Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 37


__ADS_3

Setelah pulang dari taman, aku dan yanah ketempat KA nay terlebih dahulu, setelahnya kami pulang bersama


Sungguh menyenangkan mempunyai teman baru, apalagi bila teman itu bisa menjadi tempat kita berbagi keluh kesah,


Percayalah bila kita mempunyai kebaikan hati, meski tak selalu di perlihatkan, namun kebaikan itu akan tetap terpancar keluar, bagai mana bisa, tentu bisa


Orang yang mempunyai hati yang baik pula yang dapat melihat itu, sedang orang yang selalu membenci atau dengki, jangankan untuk melihat kebaikan kita, kebaikannya saja ia tak sadari,


********


Empat bulan sudah kami menjalani hari-hari bersama dalam satu kontrakan, rasanya sudah seperti sodara sendiri, tak selalu mulus hari-hari kami,


Yanah, dia gadis yang selalu menganggap semua masalah serius, hingga hari-hari nya selalu berakhir dengan cemberut atau penyesalan, akhir-akhir ini ia sering meminta izin untuk keluar rumah saat sudah pulang kerja, kata nya ia ada janji dengan seseorang, tunggu,! Siapa,? Bukan nya dia selalu mengajak ku bila ingin keluar rumah, ah mungkin ia sudah punya orang spesial lagian ia selalu pulang tepat waktu


Ka nay, gadis anggun ini, ia sedang bingung,bimbang dengan hati nya, bagai mana tida ia di sukai bahkan pernah jadi tawanan seorang laki-laki yang tajir dia bilang bos nya, masih muda usianya juga tak jauh berbeda dengan nya, namun yang menjadi masalah kak nay, laki-laki itu tak sederajat dengan nya, bila sudah berbicara derajat aku bisa apa, aku hanya gadis kecil yang tak tau apa-apa tentang masalah itu, dan yang ku bisa lakukan hanya membantu laki-laki itu untuk bisa bertemu KA nay ketika ia ingin menemui nya, karna KA nay sungguh menutup diri pada laki-laki ini, kasihan.


Sedang aku, aku ya masih seperti ini, bukan tak ada beban dalam hati ku bahkan dalam pikiran ku, namun aku selalu membawa semuanya santai agar tak terlalu kalut dan membuat ku setres


#Dena nanti malam bisa bantu saya # pak bos


# lagi # balas ku


# ayolah, cuma kamu yang bisa bujuk nayira # bos ku


# tak bisakah sendiri # balas ku


# pokonya saya tunggu di taman, nanti saya traktir makan, namun di meja terpisah ok!!# bos ku


Tak ku balas lagi, percuma walau menolak pun tak guna


Jam istirahat selesai, namun aku belum boleh keluar ntah ada apa mbak Rena memanggilku keruangan nya


" Vi, duluan aja ya sama ka Arif aku ada perlu bentar " pamit ku pada yanah, tak mau yanah menunggu


" Beneran, nitip nggak " yanah ingin memastikan


" He'mh, ka Arif titip sodara Dena yah, jagain " canda ku, padahal aku tau ka Arif terobsesi pada ku


" Pasti, akan aku jagain buat kamu " jawab nya


Tak menjawab lagi aku langsung saja berlalu menuju ruangan mbak Rena


Tok.


Tok.


Tik.


Aku mengetuk ruangan mbak Rena, terdengar suara di dalam sana mempersilahkan ku masuk


" Mbak memanggil saya " tanya ku sopan


" He'mh, duduk Dena " ramah nya, ya mba rena kini sudah bisa bersikap ramah pada ku ntah apa dorongan ia bisa bersikap ramah


" Kamu bentar lagi kan selesai magang, atasan menanyakan apa mau memperpanjang kontrak, tak apa kamu masih sekolah cukup kamu hanya perlu datang kesini setelah selesai sekolah " jelas nya ramah, dengan penuh wibawa, sungguh aku kagum dengan wanita cantik nan pintar ini

