
Aku menjelaskan semua pada kakak ku tentang di perusahaan mana, dan milik siapa, kakak ku hanya mendengarkan sesekali memanggut-manggutkan kepala paham dengan semua penjelasan ku
Aku juga menjelaskan akan mengontrak dengan siapa, namun belum tentu dimana nya, karna orang yang menghubungiku bilang akan menempatkan kami di cabang lain, itu artinya kami belum bisa juga mencari tempat untuk kami tempati, yang pastinya kami mencari yang terdekat dengan tempat kerja
" Ya sudah Abang setuju aja, lagian ibu juga sudah memberi ijin mau bagai mana lagi, asal kamu bisa jaga diri saja " ucap kakak ku
" He'mh, Jani usahakan akan selalu mengabari orang rumah nanti " lanjut ku
" Yah lama dong Rinjani nggak Ada di rumah " celetuk kak Boni
" Lumayan, enam bulan bang " jawab ku enteng
" Ya sudah, yang penting kamu harus selalu bisa jaga diri ya " ucap nya lagi, aku mengangguk seraya tersenyum
Kakak ku masuk kedalam rumah, tak lama ia keluar kembali dengan sudah memakai jaket nya
" Abang mau ke mana " tanya ku
" Keluar bentar " jawab nya
" Ngapain "
Abang tak menjawab, ia malah pergi dengan bang Boni ntah mau kemana
Kini aku merasa kalau sebenar nya Abang dan ibu ku tak mengijinkan ku pergi,namun mereka juga tak punya pilihan, ini untuk masa depan ku dan keluarga ku juga
Terlahir di keluarga sederhana membuat ku tak banyak menuntut, meminta ini dan itu bukan tak mau, namun harus berpikir kembali untuk meminta, mereka mempertahankan sekolah ku saja aku sudah sangat-sangat bersyukur dan banyak terimakasih
Suatu saat aku ingin keluarga ku merasakan yang nama nya bahagia, bebas beban dan tanggungan, karna aku ingin aku yang menggantikan ibu dan bapak ku bekerja, aku ingin memikul semua beban yang mereka tanggung,
Memang benar tth ku selalu mengirimkan ibuku gaji nya, namun jangan salah ibu tak memakai uang tth, ibu hanya memakai nya bila keadaan mendesak, karna menurut ibu uang itu hak cucu nya yang di titipkan ke ibu,
Pernah sekali aku meminta ibu memakai uang itu namun ibu tak mau, hingga aku menelpon tth untuk membujuk ibu supaya mau memakai nya, toh uang ny juga buat beli beras untuk makan anak-anak nya juga
Aku mengirim pesan pada yanah
# Besok ketemu di mana # yanah terkirim
Tak lama akupun mendapat balasan
# di pangkalan ojek kemarin aja # yanah
# ok, sekalian langsung membawa pakaian dan yang lain nya yang dibutuhkan # balas ku
# loh kita nggak pulang dulu emang # yanah
# nggak, terlalu jauh, begitu tau akan di tempatkan dimana kita langsung berangkat ke sana # balas ku
# oh ok, bawa duit nggak # yanah
Aku menggelengkan kepala membaca pesan dari yanah senyum ku pun sedikit nampak, tak habis pikir dengan orang ini.
