Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 11


__ADS_3

Aku baru menanggapi kala aku mendengar dia berterima kasih


" Ya sudah kalu nggak mau ngomong, aku hanya mau bilang terima kasih buat yang lalu " ujar nya


" He'mh " singkat ku


" Serius hanya gitu " heran nya


" Ya sama sama " datar ku, ku lihat dia tersenyum dan melanjutkan kalimat nya


" Sebenar nya Waktu itu aku yang salah bukan Abang aku, ya mungkin dia seperti itu karna sudah jengah menghadapi ku yang kurang ajar ini "


" Maksud nya "


" Selama ini Abang aku tak pernah berbuat kasar pada ku, tadinya aku pikir dia takkan bisa seperti itu pada ku tapi ternyata dia memang laki laki sejati mampu melakukan sesuatu sesuai perkataan nya "


" Jadi di sini aku yang salah " bukan nya menjawab laki laki itu malah mengulurkan tangan nya


" Aku ripai siberandal tengik " begitu lah dia memperkenalkan diri


" Baik lakh Rinjani " sembari menjabat uluran tangan itu " angkot ku sudah sampai aku peri dulu " lanjut ku


" Padahal baru kenalan "


" Knapa "


" Tida hanya saja aku tertarik untuk menjadi teman mu seperti nya usia kita tak jauh beda "


" Lain kali saja, aku pergi dulu " ramah ku


Dan disitulah aku mengenal Pa'i lebih dalam dan memutuskan untuk menerima pertemanan nya


Fllas back off


Beruntung Pai mengantar ku atau mungkin sampai sekarang aku belum sampai rumah,


Ya kini aku sudah sampai di rumah karna Pai menhantar ku dan pas kami sampai depan bus baru saja berhenti di depan ku dan aku tak menunda waktu lagi langsung saja aku masuk pada bus itu agar tak kemalaman sampe rumah


Waktu terus berjalan sesuai dengan rotasi nya


Dua Minggu sudah aku menjadi murid SMA dan selama dua Minggu itu juga ketenaran ku bukan nya menurun malah menjadi, banyak murid yang mengagumi ku entah lakh bukan hanya dari KK klas atau satu angkatan bahkan dari kalangan ank SMP laki laki bahkan para murid perempuan juga


" Teh boleh minta Poto bareng nggak " salah satu teman adik ku meminta foto bersama ku, ku tau dari adiku dia begitu mengagumi ku


" Untuk " singkat ku


" Untuk koleksi di galeri ku " aku menyerengitkan dahi tak paham dengan perkataan anak itu apa maksud nya buat koleksi apa dia seorang lesbian gitu


" Maksud saya koleksi foto foto orang yang saya kagumi, saya sangat kagum dengan tth sungguh cantik " tak mau berpanjang lebar aku menuruti gadis itu dan setelah nya aku kembali ke kelas ku


" Pit tth klas ya mulai nggak nyaman di sini " ujar ku mulai merasa risih dan adik ku hanya membalas dengan kekehan


Aku langsung menuju gedung SMA dan langsung menuju kelas ku, sesampai nya aku di kelas aku mendapati teman kelas ku tengah ber heboh ria bergosip tentang anak baru di kelas 2, sekilas telinga ku mendengar mereka menyebut nama Pai ripai tepat nya namun aku tak menghiraukan


Aku memilih duduk di bangku belakang yang nampak kosong dan sepi karna teman teman ku lagi berkumpul di bangku depan


" Nggak ke kantin " suara laki laki menegur ku


" Nggak " singkat ku


" ngapain duduk di sini bukannya meja mu di depan "


" Males gabung nanti aja pindah nya kalau mereka udah bubar "


" Mau aku temenin "


" Terserah "


Ku pikir tak apa apa dia duduk di samping ku karna sejauh ini aku mau pun teman teman sekelas ku tau nya anta anak pendiam, ya anak laki laki yang menegur ku tak lain anta remaja laki laki yang bantuin aku kalau aku di ganggu Jaka and the geng


