Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 9


__ADS_3

" Rinjani, sini aja gabung " kata salah satu teman kakak ku, mereka juga cukup akrab padaku. tak jarang jika salah satu dari mereka melihat ku sedang berjalan saat atau telah pulang sekolah, mereka akan mengantar ku pulang walau aku menolak mereka akan tetap memaksa.


" Ya deh " jawab ku sambil berjalan ke arah mereka.


Aku dengan antusiasnya ikut mempelajari cara memodifikasi motor, padahal aku nggak bisa mengendarai motor.


" Rin bisa bawa motor nggak? " tanya ka Boni, entah siapa nama aslinya hanya saja nama yang sering ku dengar saat yang lain memanggilnya ya itu, Boni.


" Nggak ka " jawab ku singkat.


" Mau belajar? " tanyanya lagi.


" Kalau ada yang ngajarin si mau aja " asal ku.


" Lah emang Dedi nggak mau ngajarin? "


" Nggak tau tu, katanya takut aku jadi liar kalau bisa bawa motor "


" Iss, apaan kali ya udah ntar besok Boni nggak ada kerjaan, mau belajar? " tanyanya lagi.


" Kalau di bolehin sama kakak, mau-mau aja " jawabku.


" Ded, boleh nggak Rinjani belajar motor " tanyanya pada kakak ku.


" Terserah " jawab kakak ku singkat.


" Boleh tu, ya sudah besok ya belajar " ujarnya lagi, dan aku hanya mengangguk.


Cukup bosan aku bergabung dengan kakak ku dan teman-temannya, aku pun memutuskan untuk masuk saja rebahan di kamar.


" Kak, Jani bosan mau masuk aja " pamit ku sambil berlalu

__ADS_1


Sesampainya di kamar aku melihat hp ku, ku pandang hp itu berharap ada panggilan atau pesan masuk dari seseorang yang masih ku tunggu.


" Apa kamu bener-bener sudah melupakan ku, sudah satu bulan kamu tak pernah mengabari ku walau hanya sekedar menyapa ." gumam ku dengan wajah sedikit lesu.


Aku tau dari irel kalau Sukma kini sudah bekerja lagi, itu artinya dia memang sudah sembuh total, entah kenapa sampai sekarang aku masih mengharapkan nya kembali pada ku padahal aku tau dia sudah melakukan kesalahan dengan memeluk dan mencium ku, walau hanya di kening.


Mengingat kata terakhir nya ' suatu saat aku pasti akan kembali ', seolah memberi ku harapan untuk selalu menunggu nya walau penuh kehampaan.


******************


Pagi pun tiba, aku tak sadar tertidur sambil memeluk hp itu di dadaku, dengan tangan ku yang menggenggamnya hingga saat ini. bahkan aku tak mengganti pakaian ku dengan baju tidur, ya walau aku hanya gadis desa namun aku tak terbiasa tidur dengan baju santai aku selalu menggantinya dengan baju tidur kecuali di saat yang tak memungkinkan untuk aku memakai baju tidur.


" Pagi " adik keduaku menyapa sambil menunjukan deretan giginya.


" Juga " singkat ku dengan muka heran, karna tingkah adik ku.


" Teh, kata ibu tth di suruh ke Tanggerang ambil uang di te nur " jelasnya.


" Ih teh, ini kan hari Minggu kalau sore nanti tth pulang nya malem terus capek " cerocos nya.


" Iya nggak sore, nanti setelah tth mandi, sarapan, baru berangkat. " kesal ku, karna itu berarti aku harus menunda keinginan ku untuk belajar motor hari ini.


" Teh boleh ikut " pinta nya.


" Ribet! " Datar ku.


Adik keduaku kini sudah pandai memasak, juga mengurus rumah, dia kadang menggantikan ku memasak kala aku tengah merasa capek atau sedang tak ada di rumah. pintarnya dia bisa di andalkan.


Aku berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri, karna ku lihat tadi jam di dinding menunjukan pukul 8.


Sebenarnya aku malas untuk sarapan tapi karna aku akan bepergian cukup jauh, jadi aku memaksakan diri untuk sarapan.

__ADS_1


Di tengah sarapan adikku datang lagi,


" Teh hp tadi bunyi, tapi nggak pitri angkat " dia memberi tahu ku.


" He'mh " singkat ku.


Seperti nya adikku cukup kesal dengan jawaban ku, dan dia pun berlalu meninggalkan ku.


Selesai sarapan aku ke kamar untuk bersiap,


Aku memakai kaos oblong putih yang lumayan longgar, kalau orang bilang si kaos kegedean tapi aku nyaman karna tak pemperlihatkan lekuk tubuh ku, celana jins hitam, sepatu putih, rambut ku kuncir kebelakang menyerupai ekor kuda, tak lupa jam tangan ke sayangan ku, dan topi tentunya.


Ku pandang diriku di cermin, sedikit pucat ku berikan polesan pelembab bibir berwarna pink muda, dan memakai sedikit bedak tabur bayi karna sesungguh nya aku tak terlalu suka berdandan.


Dirasa sudah sempurna, menurut ku, akupun memanggil adik ku.


" Pit, dimana? " suaraku memanggilnya dan diapun segera menghampiri ku.


" Yupz di sini, ada-apa? " tanyanya saat sudah di depan ku.


" Tth pergi dulu tetap di rumah jaga si bungsu, dan si jaya " pinta ku.


" Ok " jawab nya.


" Tth hati-hati, jangan malem ya pulangnya " lanjutnya dan aku tak menanggapi lagi.


Aku di antar kakak ku sampai ke jalan raya, sampai aku menaiki bus kakak ku tetap menungguku.


Sebenarnya tth ku menyuruh kakak ku yang mengambil uang bulanan untuk kebutuhan kedua ponakan ku, tapi dia tak mau, dan akhirnya malah menyuruh ku. ini bukan kali pertama aku pergi mengambil uang bulanan keponakan ku, tapi sudah yang ke sekian kalinya.


Tak lama bus pun datang dan aku berpamitan pada kakak ku.

__ADS_1


" Hati-hati, tetap waspada kalau menaiki angkutan umum " dia mengingatkan ku, aku hanya mengangguk dan menaiki bus.


__ADS_2