Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 72


__ADS_3

Sungguh bukan ingin membuat mereka khawatir padaku, namun mau bagaimana lagi aku juga hanya manusia biasa yang bisa terluka bukan.


Cukup lama kedua adikku memeluk ku seraya terus bercerita bagaimana mereka mengkhawatirkan aku, bagaimana rasa takut mereka, dan apa yang harus mereka lakukan jika tanpa ku, bodoh jalani hidup kalian sendiri apa perlu sedari sekarang aku melepaskan kalian.


Seseorang masuk dan ikut menghambur dalam pelukan ku, " mbak Rena " pelan ku, aku ingat Andi bilang mbak Rena akan menemui ku saat Andi bilang aku terluka, namun setelahnya aku tak tau apa-apa lagi, yang ku kira aku tertidur ternyata membuat banyak tangis pada yang lain


" Kapan mbak sampai ?" Tanyaku saat pelukannya ia lepas


" Tiga hari yang lalu saat mas Andi bilang kamu terluka aku langsung kesini " ucapnya sembari mengusap air matanya


Aku tersenyum " kenapa menangis ?" Candaku bertanya


" Bodoh, bagaimana aku tak menangis mendapati mu dua hari tak sadarkan diri " kesalnya menjawab, aku tersenyum kembali


Tak ku sangka aku di kelilingi orang-orang yang menyayangiku, mengingat bagaimana sikap ku, ku pikir Takan ada orang yang akan mau mendekati, berteman bahkan menganggap ku keluarga, sungguh aku sangat beruntung bukan.


Dua dokter memeriksa keadaan ku, aku tersenyum ramah karena aku sudah tau siapa mereka


" Kau membuat tuan kami seperti orang tak waras nona " ucap salah satu darinya aku hanya diam


Aku mengedarkan padangan mencari sosok ripa'i namun ntah dimana dia, ternyata gelagat ku terbaca oleh Andi


" Dia sedang istirahat, ku suruh dia tidur di kamarku tepat nya aku memberinya obat tidur " jelasnya aku hanya datar namun pikiran ku lain 'kenapa harus di obat tidur' pikir ku lagi-lagi tanpa kata itu keluar dari mulutku Andi menjelaskannya


" Saat datang kesini pukul dua malam dia mendapatimu tak sadarkan diri, dari situ dia tak tidur, ah salah dia tidur beberapa jam tepatnya pingsan karna mungkin terlalu lelah lagi dia mendonorkan darahnya padamu, dan Selma dua hari dia hanya tertidur sebentar saja " jelasnya padaku, sungguh aku tak tau yang ku tau aku hanya tak sadarkan diri seperti yang dia bilang padaku


" Kalu begitu terimakasih sudah mau membuatnya tertidur " ucapku dan Andi hanya tersenyum, tak lama para teman ku datang hampir semua tak terkecuali Haris dan gadis itu aku tak tau namanya.


" Bagaimana keadaanmu ?" Julian yang pertama kali bertanya


" Lebih baik " jawabku


Mbak Rena bangun dan mendekat pada Andi kemudian keduanya keluar dari kamar yang aku tiduri, para teman ku duduk mengelilingiku ingin duduk namun masih terlalu lemah jadi aku hanya bisa berbaring, Fitri datang membawakan minuman sedang Indri tak bergerak sedikitpun dia tetap di sampingku bahkan saat mbak Rena memelukku tadi dia hanya bergeser.


Sem, Julian dan Vera memandangku datar aku hanya menanggapinya dengan tersenyum,


" Ku pikir hal seperti ini Takan bisa membuatmu tak sadarkan diri " ejek Vera namun Julian dan Sem tersenyum mendengar ucapan Vera


" Kau pikir aku robot " asalku

__ADS_1


" He'mh kupikir begitu " bukan Vera melainkan Sem yang ikut berbicara aku hanya ber deca'k


" Maaf ini semua salah ku " ucap seseorang mendekat pada kami, aku menoleh ke arahnya ternyata Haris


" Bagaimana gadismu itu " datarku bertanya


" Dia adikku " jawabnya aku hanya tersenyum mengejek pasalnya dia bukan benar-benar adiknya


" Adikmu " ucapku ulang yang lain hanya saling pandang mendengar perkataan ku


" Baiklah, bagaimana keadaannya ?" Lanjutku bertanya ulang


" Dia baik-baik saja berkatmu " jawabnya


" Bukan karena aku tapi karena bantuan teman-teman ku, kau sudah paham tentunya siapa kami terutama siap aku, walau wajahku tak kau lihat namun jangan pernah meremehkan ku " datar ku berucap


