
Waktu menunjukan pukul delapan malam, sudah waktunya kami pulang.
" Nginep aja sih, sekolah libur ini dua Minggu " pinta ojah pada kami.
" Gimana pada mau nginep nggak ?" cacah menimpali.
" Aku mah sih ok aja " jawab pupu, di angguki juga Asiah tanda nya dia juga setuju.
Semua mata sahabat ku tertuju pada ku, menunggu jawaban, karna kalau aku tidak maka yang lain juga nggak, begitulah kami.
" Ok kita menginap!! " kataku, dan mereka bersorak kegirangan, namun setelah nya cacah, ojah pupu, berhamburan ke luar di mna para anak laki-laki masih di luar sedang ngobrol dengan bapak-bapak yang lagi berkumpul sekedar ngopi dan mengobrol.
Aku dan Asiah di kamar hanya saling lempar pandang, setelah nya Asiah mengajak ku keluar juga.
" Yuk ikutan keluar ?" ajaknya.
Sebenarnya aku malas, entah knapa kepalaku sedang memikirkan sesuatu.
" Yuk aja lah " jawab ku, walau males setidak nya di luar juga ada para orang tua.
Waktu menunjukan jam 11 malam kurang, aku ngajak teman-teman ku tidur karna aku sendiri sudah lelah.
" Tidur yuk? udah malam nih ngantuk " ajak ku
" Siapa bilang siang, orang juga tau ni malem " seloroh Peding, nampak nya ia masih ingin lama-lama sama pupu.
Sebelum tidur, aku melirik ojah yang ternyata belum tidur juga. dia berbalik melirik ku sambil tersenyum sampe geli aku lihat senyum nya, seakan dia tau di otak ku ada banyak pertanyaan.
" Rinjani!! " dia memanggil ku.
" He'mh " jawab ku malas
" Mau cerita boleh ?"
" Cerita apa udah malem " datarku
" bentar doang ko " bujuk nya
" Ya udah buruan " ketus ku
" Aku udah jadian sama si sokam/ Samsu, tadi waktu di pamarayan " jelasnya
" Lalu " tanggap ku
" Haiss ko gitu " muka kesal nya, mungkin dia berharap aku antusias atau gimana lakh.
" Terus aku harus hore-hore gitu " ku lihat wajah nya sedikit kesal.
" Ya sudah deh, selamat ya! " ujar ku memberi selamat.
" Makasih, tapi bukan cuma aku ya, si Peding sama si pupu juga, bahkan Caca juga. " lanjutnya.
" Caca sama Pali ?" tanya ku.
" Iya sama siapa lagi! "
" Bukannya, orang tua mereka melarang ya sama tetangga. "
" Tau, mungkin ortu nya nggak tau! "
Aku tepak jidat, karna apa udah pasti nanti aku lagi yang harus pinter mengkondisikan kalau kalau ortu Caca sama pupu tanya.
Lama kami diam, hingga aku bertanya
__ADS_1
" Jah, aku denger dari Peding kamu mau kerja nggak lanjut sekolah " tanyaku.
Di tempat kami, sudah biasa kalau sudah lulus SMP yang nggak lanjut pasti kerja. bukan dipabrik ya kalau pabrik sudah pasti tidak di terima.
" Kayak nya gitu " aku hanya diam.
" ibu ku bilang, aku nggak bisa lanjut, jadi dari pada di rumah aku suruh ikut sama te saroh tth nya si Peding. " lanjut nya.
" Konfexi ?" tanyaku
" He'mh " jawab nya,
" tapi aku pulang ko, seminggu sekali bareng si Peding " lanjutnya, dan aku pun hanya mengangguk.
Tidak ada lagi obrolan sampai kami tertidur
***
Seminggu sudah aku hanya di rumah, beberapa kali cacah, pupu, atau Asiah, mengajak aku buat ngumpul namun aku menolak. entah lakh, rasanya sekarang aku malas untuk main, aku hanya gabung pas malem Selasa untuk jiarah saja setelahnya aku langsung pulang.
