
Pandangan ku terus terfokus pada 3 remaja seusia adik ku, ku perhatikan seperti nya ini kali pertama mereka berpergian jauh karna aku juga tadi sempat mendengar mereka bertanya tentang stasiun yang akan mereka tuju
Aku tak menghiraukan mereka aku kembali fokus pada layar hp ku barang kali Pai akan memberi ku kabar
Karna lama tak ada kabar aku berpikir untuk mengabarinya lebih dulu
# hai apa kabar # pesan terkirim pada brengsek Pai
Ya nama Pai di kontak ku seperti itu karna pada saat ia meminta nomer ku secara paksa dan aku kesal maka ku namai saja begitu
Lama aku menunggu tak ada balasan hingga kereta datang dan berangkat masih tak ada balasan kalau hari biasa tak ada balasan di jam segini mungkin aku akan memastikan kalau dia sedang sibuk namun ini hari Minggu apa mungkin dia belum bangun
Notifikasi di hp ku berbunyi tanda pesan masuk ku pikir dari ripa'i namun ternyata salah itu bukan dari dia
Ku buka pesan itu
# lagi dimana ko nggak kumpul # sahabat ku ojah
Ya aku lupa mengabari mereka kalau aku ada perlu hari ini
# di kreta # singkat ku
# mau kabur kemana # balas nya lagi
# sembarangan, mau ngambil duit di bokap #
# oh, terus nggak jadi kumpul #
# kumpul aja kan cuma aku ini yang nggak ada santay aja # tak mau mereka kecewa
# ya sudah hati hati #
# he'mh, maaf ya nggak bisa kumpul #
Tak ada lagi balasan pesan dan aku pun kembali bersantai sembari mendengarkan lagu lewat genset yang ku pasang
Selang beberapa jam
" Teh itu mah orang yang tadi tth lihatin bukan " tanya pitri saat kami sudah mau keluar dari kereta
Aku menoleh ke arah yang di tunjuk adik ku, ya aku mendapati tiga remaja tadi masih duduk dengan santai nya sedang stasiun sudah habis tanda nya kereta akan berhenti di sini
Tadi nya aku mau acuh namun saat kaki ku akan melangkah samar samar aku mendengar sekelompok remaja yang sepertinya seusiaku sedang berbicara pada mereka sepertinya segerombolan remaja itu anak jalanan
Ku lihat wajah tiga remaja itu menunjukan raut ketakutan sudah ku duga pasti ini kali pertama mereka berpergian
" Permisi " sopan ku
Mereka menoleh tak terkecuali tiga gadis itu
" Ada neng ada yang bisa Abang bantu " genit nya ingin rasanya ku tonjok muka itu
" Mereka mau turun knapa kalian menghalangi " ucapku
" Benarkah mereka bilang tadi bukan turun di stasiun ini " ejek remaja laki laki itu
" Ini stasiun terakhir kalian mau turun di mana kalau bukan di sini " kesal ku pada 3 gadis itu
" Mereka akan turun bersama kami bukan begitu " kata remaja laki laki itu seraya tersenyum pada 3 gadis itu
" Baik lakh terserah " acuh ku
" Tunggu " kata seorang remaja laki laki menghentikan ku kemudian menyambung kalimat nya lagi kala mendapati aku berhenti
" Kalian juga bisa ikut dengan kami kita senang senang ku lihat kau seumuran dengan kami " mereka tertawa namun tak ku hiraukan namun mereka tetap berulah mereka memegang bahu adik ku dia ku lihat wajah adik ku meringis ku tengok kebelakang ternyata ia sedang di di pegang kuat bahu nya
Aku geram ku tarik tangan remaja brengsek itu menurut ku ku hempaskan tangan nya kasar setelah itu
" Jangan membuat ku kesal " peringat ku
" Kalian ayo turun dengan ku kalau mau selamat " lanjutku seraya memandang ke arah 3 gadis tadi mereka menurut dan hendak turun dengan ku namun lagi lagi langkah kaki ku terhenti karna remaja tadi menghadang ku lagi
