Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 20


__ADS_3

Malam ini aku tak dapat tidur tida seperti biasa nya entah mengapa hati ku sedikit gelisah ku lihat jam di dinding menunjukan pukul tengah malam, ku raih hp ku di atas meja belajar ku aku membuka aplikasi foto aku pun melihat lihat foto yang ada di album ku, sampai tangan ku berhenti pada foto yang paling bawah dan sudah lama tak pernah ku lihat sempat ingin ku hapus foto itu namun tak jadi karna waktu itu aku di sekolah dan guru tiba tiba masuk kelas maka aku pun tak jadi menghapus foto itu


Aku menatap nya lekat memastikan apa aku masih memiliki rasa perih di hati kala aku memandang foto itu, namun aneh tak ada lagi rasa itu rasanya biasa saja seperti aku melihat foto-foto yang lain, ku hapus foto-foto itu ya memang masih ada beberapa foto nya di album ku setelah menghapus foto itu aku menyekrol kembali ke atas ada beberapa foto sahabat ku yang belum lama aku ambil kala kami kumpul bersama dan tak terasa kantuk ku pun datang aku tertidur


*******************


Hari ini aku hanya di rumah ya karna sahabat ku pulang satu bulan sekali maka Minggu ini aku hanya di rumah berkumpul bersama adik-adik ku dan juga kakak ku serta teman-teman nya


" Jani nggak main " tanya Peding yang duduk di samping ku


" Nggak males " jawab ku


" Males apa nggak ada temen nya " timbal ka Erik


" Nah itu tau " jawab ku


" Ikut sama kita aja mau " tawar ka Erik


" Kemana jauh nggak " tanya ku


" Lumayan tapi kita usahain pulang nggak malem kan besok nya harus pada kerja " jelas Peding


" Boleh deh kalau di bolehin sama kakak " jawab ku sambil menoleh pada kakak ku


" Boleh tapi satu motor ya " jawab kakak ku aku pun merasa senang karna jarang-jarang kakak ku pergi sama temen nya aku boleh ikut


" Kapan berangkat " tanya ku antusias


" Bentar lagi soal nya lagi pada ngecek motor dulu " jawab Peding


" Kalau gitu aku siap-siap dulu ya " kataku sambil berlalu masuk dalam rumah


Aku hanya mengenakan pakaian oblong yang di balut dengan jaket jins warna biru langit senada dengan celana yang ku kenakan tak lupa sepatu putih ku yang ku senada kan dengan topi baru ku yang ku beli di pasar malam tak lupa jam tangan juga ransel yang sengaja ku beli untuk berpergian


" Jani buruan di tinggal ni " teriak kakak ku dari luar


" Ya ni juga udahan ko ayo " jawab ku sambil berlari kecil ke luar rumah


Tak lupa aku berpamitan pada adik ku sambil memberi tau nya kalau aku akan ikut dengan kakak bermotor adik ku pun merenggut minta ikut namun dia masih kecil kakak ku tak membolehkan nya untuk ikut dengan nya atau dengan ku jika berpergian jauh kecuali aku yang meminta


Kami berangkat dari rumah pukul sembilan pagi dan setelah cukup lama berkendara akhirnya kami sampai tepat pada pukul 1 siang


Aku mengedarkan pandangan saat sudah sampai di tempat itu lautan yang luas air na jernih juga pasir putih menambah keindahan pantai itu, ya sekarang kami sedang ada di pantai letak nya memang lumayan jauh dari tempat tinggal kami namun aku tak keberatan untuk datang kesini karna keindahan nya sepadan dengan lelah karna perjalanan yang kami rasakan


Aku dan yang lain duduk sebentar untuk beristirahat di sebuah saung kecil yang menjadi pasilitas pantai itu


" Jani lapar nggak " tanya ka Boni


" Lumayan " jawab ku pasalnya aku di rumah hanya sarapan sedikit


" Mau makan nasi apa yang lain " tanya nya lagi


" Wih beneran ni tawarin berarti di bayarin juga dong " seloroh ku dan di sambut tawa dari semua para teman kakak ku kami berjumlah 7 motor dengan masing-masing membawa satu boncengan bisa kalian hitung sendiri berapa banyak jumlah kami dan tak ada yang bawa cewe hanya aku cewe di antara mereka itupun karna aku adik teman mereka


