Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 64


__ADS_3

Hari semakin sore namun karna belum boleh menjenguk Asiah jadi akupun memutuskan membawa para sahabat ku untuk Tinggal beberapa hari di tempat ku, mereka tak menolak akupun pulang


Bapak ku tak ikut beliau bilang ingin menemani bapaknya Asiah malam ini, dan ibu Asiah di minta pulang bersama ku, agar dia bisa beristirahat malam ini


Karna aku membawa banyak orang dan membuat ku sedikit sesak jadi aku meminta Fitri untuk naik taksi bersama si bungsu dan diapun tak menolak


Pukul tujuh kurang aku sudah sampai di rumah ku, mereka takjub melihat rumah minimalis berlantai dua yang tak pernah ada di desa ku, mungkin tepatnya belum ada, karna rencananya aku akan membangunkan rumah yang seperti itu untuk ibu dan bapak ku, itung-itung itu tabungan mereka selama ini membesarkanku.


" Assallamuallaikum " ucapku saat pintu rumah ku buka,dan bertambah takjub saja mereka, namun bukannya bangga aku justru malu, karna aku hanya punya yang kaya gini saja mereka seperti itu bagai mana bila mereka tau siapa mas Rendi dan bagai mana ripa'i


Aku malu karna aku tak ada apa-apa nya di banding para temanku yang lain, namun aku hanya bisa mensyukurinya, jika melihat kebelakang rasanya miris sekali hidup ku, bagaimana aku melihat ibu ku menangis kala melihat anak-anak nya sedang tertidur lelap,


" Ayo masuk " ajak ku, tak lama aku dengar suara mobil datang dan ternyata itu taksi yang di tumpangi kedua adikku tadi


Kami ada 6 remaja dan 2 orang tua dan di rumah ini hanya ada 4 kamar dua di atas dan dua di bawah


Aku menyuruh fitri tidur di kamar Indri atu sebaliknya dan mereka setuju, dan kamar Indri di pake ibu ku dan ibunya Asiah kamar ku aku dan ojah sisanya Caca dan pupu beres sudah


Namun saat tidur aku selalu tak dapat tertidur bukan karna ada ojah tapi karna memang sedang ada yang mengganggu pikiran ku, nun karna sudah malam akupun memaksakan diri untuk tertidur


# apa sudah tidur # teman hati


Begitulah pesan yang ku dapat dari ripa'i


# belum # balas ku


# tak dapat tertidur ?# teman hati


Dia bertanya pada ku


# he'mh # balasku


# katakan, ku tau ada sesuatu yang menganggu pikiran mu # teman hati


Harusnya aku tau, bahwa ripa'i ku memang selalu tau


# ntah lakh, sesuatu tengah menimpa organisasi yang lama ku rintis bersama teman-teman ku # balasku jujur


# apa separah itu, sampai kamu harus ikut turun tangan # teman hati


# aku belum tau, pika dan yang lain baru memberi tauku, mereka sedang melakukan penyelidikan, namun jika tak mendapat titik terang terpaksa aku harus turun tangan # balas ku


# ingat jangan gegabah, pasti ada orang baru di organisasi itu yang memicu semuanya terjadi jangan gegabah # teman hati


# he'mh, aku tau itu # balas ku


# apa boleh menelpone # teman hati


# ojah sudah tidur aku takut dua akan terganggu # balas ku


# ya sudah, kalau begitu tidurlah, selamat malam aku menyayangimu Rinjani ku # teman hati

__ADS_1


#😊 !!# balasku


Tak ada balasan lagi dari ripa'i akupun memejamkan mata ku dan tertidur walau sedikit sulit untuk tertidur,


***


Pagi harinya, aku sudah terbangun dari subuh selesai menunaikan kewajiban ku aku tak tidur kembali, sedari subuh aku menanti telpone dari seseorang namun bukan dari ripa'i,


Sampai pukul 9 pagi masih belum ada yang memberi penjelasan padaku, sedang aku sudah resah karna bukan sedikit dana yang berhasil di bobol dari rekening organisasi kami melainkan triliunan, dana itu selalu berhasil kami kumpulkan baik dari kerja keras kami Sendiri ada juga dari donatur yang ikut berpartisipasi dan untuk pemegang dana itu pika yang menjadi kepercayaan kami, dan tak pernah ada masalah selama ini


" Rinjani apa sedang terjadi sesuatu " tanya ojah yang ntah kaan dia menghampiri ku


" Tidak ada " asalku


" Tapi ku lihat kekhawatiran di wajahmu dari kemarin " tanyanya lagi


Aku menaruh ponsel ku di atas meja dan beralih melihat ke arahnya


" Tida ada, hanya saja aku masih menunggu kabar dari dokter yang mengurus Asiah " ya setidaknya aku memang sedang menanti itu juga


" Oh, apa semua baik-baik saja "


Ku lihat ada kekhawatiran di wajahnya


" Semua akan baik-baik saja semana mestinya, kita do'akan semoga saja hasilnya memuaskan, dan Asiah bisa segera sembuh " lembutku menjelaskan pada mereka


" He'mh " singkatnya


Aku juga menceritakan rencana pembangunan konfexi di desaku dan mereka yang akan ku biarkan mengelolanya, ojah setuju dengan begitu tak harus gadis di desa ku harus kerja jauh-jauh hanya untuk menjahit,


Saat sedang asik bersama ojah yang lain juga datang dan ikut bergabung, aku kekamar ku sebentar guna mengambil laptop ku, karna ada beberapa file yang belum ku kirim pada mas Rendi, walau aku mengambil cuti namun itu hanya alasan saja pekerjaan ku sebenar nya ya ini,


