Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 36


__ADS_3

Senyum yang indah nampak di wajah tampan nan manis itu, senyum yang jarang ku lihat lagi semenjak ripa'i pergi ke luar negri, terakhir ku lihat senyum itu dengan nyata saat Pai pamit waktu itu dan setelah nya jarang ku lihat


" Jangan terpana dulu kalau belum lihat aslinya " celetuk Pai, kontan aku memalingkan muka


" Percayalah Pai, jangan gunakan nomor yang ini jika sedang membahas sesuatu yang penting bahkan bila sedang menghubungi orang penting, pakai lakh nomor yang lain dan pastikan tak ada yang tau kalau kamu memiliki ponsel lain, khawatir nya orang itu dekat dengan mu " jelas ku panjang lebar


" Dari mana kamu bisa yakin jika ada yang sengaja mengambil ponsel ku " tanya nya heran


" Sudah lakh, kamu jaga diri baik-baik pastikan selalu sehat " suara ku


" He'mh, akan aku pastikan, sungguh aku merindukan mu " celetuk nya, namun sebelum aku menjawab yanah lebih dulu menjawab nya


" Aku juga rindu ka ripa'i, kapan pulang biar bisa aku peluk " ku tau yanah hanya bercanda, dan kesal nya Pai malah tersenyum menanggapi nya, tidak, senyum itu harus nya hanya untuk ku, tunggu kenapa aku jadi seperti ini


Yanah melirik ku sekilas, kemudian ia berbicara kembali ke arah ripa'i


" Ka ripa'i, sepertinya ada yang cemburu aku ikut nimbrung sama kakak " celetuk yanah


Ku dengar ripa'i tertawa, sungguh mendengar dan melihat nya tertawa aku sedikit lega semoga dugaan dan penglihatan ku salah


" Ya sudah Pai aku mau mandi dulu, nanti malam aku telpon lagi, inget apa yang aku katakan " pesan ku mewanti-wanti pada Pai


" Jangan selingkuh " teriak yanah dari dalam aku dan Pai hanya menggelengkan kepala


Cup,,


Pai mengecup layar ponsel nya yang menunjukan wajah ku dalam Vidio call


" Awas nanti halu " celetuk ku


" Ya sudah aku matikan ya, jaga diri assalamualaikum " pamit ku dan mematikan panggilan saat Pai sudah menjawab salam ku


Aku pergi ke kamar terlebih dahulu menyimpan tas ku setelah nya pergi ke kamar mandi


Selesai dengan semu nya sembahyang juga udah, sambil menunggu waktu sampai jam tujuh aku memilih melelapkan mata ku sejenak pikir ku


Yanah sedang di ruang depan menonton tv, ntah film apa yang sedang ia tonton


Karna sudah sore jadi tak perlu menunggu lama, malam hari pun tiba, aku dan yanah sudah siap akan menemui KA nay di tempat kerja nya


" Jani aku pake hodi kamu boleh " tanya yanah pada ku


" He'mh, pilihlah dan pake lah " ucapku


Percayalah walau di kota besar, aku tak menyesuaikan berpakaian ku, cara berpakaian ku masih sama, jins, sepatu, jam tangan dan hodi, eitzz tak ketinggalan topi, namun bila sedang kerja aku hanya memakai sepatu dan jins saja, sedang untuk atasan cukup memakai kemeja, tangan panjang, atau tangan pendek, sedang rambut kadang di kuncir kadang ku gerai


Aku bukan wanita remaja yang ribet akan penampilan, bagiku inilah aku, suka syukur nggak suka ya tinggal aja,


Saat sudah di luar kontrakan, tepat nya di jalan menuju tempat krja KA nay, aku mengingatkan yanah agar tak lupa dengan panggilan kami


" Vi, ku harap kamu jangan salah menyebut atau memanggil nama ku, bila kita sedang di luar " Ingat ku,


Yanah tersenyum pada ku seraya mengangguk


Biasanya kami duduk di luar cafe kalau lagi ke sini, namun karna di luar gerimis jadi kami duduk di dalam, jangan salah kami tak hanya duduk namun juga memesan makanan di sini,