Niat nya maunyari tenang namun nyata nya aku malah di ganggu anta pasalnya dari tadi mulut nya tak mau diam dia selalu saja bertanya sampai aku merasa jengah


" Aku balik depan deh, kamu nggak bisa diam kayak nya " sambil berlalu

__ADS_1


Tak ada balasan kata dari nya


Bel masuk ke dua pun berbunyi saat aku sudah duduk di meja ku


Pelajaran sudah di mulai kembali semua belajar dengan hening terasa damai bagi ku


Setelah dua kali bel berbunyi kini bel ketiga pun berbunyi menandakan waktu pulang sekolah tiba, aku bergegas merapikan buku ku dan menyimpan nya dalam tas


Guru yang tadi mengajari kami sudah keluar sesaat setelah bel berbunyi, setelah kurasa semua sudah rapi aku keluar kelas namun langkah ku terhenti kala ku dengar suara yanah memanggil ku


" Rinjani tunggu "


" Ada apa "


" Mau langsung pulang "


" Iya "


" Loh kan anggota OSIS di suruh kumpul "


" Kapan, aku nggak tau " karna memang aku tidak tau


" Tadi pas istirahat wakil ketua OSIS ngumumin katanya akan ada anggota baru dari klas dua, anak baru "


" Oh maaf aku nggak tau "


Dan kami terus mengobrol sambil merjalan menuju ruang OSIS


Ya setelah kami masuk satu Minggu lalu aku dan beberapa teman ku memang di minta untuk menjadi wakil anggota OSIS dari klas 10


Dan dari klas ku ada 4 orang perwakilan yaitu aku, Ros, yanah, dan anta, tadinya anta menolak tapi karna itu wali kelas sendiri akhirnya dia mau walau terpaksa


Kami sampai di pintu depan ruang OSIS disusul juga oleh anta dan Ros aku menyerengitkan dahi kala melihat Ros yang senyum senyum sediri namun males buat bertanya pada akhir nya yanah lah yang mewakili ku bertanya


" Say knapa senyum senyum sediri " tanya yanah pada Ros


" Nggak knapa knapa lagi seneng aja " jawab nya


Tak ada percakapan lagi kami pun masuk ruangan


" Siapa nama kamu " tanya nya pada yanah


" Yanah "


" Oh ia yanah, boleh minta tolong nggak "


" Minta tolong apa "


" Tukaran kursi sini "


Yanah pun menurut karna dia juga sama seperti ku tipe orang yang malas berdebat


" Ehem " anta berdehem di sebalah ku aku hanya menoleh


Raut wajah kesal ku dapati dari muka Jaka karna sekilas aku melihat nya kami belum memulai rapat karna ketua OSIS dan wakil nya belum ada di ruangan


" Wey jauh jauh Lo dari gebetan gue " kesal Jaka pada anta dan yang di minta hanya mengulas senyum mengejek


" Sial Lo nantangin gue " lanjut nya lagi


" Siapa gebetan Lo " anta pun terpancing aku menoleh pada anta dan dia hanya membalas ku dengan tersenyum


" Cewe di sebelah lo itu gebetan gue " geram nya


Anta melirik pada ku dengan senyum yang atak bisa di artikan


" Bukan nya Lo udah tau cewe yang Lo sebut gebetan itu pacar gue " dengan menekan kan kata pacar seketika semua pandangan menjurus pada kupasalnya anta cukup lumayan terkenal di klngan para siswa cewe begitu pula aku


Kata kata anta tak ku tanggap Pi karna ku yakin ia hanya sedang bergurau


Tak berselang lama ketua OSIS datang dengan wakil nya


" Siang semua maaf sudah menyita waktu kalian harus nya kalian sudah sampai rumah ya "

__ADS_1


" Kita dapet tugas dari kepsek suruh nyari sumbangan pas pulang sekolah buat sodara kita yang lagi terkena musibah " lanjut nya tanpa basa basi


