Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 32


__ADS_3

"wa'allaikum sallam " suara ku


" Kenapa " suara di sebrang sana


" Apa nya ?" Suara ku


" Apa kamu akan terus seperti ini, tak pernah mau mempercayai perasaan ku " suara di sebrang sana


" Entah lakh, aku juga tak mengerti " suara ku


" Tapi jujur hati ku rindu " lanjut ku, agar ripa'i tak selalu merasa kecewa bila menelpon ku


" Benar kah, kamu tau Rinjani, kadang aku takut saat kamu menyadari perasaan ku namun hati ku telah bercabang, namun semoga itu tak terjadi." Suara di sebrang sana


" Akhirnya kamu mengatakan nya Pai " suara ku datar


" Bukan seperti itu, namun aku juga hanya manusia biasa, perasaan ku kadang hampa, bahkan sering kali merasa sesak kala menyadari kamu belum juga bisa membuka hati mu " suara di sebrang sana


" Menyerah lah, tak perlu bertahan lagi jika memang sudah tak mampu " suara ku


" Tidak akan pernah, karna itu yang kamu inginkan bukan " suara di sebrang sana


Sungguh aku memang egois, namun mau bagai mana lagi, aku juga sedikit takut jika sampai Pai menyerah


" Baiklah begini saja, kamu terserah mau mempertahankan ku namun aku juga tak melarang jika ada orang lain di samping mu, namun jika kembali tetap lah sendiri."


" Ripa'i jujur tadinya aku rindu menanti kamu menelpon ku, tapi sekarang aku ingin mengakhiri panggilan ini dah jaga diri mu " suara ku


Aku mengakhiri panggilan Pai tanpa salam, ntah mengapa dada ku sesak rasanya,


Jujur ku rasakan semua yang ripa'i rasakan tanpa terkecuali, namun untuk mengakuinya rasanya berat seakan ada sesuatu yang melarang ku,


Dan sampai sekarang anta masih berharap jika aku akan mau menerima perasaan nya walau ada ripa'i dia bilang tak apa


Mengenai Samsu, sungguh aku akan kehilangan akal karna nya, bagai mana tida dia masih saja seperti itu dengan tingkah nya sungguh menganggu ku


Aku selalu mencoba bersantai dengan semua nya mencoba bersahabat dengan semua keadaan agar tak terlalu mementingkan masa remaja yang hanya bersemu belaka, aku ingin masa remajaku penuh dengan sesuatu yang berkesan agar tak menyesal kemudian,


Aku juga ingin perjalanan kisah ku selalu mendapat prestasi dan mengikuti kemajuan dunia agar tak tertinggal seperti remaja lainya di desa ku.


*****************


Hari ini kami keluar dari sekolah untuk memulai PKL, pihak sekolah merekomendasikan beberapa perusahaan yang memiliki kerjasama dengan sekolah, banyak yang mengambil kesempatan itu, karna dengan mengambil surat rekomendasi kami tak perlu susah payah mencari perusahaan yang mau menerima pegawai magang


Namun tidak dengan beberapa murid yang lebih memilih mencari sendiri salah satu nya aku, tak ku sangka yanah juga sama seperti ku bahkan ia ingin ikut dengan ku mencari tempat PKL.


Hari ini aku dan yanah mendatangi perusahaan mas Rendi sesuai dengan jadwal yang sudah ku janjikan padanya, aku diminta menemui pihak HRD untuk informasi lebih jelas nya,


Aku dan yanah pun mencari ruangan HRD yang sudah resepsionis arah kan pada kami,


" Say yakin mau PKL di sini " tanya yanah pelan


Aku menoleh ke arah nya seraya tersenyum


" Kamu yakin kita bakal di terima di sini " tanya nya lagi,


Aku menghentikan langkah ku, melihat ke arah yanah " kalau kamu nggak yakin, dan kamu nggak mau, kamu bisa ko nyari tempat lain " datar ku dan melanjutkan langkah ku