" Iya nanti di bayarin " jawab ka Boni


" Baiklah kalau begitu Jani minta bakso aja ya dengan air mineral nya satu " pinta ku


" Itu saja nggak ada lagi "


" Itu aja cukup nanti kalau Jani masih lapar Jani minta lagi sama kakak Jani " jelas ku


" Baiklah tunggu sebentar ya "


Ka Boni dan beberapa teman yang mengekor di belakang nya pun pergi entah kemana yang jelas mereka pasti nyari makanan ya


Beberapa menit kemudian ka Boni kembali dan dengan beberapa wanita yang membantunya membawakan makanan sesuai jumlah kami


" Makasih " ucap ku seraya tersenyum kala makanan sudah di depan ku


Setelah selesai mengisi perut kami pun memutuskan bermain di tepi pantai, aku tak pernah mau kehilangan momen saat aku berpergian aku pun berfoto untuk mengabadikan kenangan indah bersama kakak ku tak lupa dengan para sahabat nya usai berfoto aku mengirim beberapa pada Pai entah kenapa aku ingin sekali memberi tahu dia kala aku sedang bersama kakak ku mungkin karna aku juga tau kalau Pai juga dekat dengan kakak ku jauh bila dibandingkan dengan Sukma Pai lebih memilih mengajak ku bergabung dengan kakak ku dan teman-teman nya kala ia sedang main ke rumah ku

__ADS_1


# bagai mana # tanya ku pada Pai setelah mengirim beberapa foto pada ripa'i melalui pesan


# manis # teman hati


nama Pai sudah di ganti dalam kontak ku oleh nya sendiri tadinya ia ingin menulis 'sayang ku' namun aku menolak setelah beberapa kali ia mengganti terus hingga ia menulis ' teman hati ' dan baru aku setuju dari pada nama-nama yang ku tolak saat Pai meulis mending itu


# apa nya aku tanya semuanya ya # balas ku


#😏 ok bagus ko tapi lbih bagus lagi kalau yang di sisi satunya aku 😊# teman hati


# ya kalau kamu disini sudah pasti tempat itu kamu yang isi # balas ku


# ya udah serlok aku kesitu # teman hati


# jangan nanti kamu cape kan baru pulang juga # balas ku


# udah serlok aja jangan ribet # teman hati


Akupun mengirim lokasi pada Pai


********************


Satu jam aku menunggu sembari bermain ripa'i sudah datang


" Cepat sekali " gumam ku


Karna aku baru saja mendapat pesan dari nya


# sebelah mana aku sudah di dalam # teman hati


Akupun mengirim foto ku yang ada di sekeliling ku agar Pai lebih mudah menemukan ku


Tak lama ka Boni memanggil ku dia menghampiri ku dengan ripa'i di samping nya mungkin ripa'i lebih dulu bertemu dengan teman kakak ku dan bertanya pada nya


" Rinjani ni ada yang nyariin " teriak ka Boni dan ia kembali pada yang lain setelah mengantar ripa'i menemui ku


" Hai apa kabar " sapa ku saat ripa'i di hadapan ku, aku merasa canggung entah kenapa aku pun tak tau mungkin karna kami sudah tak bertemu beberapa bulan belakangan ini


Pai tersenyum " kabar baik, hanya itu saja " jawab nya seraya bertanya


" Nggak peluk gitu kan lama nggak ketemu " celetuk nya


" apaan ngarep "


" Banget kan rindu " pintanya seraya membentangkan tangan


" Jangan mimpi "


" Ya udah kalau gitu ini aja cukup " ripa'i menggenggam tangan ku ia menautkan jemarinya pada jari ku dan kami pun berjalan bersama menyusuri pantai sesekali aku menendang air seraya tersenyum ripa'i terus memperhatikan ku


