
Selesai berpamitan pada kakak ku aku kembali ke tempat ojah, kakak ku berpesan agar aku tak setengah-setengah dalam membantu orang, dan aku mengiyakannya
Setelah tiba di tempat ojah semua sudah siap ku lirik jam di tangan ku pukul 7 kurang,
" Apa semua sudah siap ?" Tanya ku
" Sudah " ucap ojah dan di anggukki yang lain
Akupun berpamitan pada para orang tua, dan masuk dan menjalankan mobil ku
Sepanjang perjalanan mobil ku ramai oleh kebisingan dan pertanyaan dari para sahabat ku, tentang aku dan ripa'i, tentang pekerjaan ku, hingga bagaimana aku mendapatkan mobil ini, 'aish yang benar saja, karna aku bekerja keras lakh' pikir ku, namun tak mau membuat mereka kecewa aku hanya menjawabnya semana mestinya
Hingga pupu menanyakan keadaan Asiah dan aku memberi tahu kalau hari ini Asiah akan operasi
" Lalu bagaimana perkembangan Asiah, kau bilang dia sudah jauh lebih baik " tanya pupu antusias
" He'mh, sebenarnya Asiah hari ini akan menjalankan operasi tepatnya jam sepuluh nanti, jadi kita akan langsung kesana dulu " jelasku, mereka hanya dim dan saling melirik satu sama lain
" Jika semuanya lancar maka semua akan baik-baik saja, kita do'akan yang terbaik saja untuknya " lanjutku dan tak ada lagi suara dari mereka semua hanya diam
Hening dalam perjalanan membuat ku sedikit bidan namun tak ada yang bisa ku lakukan selain berfokus pada jalanan
Hingga hampir pukul 10 siang aku belum sampai di tempat tujuan ku, rasanya sangat resah karna belum mendengar kabar apa semua baik-baik saja, ya mungkin operasi sudah di lakukan dan mungkin belum selesai sehingga aku belum mendapat kabar dari ripa'i atau Gibran, sedang kedua adikku ntah mereka di rumah atu di rumah sakit karna hari ini ibu dan bapak ku akan mengunjungi kami jadi aku tak dapat memastikan kedua adik ku dimana
Hampir setengah sebelas siang aku baru sampai di rumah sakit itu, setelah semua turun dari mobil aku segera ke tempat parkir guna memarkirkan mobil ku, yang lain menungguku di lobi rumah sakit
Aku mengabari ripa'i kalau aku dan yang lain sudah sampai maka ripa'i pun menghampiri kami
" Semua baik-baik saja " tanyanya padaku saat sudah di hadapanku
" Alhamdulilah semuanya baik-baik saja " bukan aku yang menjawab melainkan pupu, aku hanya tersenyum begitu juga ripa'i
" Kalu begitu mari kita ke ruang tunggu, Asiah sedang di tangani ada ibu dan bapak juga di sana " ajak ripa'i
Ternyata ibu dan bapak ku juga datang untuk menjenguk mereka
" Apa bersama mas Rendi " tanya ku memastikan yang mengantar mereka mas Rendi
" He'mh, namun mas Rendi balik lagi karna anaknya lagi rewel " jelas ripa'i, seraya menuju ke tempat yang di maksud ripa'i aku dan yang lain saling bertukar tanya, mereka juga sesekali menanyaiku apa laki-laki yang bersama ku ripa'i pacar ku yang dulu
Aku hanya menjawab ya, seperlunya saja, saat ini aku ingin bertemu kedua orang tuaku sungguh aku sangat merindukan mereka, bagaimana tida dari kecil aku tak pernah mempunyai kesempatan untuk bermanja pada mereka, karna mereka selalu sibuk mencari uang, namun aku selalu mencoba memahami itu, tapi kali ini aku ingin bermanja pada mereka karna kali ini aku yang membanting tulang agar mereka tak merasa kekurangan lagi dalam bentuk apapun dan sebagai gantinya, aku akan menyita waktu mereka kala sedang bersama mereka begitu juga kedua adikku.
