Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
episode 5


__ADS_3

Malam semakin larut, akupun terhanyut dalam obrolan bersama pacar ku. kami tak hanya berdua, ada kakak ku dan juga teman temannya, namun kami tak merasa risih akan hadir mereka.


Ku pandangi wajah manis itu, ku perhatikan saat dia sedang membalas candaan Kakak ku, selalu tersenyum sangat manis, membuat hatiku meleleh melihat senyum itu.


Namun keanehan muncul, saat aku sadar kalau wajah itu kini semakin tirus dari Minggu lalu. pikiran ku mulai tak tenang, ku beranikan diri bertanya namun, sebelum bertanya ku perhatikan lagi wajahnya hingga dia lah yang lebih dulu bertanya padaku.


" Kenapa memandang ku begitu, apa segitu terpesonanya dengan wajah ini. " candanya, dia tau aku menyimpan banyak pertanyaan, karna dia selalu paham akan sesuatu tentang ku.


Aku tersenyum sebelum ku jawab candaan nya. " ya aku terpesona oleh mu, oleh wajah manis mu " candaku juga, setelah nya ku pasang wajah datar menandakan aku akan serius bertanya.


" Jawab aku jujur, apa kamu sakit? " tanya ku langsung.


Dia tersenyum, namun aku menangkap kesedihan dalam senyum itu. entah knapa perasaan ku mengatakan sesuatu yang buruk tengah menimpanya.


" Apa sih Oneng, siapa yang sakit? " jawabnya santai.


" Kalau nggak sakit, knapa ku perhatikan badan mu kurusan, di tambah kamu juga sekarang nggak minum kopi, terus Minggu lalu kamu juga nggak kerja kata irel. tapi kamu nggak ngasih tau aku, atau jangan-jangan... " aku menggantung ucapan ku menatap nya penuh selidik.


Tak..


Dia malah menyentil jidat ku, rasa kesal ku tunjukan pada nya karna bukannya menjawab ku dia malah menyentil ku.


" Nggak usah berpikir macam-macam, satu macem aja rumit. " ucapnya, sejenak aku diam ku beri senyum padanya sebelum berkata.


" Dodol ku sayang, aku sayang sama kamu, sungguh, aku nggak mau kamu kenapa-napa atau kamu punya yang baru. " ucapku, tiba-tiba saja aku merasa tangan ku basah, ku lihat wajah yang tengah menatap ku, ternyata sedang menangis, hal itu justru menambah kekhawatiran ku.


" Kamu nangis, knapa? apa yang aku katakan bener, kamu punya yang lain dan kamu merasa bersalah makannya kamu nangis. " cerocos ku.


Dia tersenyum,


" Oneng ku sayang, enggak ada apa-apa, nggak ada yang baru juga, lagian aku nggak sakit. kalau pun aku sakit, aku hanya sakit saat menahan rindu saat jauh dari mu. " seketika senyum ku mengembang, meleleh dengan kata katanya yang lembut, namun tetap saja aku masih nggak percaya.


" Dengerin ya, aku nggak sakit, aku juga nggak ada yang lain, Hannya kamu seorang di hati ku percayalah pada takdir. jika memang aku jodoh mu maka kita akan selalu bersama, dan jika kamu bukan jodoh ku, maka kamu juga harus bisa menerimanya. " seketika, rasanya dadaku sesak, pasalnya selama delapan bulan aku pacaran dengan nya baru kali ini dia bilang gitu.


Aku tarik tangan ku dari pegangan tangannya, dengan perasaan kesal aku masuk kedalam rumah, ku tinggalkan dia. perasaan ku mengatakan dia punya yang baru, karna itu dia bisa ngomong seperti itu.


Lama aku tak keluar, hingga ku dengar dia berpamitan pada kakak ku dan teman temannya.


***


Seminggu, setelah dia berbicara seperti itu, aku jarang mendapat pesan atau kabar darinya, sekedar iseng ku tanya pada teman-temannya. mereka hanya diem, seolah mereka sedang menutupi sesuatu dan itu semakin memperjelas dugaan ku kalau dia punya yang baru. sesek rasanya dadaku, aku tak membayangkan kalau sampai itu terjadi.