__ADS_1


" Makasih sebelumnya atas tawaran perusahaan ini, tapi jarak antar sekolah ke sini sangat jauh, bila tidak mana mungkin saya mengontrak disini " jelas ku juga


" Baiklah saya dan perusahaan tak bisa memaksa bila kamu tak mau " sopan nya lagi


" Apa sudah selesai, bila audah saya permisi " ucap ku karna ku rasa sudah jelas juga jawaban ku


" Sudah, silahkan " jawab nya ramah


Akupun berniat keluar ruangan mba rena, namun kembali terduduk kala tangan ku mendapat tarikan dari kursi sebelah, aku menoleh dan sedikit heran kenapa dia tersenyum dan menoleh ke arah mba rena seolah mengisyaratkan ku untuk berbicara sesuatu


" Katakan " datar ku, ku tau ia tak berniat jahat pada ku atu mba rena,


" Sudah, saya tak ingin mengatakan apapun " jawab mbak Rena, aku menoleh kearah nya dan tersenyum


Tanpa basa-basi aku langsung bertanya pada mbak Rena


" Apa mbak pernah kehilangan seseorang yang berarti " tanya ku langsung, ku lihat wajah sosok itu terlihat muram


" Apa maksud mu " seketika wajah Mbak Rena berubah datar


" Jangan salah paham, selama ini mbak Rena selalu di ikuti oleh sosok laki-laki mapan dan tampan, ntah apa masalah nya, selama saya disini ia selalu mendatangi saya meminta tolong untuk berbicara pada mbak ntah apa " jelas ku, tak ingin mbak Rena ketus kembali pada ku


" Jangan nagarang kamu, keluar dari ruangan saya " pinta nya tegas, ku yakin ada yang terusik dari sisinya ku amati sekilas dan aku hanya bisa tersenyum, ternyata wanita yang kulihat selalu kuat ini sangatlah rapuh


" Baiklah saya permisi, dan maaf " lagi-lagi tangan ku ditarik dan kali ini mbak Rena melihat nya,


Mbak Rena kaget karna ada yang menarik ku namun tak terlihat


" Apa lagi, mbak Rena tak mengenal mu " datar ku pada sosok itu, ia tertunduk dan mungkin kalau manusia ia akan menangis, CK, membuat ku jadi tak tega


" Begini saja, mbak kenakan saja apa yang ia beri meski berat, meski sakit yakin lah dia bisa melihat nya, perjuangan nya untuk memberikan itu pada mba sangat lah sulit hingga nyawanya yang menjadi taruhan nya, dia bukan mati pada umum nya namun dibunuh seseorang yang mungkin mbak kenali, dan ia tak mau mbak bersama dengan nya " jelas ku langsung, ya aku tau semua itu karna sosok ini yang bercerita dan saat itu juga aku tak berpura-pura tak melihat nya


Seketika air mata mbak Rena keluar kala ucapan ku selesai,


" Jangan menangis, jangan membuat nya semakin terluka dengan tangisan mbak, ia hanya ingin mbak bahagia dengan orang yang benar-benar mencintai mbak " jelas ku lagi


Sosok itu memintaku memasangkan kalung yang selalu mbak Rena simpan di laci nya, karna kalau ia menyimpannya di tas ia takut akan ada yang tau


Aku berjalan ke arah mbak Rena, membuka laci nya atas izin sosok itu dan mengalungkan kalung itu di leher mbak Rena


Seketika sosok itu tersenyum, ku yakin ia ingin memeluk mbak Rena yang tak henti menangis, hadehh jam makan siang ku akan segera berakhir kayak nya puasa deh gue


" Makasih " ucap mbak Rena jala aku memeluk nya mewakili sosok itu, kalimat nya begitu lirih


" Ya sudah saya permisi " akupun menuju pintu untuk keluar namun lagi-lagi terhenti, kali ini mbak Rena yang menghentikan ku


" Kamu sudah makan siang ?" Tanya mbak Rena langsung


" Ya, ini saya mau keluar mengambil makan siang yang saya pesan pada yanah " ucap ku, aissh aku kelepasan, tak apa toh ini di lingkungan kantor