__ADS_1
" Assalamualaikum ibu, bapak " dalam ku pada kedua orang tuaku dan bergantian pada kedua orang tua Asiah juga, yang lain juga sama
" Apa kabar ibu sama bapak sehat " tanyaku setelah selesai dengan acara salamannya
" Alhamdulilah sehat Rinjani " jawab ibu ku bapak ku hanya diam saja
Aku juga mendapati kedua adik ku disana, mereka juga menyalami para sahabat ku dengan penuh hormat
Aku duduk bersama para wanita, sedang ripa'i bersama bapak ku dan juga bapak Asiah, tak tau mereka sedang membicarakan apa namun aku yakin ripa'i sedang berusaha menghilangkan sedikit ketegangan yang di rasakan bapak nya Asiah
Sedang aku dan para girls yg lain mencoba menguatkan hati sang ibu, ibuku juga menemani ibunya Asiah sesekali mengajaknya berbicara dan mencoba menguatkannya, sungguh bukan seperti persahabatan yang ku rasakan melainkan seperti satu keluarga.
Hingga pukul 11 lewat lampu operasi padam tandanya operasi sudah selesai, Gibran muncul di balik pintu tak lama ayahnya juga keluar, mereka tersenyum dan setelahnya menjabat tangan kedua orang tua asiah,
" Selamat bapak,ibu operasinya berhasil dan pasien akan segera di pindahkan dulu ke ruang ICU baru setelahnya di pindahkan ke ruang rawat " jelas dokter yang di sebut ayah Gibran
Dia beralih melihat ku, aku hanya tersenyum samar
" Jadilah kebanggan bagi orang yang membutuhkan " ucapnya setelahnya berlalu melewatiku
Aku memeluk kedua orang tuaku, kebanggan tersendiri bagiku bisa menolong orang lain apa lagi dia sahabat ku sendiri, kami saling berpelukan, namun setelahnya aku sadar kalau salah satu dari kami kini sudah bersuami
" Pu yang lain kan nginep di tempat ku malam ini, kamu bagai mana ?" Tanyaku sedikit tak enak juga menanyakan itu
Asiah sudah di pindahkan ke ruang ICU, kami belum boleh ada yang menemuinya jadi aku mengajak para sahabat ku juga para orang tua untuk makan, sedang ripa'i ntah dia kemana bersama Gibran
# aku mengajak yang lain untuk makan di dekat sini # pesan ku terkirim pada teman hati
Aku mengajak para sahabat ku makan di resto dekat rumah sakit, semua memesan nasi kecuali aku dan kedua adikku
Tak apa, karna memang kebiasaan kami ketika makan ya makan nasi, akupun memesankan itu dan tentunya dengan teman-teman nya mana mungkin jika hanya nasinya saja
Senang rasanya bisa berkumpul dengan mereka, setelah sekian lama akhirnya ada kesempatan juga, dan rencananya aku akan mengambil cuti pada mas Rendi selama mereka menginap di sini, namun jika ada panggilan mendadak mas Rendi bilang harap datang, ya karna kami juga sedang mau memulai proyek baru
Aku mendengarkan cerita mereka satu persatu tanpa terlewat, bahkan telingaku juga harus mendengar curhatan malam pertama pupu yang ia ceritakan sendiri, sungguh aku dan yang lain sampai tak habis pikir dan tak henti menggelengkan kepala mendengarnya
Pesanan kami pun datang dan kamipun makan dengan sesekali saling melempar candaan, saat sedang asik makan ripa'i dan Gibran datang dan ikut bergabung dengan kami, sedang para orang tua di sebelah meja kami namun masih bisa mendengar candaan kami
Aku menawari ripa'i dan Gibran untuk memesan makanan, namun tidak mereka hanya memesan kopi, sampai kami selesai makan mereka masih bersama kami bahkan Caca bertanya pada ripa'i mungkin dia penasaran apa ia ripa'i masih setia padaku