Aku dan yanah sibuk dengan hp masing-masing, aku asik berbalas pesan dengan para sahabat Ponda ku, sedang yanah ntah sedang apa dengan hp nya

__ADS_1


Aktifitas ku terhenti kala seseorang menghampiri kami,


" Kalian disini " suara seorang wanita


Aku dan yanah menoleh, ternyata senior di tempat kerja, cantik, manis, body juga ok, nggak kurus, nggak gemuk udah gitu tinggi lagi sumpah paket komplit menurut ku


Namun bukan manusia jika hanya ++ tanpa -,


Minus nya dia itu cuma satu, sombong, itu juga menurut yanah dan yang lain, kalau aku nggak tau juga lagian dia juga selama ini nggak rese sama aku


" Iya kak, kakak di sini juga " ramah ku, sedang yanah ntah knapa muka nya malah jadi cuek


" Emang kalian punya duit " sindir nya


Aku menyerengitkan dahi, namun setelah nya tersenyum


" Adalah kak, kalau nggak ada nggak mungkin kita kesini " jawab yanah cuek


Aku menggelengkan kepala, merasa heran dengan dua orang ini


Dan kak Rena pun memilih meninggalkan kami, dia duduk agak jauh dari kami namun masih dapat ku lihat,


Aku terus memperhatikannya, salah bukan dia yang ku perhatikan, tapi sesuatu yang mendampinginya, ya ka Rena di temani sosok tak kasat mata, sosok yang tampan dan berwibawa, dia jadi hantu aja Kren nya ampun apa lagi semasa hidupnya kali ya


Aku terus memperhatikan nya, sesekali sosok itu tersenyum gila manis bener, mungkin sosok itu menyadari aku memperhatikan nya bukan ka Rena


Sesegera mungkin aku berganti kemode santai, sosok itu mendatangi ku namun aku mengalihkan nya dengan menatap ke arah yang sama namun orang yang ku tatap, seolah-olah aku tengah menatap laki-laki yang duduk tak jauh dari bangku ka Rena


" Kau bisa melihat ku, aku yakin kau melihat ku, bila iya tolong bantu aku, aku mohon " bisik nya


Aku masih tetap memasang muka, seolah tak ada apa-apa, malah aku mengabaikan nya dengan bertanya pada yanah


" Boleh, tapi mau ke mana " tanya yanah balik


" Kita ke taman aja Deket sini mau " ajak ku lagi


" Ayo "


Kami membayar pesanan, sekilas aku melirik lagi ke arah ka Rena sosok itu tak ada


' syukur lah, males kalau selalu berurusan dengan yang gituan ' pikir ku


Kami duduk di bangku yang ada di taman itu, suasana taman cukup rami oleh muda-mudi yang sedang malam mingguan, mungkin,!


" Say nesel ke sini " celetuk yanah


" Napa " tanya ku seraya tersenyum samar


" Kamu nggak lihat, semua yang ada di ainj berpasangan tau " celetuk nya


" Loh, kita juga berpasangan, kamu sama aku " canda ku


" Iss Dena, serius tau " ambek nya


" Aku kapan ya bisa ke sini sama pasangan, kan romantis " lanjut nya, seraya tersenyum


" Emang punya pacar " ejek ku

__ADS_1


" Nah justru itu, karna aku nggak punya pacar kemana-mana sama kamu jadi nya " oceh nya


Teman ku berhenti berbicara, kini iya lebih fokus pada ponsel di tangan nya, tak lama ia mengangkat telpon dari seseorang ntah dari siapa


" De aku kesana bentar ya " seolah meminta izin pada ku, iss dia ini memang aku pacar nya apa, yang akan cemburu bila ia sedang bertelpon di dekat ku


Aku melihat kearah yang di tunjuk, tak jauh dari ku bahkan aku bisa melihat nya ditempat ku sekarang duduk


" He'mh terserah, tapi jangan lama-lama juga ya nanti aku cemburu " canda ku pada yanah, dan alhasil mendapat cubitan yang lumayan