" Maksud nya kak " tanya anggota lain dari klas 10 juga namun bukan dari klas ku


" Jadi kita akan mencari donasi blusukan atau di jaln, contoh nya kita dor tu dor kerumah warga mana tau ada warga yang mau nyumbang dan kalau di jalan kita bisa menggunakan jalan Prapatan atau pertigaan untu sembari membantu tukang parkir namun usahakan tidak mengganggu pengendara ya " jelasnya


" Bukan hanya kita kepsek juga para guru sedang mencari donasi dari para petinggi desa misal nya camat kades dan sebagai nya " lanjut nya


" Kalau kita nggak dapat ndi " tanya teman seangkatan nya


Dan di jawab oleh wakil nya


" Sedapet nya aja dan yang iku silah kan isi bio data nya biar kita bisa tau nanti anggota kelompok yang mau ikut karna kita nanti akan di bagi kelompok " panjang x lebar nya


" Dan satu lagi, kita punya anggota baru dari klas dua ya cowo lumayan keren namun dingin dia masuk anggota Ppai ( para pencinta alam Indonesia ) " dan aku salah satu anggota nya juga


" Kakak ripa'i silahkan masuk " pintanya


Sekilas aku mengulas senyum ternyata dia


" Silahkan perkenalkan diri mu dan pilihlah tempat mu untuk duduk " lanjut wakil ketua OSIS


" Hai gue ripa'i salam kenal " singkat nya dan setelah nya berlalu menuju kursi yang akan ia duduki


Tak ku sangka di duduk tepat di depan ku bukan hanya itu dia juga tersenyum ke arah ku dan aku dengan senang hati membalas senyum itu dengan tersenyum mengejek


Rapat berlangsung dengan semua penjelasan penjelasan ketos sesekali ada yang bertanya


Rapat OSIS akhir nya di bubarkan dan tak sedikit yang bersorak kegirangan ya mungkin sedari tadi mereka berharap rapat hanya sebentar ku yakin mereka sama sepertiku sedang menahan lapar


Di depan sekolah


" Yan aku nebeng ya " pinta Ros pada yanah karna mereka searah


" Boleh ayo, tapi Jani sama siapa " yanah menunjukan wajah sok sedih nya


" Santai aja aku pulang sendiri sudah biasa " jawab ku, biasa nya aku pulang bareng sama pitri tapi karna aku mengikuti rapat OSIS jadi aku pulang sendiri


" Hai " sapa seseorang di tengah perbincangan kami aku menoleh dan tersenyum


" Hai juga " jawab yanah dan Ros bersamaan


Dan yang menjawab beralih kepada ku


" Manis apa kabar mu " tanya nya yanah dan Ros melongo muka heran langsung terpampang di wajah mereka


" Kabar baik " jawab ku


" Ayo aku antar pulang " tawar nya


" Nggak usah makasih "


" Ayo aku aja, aku mau di Anter kakak " yang antusias malah Ros


" Yaelah tadi minta bareng gue " celetuk yanah


" Iya aku bareng kamu aku kan cuma bercanda " jawab Ros


Aku dan pa'i hanya tersenyum menanggapi mereka sampai anta melintas di depan kami dan berhenti di depan kami


" Yuk pulang udah lama nungguin " ucap nya dan kami hanya saling lirik mencari tau siapa yang menunggu nya


Tiba tiba dia turun dari motor dan memasangkan helem di kepala ku


" Apaan si men pasang pasang aja " kesal ku namun antak tak menghiraukan ia malah menarik tangan ku


" Tunggu " pinta ku


" Pa'i aku bareng dia aja ya maaf lain waktu aja kita bareng nya " ku lihat raut kesal di wajah nya namun ia tetap mengangguk untuk mengiyakan ucappan ku


Aku pulang di Anter anta sampai depan rumah sepanjang perjalanan kami hanya diam bahkan sampai rumah ku


Aku hanya mengucapkan terima kasih kala sudah sampai di depan gang

__ADS_1


" Makasih sudah mau mengantar " ucap ku


__ADS_2