" Ka ripa'i apa ia masih setia pada sahabat kami ini " tanya Caca sedikit ragu, mungkin dia canggung melihat ripa'i yang sekarang
__ADS_1
Ripa'i tersenyum sebelum menjawab
" Tentu " singkatnya seraya pandangannya tertuju pada ku
Jujur aku memang sudah jarang melihat sosok wanita yang dulu sering mengikuti ripa'i, namun justru itu membuat ku khawatir, aku takut itu memang ada hubungannya dengan kehidupan ripa'i dulu yang aku tak pernah tau
Sadar kalau pandangan ku kosong ripa'i menegur ku
" Apa semua baik-baik saja " tanyanya pelan, namun itu membuat yang lain juga ikut melihat ke arah ku
Aku tersenyum untuk mencairkan suasana
" Tentu, aku hanya sedang bahagia saja, para sahabat ku, orang tuaku dan kau saat ini sedang bersama ku, hal yang selalu aku nantikan kini aku rasakan lagi " ucapku sedikit berbohong, namun aku memang senang bisa berkumpul dengan semuanya seperti ini hanya saja masih banyak hal dalam kepala ku,
Saat ini organisasi peduli sesama yang di dirikan para teman satu universitas ku sedang mendapat hambatan dari pihak tak bertanggung jawab, aku mendapat kabar itu dari pika, lama ia tak pernah mengabari ku karna bila ia mengabari berarti ada hal yang serius yang harus ku selidiki sendiri kebenarannya,
Tak mau mengecewakan para sahabat yang kini ada di hadapan ku, akupun mencoba bersantai dengan keadaan yang kini di depan ku sesekali Fitri tersenyum mengejek padaku aku paham itu, karna ku yakin dia tau apa yang ada di kepala ku
***
Selesai dengan semua ritual makan-makan dan ngobrolnya kami pun kembali ke rumah sakit, dan sampai di sana aku di kejutkan dengan teriakan yanah, ia berlari menghambur memelukku,
" Rinjani kangeennnn " histeris nya aku hanya diam karna aku sadar di mana aku berada
Tak mendapat balasan pelukan dari ku yanah melepaskan ku
" Kenapa? Apa kamu tak kangen pada ku " lesunya, aku tersenyum ternyata tingkahnya tak berubah
" Bukan begitu, hanya saja di sini banyak orang " datar ku kemudian merentangkan tangan untuk bis memeluk teman ku itu
Dia tersenyum bahagia dan terus saja menggandeng ku
" Apa kabar mu " tanya ku padanya, sedang para sahabat ku sedang bersama para orang tua rencananya kami akan pulang ke tempat ku namun keburu bertemu yanah
" Kabar ku baik " jawabnya
" Dan kau " tanya ku pada anta, dia tersenyum dan menjawab
" Baik " asalnya
Aku bercengkrama dengan yanah, anta ikut bergabung dengan para sahabat ku sedang ripa'i dia ijin pada ku ada urusan mendadak katanya ntah apa
__ADS_1
Sesekali yanah bertanya, tentang masa kuliah ku dulu, bahkan apa pekerjaan ku kini namun aku juga bingung mau jawab apa, karna aku akan bekerja bila di butuhkan dan keseharian ku hanya karyawan biasa, namun terlepas dari itu banyak sekali organisasi yang ku pegang namun atas bimbingan seseorang juga dan pastinya atas ridho orang tua juga,
Yanah juga bercerita kalau dia dan anta sebenarnya tidak pacaran, dia bilang itu hanya untuk saling membantu saja, anta membantu menjaganya sedang dia membantu anta dari para gadis yang selalu mengejarnya, namun bila di lihat mereka cocok tak jadi masalah juga jika menjadi sepasang kekasih, hanya saja kenapa dia bilang kalau dia dan yanah pacaran.