
Akupun kembali tersenyum setelah mengirimkan alamat ku padanya, sungguh tadinya aku sudah berpikir kalau dia takan mau membantuku, namun ternyata aku salah.
Taksi berhenti di tempat yang ku beritahukan, namun bukan di rumah Yun melainkan di sebuah pusat perbelanjaan.
Aku memasuki tempat itu, sedikit melihat-lihat, mencari sesuatu yang aku suka dan membelinya.
Ponselku berbunyi, aku lihat nama yanah tertera di layar ponselku.
" Rinjani, benarkah kau meminta anta datang menemui mu ?" Suara di sebrang sana saat panggilan aku angkat, bahkan belum sempat aku mengucap salam.
" He'mh " jawabku
" Oh, ku pikir dia hanya mau menghindari ku!" Suara di sebrang sana terdengar lesu
Aku tersenyum sebelum bersuara kembali
" Jika memang mencintainya, maka tunjukan, jangan sampai kau menyesal di kemudian hari. " Ucapku pada orang di sebrang telepon
" Aku tak mencintainya! " Dalihnya
" Benarkah " godaku
" He'mh, sekarang kau sedang apa ?" Suara di sebrang sana bertanya
" Aku sedang berkeliling di pusat perbelanjaan " jawabku
Aku terus asik berbalas tanya dengan yanah, ya! Orang yang menelpon ku yanah. Aku tak sadar jika ada yang memperhatikan ku, aku sadar itu saat aku berdiri di dekat cermin dan memperhatikan orang itu.
'siapa dia? Kenapa aku merasa dia memperhatikan aku' pikirku
Merasa sedikit terusik, akupun meminta yanah mematikan telpon, aku ingin memastikan orang itu benar memantau ku atau tidak.
Saat aku berjalan ke arahnya, dengan terburu-buru dia ingin menghindari ku. Aku mempercepat langkah ku, akupun berhasil berdiri tepat di depannya, pandanganku datar, tak suka kala melihat wajah itu padahal aku sendiri belum tau siapa dia.
" Siapa kau ?" Tanyaku, dengan muka terus menelisiknya. Dia hanya diam saja, bahkan aku sedikit merasa kesal.
" Tolong jawab tuan, siapa anda ?" Tanyaku kembali, dia masih saja diam.
Aku sedikit curiga, dan akupun mau tak mau harus mengetahui siapa orang di depan ku ini dengan cara lain.
Aku memandangnya datar, kalu biasanya pandangan ku ini membuat para sahabat atau teman ku merasa ngeri, lain halnya dengan orang di depan ku ini. Dia bahkan berbalik menatap ku kemudian menyingrai.
" Katakan! " Datar ku, saat tau siapa orang yang mengawasi ku ini.
__ADS_1
" Apa maksud anda nona ?" Kata yang keluar dari mulutnya, sungguh bukan itu yang aku ingin dengar.
" Kau mengawasi orang yang salah tuan!" Datar ku berucap, dan ingin meninggalkan orang di depan ku ini. Namun dia bersuara kembali
" Jika aku salah, maka seseorang akan menjadi taruhannya! " Ucapnya, mungkin dia pikir aku akan berbalik kembali dan mendengarkan omong kosong nya, namun sungguh aku hanya ingin mendengar apa yang aku lihat dari batin ku saja.
Akupun tetap meninggalkannya, rasa ingin berbelanja ku pun sudah sirna.
Tadinya aku ingin membeli jam tangan baru, namun sayang kejadian tadi membuat ku kesal dan mengurungkan keinginanku, memilih untuk pulang.
Aku menumpangi taksi, rasa lelahku tak membuat ku berhenti memikirkan ripa'i. Aku mendapat kabar dari Andi, saat aku berbelanja tadi. Dia memberitahuku kalau dia sudah mendapatkan info dimana tepatnya ripa'i berada sekarang, setelah membaca pesan dari Andi, aku berpikir kembali! Bagaiman semuanya bisa sampai seperi ini.
Sungguh, aku hanya menginginkan kehidupan yang lurus saja, tak rumit seperti ini.
Taksi berhenti di tempat yang aku beritahukan, turun dari taksi gadis kecil ku berlari memelukku.
" Mamah mu sudah pulang ?" Tanyaku, pada gadis kecil dan manis di sampingku
" He'mh, mereka di dalam!" Jawabnya
Kami memasuki rumah seraya terus bercanda, sesekali gadis kecilku tertawa kala mendengar candaan ku.