Yanah tak berbicara lagi ia hanya diam seraya merengut,


Sesampai nya kami di depan ruang HRD


Tok


Tok


Aku mengetuk pintu terlebih dahulu


" Masuk " suara di dalam sana


" Permisi " saat aku membuka pintu


" Masuk, ada yang bisa saya bantu " ramah wanita dewasa yang sedang duduk di kursinya seraya tersenyum ramah


Aku tersenyum


" Silahkan duduk, ada perlu apa " tanya nya


" Begini Bu, saya dan teman saya mau mengajukan lamaran magang di perusahaan ini " jelas ku

__ADS_1


" Oh, bisa saya lihat berkas nya " pinta nya


Aku dan yanah memberikan berkas yang sudah kami siapkan


Wanita itu memeriksanya dengan teliti sesekali menganggukkan kepala entah apa yang ia pikirkan di kepala nya


" Kamu Dena Rinjani ?" Tanya nya kearah ku,


" Iya " singkat ku


" Sepertinya prestasi mu bagus di sekolah, karna nilai-nilai mu tak ada yang mengecewakan " ucap nya


Aku tak menjawab, toh dia sendiri sudah punya penilaian dengan melihat semua berkas yang ada di hadapan nya


" Baiklah saya akan bawa berkas ini dulu pada pemilik perusahaan, setelah itu baru saya akan hubungi kalian lagi " jelas nya


" Satu lagi, jangan lupa untuk tetap mengaktifkan nomor ponsel yang bisa kami hubungi " lanjut nya


" Baik, terima kasih kami permisi " pamit ku dan dianggukki yanah juga


" Silahkan " ijin nya


Aku dan yanah pun keluar dari ruangan dan perusahaan itu,


" Ku pikir pihak HRD nya akan nyeremin tau nya ramah juga " celetuk yanah, saat kami sudah di dalam angkot


" Mau langsung pulang " tanya yanah saat aku hanya diam saja


" Mau nyari warung makan dulu ini udah siang lapar " jawab ku santai


" Aku juga ikut ya " seloroh nya


" Ayo aja, tapi bayar sendiri ya, dan kalau bisa bayarin " canda ku


" Kamu tu " ketus yanah, namun setelah nya kami saling tersenyum


Yanah menghentikan angkot saat melihat warung makan di pinggir jalan


Kami turun


" Kita makan di sana yuk " ajak nya


" Permisi " suara yanah, saat kami sudah sampai di tempat makan


" Ya neng mau makan ,?" Tanya si pemilik warung ramah


" Iya Bu, dua ya " pinta nya


" Mau pake apa neng lauk nya " tanya nya lagi


Yanah menoleh ke arah ku


" Say kamu lauk nya apa " tanya yanah pada ku


" Terserah samain aja sama punya Lo " jawab ku


" Buk pake ayam bakar aja jangan lupa lalapan nya sama tahu deh boleh " cerocos yanah


" Yuk duduk " ajak nya


Aku hanya mengikuti nya sambil menunggu makanan datang aku mengeluarkan hp ku ingin melihat notifikasi yang sedari tadi datang ke hp ku,sedang yanah dia sudah dari tadi bermain dengan hp nya


Grup Ponda


# kemarin gue ulang tahun, tapi satu pun tak ada yang ucapin selamat # pupu,


Aku tersenyum, aku ingat dan sudah mengirim hadiah nya lewat jasa pengiriman karna pupu sedang jauh


# selamat ulang tahun # balas ku


# kamu ke mana aja, ngilang tanpa kabar " # pupu


# ada, hanya saja sekolah lagi sibuk-sibuknya maaf " balas ku


# Oya, bukan sibuk pacaran kan # cacah


# tau ni # Asiah


# issh kalian yang ulang tahun siapa yang di hebohin siapa # pupu

__ADS_1


Makanan yang yanah pesan sudah datang, aku pun berhenti dari kegiatan berbalas pesan ku


Kami pun makan dengan tenang, sesekali yanah melontarkan candaan namun hanya ku balas dengan senyuman saja


Selesai makan aku dan yanah tak langsung keluar dari warung makan itu, kami berleha-leha sebentar


