
Aku tak paham dengan ripa'i apa sikap ku selama ini di mata nya sama saja seperti kebanyakan remaja pada umum nya
" Maksud nya " heran ku
Sebelum Pai menjawab aku lebih dulu menyambung kalimat ku
" Kalau memang kamu tak seyakin itu pada ku aku tak memaksa namun aku tak pernah sedikitpun untuk mencoba mendekati anta "
" Aku sangat yakin akan perasaan ku terhadap mu namun ketakutan juga selalu ada di hati ku akan kehilangan mu sungguh " lemah nya
Aku menghentikan pembicaraan yang arah nya hanya ke situ menurutku terlalu serius dulu aku sangat suka hal-hal yang serius begitu dengan pacar karna ku pikir akan selamanya dengan sang pacar namun setelah merasa kecewa aku tak terlalu suka menurut ku di bawa santai saja
Sore hari nya aku mengirim pesan pada sahabat ku yang pesan nya sejak beberapa hari yang lalu tak ku balas-balas
# apa kalian masih dirumah # pesan ku terkirim pada grup Ponda
# belum # ojah
# kapan akan berangkat # balas ku
# mungkin Minggu depan # ojah
# semuanya # balas ku
# iya, kenapa emang ? # Caca
# nggak pengen ngumpul aja udah pulang ni # balas ku
# tau kemaren sore lihat kamu pulang di anterin siapa bukan anta kayak nya # Caca
# kepo # balas ku
# bukan kepo aku hanya lihat kamu di anterin cowo pas lewat depan rumah ku # Caca
# masa si ca yang bener # ojah
# bener jah # Caca
# rumpi yah # balas ku
# ikutan # Asiah
# sok aja lanjut rumpi nya gue mau mandi dulu # balas ku
Mereka lanjut berbalas pesan sedang aku bukan mandi karna memang sudah mandi namun belum makan jadi aku malah makan
Malah hari nya kami benar-benar kumpul kali ini aku mengajak adik ku Fitri toh sudah cuma kumpul sama teman sekampung namun kali ini tempat nya cukup agak jauh
Sesampai nya di sana tak hanya teman Ponda yang ku lihat namun ada juga anta namun tak sendiri entah ia membawa siapa mungkin teman nya namun tak ku kenal ntah ia anak sekolah atau bukan
Aku menyalami mereka datar namun tak seperti mereka yang pada dasar nya memang alay jadi mereka tak sesederhana itu dalam menyalami
Saat menyalami anta dia tersenyum pada ku dan menjabat tangan ku dengan raut wajah yang tak seperti biasanya ntah lakh mungkin itulah sipat nya yang baru ku tau
" Kemarin siapa yang Anter " celetuk Caca
Aku menengok ke arah nya dan tersenyum
" Mau tau aja apa mau tau banget " canda ku
Tanpa ku duga yang menjawab bukan anta yang memberi tau kalau yang mengantar ku pacar ku
" Yang nganter Rinjani ya pacar nya lakh " seloroh anta
__ADS_1
Yang lain pada diam mendengar ucapan anta dan menatap ku, aku paham dengan tatapan mereka meminta jawaban atas ucapan anta
Aku hanya tersenyum tak menjawab ia atau tidak ataupun bukan biar lakh mereka sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing sampai Asiah bertanya padaku melalui ucapan bukan pandangan lagi
" Serius kah yang di ucapkan anta lalu apa kami mengenal siapa dia " seraya menggodaku karna mereka tau tentang kisah ku yang dulu
" Wah sobat gue udah bener-bener mup on ya dari masa lalu " seloroh pupu
Pupu juga ikut bergabung karna sekolah nya terputus di klas dua SMA kini ia kerja di pabrik sebagai karyawan ku dengar ia akan mengikuti ujian paket juga guna memiliki ijazah SMA namun ntah lakh
Aku masih hanya tersenyum masih enggan menjawab mereka sampai ojah yang bertanya dan yang jawab adik ku