Dan mau tak mau perkelahian pun tak terhindar hanya beberapa pukulan saja ku layangkan mereka sudah tersungkur dan meringis
" Sudah ku duga hanya anak berandalan yang hanya berani menggertak " ejek ku
Aku meninggalkan mereka dan kami pun melangkah ketempat yang lebih ramai
Ku pandang mereka satu satu dengan tatapan kesal mereka menunduk
" Siapa yang bertanggung jawab atas kalian " tanya ku kesal
__ADS_1
Mereka hanya diam dan terus menunduk
" Kalian mau kemana " tanya adik ku pitri ramah, karna Adik ku yang bertanya akhir nya mereka menjawab
" Kami mau ke alamat ini " aku merebut kertas yang mereka tunjukan ku lihat alamat itu ternyata satu arah dengan ku
" Siapa yang menyuruh kalian datang kesini " tanya ku dengan wajah datar mode kesal ku sudah hilang
" Kakak ku yang nyuruh " jawab salah satu gadis itu
" Kalian pertama kali berpergian " tanya ku lagi memastikan dugaan ku tak meleset
Mereka hanya mengangguk
Sungguh aku sangat kesal pada orang yang mereka sebut kakak bagai mana tida mereka di biarkan pergi sendiri ke kota hanya bermodalkan alamat
" Alamat yang kalian tuju tak jauh dari alamat yang saya tuju, hubungi kakak mu bilang suruh jemput kalian di pusat perbelanjaan yang ada di jalan xxxx " pinta ku pada mereka dan aku pun membawa mereka bersama ku
Setelah cukup lama kami di dalam angkot akhirnya kami datang di tempat yang ku sebut tadi, saat aku dan remaja yang tadi turun aku melihat salah satu gadis tadi tersenyum ku ikuti arah pandangan gadis itu tertuju pada dua orang dewasa ku pastikan mereka memang kakak salah satu gadis itu
" Dia kakak mu " tanya ku
" Iya teh dia kakak saya " jawab nya
Aku pun membawanya pada orang dewasa itu
" Anda kakak gadis ini " tanya ku datar
" Iya neng makasih sudah mau mengantar adik saya " jawab nya
" He'mh, tapi lain kali jangan biarkan adik anda bepergian sendiri " kesal ku dan hanya di angguk Ki pria dewasa itu tak ada kata lagi aku pun tak mau berlama lama akhir nya aku dan adikku melanjutkan perjalanan kami
Sebenar nya tujuan ku masih agak jauh namun tak apa apa tak masalah bagi ku tapi tidak bagi adi ku
" Teh capek " keluh nya aku menoleh dan tersenyum pada nya
" Siapa yang mau ikut " asal ku
" Mampir dulu yuk " pinta nya sembari menunjuk pusat perbelanjaan yang ada di sebrang jalan
" Punya duit " tanya ku
" Teh duduk yuk di sana " pinta nya mungkin dia merasa capek setelah berkeliling dan karna ini yang pertama baginya ia nampak senang walau kami tak membeli apa apa
Hp ku berbunyi tanda panggilan masuk
Kulihat dilayar tertera nama ' brengsek Pai ' memanggil aku pun menjawab panggilan itu
" Hai apa kabar " suara di sebrang sana saat aku telah menjawab panggilan
Sudah lama aku tak mendengar suara itu ada perasaan aneh saat aku mendengar suara itu entah perasaan apa
" Kabar baik " jawab ku
" Tadi kirim pesan ya, maaf nggak ku balas baru bangun soal nya "
" Baru bangun ko nelpon "
" Iya aku lihat pesan dari kamu dan langsung nelpon "
" Mmmhhhh "
" Ko mmhhh doang ku pikir kamu kangen makan nya ku telpon "
" Nggak biasa saja, hanya tiga bulan kamu tak ada kabar ku pikir kamu lupa "
" yang bener "
" Iya, kamu ko nggak ada kabar knapa "