Dua Minggu sudah berlalu, aku sudah kembali ke sekolah juga Caca, pupu lanjut ke sekolah di tempat yang dia inginkan, kini diapun sudah jarang berkumpul, aku tau itu dari Asnadi/Peding karna semenjak ojah kerja tempat kumpul beralih menjadi di rumah ku, karna mereka juga teman dekat Kaka laki-laki ku.
" Semenjak ojah krja, jani jarang kumpul " suara Asnadi mengagetkan ku yang lagi fokus pada buku pelajaran.
Aku menoleh, ku lihat Asnadi sedang duduk tak jauh dari tempat ku duduk.
" Males ped, lagi fokus belajar udah kelas dua harus lebih ekstra belajar nya. " jawab ku, mataku tetap pokus pada buku yang ada di depan ku.
" Wey sini, ngapain di situ jangan ganggu Adik gue, dia lagi belajar " suara laki-laki menyuruh Peding menjauh agar Tak mengganggu ku.
Laki-laki itu kakak ku, Dedi Supriatna namun dia lebih suka di panggil Dedy Saputra. entah lah ada apa dengan Supriatna.
Selesai belajar aku tidur, ya! hariku belum berubah masih seperti itu mengulang siklus yang sama, merawat adik-adik, rumah, berkumpul kalau mau, belajar silat selalu seperti itu.
***
" Bu aku berangkat, assalamualaikum " pamit ku, selepas mencium tangan ibu.
Ibu membalas salam ku, dan memberi ku uang jajan tau nggak berapa 5 RB setiap hari. namun aku tak pernah memakainya, ku simpan saja uang itu aku juga sering mendapat uang jajan dari kakak ku, tidak besar namun lumayan 15, atau 10 RB rupiah, tidak setiap hari juga aku mendapatkan nya paling kalau pas mau berangkat sekolah berpapasan, atau pas gajian.
Aku sudah sampai di sekolah, langsung saja aku menuju kelas ku. sesampai nya di kelas, ku dapati cacah sedang ngobrol sama Titin juga Mira, aku tidak ikutan karna aku tau pasti mereka sedang ngomongin pacar mereka.
Aku duduk di kursi anak laki-laki sambil menunggu bel berbunyi, baru aku pindah ke tempat ku.
" Wey meja Lo tu di sana Napa duduk di sini, awas gue mau duduk " kata si gendut Ramdani.
" Santai belum masuk ini, tar juga aku pindah kalau sudah masuk " aku selalu menggunakan kata kata sopan kalau di lingkungan sekolah, juga kalau lagi ngobrol sama orang yang lebih tua dariku. kata saya, atau aku, yang sering aku gunakan bukan gue elo.
Bel berbunyi, pelajaran akan segera di mulai. hari ini jam pertama Mr phatoni, dia bukan guru bahasa Inggris, tapi dia ingin di panggil Mr phatoni bukan bapak saja entah lakh kenapa.
Pelajaran terus berlangsung sampai bel istirahat berbunyi.
" Ca, ke warung biasa yuk sarapan, tadi pagi nggak sarapan lapar ni. " ajak ku.
" Yuk, sekalian Mira,titin barengan juga." ajak nya juga pada Mira dan Titin.
Sesampainya kami di warung uduk te mati, entah lah kenapa yang punya warung itu di panggil te mati padahal namanya saryati.
" Teh, uduk 3 pake gorengan! " kata ku, knapa cuma 3, karna Caca cuma jajan camilan katanya dia sudah sarapan di rumah.
Hari ini aku bawa uang lebih, uang jajan yang biasanya ku simpan ku pake bila ada perlu saja, namun karna pagi tadi nggak sarapan makanya aku bawa uang jajan.
" iya sih yang udah pada punya pacar, jangan bahas di hadapan gue juga kali " kesal ku, karna sedari tadi mereka hanya sibuk ngomongin pacar masing-masing enggak kasihan sama aku yang masih jomblo.
__ADS_1
Ya, aku nggak tau knapa enggak kepikiran buat pacaran, karna fokus ku di usia segitu ya belajar, belajar segala buat ku. tapi bukan belajar pacaran, walau pun mau nanti saja sudah SMA kalau bisa.