" Jani beneran kenalin Atuh biar kita pada tau " tanya ojah sekaligus ia meminta aku mengenalkan pacar ku
" Bener te ojah te Jani memang udah punya pacar ada kali satu tahun lebihan mah " seloroh pitri
" Wiihhh beneran fit " Caca menimpali
Dan mereka sibuk dengan obrolan mereka aku hanya menyimak sesekali menimpali juga, aku senang walau kini mereka sudah bekerja namun tak meninggalkan ku tak ada perubahan dalam diri mereka
Kami masih betah di tempat ini sebuah taman sederhana namun cukup nyaman untuk berkumpul ada cape di sebrang sana bila siapa pun yang berkumpul takkan takut kelaparan atau kehausan asal membawa uang heheh😁
Aku sedang memperhatikan seorang anak yang sedang berjalan di tengah jalan raya aku bingung kenapa malam-malam Sorang anak kecil berjalan sendirian
Terus saja pandangan ku terfokus pada anak itu hingga tak ku sadari ternyata para sahabat ku sedari tadi sedang menggoda ku aku tersadar kala Fitri bertanya seraya menyenggol lengan ku
" Eehhhh knapa " tanya ku tak tau apa yang adik ku tanyakan yang lain hanya cengengesan
" Kenapa ada apa sih " bingung ku yang belum mengerti arah pembicaraan mereka
" Nggak ada apa-apa lanjut aja nglamun nya " seloroh Fitri
" Siapa tth nggak nglamun ya " datar ku
Tahu kah kalian kadang memiliki Indra ke enam itu ada tak nyaman nya dimana saat kalian sedang ngumpul atau sedang ada masalah tiba-tiba kalian berjumpa dengan makhluk seperti itu lumayan jengkel apa lagi kalau datang nya tiba-tiba wow bikin jantungan kalau yang baru-baru mah liat kayak gitu
Kalau aku tak nyaman nya ketika mereka meminta bantuan mereka tak mau melepas kita jika mereka tau kita melihat mereka apa lagi bisa komunikasi dengan mereka otomatis mereka akan ikutin kita terus sampai kita bersedia menolong mereka kadang yang seperti itu mereka yang belum rela meninggalkan dunia atau masih ada permasalahan di semasa hidup nya yang belum mereka selesaikan dan karna itu tak jarang aku bertemu orang-orang yang tak ku kenal bila mereka paham mereka akan mengerti bila tida paling di katain orang gila bahkan kadang juga bisa sampai bertarung dengan orang yang tak di kenal namun kalau sudah niat nolong pantang bagi ku untuk mundur karna ntah itu guru ngaji or guru di sekolah bahkan almarhum guru bela diriku juga sering mengingatkan bila menolong jangan tanggung-tanggung asal jangan menolong yang niatan tak baik
" Rinjani " suara yang ku kenal namun sudah dua tahunan mungkin tak pernah ku dengar aku menoleh dengan perasaan tak karuan bukan perasaan cinta atau apalah itu namun entah lakh
" Hai " lanjut nya lagi saat aku sudah melihat nya dan hanya diam saja
" Hai juga " datar ku
" Apa kabar " tanya nya
" Lo ngapain di sini " seloroh Caca pada Sukma, ya yang menyapa ku barusan Sukma orang yang dulu pernah mengisi hati ku cukup lama dan memberi kenyamanan pada hati ku
" Hei ca, nggak kemana-mana ko ada aja " jawab nya
" Sedang apa kalian disini " tanya nya pada kami
" Ngumpul ngelepas kangen " seloroh Asiah
Jujur ada perubahan pada Sukma dari gaya berpakaian nya gaya rambut bahkan tubuh nya pun sedikit berisi menambah ketampanan dan kemanisan nya saja namun tak lagi menggetarkan hati ku,
