
Selesai makan aku berbincang sebentar dengan ripa'i, karna dia bilang besok akan kembali ke Jakarta sebelum kembali ke luar negri lagi guna menyelesaikan pendidikannya
Sungguh aku tak mengerti, jika harus kembali ke Jakarta lagi untuk apa dia kesini hanya untuk mengantarku saja, yang benar saja
" Kalau mau kembali ke Jakarta kenapa kesini " tanya ku penasaran
" Kan sebelum ke sana mau mampir dulu ke tempat Abang her " jawabnya
" Mmmhhhh " singkat ku
" Setelah ini kita akan bertemu lagi nanti mungkin setelah aku menyelesaikan kuliah ku " ucap Pai tiba-tiba
" Apa selama itu " tanya ku sedikit bimbang
" Kamu tak yakin dengan perasaan kita " tanyanya
" Ntah kita jalani saja bagai mana mestinya, aku juga tak akan menyalahkan mu jika ada wanita lain yang berhasil menggoyahkan hatimu " ucapku ntah kenapa aku bisa berbicara seperti itu padahal hati ku takut akan hal itu
" Jangan khawatir pasti, pasti akan ada seseorang yang akan menjadi orang ketiga di antara kita, namun aku pastikan itu Takan berhasil membuat hati ku luntur terhadapmu " jelasnya, aku hanya bisa tersenyum
" Aku pamit ya, ingat jangan rindu karna aku baru mau pulang " candanya
" Hati-hati, jaga dirimu baik-baik jika memang kita akan lama tak bertemu " ucapku
" He'mh, Rinjani maukah kau menunggu ku, untuk yang terakhir " ucapnya, aku mengangguk
Ripa'i berdiri dan berpamitan pada ibu dan kakak ku, setelahnya benar-benar pergi, aku memandang jalanan walau sudah tak ada bayangan ripa'i
Aku masuk rumah dan terus berjalan kekamar untuk beristirahat, tak lama berbaring akupun tertidur
*******************
Dua tahun sudah setelah ripa'i pamit tak lagi kami bertemu, hanya bisa berbalas pesan atau Vidio call hanya untuk sekedar menyalurkan rindu
Dan ini menginjak tahun ke tiga
Kini akupun sudah bukan anak SMA lagi, aku sudah menjadi seorang mahasiswa di salah satu universitas swasta di kota lain, sesuai keinginan ku, aku masuk universitas dengan beasiswa hanya tiga orang yang berhasil mendapat beasiswa itu di sekolah ku
Aku dan dua orang lainnya berbeda kelas dengan ku
Kini gaya berpakaian ku juga berbeda, tak seperti anak mahasiswi lainnya yang cantik-cantik dengan gaya modis nya
Aku hanya berpakaian sederhana, mengunakan oblong sebagai atasan dengan di balut jaket jeans yang kebesaran dan celana jeans panjang rambut ku selalu ku kuncir kebelakang
Awalnya aku tak memiliki teman karna kebanyakan anak disini mereka anak-anak pengusaha sedang aku masuk saja beasiswa, namun sekarang mereka banyak yang berteman dengan ku
Sungguh bukan aku yang ingin berteman dengan mereka namun mereka yang meminta ku menjadi temannya
Bagaimana tida, mereka selalu saja menganggu ku tak ada habisnya, hingga aku terpaksa melawan, yang tadinya aku hanya diam saja namun mereka keterlaluan membuat sabar ku habis sudah
" Dena ke kantin yuk " ajak pika si gadis sombong yang selalu melebih-lebihkan
" Nanti kau saja duluan " datar ku, karna aku belum selesai mencatat sedang dia aku tak yakin gadis itu mencatat
" Aku tunggu kamu saja " ucapnya, aku hanya diam saja
" Dena nggak ke kantin " Sam menghampiriku juga Julian
Sungguh dua pemuda itu sebenarnya wanted di kampus ini mereka satu jurusan dengan ku
" Kalian duluan saja " datar ku
