Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 68


__ADS_3

Ya, selain harus menolong haris orang yang berhasil masuk dan membobol uang organisasi, aku juga harus bisa menyelamatkan gadis seusia adik bungsu ku yang menjadi tawanan laki-laki dewasa.


Mereka menggunakan gadis itu sebagai alasan untuk membuat Haris bertekuk lutut pada bos mereka entah apa keistimewaan Haris aku juga belum tau, namun sekarang aku harus bergerak secepat mungkin karna batin ku sedikit terusik, aku yakin akan ada kejadian yang tak ku inginkan bila sampai tak dapat mencegahnya ku pastikan akan menjadi penyesalan dalam hidupku,


Aku sudah sampai tepat di depan ruangan itu, ntah ruangan yang macam apa di dalam sana walau dari luar nampak seperti sebuah bangunan klub namun ntah dalamnya seperti apa, aku memasang topeng mirip wajah hal itu dapat menyembunyikan wajah asliku, aku dapat itu dari Andi dulu dia yang mengingatkan ku jika berurusan dengan orang bawah jangan menggunakan wajah asli ku, begitulah dia memberi tahu ku dan aku menurutinya karna ku takut jika mereka mencari ku dan menghancurkan orang terdekatku terutama keluargaku.


Tak lupa Fitri juga, yang lain memilih biasa saja karna menurut mereka kekuasaan orang tua mereka dapat di andalkan, sayang sekali kalau menurutku kekuasaan orang tua harus menjadi tameng,


Samurai sudah di punggungku, tongkat sudah di tangan ku, namun senjata aku tak pernah mau menggunakan itu, karna prinsip ku pertarungan ku hanya melumpuhkan bukan membunuh, namun tak menutup kemungkinan jika korban itu orang-orang yang ku sayangi dalam hidupku.


Aku menerobos masuk tanpa mendengarkan ucapan Julian, yang mewanti agar mereka bisa masuk bersama apapun yang terjadi namun aku harus bergegas, aku terus menerobos mencari letak ruangan yang menjadi tempat penyanderaan itu, para bayangan Rendi berjalan bersama ku, aku tersenyum saat melirik ke sampingku wajah yang tertutup wajah palsu itu aku tau, harusnya aku sadar mana mungkin dia tak akan turun juga, dia juga sama tersenyum


" Sepertinya disana " datar nya memberi tahu salah satu ruangan yang di jaga satu orang namun dapat ku pastikan ratusan orang berada di balik pintu itu,


Satu pukulan yang Andi layangkan langsung membuat terkapar orang itu, teman-teman ku saling melempar pandang, ku yakin jika sedang santai mereka sudah mengajukan pertanyaan padaku


Kami masuk, langsung sambutan tak mengenakan datang menghadang kami, aku menerobos masuk ku serahkan yang disini pada teman-teman ku, separuh orang bayangan mengikutiku separuh lagi membantu teman ku, Fitri ku trik agar selalu di dekat ku, aku terus menebas menggunakan tongkat ku, Fitri beladiri nya sudah tak di ragukan lagi aku bangga padanya,


Telingaku mendengar teriakan dari ruangan lain, teriakan kemarahan seorang kakak ku yakin itu, aku meninggalkan tempat pertarungan mencari sumber suara itu, takut kalau aku sampai terlambat menyelamatkan gadis itu, ku dobrak pintu yang tadi di jaga sedang yang menjaga sedang bertarung dengan adikku, aku mengedarkan pandangan, dan pandangan ku tertuju pada sepasang sosok tak kasat mata, dengan raut wajah menangis seolah menjerit meminta pertolongan dapat ku pastikan bahwa itu kedua orang tua si gadis


Aku juga melihat Haris yang terikat bersimbah darah mungkin karna di siksa atau apalah, orang yang sedang berada di dekat gadis itu nampak marah saat pintu ku dobrak


" Siapa kau? Berani sekali masuk ke tempatku " ucap laki-laki dewasa yang ku yakin seumuran dengan Andi, dia nampak kesal karna mungkin aku menganggu aktivitas yang dilakukan oleh nya,

__ADS_1


" Aku hanya gadis kecil yang ingin menolong gadis itu " datar ku, aku masih mengamati laki-laki itu, mana tau dia bos nya


" Benarkah " geramnya, namun masih sangat santai dan duduk di bangku sambil merangkul gadis yang sudah terlihat ketakutan itu


Matanya berderai dengan air mata, isak kan yang tertahan, dan tubuh yang gemetar dapat ku lihat jelas pada gadis itu, aku melirik haria, dia juga menangis


" Tolong adik saya " ucapan yang keluar dari mulutnya aku hanya melihatnya datar


Aku kembali melihat pada laki-laki itu


" Kenapa kau libatkan gadis kecil yang tak tau apa-apa? " Datar ku bertanya


" Aku hanya ingin bermain-main saja dengannya " entengnya berucap, aku sudah sangat geram mendengar kalimat itu


