
Aku dan ripa'i dalam perjalanan pulang, kembali ke kota tempat kami tinggal sekarang.
Sesekali kami saling melempar canda guna mengisi kebosanan dalam perjalanan,sempat berhenti di sebuah minimarket untuk membeli minum karena kata ripa'i dia lupa menyimpan air minum saat kami hendak berangkat tadi.
Sesekali aku melihat ponsel ku karena tak hentinya notifikasi muncul pemberitahuan dari kantor,juga lain sebagainya, ada juga notifikasi pesan dari nomor tak bernama entah siapa.
# sudah sampai ?# pesan dari pitri
# masih di perjalanan, apa tidak di rumah ?# balasku
# he'mh sedang di luar # fitri
# Indri # Balasku
# dia bilang di rumah # fitri
# sendiri ?" Balasku
# he'mh, bentar lagi Fitri pulang sekarang masih ada kelas, apa masih jauh ?" Fitri
# tidak bentar lagi sampai, ya sudah sampai bertemu di rumah # balasku, tak ada balasan lagi dari Fitri
Aku teringat pada Asiah maka akupun bertanya pada ripa'i apa kabar terakhir yang dia dapat dari Gibran temannya.
" Pai apa kamu mendapat kabar dari temanmu mengenai Asiah ?" Tanyaku ripa'i melirikku
" He'mh,Gibran mengabariku kalau kabar Asiah sudah jauh lebih baik lagi, jika pemeriksaan besok menunjukan hasil yang bagus maka Asiah sudah bisa pulang, begitulah dia memberitahu ku " jawabnya,aku senang mendengar apa yang ripa'i katakan barusan.
" Aku bangga padamu " ucapnya aku menoleh
" Untuk " singkatku bertanya, karena ku rasa tak ada yang bisa di banggakan dariku karena dibanding ya aku tidak ada apa-apa nya.
" Hatimu,di balik semua sikap mu yang seperti ini kau memiliki hati yang baik, bahkan Tampa pandang siapa kau menolong siapa saja seperti kejadian di kota x, Deni menolong gadis itu kau tak memikirkan dirimu " jelasnya sembari terus berfokus dengan kemudinya.
" Aku tak sebaik itu ripa'i " jawabku
" Bahkan aku tak bisa menolong semua orang yang membutuhkan bantuan ku " lanjutku mengingat kembali bagaimana harus selama ini mencari tau tentangku, jika saja aku bisa menolongnya.
" Kau hanya manusia, kau tak memiliki kemampuan untuk mengetahui siapa saja orang yang membutuhkan bantuan mu " lembutnya berkata, aku hanya diam tak membalasnya.
__ADS_1
***
Tak lama kami sampai di tempatku,adik bungsuku membukakan pintu dan dia langsung memelukku dia bilang dia merindukan aku.
Aku masuk ripa'i di belakang kami aku menoleh dan menyuruhnya duduk, ke langkahkan kaki ku ke dapur untuk membuatkan ripa'i kopi, setelahnya duduk kembali dan mendengarkan cerita Indri,sesekali aku dan ripa'i tersenyum mendengar cerita Indri bahkan ripa'i menimpali, Indri berpamitan kekamar dia bilang dia belum mandi kini hanya tinggal aku dan ripa'i.
" Apa tak mau istirahat saja " ucap ripa'i
" Aku sedang istirahat " jawabku
" Maksud ku istirahat di kamarmu agar lebih nyaman " ucapnya lagi aku hanya diam
" Aku hanya takut kamu kecapean karena perjalanan kita cukup jauh " lanjutnya lagi, aku menoleh
" Aku baik-baik saja, jika ada janji pergilah " datarku
" Kau mengusir ku " candanya
" Aku masih ingin bersamamu, bahkan selalu ingin bersamamu, apa kau sudah siap mengenakannya " lembutnya sembari menatapku, akupun menatapnya rasa tak tega melihatnya seperti ini, aku mengangguk seketika senyum manis itu nampak di wajah tampan itu, dia tersenyum bahagian dan aku juga ikut tersenyum.
Ripa'i menyematkan cincin yang selama ini selalu dia simpan, di pakaiannya cincin itu dan mencium tanganku.