# bawa daun juga boleh, kalau bisa jadi alat transaksi mah # balas ku
# hehehe, canda, yasudah aku mau tidur dulu udah ngantuk sampai bertemu besok # yanah
Aku tak membalas nya lagi
Aku membuka pesan di nama ripa'i, pesan itu sudah terkirim namun belum kunjung mendapat balasan
__ADS_1
'kamu sedang sibuk dengan pelajaranmu pai' pikir ku menerawang
****************
Kini aku dan yanah sudah ada di ibu kota lebih tepat nya di pusat kota, banyak bangunan menjulang tinggi seperti menyentuh langit,
Ya, ternyata kami di tempat kan di cabang yang ada di ibu kota, disini persaingan dunia kerja sangat-sangat ketat
" Say nanti kita ngkos dimana " tanya yanah yang kebingungan karna kami belum menemukan tempat yang tepat
" Kita melangkah saja dulu sambil mencari " ucap ku, seraya mataku terus saja melihat-lihat sekeliling
Mungkin aku sering ke Jakarta menemui bapak ku, namun tempat bapak ku kerja bukan di pusat perkotaan nya melainkan di daerah kumuh nya, dan memang aku juga sering memperhatikan bangunan yang terlihat kecil dari kejauhan namun itu hanya di dalam angkot saja saat sudah turun dari kereta
" Lepas, kalian jangan macem-macem ya atau saya teriak " samar-samar aku mendengar suara seseorang
" Tenang cantik, tidak akan ada yang akan mendengar mu, dan kami janji tidak akan berbuat kasar " ku dengar lagi suara dari arah yang sama namun suara laki-laki
" Tolong lepas kan, saya mau kerja lepas " suara wanita lagi
Ternyata suara itu dari gang yang sempit dan gelap, mungkin gang itu hanya jalan sedang mungkin ada ruang di balik gang itu
Karna hanya mendengar suara tak melihat orang sedikit membuat ku masabodo, ingin menolong pun tak tau persoalan nya
" Say dengar nggak, suara minta tolong tadi dari gang ini loh " kata yanah sambil menunjuk gang tersebut
" Jangan di hiraukan, kita berada jauh dari tempat kita, bahaya bila sembrono " ucap ku datar
Sebenar nya aku juga sedikit khawatir dengan apa yang terjadi pada wanita itu, hingga baru beberapa langkah aku mendengar kembali wanita itu menjerit seraya minta tolong
Mendengar kata tolong, telingaku terasa gatal, aku membalikan badan sekilas aku melihat wanita yang mau keluar dari gang itu namun di tarik kembali oleh seseorang
" Yanah tetap disini jangan kemana-mana, bila cukup lama aku di sana segera minta bantuan " ucap ku pada yanah seraya memberikan tas ku pada nya
Aku masuk ke dalam gang itu dan ternyata gang itu buntu
' gang ini buntu ' pikir ku
" Tolong saya " pinta wanita itu, kemeja yang ia kenakan sudah tak terkancing
" Maaf saya salah jalan " celetuk ku, dan berpura-pura ingin keluar kembali
" Tunggu gadis manis, tanggung kau sudah di sini bagai mana kalau temani kami sebentar bersama wanita ini " aku melihat ke arah wanita itu, dan berpura-pura bergidik ngeri
" Tidak usah Takut kami akan bermain halus " celetuk laki-laki di sebelah nya
" Lagian kami hanya di suruh menodai wanita ini bukan membunuh nya, jadi kami juga sama pada mu, hanya menikmati tida di buat mati " seketika hati ku meradang taat kala menyadari kalau memang banyak orang yang ingin menghancurkan orang dengan menodai kesucian mereka
" Maaf saya tak ada urusan, saya permisi " masih tak ingin bertindak, karna mereka juga belum menyerang,
aku tak pernah mau memulai lebih dulu sebuah perkelahiaan, karna pantang bagi ku untuk itu, aku lebih suka mengamati lebih dulu mencari tau seberapa besar kemampuan lawan lewat insting yang sudah di ajarkan guru ku lebih tepat nya almarhum guru ku
Belum sempat aku melangkah baru membalikan badan tangan ku ditarik, aku di hempaskan di sisi wanita tadi