Aku hanya memperhatikan nya saat ia berbaur dan mengobrol dengan yang lain benarkah itu dia, dia Sukma yang dulu pernah ku kenal namun kenapa rasanya aku tak percaya bila dia benar-benar kembali
" Jani " suara anta
" He'mh " singkat ku
" Apa dia " anta tak melanjutkan nya karna aku sudah mengangguk
__ADS_1
" Oh, lumayan " seloroh nya
" Lumayan maksud nya " heran ku dengan ucapan anta
" Ya pantes kamu lama mup on nya ternyata lumayan tampan tapi masih belum mengalahkan ku " canda nya aku menyerengitkan dahi sedikit tak percaya dengan sikap anta bila di luar sekolah
" Sudah lakh kamu juga masih belum bisa mengalahkan ripa'i " seloroh ku berniat mencandai Pai namun reaksi Pai berbeda
" Jadi kamu memilih Pai karna itu " seloroh nya
" Apaan si bukan lakh " asal ku
" Lalu apa yang tak ku miliki dan Pai miliki sehingga kamu memilih dia " serius nya
" Apaan si anta " kesal ku karna anta membahas candaan ku dengan serius
Di tengah-tengah obrolan aku dan anta Sukma datang pada kami
" Jani kenapa pesan dari ku tak pernah di balas " tanya nya seraya tersenyum namun aku menanggapi nya datar
" Maaf nggak sempat " datar ku
" Oh " singkat nya
Sukma beralih menatap anta
" Hei pacar nya Rinjani ya " tanya Sukma pada anta anta tak menjawab ia hanya diam saja
" Kenalin aku Sukma temen Jani " lanjut nya
" Gue anta temen mereka termasuk Rinjani " jawab anta tanpa membalas jabatan tangan mereka dan berlalu meninggalkan ku dan Sukma berkumpul dengan yang lain
" Jadi apa dia yang berhasil menggantikan ku " tanya Sukma seraya tersenyum saat anta sudah pergi
" Bukan " singkat ku
" Benarkah apa mungkin kamu masih menunggu ku " tanya nya lagi
Aku tak mengerti apa ia selama itu ia pergi dan masih aku yang menguasai hati nya aku tak yakin apa lagi irel pernah bilang kalau Sukma pernah dekat dengan seorang wanita
Aku tersenyum miring apa ia dia berpikir aku sebaik itu dengan terus menunggu nya yang jelas-jelas tak mau bertahan dengan ku
" Mungkin kah " ejek ku
" Sepertinya begitu " ucapan nya membuat ku kesal melangkahkan kaki ku untuk bergabung dengan yang lain namun langkah ku terhenti karna Sukma menarik tangan ku cukup kuat sehingga tanpa pertahanan aku terhuyung bukan ke tanah namun dalam pelukan Sukma, sesaat aku terdiam berani nya dia memeluk ku dulu saja saat ada seratus aku tak mengijinkan nya memeluk ku dan sekaran dengan lancang nya di memeluk ku
" Lepas " datar ku namun masih dalam mode tenang
" Nggak sebelum kamu bilang kamu masih menunggu ku " ucap nya berhasil membuat ku bertambah kesal saat berusaha melepaskan diri dari pelukan Sukma aku mendengar suara Pai
" Lepasin cewe gue " suara nya terdengar kesal dan menahan amarah
" Pai " pekik ku, walau aku belum mencintai nya tapi aku berusaha untuk selalu menjaga perasaan nya
" Lepas " kesal ku seraya memberontak
Pai sudah di belakang ku saat aku berhasil melepaskan diri karna saat Pai bicara tadi posisi dia agak jauh, Pai menarik tangan ku lembut karna dia memang tak pernah bersikap kasar pada ku
" Ngapain Lo meluk-meluk pacar orang " emosinya sudah nampak di wajah tampan nya
" Lo tau gue aja pacar nya nggak pernah berani meluk-meluk dia Lo dengan lancang nya berani meluk pacar gue " lanjut nya lagi
Jika tak ku pegangi tangan Pai mungkin ia sudah melayangkan tinju pada Sukma sepertinya dia bener-bener marah kali ini
__ADS_1