
Ripa'i ikut duduk di samping ku menatapku lekat, sebenarnya aku tak tega melihat keadaannya saat ini, terlihat jelas dia begitu kelelahan.
Tak mendapat respon dariku ripa'i meraih tangan ku dan mengecupnya, ada rasa perih di hati kala dia melakukan itu.
" Maaf " ucapnya dengan wajah memelas
" Sudahlah, sebentar lagi waktu subuh tiba, sebaiknya kau bersiaplah " ucapku, bukan tak menanggapi ucapan ripa'i namun aku ingin dia segera beristirahat, namun tanggapannya lain.
" Kau sungguh marah pada ku? Aku mohon jangan seperti ini, aku tam ingin kau marah padaku " bujuknya, merasa serba salah akupun berinisiatif menciumnya agar dia tak khawatir lagi
" Cukup, aku tidak marah hanya sedikit kesal, namun sekarang sudah tidak lagi, jadi apa kau mau bersiap sekarang " ucapku lembut karena tak ingin berbicara kembali.
Ripa'i melekuk ku setelahnya pergi kekamar mandi, sementara aku menyiapkan peralatan solat untuknya, aku meminjam sarung pada bapak kebetulan ibu sudah bangun jadi aku meminjam sarung bapak lewat ibu.
Saat aku kembali kekamar ripa'i sudah ada disana
" Ini aku pinjamkan sarung bapak, maaf aku belum menyiapkan keperluan mu " ucapku dan dia hanya tersenyum
" Aku mau membersihkan badanku dulu, apa kau mau menunggu ku untuk mengimami ku " ucapku pelan khawatir kalau ripa'i merasa canggung
" Tentu, bukankah sudah seharusnya begitu ' ucapnya, aku lupa kalau dia pernah mengimami ku saat kami menumpang solat di rumah ibu itu.
Aku tersenyum dan berlalu ke kamar mandi guna membersihkan tubuhku.
Selesai itu, aku dan ripa'i melaksanakan solat subuh bersama dengan dia yang menjadi imam ku, dan begitulah malam pertama yang kami lalui, aku yakin sebenarnya dia ingin menyentuhku namun karena dia laki-laki yang menghargai setiap keputusanku jadi dia hanya bisa melakukan itu saja tak lebih.
Pagi harinya, aku membantu ibu membereskan pekerjaan yang belum beres tadi malam, masih banyak yang berantakan belum lagi banyaknya peralatan dapur yang kotor. sedang ripa'i, aku Menyuruhnya untuk tidur selepas kami melaksanakan solat subuh.
Oh ia, tak lupa bang herdi juga ternyata menginap, dia tidur di tempat kakak ku bersama mas Rendi yang artinya te nur juga masih disini.
Senang rasanya ketika melihat keluarga berkumpul, melihat saat ini seolah masa yang lalu tak pernah ada, hanya ada rasa bahagia ketika memikirkan masa yang sekarang.
" Bu biar Jani aja, ibu istirahat ya, ibu pasti lelah bukan " ucapku pada ibu, namun ibu tak mu mendengar ku, tangannya terus saja mengerjakan apa yang mau dia kerjakan.
Pukul sembilan pagi, satu persatu para penghuni rumah mulai terlihat. Mungkin karena lelah makanya mereka baru bangun.
" Ka ripa'i belum bangun? " Tanya pitri sembari duduk di kursi yang ada di dapur
" Belum, dia tak tidur semalaman " jawabku asal namun mendapat tawa kecil dari pitri
" Kenapa? " Tanyaku
" Apa tth sama ka ripa'i bergadang semalaman " ucapnya asal
" Tidak, tth tidur dan bangun saat menjelang subuh " jawabku
__ADS_1
" Lalu siapa yang menemani ka ripa'i bergadang " anak ini apa dia tak mau diam saja
" Sudah jangan menggoda tth mu terus, sana mandi lalu panggil yang lain kita makan bareng-bareng, sudah lama nur tth kalian tak ikut makan bersama kita, mumpung dia ada kita makan barengan " ibu menengahi kami dan pitri menurut
" Apa kamu tak mau membangunkan suamimu? " Tanya ibu, entahlah ripa'i baru saja tertidur saat subuh tadi, rasanya tak tega membangunkannya, namun tak enak juga pada yang lain
" Nanti Jani bangunkan saat masakannya sudah siap semua " jawabku
" Sudah sana, urusi suamimu biar ibu yang lanjutkan " titah ibu padaku
Aku menurut berjalan ke kamarku, ku buka pintu pelan takut membangunkan ripa'i. Saat sudah didekatnya dan melihat tidurnya yang nyenyak aku merasa tak tega untuk membangunkannya.
Aku pun milih ikut berbaring disebelahnya dan menutup mataku, kemudian tertidur.
***
Aku terbangun saat kurasakan ada tangan yang mengelus pipiku lembut, aku membuka mata, ku dapati ripa'i yang tengah tersenyum menatapku.
