
Setelah itu kami kembali ke rumah sakit guna memberikan makanan yang tadi kami beli, tak ada percakapan selama perjalanan kembali ke sana, dan akupun tak berniat mengeluarkan suara,
Pikiran ku jauh menerawang, rasanya masih jauh sekali desaku dari kata maju, paktor keuangan Di desaku masih menjadi kendala, aku selalu mencari cara bagai mana aku bisa membantu masyarakat di desaku, bila harus berdonasi pada warga yang cukup padat tak kan seberapa, aku harus mencari cara lain
Seketika senyum ku mengembang kala aku mendapat ide, kenapa tak kepikiran ke arah sana, bukankah pra sahabat ku bisa menggunakan mesin jahit dan yang lainnya, ya karna mereka bekerja di pabrik konfexi jadi knapa tak buat saja konfexi di desaku dan yang mengurusnya tentu pra sahabatku
Aku hanya perlu menjadi pengembangnya saja, memasarkan setiap produk yang mereka buat, apa lagi banyak gadis di desaku yang harus bekerja ke tempat jauh untuk bisa mencukupi kebutuhan keluarga mereka
Terus berkecamuk dengan pikiran ku tak sadar jika ripa'i sudah memintaku turun dari mobil karna kami sudah sampai
" Apa yang mengganggu pikiran mu he'mh " lembutnya bertanya kala aku berjalan di sampingnya
Aku meliriknya " tidak ada " asalku
Kamipun sampai di ruangan Asiah, ku lihat Asiah sedang terbaring dengan beberapa alat yang di pasang di tubuhnya
" Bu pa, makan dulu ya, bir nggak sakit " ucapku seraya memberikan makanan itu
Awalnya mereka menolak, namun aku juga tak mau kalah jadi aku terus memaksa mereka agar mau makan, dan Alhamdulillah berhasil mereka mau makan walau tak habis
" Aku janji akan lakukan yang terbaik, agar semua yang ku dapat tak ku rasakan sia-sia " gumam ku seraya menggenggam tangan lemah Asiah
" Kita pulang dulu, nanti kesini lagi jika ada waktu senggang " pinta ripa'i pada ku
__ADS_1
Aku melihat jam di pergelangan tangan ternyata sudah malam, akupun mengangguk mengiyakan ajakan ripa'i, aku juga kasihan pada ripa'i pasti dia juga kelelahan
" Ibu Sam bapak, tidur di tempat Rinjani yuk Sam Rinjani bir bisa istirahat dengan nyaman " pinta ku pada ibu dan bapak Asiah
" Ulah Rinjani, ibu Jeung bapak mah hayang hees Didie wae jeng Asiah "( jangan Rinjani ibu sama bapak mau tidur di sini saja sama Asiah ) begitulah tolaknya, aku tak memaksa karna ku Pham perasaan mereka
" Ya sudah, nanti kalau ada apa perlu apa-apa saya akan minta Gibran menghubungi saya " selang ripa'i Menengahi kami
ntah sebuah keberuntungan atau apalah aku bisa memiliki ripa'i yang penuh pengertian itu
"baiklah kalu begitu nanti Rinjani kesini lagi untuk melihat kondisi Asiah, ibu dan bapak jangan sungkan jik membutuhkan sesuatu " Aku meninggalkan rumah sakit dengan sedikit perasaan tak tenang, namun ripa'i memberikan kontak Gibran agr aku bisa kapan saja menanyakan keadaan asiah pada dokter itu, sungguh sangat pengertian tak sia-sia selama ini aku menegaskan hatiku untuk mencoba pada ripa'i
Aku juga tak pernah berhianat pada perasaan ku, ku birkan saja semu berjalan semana mestinya,
Ku rasakan ponsel ku bergetar, Enggan untuk memeriksanya namun takut penting akhirnya ku periksa
# bagaimana, apa sudah lihat keadaan Asiah # ojah
# maaf tadi siang kamu nelpon tak sempat ku angkat # yanah
# apa kabar # dari nomor tak bernama
# tadi siang pulang # Abang
__ADS_1
Dan masih banyak lagi namun aku malas membalasnya ntah lakh rasanya ingin diam saja
Aku bersandar mencari kenyamanan dalam duduk ku, sampai aku terlelap tanpa ku sadar, dan ntah berapa lama aku terlelap
Hingga ku rasakan tangan ripa'i menyelipkan rambut ku ke telinga ku, mungkin karna menghalangi wajah ku, merasa terusik akupun bangun dan mendapati ripa'i tengah menatap ku
" Apa aku tertidur " tanya ku memastikan
" He'mh " singkatnya
" Maaf " lirih ku, karna aku tau bagaimana jenuhnya berkendara sendiri
" Tidak apa, aku tau kamu lelah " lembutnya
" Sudah sampai, masih mau di sini apa mau turun " lanjutnya
Aku tersenyum dan membuka pintu mobil tadinya ripa'i hendak mendahuluiku namun aku menolak, kasihan dia aku yakin dia juga sudah sangat lelah
" Mau mampir dulu " tawar ku sekedar basa-basi,
" Tidak nanti saja " jawabnya
Aku tak langsung masuk masih menunggu ripa'i menghidupkan mesin mobilnya dan berlalu, sebelum benar-benar pergi ripa'i menurunkan kaca mobil nya
__ADS_1
" Selamat malam bidadari hatiku " ucapnya aku tersenyum
" He'mh, berhati-hati lah " seraya melambaikan tangan