" Jani aku sudah selesai, kita kekantin yuk " ajak Vera, gadis sederhana ini yang membuat ku nyaman berteman dengannya
__ADS_1
" Yuk " aku tak menolak
" Denaaa!!! " Teriak pika
" Apa " kesal ku
" Aku yang ajak kamu duluan ya, dan kamu abaikan sampai aku nungguin kamu tapi kamu tinggalkan " kesalnya dengan dada naik turun menahan kesal
Aku tertawa kecil dan menggelengkan kepala, aku melanjutkan langkah ku dengan Vera
Sungguh Vera mengingatkan ku pada Vivi atau akrab ku yanah, sikap mereka tak jauh beda, sikap mereka cara mereka berbicara sama saja sungguh aku rindu dia
" Jani " suara Ros
Ya aku lupa Ros juga satu kampus dengan ku namun beda jurusan
" Hai ver " ramah nya pada Vera juga
" Ada apa " tanya ku, karna jika tak ada keperluan Ros tak sedekat itu dengan ku
" Tak ada, hanya saja ingin menanyakan apa anta berganti nomor " tanyanya
Aku mengerutkan dahi
" Kenapa tanya pada ku, mana aku tau " datar ku, aku dan Vera memesan makanan
Setelah mendapat makanan pesanan kami, kami pun mencari tempat untuk duduk
" Dena sini saja " pinta Julian dia bersama Sam juga
Aku mendekati meja mereka tak ku sangka ternyata Ros juga mengikuti kami
Ros berbasa-basi dengan Julian juga Sam, karna Sam dan julian tau Ros teman SMA ku jadi mereka bersikap ramah
Makanan sudah habis namun kami masih enggan beranjak dari sana masih asik dengan cerita masing-masing
Ros sudah pergi dari tadi Julian dan Sam masih bersama kami, sesekali mereka juga ikut mengeluarkan suara
" Jani nanti pulang bareng ya " pinta Vera
" Aku langsung ke tempat kerja " ucapku
Ya karna menjadi anak rantau yang sedang menuntut ilmu di kota orang, jadi aku lagi-lagi harus mengontrak juga bekerja paruh waktu untuk bisa makan dan membeli kebutuhan kuliah dan membayar uang kontrkan
" Oh, jam berapa pulang " tanyanya
" Ntah, kemarin aku nggak masuk jadi mungkin akan menggantikan jam kemarin juga " jawab ku Vera mengangguk
Tak ada lagi percakapan akupun memilih kembali ke kelas karna masih ada satu mata pelajaran lagi
Aku meninggalkan Vera karna dia bilang ingin ke toilet lebih dulu
Saat sedang berjalan di lorong kelas hp ku bergetar, ku lihat satu notifikasi pesan muncul
# Rinjani pupu mau nikah # ojah
Aku membaca pesan itu ulang kali memastikan tak salah baca
Penasaran akupun membalas pesan itu
# jangan bercanda nggak lucu # balas ku
# serius # ojah
__ADS_1
# kapan # balas ku
# bulan depan # ojah
# kata siapa jah # balas ku
Masih sedikit tak percaya
# kata orangnya Jani, sengaja ojah kasih tau jauh-jauh hari biar kamu bisa mengkondisikan dengan waktu mu # ojah
# he'mh nanti di kirim aja kapan tanggal nya ya, insya Allah nanati di usahakan pulang # balas ku
# ok, o ia apa kabar kamu sudah hampir tiga tahun kamu di sana, kadang pulang juga suka nggak bareng sama kita, kita pulang kamu udah berangkat lagi # ojah
# alhamdulilah baik, ya nanti ada ko saat nya kita ngumpul lagi, jah klas aku udah mau mulai bntar lagi, udah dulu ya # balas ku
Karna ku lihat dosen sudah berjalan mendekati pintu masuk
Aku sedikit berlari takut keduluan dosen yang masuk kelas
" Siang pak " sapa ku saat berpapasan dengannya, dia mengangguk aku masuk lebih dulu
Ku lihat Vera sudah di bangkunya aku tersenyum, aku yang duluan pamit dari kantin aku yang belakangan datang
" Dari mana dulu " tanya Vera setengah berbisik