" Maaf " lirih nya, namun tak ku hiraukan aku berbisik pada nya
" Tutupi tubuh anda, ketika saya menghadapi mereka segera keluar dari sini, dan cari bantuan, teman saya ada di luar " bisik ku seraya berpura-pura membantu memasangkan baju yang sudah tadk ada kancing nya,
Awalnya wanita itu terlihat bingung, namun setelah nya ia mengangguk pelan,
__ADS_1
Aku kembali memandangi para laki-laki itu mungkin ada lima orang, tampan-tampan sih namun lucnut wanita
" Om kasar sekali " mencoba mengulur waktu
" Kalau nggak mau di kasarin nurut aja, di jamin enak ko, malah nanti nagih " cerocos nya membuat ku ngeri
Aku berdiri dan mengajak wanita tadi juga berdiri
Laki-laki yang tadi menyeret ku bertubuh atlentis, berotot ku yakin ia sering olah raga, mungkin!, Ia menghampiri ku memojokanku ke tembok dan mengungkung ku,
" Aku mau yang ini, kalian terserah dengan yang itu " ucap nya
Saat ia ingin menyentuh pundak ku aku diam saja, tapi saat ia mendekatkan wajah nya ingin mencium ku aku pun langsung bergerak, di tambah lagi wanita tadi sudah menangis minta di lepaskan
Satu tinjuan mendarat di perut laki-laki itu, ia meringis
" Berani kau ya " kesal nya seraya mengeratkan gigi,
Aku tak menghiraukan, ku tendang para laki-laki yang akan mengoyak tubuh wanita itu, mengoyak sadisss
Perkelahian tak dapat di hindari, mereka terus menyerang ku dan aku hanya menghindar, kurasakan tenaga mereka tak sebanding dengan ku, seperti nya mereka orang-orang terlatih,sedang aku hanya apalah
Aku mahir dalam tongkat Namun pedang pun tak apa bila ada, sesekali aku melirik sana sini siapa tau menemukan benda yang bisa ku pakai bila menghajar mereka terus menggunakan tubuhku bukan hanya mereka namun aku juga Sakit, karna badan mereka kuat
Hampir terkena pukulan, namun berhasil menghindar, yanah masuk membawa tongkat bambu tak terlalu besar tak juga kecil namun padat,
Yanah tau aku pandai memakai tongkat jadi mungkin ia berinisiatif mencari itu
" Dena tangkap " teriak yanah saat dia rasa tongkat itu pasti ke tangan ku karna ia menunggu aku sedikit mendekat
Aku menangkap nya, ku lihat orang tadi hendak mencium ku berlari kearah yanah, segera ku hadang
" Mau kemana ?" Canda ku
" Minggir aku juga akan memakan nya, setelah memakan mu " cerocos nya
Para pengikut laki-laki itu sudah hampir loyo namun karna aku berhenti menyerang, akhirnya mereka bangkit kembali 'ck' kesal ku
" Lari cari bantuan " lantang ku, kulihat seringai licik nampak di wajah laki-laki itu
" Ternyata kamu tak mampu mengalahkan kami " ejek nya
" Banyak omong " suara laki-laki yang lain
Lagi dan lagi terus saja berkelahi, salah satu dari mereka berhasil menendang punggung ku wow rasanya ngilu brayyyy aku sedikit meringis
Tak ada tahanan lagi dalam tubuh ku, aku menjadi membabi buta, serangan bertubi-tubi terus ku layangkan tak peduli bagai mana nanti
Yanah dan wanita tadi berhasil membawa orang, salah mungkin warga, ntah warga dari mana
" Itu pak di sana " suara yanah, dan aku pun bisa bernapas, sungguh kalau di teruskan sudah pasti aku kalah bahkan mungkin koit
" Makasih " ucap ku pada yanah seraya tersenyum
" Sama-sama " jawab nya, wajah khawatir nya nampak kala aku meringis memegang bahu ku, bagai mana tida tangan besar berhasil meninju bahuku, mungkin sasaran nya dada namun meleset
Wanita tadi menghampiri kami, ku lihat ia masih memegangi bajunya yang tak ada kancing nya itu
" Yanah berikan hodi ku pada nya " pinta ku pada yanah, karna tangan ku sakit ngilu sumpah
__ADS_1
" Ini " setelah mengambil hodi ku dari tas yanah memberikan nya,
" Terimakasih " lirih nya