Minggu ini, dua Minggu sebelum kami ujian. aku sedang ngumpul bareng PONDA, karna sahabat ku yang kerja baru pulang mereka meminta kami untuk berkumpul hanya untuk melepas kangen antar sahabat.


Canda tawa terdengar renyah dari mulut sahabat-sahabat ku tapi tidak dari ku, aku hanya tersenyum kala mereka meminta pendapat, mengangguk, untuk mengiyakan perkataan mereka, entah lakh pikiran ku terbagi-bagi. bentar lagi ujian akhir sekolah aku belum mendapat kabar yang pasti tentang pacar ku, itu membuat pikiran ku sedikit kalut.

__ADS_1


" Jani, masih belajar silat ?" tanya ojah sekedar basa-basi, ku tau itu, mungkin mereka menyadari sedari tadi aku hanya diam.


" He'mh, masih! " jawab ku, aku pun tak mau mereka berpikir aku mengacuhkan mereka.


" Terus masih sama anak Ben itu ?" tanya Asiah.


" Masih! " jawabku singkat, hingga Caca buka suara mungkin dia tau kalau pikiran ku sedang kalut.


" Jani, sebenernya ada sesuatu yang tak kamu tau tentang pacarmu. " ucapnya, aku hanya mengerutkan alis ku, tak mengerti dengan ucapannya.


" sebenarnya pacarmu itu dia sedang sakit, sudah dua Minggu sempet di rawat, namun sudah sembuh, namun sekarang sakit lagi! " Lanjut Caca menjelaskan. aku kaget, bagai mana tidak, selama ini aku tanya pada teman temannya tak pernah ada yang mau menjawab.


" Ko bisa aku enggak di kasih tau " kesal ku,, bukan pada Caca entah lakh aku kesal pada siapa.


Sebenarnya aku yakin dia sakit, dan aku takutnya dia sakit sama sepertiku, karna ulah orang yang tak suka akan hubungan kami. karna di tempat ku masih awam, sehingga hal-hal yang berbau santet, atau guna-guna masih banyak yang melakukan. bukan hanya asal bicara, pasalnya aku juga sama baru sembuh dari guna-guna. kenapa aku tau itu, karna kiai sekaligus guru ngajiku yang ngobatin dan memberi tau ku.


Awalnya aku juga nggak tau kalau aku kena guna-guna, ku pikir sakit ku adalah hal yang wajar mungkin karena capek, kadang aku ngerasa perut ku atau kepala ku serasa di tusuk, hingga yang paling parah saat aku sedang main dengan sahabat ku tiba-tiba kaki ku lemes dan tidak bisa berpijak bahkan di gerakan. di situlah kedua orang tuaku merasa aneh dengan sakit ku, pasalnya aku ataupun keluarga ku tak punya riwayat penyakit seperti itu.


Ibuku meminta tolong pada guru ngaji ku, beliau seorang kiai dan di situlah beliau menerangkan kalau ada yang tak suka pada ku, dan pada hubungan ku dengan Sukma. entah lakh aku percaya tak percaya, dan aku takut itu juga yang kini sedang dirasakan pacarku.


" Kamu tau ca Sukma sakit apa? " tanya ku, untuk mengurangi kekhawatiran ku.


" Katanya si dia sering muntah muntah, kepala nya pusing sering juga perut nya kaya di tusuk-tusuk gitu kata si irel mah. " jawaban Caca semakin membuat ku takut.


" Mungkin masuk angin kali ca " asalku.


Aku diam tak berkata lagi, aku juga hanya menyimak candaan teman-teman ku, sesekali menjawab jika mereka bertanya. pikiran ku kosong entah kemana?, aku pun memutuskan pamit lebih dulu pada teman ku untuk pulang.


Di depan rumah ojah aku melihat Samsu yang baru datang, mungkin dia tau pacarnya baru pulang dan mau menemuinya. ku tak menghiraukannya, cuek saja saat dia berjalan di depan ku, dengan sengaja nya dia menghalangi jalan ku sambil berkata.


" Gimana mau nggak? " aku hanya membuang nafas kasar, nggak habis pikir sama orang ini jelas-jelas dia lagi main ke rumah pacar nya.


Aku tak menanggapi, malah aku berteriak biar ojah yang di dalam kamar tau pacarnya datang.