" Sudah bangun " ucapnya
" Eemmm " jawabku
" Bagaimana tidurmu? " Tanyaku padanya.
" Lumayan " jawabnya
" Teh, apa tth sudah bangun " suara yang kudengar di balik pintu yang ku pastikan itu Indri
Aku melirik jam didinding ternyata sudah pukul 12 siang, dan aku baru ingat kalau aku kekamar untuk membangunkan ripa'i namun aku malah ikut tertidur kembali
" Ya tth sudah bangun " jawabku sedikit kesal entah pada siapa dan kesal untuk apa, ripa'i tersenyum padaku
" Ok, kami tunggu di luar, jangan lama-lama soalnya kami akan kembali sekarang " ucapnya kembali masih di balik pintu, jika saja tak ada ripa'i anak itu sudah masuk dan membangunkan ku dengan caranya yang jahil
" Eemmm " singkat ku menjawab
" Aku keluar duluan, jika masih ingin istirahat maka disini saja " ucapku pada ripa'i
" Tidak, aku ikut bersamamu " ucapnya
Saat ini ripa'i hanya mengenakan celana yang semalam dia kenakan, dan baju pun hanya mengenakan kemeja putih bekas semalam
" Aku banyak kaos yang lumayan besar, mau ganti " tawar ku padanya, namun di menolak
" Tidak perlu, aku akan pulang dulu bersama bang herdi kerumahnya yang ada di Tanggerang nanti aku akan berganti pakaian disana, apa kamu mau ikut " ajaknya
__ADS_1
" Tidak, aku disini saja jujur aku masih merasa lelah " jawabku
" Baiklah, ayo takut yang lain sudah menunggu lama " ajak ripa'i, aku menurut, berjalan di belakang ripa'i namun kemudian dia malah menarik ku agar aku berjalan disampingnya
Semua tersenyum saat kami datang, kemudian ibu bersuara
" Apa tidur mu nyenyak nak? " Tanyanya, ku yakin itu pada ripa'i
Ripa'i tersenyum kemudian menjawab
" Sangat baik " kemudian melirik ku
" Jani, sebaiknya kau siapkan makan dulu untuk suamimu " ucap ibu padaku, aku hendak berdiri untuk menuruti keinginan ibu namun, suara pitri menghentikan aku
" Nanti saja, kapan kami akan berangkatnya, bagi pengantin baru mungkin jam segini masih pagi, tapi bagi ku ini sudah hampir petang " ucapnya dingin mungkin karena dia menunggu kami lama sedari pagi, dan pada saat aku di minta membangunkan ripa'i, aku malah ikut tertidur
Ripa'i tertawa kecil menanggapi ucapan pitri
" Kalau kau mau pergi, kenapa harus menunggu kami " ketus ku karena tak suka pada ucapan pitri
" Oh, tau gitu aku berangkat " ucapnya lagi namun pelan
Ripa'i menarik tangan ku, tanda kalu dia tak suka aku berbicara begitu pada pitri yang sedang kesal
" Sudah, apa kalian selalu seperti ini saat disana " ibu menengahi kami
" Maaf, bukan maksud pitri begitu, hanya saja , ini sudah terlalu siang dan harunya pitri sudah ada di kampus sekarang " ucapnya seraya menunduk
Mendengar perkataannya aku merasa bersalah, seandainya aku tak tertidur kembali mungkin yang dikatakan pitri benar, mungkin saat ini dia sedang di kampus
" Maaf, tth terlalu lelah karena kemaren jadi tth tertidur kembali " ucapku
" Biar tth antar kalian " ucapku setelahnya berdiri hendak berganti pakaian karena ingin mengantar mereka
" Nggak perlu, biar nanti pitri berangkat sore aja, nanti pitri minta Julian untuk menjemput kami " ucapnya, sadarkah dia kalau itu membuatku merasa semakin bersalah
" Tidak usah, nanti biar kita bareng aja, sekalian aku juga mau mengantar tth mu " ucap ripa'i menengahi kami
Aku meliriknya, bukan apa, dua bilang dia akan pulang ke rumah yang ada di Tanggerang kan bukan bukan kerumah yang ada di pusat kota Jakarta
" Tapi... " belum selesai aku berucap ripa'i menghentikan ku
" Sekalian ada beberapa pekerjaan yang harus aku urus disana, dan mungkin kita akan menginap disana " ucapnya
Permasalahan selesai, ibu sudah pergi setelah tadi menengahi kami, kini hanya tinggal kami yaitu, pitri, Indri, rindi, Caca yang baru datang aku dan ripa'i, kami saling asik mengobrol hingga ripa'i berbisik padaku, dia bilang dia sudah lapar bisakah aku mengambilkan makan untuknya, mendengarnya mengucapkan itu aku tersenyum.
__ADS_1
#🙏 belum bisa crazy up soalnya lagi drop badannya, juga lagi proses judul lain, jadi sehari satu aja ya😊.
terimakasih buat yang udah mampir dan jangan lupa tinggalin jejak ya✌️