" Tapi Pai kau tau semua inginku belum tercapai sepenuhnya, masih banyak lagi yang ingin aku selesaikan " lemah ku berucap, ripa'i memegang kepala ku dan berkata
" Kita lakukan semuanya bersama dengan begitu akan terasa lebih ringan, aku berjanji Takan menghalangi semua ingin mu selama itu masih benar "
" Namun jika kau salah arah maka aku harus menghalangi mu bukan, dan jika kau merasa kalau semuanya sudah selesai maka tinggal kita " lanjutnya, aku sedikit bingung dengan kata kita
" Kita " ucapku mengulang
" He'mh, kita dan semua impian layaknya keluarga, bukan begitu ?" Tanyanya meminta persetujuan, dan aku mengangguk.
Entah keputusan ini benar atau salah hanya satu yang pasti,saatnya aku dan ripa'i memikirkan kebahagiaan kami, aku yakin semua akan baik-baik saja jika di jalani dengan keyakinan.
" Baiklah dua Minggu lagi aku akan melamar mu secara resmi, memintamu kepada bapak dan ibu apa kamu siap ?" Tanyanya aku mengangguk
Sungguh perjalanan yang sangat melelahkan selama ini aku berjuang mempertahankan semuanya termasuk diriku sendiri, aku tak tau apa yang akan aku jalani setelah ini,setelah statusku berganti nanti, aku hanya bisa berharap semuanya akan tetap sama, aku bisa tetap bekerja dan mengayomi adikku, memberi kedua orang tuaku kebahagiaan.
" Ripa'i aku sedang membangun sebuah rumah konfexi di kampung " ucapku ripa'i menatapku
__ADS_1
" Lalu " ucapnya
" Aku ingin ini menjadi aset untuk kedua orang tua ku " jelasku
" Apa hanya itu " ucapnya seraya tersenyum mengejek
" He'mh " singkatku seraya tersenyum
" Apapun yang kau miliki ku harap itu untuk ibu dan bapak, karena setelah bersama ku kau hanya mempunyai apa yang aku miliki " ucapnya, aku menatapnya dalam berapa banyak pengorbanan yang dilakukan oleh ripa'i selama ini membuat ku berpikir adakah yang lebih baik lagi darinya, dari semua yang dia lakukan untukku.
" Berjanjilah satu hal padaku " ucapnya membuatku melihatnya datar
" Apa "
" Apapun yang terjadi padaku nanti, dan apapun yang kau ketahui tentang ku nanti, kau akan tetap di samping ku menemaniku he'mh " lembutnya sedikit ada kesedihan yang tersirat di wajahnya kala mengucapkan itu
" He'mh " singkatku seraya mengangguk pelan dan mendapat senyum dari ripa'i.
Tak lagi membahas soal itu kami membahas saat di mana kami bertemu, sesekali aku mengejek ripa'i dan dia hanya tersenyum, di tengah canda kami Fitri masuk mengucap salam dan tersenyum hangat pada kami.
Ripa'i membalas senyuman itu, tak lam setelah Fitri Julian masuk ternyata dia yang mengantar adikku.
" Hai, bagaimana kabarmu ?" Tanyanya saat melihat ku
" Kabar baik " singkatku
" Dan anda tuan " dia beralih pada ripa'i
" Baik " singkat ripa'i
Ripa'i mengobrol dengan adikku Fitri dari membicarakan bagaimana sekolahnya hingga percintaannya, ku tangkap reaksi murung di wajah Fitri saat ripa'i menanyakan itu, aku beralih pada Julian mungkinkah adikku patah hati.
" Juli bagaiman dengan mu, sudah kah ada gadis yang mengisi hatimu " tanyaku untuk memastikan
" Ada,hanya saja aku tak tau apa dia menyukaiku atau tida " jawabnya seraya menatap ke arah adikku membuatku tersenyum
" Apa sudah mencoba mengatakannya ?" Tanyaku lagi
" Belum, aku tidak berani takut berakhir seperti dulu " jawabnya aku terdiam
__ADS_1
" Tak perlu seperti itu, sungguh melihat mu bahagia aku baik-baik saja " lanjutnya lagi