" Jah ka Samsu ni udah datang, kayaknya mau ngajak jalan sang pacar. " dengan muka mengejek, setelah nya aku melanjutkan langkahku yang sempat terhenti karna ulah orang konyol itu. menurut ku.


Tak membutuhkan waktu lama aku sudah sampai di rumah, ku dengar pitri memanggilku.


" Teh, teh jani dimana? " teriak nya.


" Di kamar pit, knapa teriak-teriak " ternyata adik ku sudah sejak tadi mencari ku.


" Hehehe, tadi pitri nyari di kamar tidak ada terus kerumahnya te ojah katanya tth udah pulang. " cerocos nya.


" He'mh, kenapa emang ada apa? " tanyaku acuh.

__ADS_1


" Ni tadi ada yang nelpon, nomor baru pitri angkat nanyain tth. " ucapnya, sambil nyerahin hp yang tadi memang dia pinjem sebelum aku kumpul.


" Siapa? " tanya kau, sembari mengambil hp itu dari tangannya.


" Nggak tau suaranya cewe, pitri tanya katanya tth nya ka Sukma " jawabnya sambil berlalu keluar kamar.


'tth si dodol' gumam ku, akupun menekan kembali nomor yang tadi masuk dalam panggilan ku.


Tut...Tut... Tut....


Di nada ke tiga panggilan di angkat


" Hallo assallamuallaikum " ucapku, ketika panggilan sudah di angkat.


".......,,........,,....." Suara di sebrang sana.


" Oh te EMI, ada apa teh? " ya aku tau te EMI, tth nya si Sukma yang memang Deket dengannya.


".........,,........,,.......,,......." Jawabnya, dengan nada yang kurang enak di denger.


" Innalilahi, separah itu teh? ya udah nanti besok pulang sekolah rinjani kesana ya teh nengok. " ucapku.


"......" Balasnya lagi.


" Ya sudah kalau begitu, assallamuallaikum. " akupun menutup panggilan setelah mendapat jawaban sallam dari panggilan sebrang.


Sejenak aku terdiam, setelahnya aku bangkit dan ke dapur, karna ini sudah sore. sesampainya di dapur, ku dapati dapur sudah rapih. ah adikku ini sungguh pengertian sekali, tau kalau tth nya lagi enggak fokus.


Esok harinya, selepas pulang sekolah aku menengok Sukma ke rumahnya. ini untuk pertama kalinya aku datang ke rumah pacar ku, karna sebelumnya aku tak pernah pergi ke rumah pacar ku bahkan yang terdahulu juga begitu.


Aku pergi di temani Caca, ya, dia siapa lagi. sesampainya kami di depan gang kampung itu, aku merasa ragu ini pertama kalinya aku datang ke rumah pacar, jadi aku tak tau harus bersikap gimana.


Kami sampai di tempat yang di beri tau tth nya Sukma, aku meraih benda pipih di saku rok ku, ku tekan nomor tth ya Sukma tak berapa lama panggilan pun di angkat.


" Assallamuallaikum teh, ni kami sudah di depan " aku memberi tau tth nya Sukma, karna ia berpesan kalau sudah di depan suruh menelpon nanti akan di jemput olehnya.


".......,,.....,,......" Jawab panggilan di sebrang, tak berselang lama, seorang wanita dewasa datang menghampiri aku dan caca. begitu melihat ku dia langsung mengenaliku, entah lakh mungkin dia pernah melihat Poto ku yang terdapat di hp adik nya.


Dia tersenyum dengan ramah nya,aku pun mencium telapak tangannya begitu juga Caca.


" Mari tth Anter " ajak nya, dan kami pun mengekor di belakang nya.


Tak berselang lama, tibalah kami di depan rumah yang besarnya tak jauh dari rumah ku, percayalah rumah di desa ku tak ada yang mewah sederhana saja.


Ku masuk setelah di persilahkan oleh te mi, tak lupa ku ucap salam.

__ADS_1


" Assallamuallaikum! " sekejap, semua mata tertuju ke arah kami entah siapa mereka bisa di pastikan kalau mereka orang terdekat, atau keluarga Sukma. mungkin, aku dan Caca menyalami orang-orang itu, satu persatu tak ada yang terlewat.


__ADS_2