Dia mengajakku duduk di depan tv, katanya dia ingin menonton kartun kesukaannya bersamaku. Tak ada penolakkan dariku, aku pun merasa senang saat bersama anak kecil. Kepolosan mereka selalu berhasil membuat ku tersenyum, bahkan tertawa.
" Kau dari mana ?" Tanya wira padaku, aku meliriknya
" Ini yang kamu butuhkan bukan? Dan ini, aku sudah mempersiapkan semuanya " ucapnya, seraya memberikan sebuah undangan padaku. Aku melirik undangan itu
" Ingat, kau datang kesana sebagai perwakilan dari perusahaan Yun " lanjutnya berucap, seraya memberi tahuku kalau aku kesana sebagai perwakilan dari keluarga Yun Feng
" Aku mengerti " datarku, dan mengambil undangan itu
Dapat ku pastikan, bahwa orang-orang berwibawa, dan memiliki pangkat yang akan datang ke sana memenuhi undangan.
Yun datang bergabung bersama kami.
" Nona, apa tak terlalu berbahaya bagimu ?" Ucapnya
" Ku pastikan semuanya akan baik-baik saja, dan, bukankah ada kalian yang akan melindungi ku." Jawabku sembari menyunggingkan senyum
Setelahnya, Yun mengajak kami untuk makan. He'mh, padahal aku sudah makan tadi saat di luar, namun karena aku tak mau mengecewakan keluarga yang sudah berbaik hati ini, jadi akupun ikut makan walau hanya sedikit.
Aku menyuapi Shin Hye, dia menerima suapan ku dengan riangnya.
__ADS_1
Sekilas aku teringat pada adikku, aku belum memberi kabar padanya dari aku tiba di sini.
" Kau sudah selesai ?" Tanyaku pad Shin Hye, dan dia mengangguk
Aku sudah selesai dengan makanan ku, namun belum bisa pergi dari meja makan, jika aku pergi dari meja makan, sedang Yun dan Wira belum selesai berarti aku tak menghormati mereka.
Sambil menunggu mereka makan, aku mendengarkan Shin bercerita setelah aku tanya.
" Ceritakan padaku, bagaimana harimu hari ini ?" Tanyaku, dan Shin pun terus bercerita sampai mamah dan papah nya selesai dengan makanan mereka, dan meminta Shin untuk pergi kekamar.
***
Wira mengajakku ke ruang kerjanya, ruangan yang sangat nyaman, namun aku tak suka ntah kenapa.
Wira memberiku sebuah berkas, aku membuka berkas itu dan membacanya, aku mengerutkan dahi kala melihat nama ripa'i di cantumkan dalam sebuah perjanjian.
" Siapa yang membuat ini ?" Datarku bertanya, jujur aku tak suka dengan isi perjanjiannya, dan aku yakin ripa'i tak tau tentang ini sebelumnya.
" Keluarga besar Wilson " Wira tak kalah datar dariku, aku tak menanggapi lagi dan memilih melanjutkan membaca berkas yang ada di tanganku.
Ponselku berdering.
" Kau sudah sampai " suaraku, saat mendengar suara di sebrang sana memberi tahu kalau dia sudah mendarat.
Ku lirik jam di tangan ku, sudah pukul 11 malam.
" Baiklah aku akan menjemputmu! " Lanjutku, aku melirik Wira
" Boleh aku meminjam pasilitas mu ?" Tanyaku, dan dia paham apa yang aku maksudkan
" Ikut dengan ku! " Ucapnya
Aku dibawa ke sebuah ruangan di dekat ruang senjata, pintu besar di buka olehnya.
Wow, mataku melihat ada 7 mobil yang berbaris, apakah ini sebuah showroom mobil.
" Pakailah yang mana kau suka, selama di sini pasilitas ku juga pasilitas mu. " Ucapnya, aku hampir lupa, diakan salah satu bayangannya Adi sekaligus orang yang Andi percaya menjaganya, jadi sudah pasti ini semua pasilitas darinya.
Aku ingat, setiap mobil memiliki misinya masing-masing. Jika hanya berurusan dengan orang biasa saja, maka mobil yang di pake pun seperti mobil yang ada di bagasi depan, lain halnya jika berurusan dengan para petinggi, dan juga pasukan mafia.
Aku memilih mobil yang cukup membuat ku meliriknya, sungguh mewah, bahkan aku tak tau berapa banyak uang yang keluar guna memiliki mobil itu.
" Aku ingin yang ini! " Tanpa basa-basi wira memberikan kuncinya padaku.
__ADS_1
" Namun, hendak kemana kau dengan mobil semewah itu ?" Tanyanya
" Menjemput patner ku " jawabku, dan langsung mengendarai mobil itu