurant nya namun pesanannya belum juga siap
Lima belas menit menunggu akhirnya bakso pesanan Arlla siap
Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan Alendra kembali ke apartemen
Dengan langkah bahagia Alendra memasuki lift untuk menuju ke lantai lima
Ting
Alendra keluar dari lift dan menuju apartemen milik istrinya
"Sayang" panggil Alendra
"Hmm udah" tanya Arlla sambil bangun dari tidurnya di sofa
"Kenapa kau tidur di sofa jika kau jatuh bagaimana" ucap Alendra
__ADS_1
"Mana" tagih Arlla
"Nih" Alendra meletakkan bakso tersebut di atas meja kemudian dia menuju dapur untuk mengambil mangkuk dan sendok
Arlla memakan bakso tersebut dengan lahap dan Alendra memperhatikan nya dengan seksama
Sesekali Alendra merapikan anak rambut Arlla yang berantakan
"Pelan pelan"
"Uhukk"
"Tuh kan" Alendra menuju dapur dan mengambil segelas air minum untuk istrinya
Arlla langsung menghabiskan satu gelas air minum yang sudah di berikan oleh Alendra
"Aku udah kenyang" ucap Arlla
"Tapi ini masih ada setengah" ucap Alendra
Alendra memakan sisa dari Arlla sampai habis tak tersisa
Setelah makan Alendra meletakkan mangkuk kotor tersebut ke wastafel dapur dan mencucinya
Saat dia kembali Arlla sudah kembali tertidur di atas sofa
"Hmm nanti jatuh bisa bahaya" gumam Alendra kemudian mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke kamar
"Maafkan aku" lirih Alendra dan mengecup sekilas kening Arlla kemudian pergi
Keesokan harinya Arlla terbangun dari tidurnya pukul empat pagi
Setelah mandi dia melakukan sholat subuh baru kemudian dia turun dan memasak untuk sarapan
__ADS_1
"Mas Alendra" lirih Arlla saat melihat suaminya tertidur di sofa ruang tamu
Arlla berlalu begitu saja menuju dapur dan memulai memasak
Karena mendengar suara dari dapur membuat mata Alendra terbuka sempurna
"Jam berapa ini" lirih Alendra sambil melihat jam dari ponselnya
"Lima kurang lima belas sholat dulu" ucap Alendra kemudian masuk ke dalam kamar yang ada di lantai bawah untuk mandi, wudhu dan sholat
Setelah berdoa Alendra keluar dari kamar itu dan menuju dapur
"Pagi" sapa Alendra
"Hmm"
"Ada yang bisa aku bantu gak" tanya Alendra membuat pergerakan Arlla terhenti
"Gak ada nanti makin berantakan kalau kamu bantu" ucap Arlla
"Sayang ku mohon maafin aku ya kita kembali lagi seperti dulu kita buka lembaran baru" ucap Alendra sambil menggenggam tangan istrinya
"Ra gak semudah itu aku terlanjur kecewa sama sikap kamu yang lebih percaya sama Anel dari pada aku istri kamu sendiri" ucap Arlla
"Aku tau aku salah tapi apa tidak ada tempat lagi untukku" tanya Alendra
"Mungkin masih ada tapi aku gak tau kapan aku bisa memaafkan dirimu" ucap Arlla
"Lebih baik kamu menyerah aja" imbuh Arlla dan melepas genggaman tangan mereka dan melanjutkan masak
Alendra berjalan menuju meja makan dan duduk di sana sambil memperhatikan pergerakan istrinya yang begitu lincah kesana kemari
"Aku jani anak kita akan lahir dengan orang tua yang lengkap" gumam Alendra
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen