Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 41


__ADS_3

Aku keluar dari perusahaan itu, yang pertama kali menyambutku adalah sosok laki-laki yang belakangan ini selalu mengikuti ku, tapi tida saat ada ripa'i


Hari ini aku ingin bertemu dengan ripa'i, ku dengar juga dia akan pulang ke rumahnya yang ada di kota Tanggerang, mungkin karna bang herdi disana


Ripa'i juga memintaku agar memberitahunya ketika semua sudah selesai, ia bilang ingin pulang bersama ku,


Aku mengirim pesan pada ripa'i


# dimana # pesan ku terkirim pada teman hati


Tak lama balasan ku terima, sebuah foto yang Pai kirim padaku


# benarkah kamu baru bangun # balas ku


# he'mh, tapi jangan khawatir, kewajiban ku tetap ku jalankan # teman hati


#😊 tetaplah begitu, # balas ku


#😊❤️ ada apa # teman hati


# ntahlakh, # balas ku


# apa semua baik-baik saja # teman hati


Ku yakin kini muka Pai sudah dalam mode datar


# he'mh, hanya saja # balas ku, sengaja menggantung kalimat yang ku tulis di pesan itu


# katakan # teman hati


# ntah lakh, tiba-tiba aku ingin bertemu # balas ku


Bukan langsung mengiyakan ripa'i malah bertele-tele dengan terus membalas pesan ku, padahal aku hanya menunggu satu balasan 'baik lah aku akan menemuimu' begitu cukup


# dengan siapa # teman hati


# ripa'i !!! # balas ku


# baiklah tunggu aku di kontrakan aku akan ke sana # teman hati


# aku sedang ada di luar # balas ku


Ripa'i tak membalas pesan ku, tapi malah menelpon


" Di mana kau sekarang " tanya Pai ketika panggilannya terhubung


" Aku sedang dalam perjalanan menuju temat magang " jawabku,


" Bukankah kau bilang magang sudah selesai " tanyanya, ya aku sudah bilang kalau masa magang ku sudah usai


Belum aku menjawab Pai sudah berbicara kembali


" Baiklah, aku akan menjemputmu kesana,tapi setelah mandi, aku mau mandi dulu dah " ucapnya


Panggilan terputus, aku tersenyum menyadari satu hal hati ku mungkin sudah menerima ripa'i, sedikit demi sedikit rasa itu mungkin sudah tumbuh


Mobil terus melaju


********************


Tepat pukul dua siang aku sampai di perusahan mas rendi, sungguh aku masih tak mengira jika mas Rendi pembisnis yang maju bahkan perusahaan milk nya sudah memiliki banyak cabang, dan aku semakin tak percaya jika ia tertarik pada kakak perempuan ku yang status janda beranak dua.


Walau kakak perempuan ku janda beranak dua, namun usianya belum menginjak kepala empat, ya itu karna beliau menikah di usia yang baru belasan tahun, ibu bilang usia kakak perempuan ku baru 31 dan mas Rendi sudah 34 tahun


Dulu mas rendi sudah mau menikah di usia 28 namun gagal, kata ibu mas Rendi wanita nya meninggal karna kecelakaan ntah lakh aku hanya mendengar cerita nya sampai di situ saja


Aku terus berjalan menuju ruangan mbak rena, ku tu ini masih jm kerja nya namun aku ingin mengatakan sesuatu padanya


Sampailah aku di ruangan itu


Tok


Tok


Dua kali ketukan suara di dalam sudah menyuruh ku masuk

__ADS_1


" Masuk " datar suara di dalam sana, aku menyunggingkan senyum


" Ah kamu Dena, dipikir pekerja lain " ucapnya saat aku berdiri di depan nya


" Masih sibuk " tanya ku ramah, ntah kenapa sepertinya mbak Rena juga suka dengan sikap ku yang seperti anak-anak


" Sudah selesai, hanya tinggal menyusun berkas ini saja, katakan " pintanya, dia paham pasti ada sesuatu


Aku tersenyum " sepertinya kita akan mendapat patner baru " jelasku


" Kamu yakin, siapa ?" Tanyanya


" He'mh, dia asisten tuan Jonathan sepertinya dia juga tau sesuatu, mungkin dia pengabdi almarhum kekasih mbak " jelasku