" Maaf " lemahnya kemudian berkata kembali


" Sudah lama aku mencari mu dan bukan tanpa alasan aku masuk dalam organisasi yang kau pegang " lanjutnya


" He'mh aku tau itu, jelaskan " datarku, pika, vera, Sem, Julian dan yang lain seolah heran melihat ku sedang Fitri dia sudah tau aku jadi hanya datar saja


" Kau ingat beberapa tahun lalu kau pernah menghajar seorang anak laki-laki di sebuah kreta untuk menolong tiga gadis " lanjutnya dan aku mengangguk


" Itu aku, lama aku mencari tau tentang mu, karena kau sering ku jumpai di stasiun itu, namun beberapa thaun berikutnya kau menghilang dan di saat itu aku butuh bantuan mu " lanjutnya lagi, aku mengerutkan dahi selama itu dia mencari ku karena membutuhkan bantuan ku


" Bantuan ku " datarku, namun yang lain sudah penasaran dengan Haris


" He'mh, andai aku menjumpai mu lebih dulu ibu gadis itu pasti masih hidup " lirihnya


" Sudah ku duga dia bukan adikmu " asalku


" Darimana kau menduga itu " heran pika namun di jawab oleh Fitri


" Orang-orang seperti kalian tth ku harus panjang kali lebar menjelaskannya singkatnya tth ku memiliki kelebihan yang tak kita miliki dan laki-laki ini menyadari itu bukan begitu ?" Ucap Fitri dan di anggukki Haris


" Ya, selama ini aku sudah mencoba menyembunyikan dia namun sayang selalu diketahui mereka, ntah sebuah kebetulan atau memang sudah jalannya aku mengetahui organisasi yang kau pegang langsung dan berusaha masuk tanpa di curigai oleh siapapun, aku sungguh minta maaf " ucapnya ku lihat gadis itu mendekat pada Haris sambil terisak


" Terimakasih kakak sudah membantu ku dan ka Haris aku mohon jangan hukum ka Haris " ucap gadis itu aku tersenyum melihat ketulusan keduanya untuk saling melindungi

__ADS_1


" Tergantung " ucapku


" Apa semua uang yang keluar sudah masuk kembali " tanya ku pada Julian


" He'mh " singkatnya


" Kalau begitu kau selamat dengan syarat menjauhlah jika ingin membahayakan dan merugikan organisasi yang sudah kami rintis dari nol jika ingin membantu maka tunjukan " datarku berucap


" Aku akan membantu " yakinnya berucap


Tak ada lagi pembicaraan serius antara kami, ku lirik adik bungsuku tertidur pulas seraya memelukku aku mengelusnya, kasihan dia pasti lelah menangis ku yakin tidurnya juga terganggu


Hari sudah sore dan sore berganti malam teman-teman ku enggan untuk meninggalkan aku namun aku juga butuh istirahat bila mereka tetap di sini mana bisa aku istirahat, Andi masuk dengan dua dokter yang menangani ku mereka meminta agr yang lain meninggalkan kami dan mereka menurut


" Aku kagum pada lelaki yang selalu menjagamu, dia bahkan sampai kurang tidur hanya untuk memastikan kamu baik-baik saja " ucapnya seraya tersenyum


" Dan lagi jangan kau sia-sia kan laki-laki seperti itu " lanjutnya lagi


" He'mh " asalku menjawab Andi tersenyum mendengar jawaban ku


" Aku heran padamu laki-laki sebaik dia saja masih kau tolak lamarannya lalu bagi manakah laki-laki yang bisa menaklukan hatimu " canda Andi


" Jangan sembarangan berkata kamu mas " seka mbak Rena yang baru masuk kamar


" Aku bukan menolaknya hanya memberikannya waktu " datarku menjawab dan Andi hanya menggelengkan kepalanya mungkin tak habis pikir dengan jalan ku


Sesudah memeriksaku dua dokter itu pergi, namun Andi dan mbak Rena tetap menemaniku


" Dia pasti kelelahan karena terus menangis dan kurang tidur " ucap Andi sembari melihat ke arah Indri


" Kasihan dia " timbal mbak Rena


Aku mengelus kepalanya sedikit tak tega juga melihatnya seperti ini, aku tau bagaimana kecilnya dia bahkan sampai sebesar ini dia selalu bersama ku tak pernah melihat ku berada di kondisi seperti ini.


" Bagaimana dengan ripa'i ?" Tanyaku


" Dia akan sadar sebentar lagi, perlukah aku menyuntikan obat lagi " ucap Andi


" Jangan lakukan tidak baik untuknya " datarku, Andi hanya tertawa kecil ntah apa yang ia pikirkan tentang ku

__ADS_1


__ADS_2