" Sengaja " enteng nya
" Ko sengaja " kesal ku
" Biar kamu rindu dan kasih kabar duluan ke aku " jawaban ripa'i membuat ku tersenyum ya mungkin aku merasa kangen hanya aku gengsi mungkin
" Kamu lagi dimana " lanjutnya
" Lagi di Jakarta "
" Yang bener daerah mana " suaranya terdengar begitu antusias
__ADS_1
" Daerah xxx, ni sekarang aku lagi di pusat perbelanjaan nya " jelas ku
" Kamu nggak bohong kan aku kesitu sekarang "
" Emang kamu dimana "
" Ya aku juga ada di daerah itu kebetulan tempat nya nggak jauh "
" Aku berangkat sekarang ya " lanjut nya
Panggilan di akhiri oleh Pai secara sepihak
" Teh siapa " tanya pitri heran
" Temen sekolah katanya dia mau nyusul kesini " jelas ku
" Pasti cowo " kesal nya
" Nanti pitri jadi obat nyamuk dong " lanjut nya lagi
" Kalau nggak mau jadi obat nyamuk yuk tth anterin dulu ke tempat bapak " usul ku dan ternyata ia setuju
" Ayo dari pada pitri di sini " kami pun naik ojek agar cepat sampai beberapa menit kemudian kami pun sampai aku tak turun karna ku tau bapak juga pasti belum pulang hanya ada bibi di rumah
Bapak ku di sini kerja jadi kuli bangunan dia jarang pulang jadi aku yang selalu di suruh ibu buat ambil uang dari bapak kalau kakak ku yang ambil uang dari bapa hanya di berikan sebagian pada ibu sebagian lagi mungkin ia pake
Aku kembali ke pusat perbelanjaan tadi ku ambil ponsel yang tadi ku simpan dalam ransel ku ku lihat ada notifikasi pesan masuk beberapa menit lalu
# kamu di lantai berapa aku sudah sampai ni # brengsek Pai, begitulah isi pesan nya
Aku menghubungi nomor Pai tak lama panggilan di angkat
" Aku di lantai dasar " seloroh ku
" Aku juga sama sebelah mana kamu " tanya nya
" Pintu masuk " singkat ku dan lagi lagi Pai mematikan panggilan secara sepihak
Kurasakan ada yang menarik tangan ku aku berbalik kulihat wajah yang sudah 3 bulan lebih tak ku lihat ada rasa senang saat melihat wajah itu sekilas aku mengulas senyum ku yakin Pai juga bisa melihat nya
" Apa kabar " ucap nya
" Baik " singkat ku
" Kangen " manja nya
" Lalu " asal ku
" Boleh peluk " pinta nya
" Ngarep " ejek ku
" Baiklah kali gitu pegangan tangan aja boleh " tanya nya dan aku hanya mengangguk
Lagi lagi aku berkeliling kalau tadi bersama adik ku kali ini bersama Pai yang setatus nya pacar, aku merasa pegal di kaki ku dan meminta Pai untuk membawa ku duduk
" Mau nonton " tanya nya
" Memang punya duit " ejek ku
" Kan aku kerja walau cuma PKL kan ttp di gaji " jelas nya
Aku tersenyum tak ku sangka ripa'i yang ku kenal brengsek ternyata cukup perhatian
" Boleh " jawab ku
Sesampai nya di tempat bioskop pintu teater belum di buka Pai meminta ku duduk sedang dia membeli tiket dia menyuruh ku membeli ku membeli camilan namun aku tak mau
" Mau popcon " tanya nya
" Nggak kalau minuman boleh " jawab ku seraya tersenyum
Tak lama pintu teater di buka aku melihat Pai kesusahan membawa minuman juga camilan
" Sudah ku bilang minuman saja " kesal ku sembari mengambil minuman di tangan nya
" Tida apa apa aku hanya mau nyenengin pacar aku aja " asal nya
" Yang ada kamu tu selalu ngeselin " datar ku
Kami pun masuk dan film pun di mulai aku tak tau kalau Pai memilih film drama romantis dan dan dewasa banyak adegan peluk cium juga adegan fulgar lain nya
__ADS_1