" Kalau memang benar dia pengabdi tuannya, lantas kenapa dia berada di sisi bajingan itu " datarnya, sepertinya ucapanku barusan membangunkan sesuatu dalam dirinya


" Ntah, namun saya yakin dia juga menanti kita, bahkan mungkin dia lebih menderita dari mbak, maaf jika saya lancang berbicara seperti ini "


Tak ingin mbak Rena berpikiran terlalu jauh tentang laki-laki itu, karna yang ku lihat tak seperti itu


" Baiklah, ku serahkan ini padamu, " ucapnya


Mungkin mbak renta terlihat menyerahkan semuanya pada ku dan yang lain, namun dalm hatiny sungguh gemuruh memburu menyala


" Mbak juga akan kebagian permainan nanti " ucapku, seraya mengulas senyum kembali


Telepon ku berbunyi, aku meminta izin untuk ku angkat karna itu dari ripa'i minhkin dia sudah sampai


" Boleh ku angkat " tanya ku pada mbak Rena


Bukan langsung mengiyakan malah mbak Rena bertanya


" Sudah berapa lama kalian pacaran, cih bocah pacarn "


Aku mengerutkan dahi


" Angkatlah " lanjutnya sebelum aku menjawab pertanyaannya


Aku menjawab panggilan dari ripa'i


Aku melihat kearah mbak Rena dia sedang heran padaku


" Sudah, itu saja " tanyanya


Aku mengangguk sembatlri tersenyum


Mbak Rena menggelwngkan kepala


" Aku pamit ya mbak " ucapku


" He'mh " singkat nya


Aku pergi dari ruangan itu, langsung ke lobi karna ripa'i bilang dia sudah di depan


Saat sedang berjalan aku di hampiri ka Arif yang ternyata mau keluar juga ada perlu katanya,


Sambil berjalan dia terus berbicara hingga keluarlah pembicaraan yang selalu ku hindari darinya


" Dena aku sayang sama kamu, serius aku suka kamu " ucapnya saat kami sudah di depan pintu, ripa'i juga di sampingku, dia memang menunggu ku di luar namun pas di depan pintu jadi saat aku keluar dia sudah menyambutku


Ku yakin ripa'i mendengar ucapan Arif, melihat ripa'i tersenyum sungguh aku tak khawatir dia akan cemburu atau marah-marah, karna pacarnya di mendpat pernyataan cinta dari laki-laki lain


Pai menggenggam tangan ku dan berkata


" Tak apa anda suka pada Rinjani, karna pacar saya bukan orang yang pantas di benci tapi di sukai, tak apa juga anda sayang pada Rinjani tapi ketahuilah saya sudah bertahta di hatinya, bukan begitu " ucapnya seraya tersenyum manis padaku, akupun membalas senyumannya


" Rinjani " ucap Arif, ya dia hanya akrab pada Dena bukan Rinjani


" Dena Rinjani, itu nama panjang nuya, mungkin anda mengenalnya Dena, tapi saya memanggilny Rinjani, baiklah kami permisi dulu " jelas ripa'i pada KA Arif, seraya pamit


Ripa'i menuntun ku pada motornya


" Kapan berganti motor " tanyaku, karna waktu sekolah motor ripa'i bukan ini


" Sudah lama, hanya saja tak pernah dipake, " jelasnya

__ADS_1


" Aku tak pernah melihat " ucapku sembari menerima ripa'i memakaikan helem di kepala ku


" Karna ini di simpan di masion bang herdi yang ada di kota ini " jelasnya, aku menyerengitkan dahi


" Sudahlah ayo " lnjutnya


Motorpun melaju dengan kecepatan sedang, Pai menarik tangan ku agar berpegangan pada perutnya aku menolak memilih berpegangan pada pundak nya diapun tak memaksa


Satu jam perjalanan Pai menghentikan laju motornya di sebuah taman, aku tersenyum melihat taman itu, tak pernah aku menginjakan kaki ke sini selama aku disini, aku hanya tau taman yang dekat dengan kosan itupun karna jarak nya tak jauh juga dari tempat kerja KA nay