" Depan " singkatku karna pelajaran juga akan di mulai
Senyap saat dosen menerangkan materi, tak ada yang bersuara, ada yang hanya mendengarkan ada yang mendengarkan sambil mencatat salah satunya aku juga Vera
Aku tak pernah ingin menyia-nyiakan waktu belajar ku, karna targetku harus wisuda tahun ini agar bisa cepat mencari kerja
Aku mendapat kabar dari ripa'i, kalau dia sudah di minta ka herdi untuk mengurus perusahaannya yang ada di luar negri, tepatnya perusahaan peninggalan ayah mereka
Sungguh aku tak tau silsilah keluarga ripa'i, yang ku lihat dia di mataku tetap orang biasa yang selalu sederhana bila di hadapan ku dengan penuh kelembutannya
Selama menjadi mahasiswi aku tak hanya aktif di kelas saja banyak bidang yang aku coba jalani bermacam-macam sekedar untuk menambah wawasan
Bahkan aku juga sekarang lebih pandai dalam bidang bela diri, sungguh aku memanfaatkan pertemanan ku dengan baik,
Dengan pika
Kakak nya salah satu pengajar bela diri di kota ini, saat di tawari untuk belajar bela diri aku tak menyia-nyiakannya, tekondo yang dia ajarkan pada ku dan aku berhasil menguasainya bahkan di tawari untuk bergabung di sanggar nya, namun aku menolak karna kurasa ini hanya untuk pegangan saja
Veranda kuraina juga bukan dari kalangan biasa, walau di balik penampilan sederhananya dia mempunyai seni beladiri juga dia menguasai samurai'
Vera lahir di Indonesia namun ia memiliki darah Jepang dari sang ayah ibunya asli indonesia, darinya aku bisa menguasai ilmu pedang tak hanya dia yang menguntungkan ku aku juga berbagi ilmu bela diri dari asal ku kami selalu berbagi ilmu,
Yang membuat ku nyaman berteman dengannya, walau dia anak seorng pengusaha dia selalu tampil apa adanya dengan kederhanaa nya, tak sedikit pemuda yang berusaha mendekatinya termasuk si dingin Sam
Sedang dari Sam dan julian, aku mendapat ilmu senjata, tak hanya itu mereka juga sangat pandai dalam ilmu ilmiah sedikit banyak mereka juga membagi itu, namun aku lebih trlwrtarik dengan yang di ajarkan Julian ya itu ilmu teknologi Bakatnya ia dapat dari sang ayah
Sungguh tak bermaksud memanfaatkan, namun bila di tawari kenapa tak mengambil kesempatan, bukankah pepatah mengatakan 'kesempatan tak datang dua kali', hanya saja aku harus pandai membagi waktu, percayalah badan ku yang mungil bertambah mungil namun masih berbodi
**
Akhirnya pelajaran selesai, aku segera ke tempat parkir motor, ya aku mendapat sepeda motor dari mas Rendi dia bilang hadiah atas kelulusan ku, ntahlakh aku tak mengerti
Ka nay mengabariku kalau dia akan melaksanakan pernikahan dengan KA Tio Minggu ini sedang sekarang saja sudah hari Kamis, dia bilang orang ka Tio akan menjemput ku aku hanya harus mengirimkan di mana lokasi ku sekarang padanya
Aku menolak karna ku rasa terlalu jauh, karna kami berada di kota yang berbeda namun ka nay bilang jika ia ingin aku tetap datang bagai mana pun caranya
Betul, aku masih berkomunikasi dengan para sahabat ku yang ada di ibu kota, mbak Rena, Andi ka nay bahkan ka Arif juga sering menanyakan kabar ku
__ADS_1
Bahkan kabar terakhir yang ku dapat dari mbak Rena dia bersetatus kekasih Andi dan sudah bertunangan aku hanya di kirimi foto-fotonya saja, sebenarnya aku diminta datang namun waktu itu bentrok dengan semester dua ku jadi aku tak bisa datang