" Balik yuk " ajak ku seraya melihat kearah yanah yang terus asik dengan hp nya


" Yuk " jawab nya singkat


Baru satu langkah kami dari pintu, langkah ku terhenti dan terhuyung kebelakang kala seorang laki-laki dewasa menabrak pundak ku, dia melihat ku


"apa lihat-lihat nyari mati, " aku menyerengitkan dahi ' maksud nya '


Saat laki-laki dewasa itu tengah menggertak ku laki-laki yang masih terlihat muda mungkin seumuran kakak ku masuk lebih dulu


Aku tak mempedulikan karna menurut ku itu juga sepele, namun langkah ku terhenti lagi saat mendengar teriakan dari dalam seperti nya pemilik warung makan yang berteriak


" Tidak pak jangan di ambil, itu penglaris saya, dari tadi warung saya sepi, tolong pak bapak boleh makan disini tak usah bayar tapi jangan ambil uang itu " begitulah suara yang ku dengar lagi


" Gue nggak lapar, gue butuh duit minggir " suara laki-laki dewasa itu


Aku terus berdiam diri sampe aku hilang kesabaran dan rasa kesal ku sudah melebihi rasa sabar ku


Saat aku masuk aku melihat laki-laki dewasa itu menampar ibu pemilik warung sedang yang satu nya terus saja asik dengan makanan nya


" Hentikan " pintaku dengan nada kesal


Laki-laki dewasa itu menoleh kearah ku


" Jangan ikut campur " tegas nya


Aku tak mempedulikan nya, ku bantu ibu itu berdiri


" Ibu tidak apa-apa " tanya ku seraya tersenyum


Melihat ibu itu mungkin seumuran dengan ibu ku, nasib mereka sama harus bekerja keras agar tetap bisa makan


" Tidak neng " jawab nya sayu


" Tidak bagai mana, wajah ibu merah gitu pasti sakit " celetuk yanah dengan muka ngeri


" Saya tidak apa-apa, tapi uang belanja saya besok di ambil semua " ujar nya air mata nya menetes, seketika hatiku memanas melihat air mata yang menetes


Aku melihat ke arah dua laki-laki tadi namun sudah tak ku dapati, aku mengejar nya keluar ku lihat laki-laki itu sudah lumayan jauh, aku melangkahkan kaki ku dengan cepat, karna dia laki-laki itu berjalan dengan santai tak butuh waktu lama untuk ku mengejar nya


" Tunggu " ucap ku kesal


Keduanya berbalik melihat ku


" Ada apa cantik, sepertinya kau mau berkenalan dengan kami " ucap laki-laki dewasa itu namun pakaian nya ala ABG


" Ya sepertinya begitu " aku terus memperhatikan mereka segala gelagatnya tak luput dari pandangan ku, ku lihat ada pisau juga yang di bawa laki-laki dewasa itu naun yang satu nya polos ia tak membawa apa-apa, namun sikap nya sangat santai membuat ku sedikit bingung, dugaan ku mungkin mungkin dia pandai ilmu bela diri


Laki-laki dewasa itu mengulurkan tangan nya semana seseorang ingin berjabat tangan, aku menerima uluran tangan nya seraya tersenyum


Dan sek,,


Aku memelintir tangan nya ke belakang, ' sangat ringan ' pikir ku


" Kurang ajar jangan main-main dengan ku gadis kecil " gertak nya seraya memberontak


" CK " kesal ku


" Tadinya Aku juga tak ingin main-main dengan kalian, tapi kalian sudah membuat ku ingin sedikit bermain-main dengan kalian " lanjut ku


Laki-laki yang satu nya masih dengan mode tenang nya bahkan sesekali dia tersenyum miring mengerikan


" Apa mau mu aaaaaggrrhhhhh " jeritnya karna aku memperkuat pelintiran di tangan nya


" Balikin uang ibu tadi " datar ku


" Tida ada " kesal nya


Aku melepas tangan nya seraya mendorong nya


" Bukan kah tadi kalian yang mengambil nya " kesal ku


" Banyak omong " laki-laki dewasa itu menyerang ku tanpa aba-aba, mau bagai mana lagi akupun meladeni nya

__ADS_1


__ADS_2