Setelah yanah pindah ke bangku yang lain akupun semakin sendiri alias kesepian, tak ada jalan lain, akhirnya aku mengisi kesepian ku dengan saling berbalas pesan pada para sahabat ku, cukup menghibur, hingga pesan yang lain masuk, banyak yang ku abaikan namun yang dua ini aku balas


Pesan itu dari Abang ku, dan dari teman hati ku, yang dia bilang aku pacar nya, lumayan lama berbalas pesan, hingga tiba-tiba seseorang duduk di bangku yang sama dengan ku,


Tentu saja aku menoleh, karna ku tau itu bukan yanah, dan aku juga ingin memastikan bahwa yang duduk dengan ku manusia, bukan hantu


" Hai, apa kabar sudah ku bilang kita akan bertemu lagi " ucapnya


Aku hanya berdiam diri, kembali berfokus pada ponsel ku


" Kamu cukup menarik, selama ini tak pernah ada yang berani mengabaikan ku " ucap nya lagi,


" Lalu " datar ku


Laki-laki itu malah tersenyum miring, membuat ku semakin tak ingin menggubris nya, sungguh aku ingin meninggalkan tempat ku duduk sekarang,


Ya, yang sekarang duduk di samping ku laki-laki yang waktu itu ku hajar teman nya hingga babak belur, dia sempat memperkenalkan diri namun aku lupa, toh nggak penting juga menurut ku


" Kamu lupa siapa saya, dan dimana teman kamu yang tak kalah cantik nya juga dari mu itu " tanyanya


" Saya tak tau siapa anda, dan saya juga tak ada urusan dengan anda, jadi saya permisi " jawab ku seraya hendak bangun dari duduk


" Kalau kamu berani pergi, saya pastikan teman mu yang di sana akan menjadi incaran saya " ancamnya


Aku menoleh ke arah ia menunjuk dengan wajah nya, dan benar saja ternyata ia sudah menyadari kalau aku bersama yanah


" Saya tidak mengenal anda, dan saya juga tidak takut dengan gertakan anda " ucap ku datar


" Oh ya, kamu menghajar paman saya waktu itu bukan para pesuruh saya yang disana, kamu lihat dua orang yang berdiri tak jauh dari teman mu, bila kamu tak mau menuruti kata-kata saya maka teman mu dalam bahaya " jelas nya


Inilah sulit nya bila membawa sahabat yang tak tak bisa apa-apa di tempat orang, kita tak tau bahaya apa yang akan datang menghadang di depan kita, dan alhasil demi ke amannan yang aku pun mengalah, toh cuma malam ini


" Baiklah apa maumu " datar ku, langsung pada intinya,


Aku yakin laki-laki ini menginginkan sesuatu dari ku, bila tidak mungkin ia Takan serepot ini dengan ku, apa mungkin laki-laki ini masih marah, karna waktu itu aku mengambil kembali uang yang ia rampok dari ibu pemilik warung makan waktu itu, apa ia ia masih inget hal itu


" Gadis pintar, untuk saat ini aku hanya butuh tempat ngobrol saja, tau juka nanti " jelas nya


" Maksud anda, jangan macam-macam dengan saya, takkan ada untungnya " jelas ku santai


Dan akhirnya sampai yanah kembali ke tempat ku duduk, kami masih berbicara, tak ada pembicaraan serius antara kami, namun aku merasa kalau laki-laki ini hanya pria yang kesepian, mungkin hari-hari laki-laki ini terlalu sibuk hingga ia tak mempunyai tempat untuk mencari teman ngobrol


" Say inikan laki-laki yang waktu itu, ngapain dia disini " tanya yanah berbisik setelah ikut duduk di sebelah ku, dan posisi ku saat ini berada di tengah-tengah sangat tida enak


Aku hanya diam namun laki-laki tadi tepat nya Andi ya, dia Andi ternyata ingatan nya cukup bagus karna masih mengingat ku dan yanah


" Hai, jumpa lagi kita " siapanya pada yanah

__ADS_1


Yanah hanya tersenyum


" De pulang yuk, risih ada dia " ucap yanah


__ADS_2