
Kadang hidup tak selalu sejalan dengan apa yang kita rencanakan, tak selalu satu alur, dan kadang juga membosankan, pernahkah kita sedikit menyadari jika sesuatu yang terlalu di ambisikan kadang terasa menjauh, sebenarnya bukan menjauh namun terasa sulit di capai, itu karena kita hanya terfokus ke sana saja, tak apa terfokus ke sana namun harus ada sampingannya, semisal ingin membangun rumah tak mungkin jika hanya bekerja saja, kita juga harus pandai menabung bahkan pandai mengkondisikan keuangan sama halnya dengan tujuan
Ku hanya memiliki satu tujuan yaitu bahagia dengan keluarga ku apapun bentuk yang bisa membuat mereka bahagia aku kejar, saat aku sadar ketika melakukan pengejaran itu banyak perjalanan yang ku tempuh, banyak pula menemukan sesuatu yang baru, dan itu membuatku tak terlalu merasa apa yang ku kejar semakin menjauh,
***
Setelah aku menyelesaikan pendidikan ku di universitas, aku memilih langsung bekerja, kebetulan mas Rendi langsung merekrut ku untuk bekerja di salah satu perusahaannya yang dulu menjadi tempat PKL ku, mas Rendi mempercayakan semuanya pada ku, aku juga tak paham apa jabatan ku di sana, toh status ku hanya karyawan saja namun banyak yang harus aku kerjakan melebihi karyawan biasa
Sedang ibuku, beliau sudah tak ku ijinkan lagi bekerja bapak ku pun sama, kini kedua orang tuaku menjadi petani perkebunan
Aku tak melarang mereka untuk melakukan apa pun selama mereka bisa mengkondisikan dengan tubuh mereka yang mulai melemah
Kedua adik ku Fitri dan Indri aku bawa untuk tinggal bersama ku, awalnya ibu tak mengijinkan Indri namun karna aku berhasil meyakinkan mereka kalau aku akan menjaga dan memastikan mereka akan berhasil dengan pendidikan yang ku berikan, sungguh aku sangat bangga bisa mengayomi mereka aku berharap kelak mereka yang akan meneruskan perjuangan ku untuk membahagiakan orang tua kami
Indri sudah ku sekolahkan di SMA negeri yang ada di ibu kota letak sekolah tak terlalu jauh dari rumah dinas yang di berikan mas Rendi, dia bilang rumah itu memang sengaja di buat untuk di tempati pekerja berprestasi namun bila ku pikir aku hanya karyawan biasa.
Sedang Fitri adik kedua ku dia kini kuliah di universitas cukup ternama di kota ini, sengaja semoga kegigihan dia dan keyakinan ku pada tekad nya membuahkan hasil, dia juga ku berikan tugas untuk tetap bisa memantau adik bungsuku Indri, karna ku tau pergaulan di sini dan di desa kami jauh berbeda
Bahkan aku juga memasukan Fitri di tempat bela diri biar dia bisa mempelajari ilmu bela diri juga agar bisa menjaga dirinya dan adik nya kala aku tak ada di samping mereka
__ADS_1
Hubungan ku dengan ripa'i baik-baik saja, bahkan sangat baik, walau jarang bertemu namun dia sering menyempatkan diri untuk mengunjungi ku kala ada waktu senggang, dan keluarga ku juga sudah tau jika ripa'i punya hubungan dengan ku, atau orang desa ku lebih akrab dengan sebutan kabogoh/pacaran,
Dan soal gadis dari keluarga Nugraha sudah tak kami pedulikan lagi, tepatnya dia sudh tak mengurusi kami lagi setelah aku menemuinya dan menjelaskan semuanya, kini hidupku lebih terasa ringan
Jika kalian pikir pencapaian ku sudah cukup, kalian salah masih banyak lagi yang belum bisa aku capai, aku ingin desa ku lebih maju lagi ntah bagaimana caranya, aku sedang mencari sesuatu yang bisa membantu warga di desa ku
O ia, aku juga katip dalam sebuah organisasi yang di bentuk oleh teman-teman seangkatan ku waktu kuliah, mereka mengajak ku karna mereka bilang aku orangnya welcome, ntah lakh namun aku senang ikut organisasi ini,
Karna membantu yang membutuhkan itu menyenangkan juga menambah rasa kemanusiaan, tergantung cara pandang mereka juga si, kami kadang pergi dari kota ke kota jika mendapat info kota mana yang membutuhkan dana, pendidikan, atau sekedar tenaga, kami selalu siap walau kadang kami tak semua pergi jika salah satu dari kami kala sibuk, namun selalu pasti ada yang datang ke tempat yang sudah di tentukan walau hanya beberapa orang
Ya, kini kami sudah mempunyai kesibukan masing-masing juga tak tinggal satu kota cukup membuat kami sedikit kesulitan jika ada sesuatu yang mendadak
Aku mendapat kabar dari mas Rendi kalau tth ku mau melahirkan kini ia sedang ditangani bidan yang ada di kota itu, ya karna tth ku di bawa ke klinik bersalin
Aku hanya sendiri ke kota itu menggunakan sepeda motor, karna kedua adikku sedang tak ada di rumah, dan sebenarnya aku juga sedang ada di tempat kerja tadinya sebelum mas Rendi memintaku untuk pulang kerumahnya
Setelah lama berkendara akhirnya aku sampai di klinik yang sudah di infokan mas Rendi, aku lihat ternyata ibu dan bapak ku juga ada, mereka tersenyum melihat kedatangan ku
" Assalamualaikum " ucapku sembari menggapai tangan bapak dan ibu ku, mencium punggung tangan mereka bergantian tak lupa juga ibu mas Rendi dan dirinya juga, karna bagaimana pun kini status mas Rendi kakak walau hanya ipar tetap aku harus menghormatinya
__ADS_1
" Bagaimana? Apa sudah beres " aku mencoba bertanya pada mereka
"persalinan belum selesai " kata ibu ku seraya nampak kecemasan di wajahnya
Aku melirik ke arah mas Rendi dia hanya datar tak ada ekspresi dari wajah nya
Mungkin tengah khawatir hingga ia tak sadar kalau aku sudah sampai
Akupun memutuskan untuk tetap bersama ibuku
Setengah jaman mungkin dari kedatangan ku, bidan yang menangani tth ku keluar dari ruangan bersalin nya
Mas Rendi yang lebih dulu menghampiri bidan itu,ya walau usia dia sudah tak muda lagi tepatnya sudah pantas memiliki anak namun ini anak pertama baginya
" Bagaimana keadaan istri saya Bu " tanya mas Rendi pada bidan itu
" Ibu dan bayi nya selamat pak, bayinya perempuan sehat cantik pula selamat ya " tutur bidan itu
Ku lihat seutas senyum di wajah mas Rendi, mamahnya juga terlihat sangat bahagia karna ini cucu pertama dia, ya walau benar ada Siti dan jaya namun ini cucu dari anaknya sendiri
__ADS_1
Sedang ibu dan aku karna ini juga bukan cucu pertama dan ponakan pertama buat ku aku dan ibu hanya mengulas senyum namun sungguh aku berbahagia