Kembali ke ruang keluarga ternyata yang lain sudah di ruang makan, aku melihat masakan yang selalu ku rindukan, masakan ibuku


Tanpa menunggu lama akupun ikut bergabung dan makan, dengan lahapnya aku memakan masakan ibuku yang terasa nikmat ini, sungguh aku tak pernah bersemangat seperti ini bila akan makan namun kali ini berbeda


" Rinjani lu kan banyak duit, tapi Lo makan kayak orang yang takut makanan Lo di ambil orang " celetuk Caca


Aku hanya tertawa kecil, dia tak tau saja kalau makanan ini yang aku rindukan selama ini


" Ya tth mah nggak tau aja, teh Rinjani itu kalau makanan yang lain mana selera kalau makanan kaya begini baru dia banget " seloroh Fitri, bodoamat aku hanya fokus pada makanan ku saja


Selesai makan aku membantu ibuku membereskan semuanya, sungguh aku rindu saat ini, saat dimana aku membersihkan rumah Dengan kedua adikku dan di bantu ibuku sebelum beliau pergi bekerja dulu


Selesai dengan itu semua kami duduk-duduk santai sambil menyalakan tv, ibu ku dan ibu Asiah saling bertukar cerita masa mereka dulu bagaimana pahitnya masa kecil mereka sesekali aku tersenyum miris mendengar cerita dua wanita paru baya itu, seraya sesekali salah satu dari mereka mengusap air mata mereka, sampai ku dengar ibu Asiah berucap bangga pada ku kala melihat ku yang sekarang dan aku hanya membalasnya dengan tersenyum


Di tengah mendengarkan cerita mereka aku mendapat notifikasi pesan dari orang yang ku tunggu


# berangkatlah segera # pika


Begitulah isi pesan darinya, akupun memanggil Fitri untuk kekamar ku, dia mengikutiku

__ADS_1


" Ada apa teh " datar nya, dia tau dari kemarin aku sudah uring-uringan


" Berangkatlah ke pusat organisasi yang ada di kota xxx, bersama Julian pastikan dia bisa mengembalikan semuanya, jika kesulitan segera hubungi tth, sementara tth berangkat setelah mengantar para sahabat tth pulang " jelasku tak mau bertele-tele, ku yakin Fitri dapat ku andalkan


" Baiklah, indri apa boleh dia ikut,?" Tanyanya jika saja bukan hal darurat mungkin ku ijinkan namun aku khawatir ada perkelahian


" Jangan, biarkan dia berangkat bareng tth saja lebih aman " jelasku


Fitri pun segera menghubungi Julian, setelah itu kami kembali ke bawah seolah semuanya baik-baik saja, ya karna ini masalah ku jadi di sini baik-baik saja,


Tak ada yang curiga karna kami bersikap biasa saja, dan sampai Julian datang Fitri pun tak mengganti bajunya bahkan dia berangkat bersama Julian mengenakan baju yang sama saat Julian datang


Saat Julian datang tentu para sahabat ku bingung, namun Fitri bisa mengendalikan itu semua, sebelum benar-benar pergi Julian menyempatkan diri untuk menyalami ibuku dan saling bertanya kabar


" Kami pamit " ucap Julian


" He'mh, pastikan semua baik-baik saja, aku akan segera menyusul " datar ku dan di anggukki keduanya, mereka pergi dengan mengendarai motor Julian bagi keduanya itu lebih cepat sampai tujuan


" Dan pastikan mengabariku begitu sampai di sana " lanjutku


***


Sing harinya aku mendapat kabar dari Gibran kalau Asiah sudah bisa di pindahkan ke ruang rawat karna sudah siuman pasca operasi, lega rasanya maka tak mau menunggu lagi para sahabat ku langsung mengajak ku untuk menjenguk Asiah begitu juga ibunya


Sedang aku meminta ibuku untuk tetap di rumah karna aku takut ibu ku kecapean, dan ibu menurut,


Kami menjenguk Asiah mesti belum bisa banyak bicara namun lega rasanya bisa melihatnya tersenyum seperti dulu,


Saat sedang mendengarkan para sahabat ku mengobrol telpon ku berbunyi ternyata mas Rendi yang menelpon


" Assallamuallaikum mas" saat panggilan ku angkat


" .........,,.........,........, " Suara di sebrang sana


" Oh, tapi bapak masih bersama saya mas dirumah sakit, bisa sore aja pulangnya " jawab ku


"........,.........,...........,........... " Suar di sebrang sana


" Ok, makasih ya mas, nanti Rinjani telpon supirnya " jawabku lagi, dan panggilan pun berakhir


" Ada apa Rinjani " tanya bapak


" Supir mas Rendi sudah jemput, katanya mas Rendi nggak bisa nganter bapak SMA ibu pulang makannya minta supir nya yang jemput " jelasku pada bapak ku


" Rinjani kalau begitu kami juga mau pulang, lagian sudah lihat keadaan Asiah juga kan " seloroh ojah


" Mau pulang, apa nggak nanti aja " ucapku ntah kenapa aku merasa tak rela mereka pulang


" Bukan begitu Rinjani, kmu kan juga harus kerja kami juga " timbal Caca


Benar juga apa yang dia katakan, lagian aku juga masih ada urusan yang harus ku urus

__ADS_1


" He'mh, baiklah kalau begitu, sore nanti ya bareng sama ibu sama bapak ku " ucapku tak mau juga menahan mereka, dan mereka setuju


__ADS_2