Hendak mendekat namun datang kembali orang-orang yang hendak melindungi bos mereka, mau tidak mau aku harus membereskan dulu yang ini, saat bertarung aku sekilas melirik arah gadis itu, tubuhnya semakin bergetar karna laki-laki itu kini sedang menciumi leher gadis itu, aku semakin tak terkendali mendapati pemandangan itu, ku dekati Haris dan membuka ikatan yang mengikat tubuhnya,biarlah dia yang ku jadikan untuk mengulur waktuku


Orang bayangan Andi sudah berhasil masuk, mereka membantuku dan itu ku jadikan kesempatan untuk menyelamatkan gadis itu dahulu, aku menarik paksa tangan gadis itu karna dia tak mau mengikutiku, ku berikan dia pada Fitri


" Keluarlah amankan dia,biar aku yang mengurus di sini " ucapku, Fitri mengangguk dan membawa gadis itu, aku kembali ke pertarungan itu, ku lihat Haris sudah tak mampu lagi melwan, aku menghadang pukulan yang hendak melayang kembali PD Haris dengan tongkat ku,


" Siapa kau sebenarnya, dan apa urusan mu dengan ku " tanya laki-laki itu saat aksinya berhasil ku hentikan


" Aku pemilik semua uang yang dia bawa padamu, dan akan mengambilnya kembali " jawabku, Haris melihat kearah ku, mungkin ia tak mengenali wajah ini

__ADS_1


" Akan aku kembalikan jika ku bisa mengalahkan aku " ucapnya dan langsung menyerang ku,


Tanpa basa-basi dan tanpa ampun dia terus menyerang ku, namun aku hanya menghindar masih mencari celah untuk menyerang balik, dia menghentikan aksinya sejenak kemudian kembali menyerang, Karena ku rasakan serangannya sudah tak sekuat tadi jadi aku pun memutuskan melawan serangannya, tongkat sudah tak di tangan namun samurai masih di punggung ku, aku memberi beberapa tebasan PD tubuh laki-laki itu namun tak sampai mengenai urat nadinya, hanya memberi goresan saja


Beberapa kali pukulannya berhasil mengenai tubuh ku, bahkan kini di tubuhku sudah memiliki beberapa luka lebam dan beberapa goresan belati miliknya namun aku masih memaksakan diri untuk tetap bisa melumpuhkannya, Andi membantuku, mendapat bantuan aku sedikit dapat bernapas jujur saja tenaganya sangat kuat, dan kami berhasil melumpuhkannya, ku pikir begitu karna dia sudah terkapar namun siapa sangka ternyata hari ini hari kelahiran ku, menurut para orang tua hari kelahiran bisa menjadi hari keberuntungan walau bukan tanggal dan tahunnya, atau sebaliknya menjadi kesialan, dan hari ini aku mendapat kesialan lawan yang ku pikir sudah tak dapat bergerak nyatanya masih mampu melayangkan belatinya, targetnya jantung ku namun karna meleset belati itu mengenai perut ku bagian samping, aku kaget sumpah, saat belati itu berhasil menusuk perut ku karna kejadian ini pertama kalinya dalam hidupku,


Pikiran ku langsung ke ibuku, bagaimana jika dia tau nanti kalau anak gadisnya seperti ini, namun pikiran itu langsung hilang kala aku merasakan dingin di tubuhku, Andi dengan sigap menangkap ku karna tubuh ku hampir terjatuh ke lantai, sedang orang yang menusukku langsung di habisi Julian mungkin karna dia sudah tak dapat menahan diri, Andi berusaha terus menyadarkan ku


" Ku mohon jangan tutup matamu " bentaknya, aku hanya tersenyum namun air mata ke menetes, ntah apa yang ada di pikiran ku semuanya terasa kacau, namun hanya satu yang pasti ibuku


" Jika terjadi sesuatu padaku, pastikan kau mendidik kedua adikku seperti kau mendidik ku " ucapku sembari terus menahan darah dari tusukan itu, sakit, ngilu, perih dan ntah apalah rasanya


Ini yang pertama kalinya bagiku mendapat luka, jika hanya goresan atau lebam ku anggap itu hanya sepele, namun kali ini aku merasakan dingin, dan lemah di seluruh tubuhku


Andi mengangkat tubuhku, dan membawa ku kedalam mobil, ntah sejak kapan mobil itu datang mungkin orang bayangannya atau dia sendiri yang membawa, di sepanjang perjalanan dia terus saja memangku ku di pangkuannya seraya terus menggenggam tangan ku


" Tetaplah tersadar ku mohon, jangan pejamkan matamu ingat kedua adikmu sedang menunggumu, ku mohon Rinjani kumohon " ucapnya terus memohon, dan air matanya menetes, oh Tuhan ternyata dia benar-benar menganggap ku adiknya


" Cepat, bawa kami ke markas " bentaknya pada yang membawa mobil


" Ku bilang cepat, kenapa kau tak dengar " dia terus saja berteriak


" Rinjani kau dengar aku " ucapnya yang terakhir ku dengar setelahnya aku tak tau apa-apa lagi.

__ADS_1


#Maaf kalau telat aja up nya,


karna author nya sedang di kasih cobaan satu keluarga sakit jadi harap di mengerti, sekali lagi mohon maaf 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2