" Sesederhana itu untuk membuat mu tersenyum bahagia " celetuk nya aku hanya menoleh tak ada niat untuk menjawab


" Sini lebih dekat " pinta nya dan


Crek


Crek


Crek


Pai mengambil beberapa foto hanya kami berdua


Aku menuntun Pai ke sebuah saung kecil Yang ada di tempat itu saat kaki ku sudah terasa capek berjalan tempat kami istirahat tak jauh dari tempat kakak ku kami pun bisa melihat mereka yang sedang berbincang sambil sesekali bercanda


" Kapan sampai rumah " aku membuka percakapan lebih dulu


" Kemarin sore " jawab nya


" Kenapa baru ngabarin tadi malam "


" Baru sempet "

__ADS_1


" Knapa kecewa " kini Pai yang bertanya padaku


" Tidak hanya..." Aku menggantung ucapan ku tak yakin mengatakan nya


" Hanya apa " tanya Pai dan aku hanya diam tak menjawab


" Hanya menunggu kabar dariku karna rindu begitu " lanjut nya lagi


" Nggak juga, sudahlah lupakan " cuek ku tatapan ku terus saja mengarah pada lautan luas nan indah hingga Pai meminta ku untuk melihat nya


" Lihat sini " pintanya akupun menoleh seraya tersenyum samar


" Kenapa apa bener kamu tak merasa rindu sedikit pun pada ku " wajah nya datar saat mengatakan itu


" Itu tidak benar " jawab ku


" Lalu " datar nya


" Aku merasa kehilangan dan sepi saja ketika kamu tak mengabari ku " jelas ku


Seketika senyuman Pai nampak di wajah tampan nya


" Iya itu namanya rindu " jawab nya


" Bila menurut mu begitu maka anggaplah begitu " asal ku


Kami pun saling berbagi cerita sesekali aku tersenyum kala mendengar ceritanya ada rasa bangga di hati ku kala mengenal ripa'i dalam


Tak terasa waktu sudah sore Pai pun mengajak ku bergabung dengan yang lain


" Gabung yuk udah sore ni " ajak nya aku pun mengangguk


" Mau pada pulang sekarang nggak udah sore ni jarak ke rumah lumayan loh " tanya Pai saat kami sudah sampai


" Ya udah pulang aja yuk " ajak kakak ku


" Bang Jani pulang sama aku ya " pinta nya pada kakak ku


" Pai kebiasaan " kesal ku seraya menyenggol lengan nya


" Ya udah nggak apa-apa, tapi tetep kompoi ya kaya nya kita akan kemalaman di jalan ni " jelas kakak ku


" Siap " jawab ripa'i


Kami pun pulang aku bareng ripa'i Kaka ku sendiri mengendarai motor nya entah kenapa aku merasa Pai lambat sekali mengendarai motor nya hingga motor yang kami tumpangi berada paling belakang namun aku tak mau banyak bicara cukup menikmati angin malam saja


**********************


Kami sampai di rumah ku jam delapan kurang tepat nya aku dan pa'i karna kakak ku dan teman-teman nya nggak ada karna aku tertidur jadi aku tak tau kami berpisah di mana mungkin kakak ku akan menginap di rumah teman nya


" Kenapa nyesel ketiduran karna harus peluk aku untuk pegangan " tanya Pai aku hanya menoleh tak menjawab


" Mau minum teh apa kopi " tanya ku


" Teh tawar anget aja " pinta nya


" Bentar ya aku bikinin dulu " aku masuk untuk membuatkan teh untuk Pai


Tak lama aku kembali


" Ko makanan segala " tanya Pai


" Ia kan kamu belum makan " jawab ku


" Bentar ya " aku kembali masuk


" Ngapain ngambil lagi ini aja " tanya Pai


" Nggak mending masing-masing "


" Kenapa nggak mau ciuman lewat sendok " ejek nya

__ADS_1


" Ya sudah kalau gitu ciuman nya langsung aja " timbal nya kala tak mendapat respon dari ku


" Pai apaan sih udah makan " kesal ku


__ADS_2