" Yanah, oh ia maksudnya teman magang mu yang sering kau panggil Vivi itu " mbak Rena memastikan, aku hanya mengangguk mengiyakan


" Makan sing dengan saya, temani saya sebentar " lanjutnya, memintaku menemani nya,


Karna ku tau perasaan hatinya sedang sendu jadi tak ada salah nya

__ADS_1


Akhirnya aku makan siang juga, ya walaupun dengan orang yang lagi melow tapi tak apa yang penting nggak puasa


Kami makan di cafe Deket kantor, ya kata mbak Rena karna waktu nya juga sudah mepet jadi hanya bisa makan di cafe


Aku melihat KA nay, wajah nya selalu tersenyum ramah sungguh meneduhkan, dan mbak Rena memanggil KA nay


Dulu waktu pertama aku memanggil mbak Rena juga dengan sebutan ka Rena, namun karna mbak Rena marah-marah dia bilang dia bukan kakak ku jadi jangan panggil dia kakak tapi mbak, biar sama seperti yang lain,


Ka nay datang


" Mau persen apa " ramah KA nay dengan senyum nya yang tak pernah surut menurut orang melihat


" Dena kamu mau persen apa " tanya mbak Rena


" Samakan saja dengan mbak, kalau minum nya KA nay lebih tau " jawab ku


" Kakak, kalian bersodara " tanya mbak Rena


" Bukan, " jawab ka nay


" Jadi mau pesan apa " lanjutnya lagi


Ka nay mencatat semua yang di pesan mbak Rena, dan kami pun di minta menunggu sebentar


" Dena mana Vivi, dia tak bersamamu " ya mungkin karna KA nay tau aku selalu bersama yanah


" Dia sudah makan lebih dulu dengan teman-teman yang lain, karna aku ada urusan sebentar jadi aku meminta Vivi meninggalkan ku " jelas ku


" Kamu ini, selalu saja mementingkan yang lain, ya sudah selamat makan " kata KA nay seraya berlalu pergi


Dan ritual makan pun di mulai, sampai kami berhenti makan tak ada pembicaraan, ntah kenapa mendadak mbak Rena jadi pendiam mungkin masih sok dengan keterangan yang ku berikan


Sampai makan siang berakhir, dan kami kembali ke kantor tak ada pembicaraan namun saat kami akan berpisah ke tempat masing-masing barulah mbak Rena bersuara


" Dena, apa malam ini kamu ada acara " tanya mbak Rena lemah, aku memasang muka bingung, ada apa dengannya


" He'mh " singkat ku seraya menganggukkan kepala


" Oh, bisakah aku menemui mu nanti malam, tak apa setelah acaramu selesai " lanjut nya lagi


Aku menarik napas dan membuangnya pelan, dapat ku pastikan masalah akan menghampiriku


" Baiklah, temui saya di restoran xxxx jam 8 nanti " jawab ku


" Saya harus kembali bekerja,takut atasan saya ngamuk permisi " lanjutku berpamitan padanya, saat ia menganggukkan kepala akupun segera berlalu ke tempat ku, pasalnya aku sudah telat setengah jam dari makan siang


Malam ini aku sedikit kecewa dengan KA nay, ya sepertinya dia sudah tau kalau aku akan mengajak nya pergi dulu sebelum kekontrakan


" Ka sudah izin " tanya ku basa basi


" Jangan sok-sokan polos deh dena " kesalnya, namuntetap menjawab candaan ku


" Maaf, mau bagai mana lagi dia mau mentraktir ku juga batu " asalku, namun mendapat tatapan tak sedap dari KA nay


" Oh, jadi kamu lebih mementingkan makanan Dena, ketimbang perasaan ku " kesal nya, sungguh sikap anggunnya tiba-tiba lenyap

__ADS_1


Aku tersenyum melihatnya, mungkin ka nay sudah capek di permainkan oleh keadaan namun ku pastikan bahwa pak bos ini serius pada KA nay


__ADS_2