Pai menuntunku setelah dia memarkirkan motornya


Dia mengajakku dusuk di bawah pohon yang sejuk, tempatnya lebih indah dan sejuk


" Kamu suka " tanyanya, aku hanya mengangguk mataku terus menatap bunga yang menurutku sangat indah


" Duduklah " ia memintaku duduk di sampingnya dibawah pohon hanya beralaskan rumput


" Kamu sering datang ke tempat ini selama di sini " tanyanya saat aku sudah dusuk


" Bahkan aku tak tau tempat ini " jujur ku


" Sungguh, lalu ngapain saja selam di sini, bukannya kamu suka berpetualang " ejek nya


" CK, aku kesini untuk belajar, bukan berpetualang, nanti akan ada saatnya " ucap ku


" Lagian aku juga bersama yanah " lanjutku


" Mmmhhhh, " singkatnya


" Apa selama disini, kamu banyak mendapat pernyataan cita seperti tadi " ucapnya tiba-tiba


Tunggu kenapa Pai malah bertanya seperti itu


" Tidak " jujur ku


Pai malah tersenyum mendengar jawabanku,


Pai mendekat padaku ia malah menyandarkan kepalanya di bahuku, sedang tubuh kami bersender pada pohon di belakang kami


" Rinjani boleh aku bertanya " ucapnya, setelah cukup lama hening karna aku memilih memejamkan mata menunda sesuatu yang ntah membuat ku lelah namun bukan pekerjaan berat


" Katakan " cukup lama aku untuk bersuara


" Apa masih tak ada rasa di hatimu sedikit saja " ucapnya


Aku tersenyum mendengar pertanyaan ripa'i


" Menurutmu " jawaban yang ku yakin membuat kesal Pai, tapi laki-laki itu malah tersenyum


" Ntah lakh Pai, saat kamu pergi awalnya biasa saja, namun setelah beberapa bulan aku merasa sesuatu yang aneh, sebuah keresahan yang datang bila tak mendapat kabar mu, rasa ingin bercerita tapi kau jauh, mungkin ada rindu pula hingga, kadang dada ku terasa sesak seakan mau menangis tapi tak bisa, itu yang ku rasakan selama satu tahun kamu tak ada " lanjutku


Tanpa aba-aba ku rasakan bibir ripa'i mengecup bibirku pelan dan singkat


" Maaf " ucapnya


" Aku sungguh bahagia mendengar ucapanmu tadi, dan tak mampu menahan nya maaf, " ucapnya


Aku hanya menatapnya datar, mungkin masih tak rela memberikan kiss pada ripa'i, menurutku cinta saja tak akan menjadi jaminan seseorang akan terus bersama kita, apa lagi kita tak tau dia setia apa tida pada kita, bukan tak percaya namun begitulah pemikiran wanita yang selalu ingin menjaga diri


" Tak perlu kamu terangkan lagi, aku sudah mengerti aku janji hanya kamu dan akan selalu kamu yang bertahta dalam hati ku " ucapnya seraya mengelus kepala ku


Jika melihat sikap ripa'i saat ini, sungguh tak akan ada yang percaya kalau dia dulu hanya anak brengsek yang suka bikin ribut pula


Aku dan pa'i menikmati suasana yang begitu tenang, namun tiba-tiba aku teringat dengan keluarga ku, rasanya sudah ingin sekali aku menemui ibu dan yang lainnya


Meski ibuku bekerja itu tak membuat aku dan adik-adikku jauh darinya, karna jika ada waktu luang kami akan menghabiskan waktu bersama dengan penuh canda tawa bahkan kadang sampai sakit perut, selalu ada saja kekocakan ketika kami bersama


Aku menitikan air mata kala mengingat mereka, rasanya sesak ntah kenapa


Tanpa ku sadari ternyata air mataku jatuh di atas kulit tangan ripa'i dan dia langsung menatapku


" Ada apa " tanyanya seraya menggenggam tangan ku, Solah memberi kekuatan


" Sungguh Pai aku ingin pulang " lirih ku

__ADS_1


__ADS_2