Bel pulang sekolah pun berbunyi tanda sudah masuk kelas kami pun bergegas masuk sebelum terlambat
Pelajaran di mulai dengan hening, dan tenang, beda kalau kelas sebelah selalu ribut apa lagi kalau nggak ada guru.
***
Pulang sekolah, ku lihat rumah ojah pintunya terbuka, karna arah rumah ku. melewati rumah ojah ku dengar suaranya juga ada.
" Apa ojah pulang? tapi ini bukan hari Minggu, dan setahuku orang tua nya lagi nggak ada " gumam ku.
Tak lama Asiah keluar, dia melihat ku dan memanggil ku.
" Rinjani sini ge, ojah balik " aku hanya tersenyum, sampai Asiah menghampiri ku dan menarik tangan ku.
" Hayu atuh, ojah balik ko diam saja enggak seneng " cerocos nya nggak mau diam.
" Jani sini! " ojah menepuk kursi di sebelah nya, aku tidak berniat menghampiri.
" Jah nanti aja malem kumpulnya, sekalian biar rame karang mah aku lagi capek " kataku, karna memang aku lagi capek rasanya kaki ku pegel.
" Aku balik dulu, nanti malem sini lagi ok " dan ojah hanya mengangguk.
Begitulah kami, walau sudah terpencar karna kesibukan masing-masing. tapi kalau yang lain kumpul maka kami juga ikut ngumpul.
***
Malam harinya, kami berkumpul bersorak ria, bercanda, dan tertawa lepas. setelah jarang berkumpul ke hebohkan para sahabat ku semakin menjadi, ketika sekalinya kami berkumpul tidak terkecuali juga aku.
Malam ini kami dapat traktiran bakso dari ojah, setelah sebulan nggak pulang. biasanya dia pulang seminggu sekali, namun katanya terlalu capek pulang seminggu sekali jadi dia akan pulang sebulan sekali.
Di tengah kami makan bakso, ojah mengeluarkan suaranya, lebih tepatnya bertanya pada Asiah.
" Yah jadi kan besok ikut kerja ?" tanya nya pada Asiah, kami pun menoleh pada nya.
" Asiah, kamu mau ikut kerja bareng ojah ?" tanya ku, bukan apa hanya saja pasti PONDA tambah sepi.
" He'mh, jadi ibu sudah kasih ijin " jawab nya enteng.
Tidak ada yang bicara lagi, kami lanjut makan bakso sampe suara Samsu memecah keheningan kami.
" Yang nonton yuk ?" sontak saja kami menoleh padanya.
Dan yang di panggil yang hanya membalas dengan senyuman.
" Wey nonton di mana? ada juga ngga tontonan nya " seloroh pupu.
" Ya nonton ini " ucapnya, sambil nunjukin benda pipih yang ia pegang, dan sehabis makan bakso kami pun nonton di hp samsu. banyak film yang kami putar ,namun yang punya hp sama pacar nya enggak ada.
Aku bangun hendak ke kamar mandi, tapi pas sampe luar, aku malah di suguhi pemandangan yang tak seharusnya aku lihat.
Aku mendapati ojah dan Samsu sedang berciuman, aku kaget karna aku baru pertama kali liat orang berciuman nyata lagi bukan sebuah sinetron.
Aku berdehem, " eh'em " sambil membuang muka malu nya aku, lakh bukannya mereka yang harusnya malu.
" sorry, nggak sengaja lihat! " lanjut ku sambil berlalu ke kamar mandi.
Setelah dari kamar mandi, aku hanya mendapati Samsu yang ada di sana, dia menatap ku sambil tersenyum misterius, entah lah yang jelas aku merasa merinding lihat nya.
Sesampai nya di kamar, kulihat ojah ada di sana aku hanya tersenyum kikuk saat dia melihat ku rasanya aku malu sekali.
Dan seperti itulah kami selalu bersama bila ada waktu senggang.
__ADS_1
***
Hari berganti Minggu, Minggu berganti bulan , bulan berganti tahun. aku dan Caca sudah naik klas 3 SMP semester dua, aku juga sudah mengenal yang nama nya pacaran, namun tidak mengenal ciuman, atau pelukan. hanya berjabat tangan ketika bertemu, karna aku punya prinsip tersendiri.