
Tepat pukul setengah tujuh malam ripa'i menjemput ku, aku sudah siap karna sebelum sampai dia mengabariku terlebih dahulu kalau dia sudah dalam perjalanan kerumah ku, aku hanya berdandan alakadar saja tak banyak menggunakan riasan karna aku orang yang cukup pemlas dalam hal itu,
Aku keluar dari kamar ku dengan gaun yang ripa'i belikan untuk ku, dia melihatku dan tersenyum membuat ku sedikit tak nyaman karna aku tak pernah mengenakan gaun, akupun bertanya
" Apa terlalu aneh aku mengenakan ini " tanya ku sedikit muka tak nyaman
" Tidak, ini sangat cocok untuk mu, " ucapnya
" Iya teh, tth tambah cantik berpakaian seperti ini, ka ripa'i memang pandai memilih pakaian buat tth, cantik tau " seloroh Indri yang dari tadi hanya melihatku saja kini ia ikutan bersuara
" Benarkah, terimakasih " canda ku pada Indri
Ripa'i menggandeng tangan ku, akupun berpamitan pada Indri karna Fitri masih di rumah sakit,
" Jaga rumah tth pergi dulu " pamitku dan hany mendapat anggukan darinya
Sungguh pandai ripa'i memilihkan ku gaun, dia tau aku tak suka pakaian yang terlalu terbuka, dan menunjukan lekuk tubuh ku, jadi ini cocok untukku
Terlihat sederhana namun memancarkan jati diri si pemakai, sungguh aku pikir awalnya hanya gaun pesta yang Takan ku suka, namun bila di pikir mana mungkin ripa'i membuat ku merasa tak nyaman dengan apa yang akan dia berikan padaku
Sepanjang perjalanan ripa'i terus tersenyum sambil sesekali melirik ku, hingga aku merasa risih dengan senyuman itu
" Hentikan ripa'i " datar ku
" Apanya, mobilnya kan tujuan kita masih jauh " asalnya menjawab
" Sikap mu seperti itu, aku tak suka kau terus tersenyum seperti itu " kesal ku namun berbicara dengan nada biasa
" Sungguh, bukankah kau sangat suka melihat ku tersenyum " godanya yang tak ku tanggapi
" Aku hanya kagum kepadamu, selama ini aku hanya menjaganya tanpa ku pahami ternyata yang ku kaga begitu berharga, aku tak pernah melihat mu sekalipun mengenakan pakaian seperti ini, dan ternyata kau semakin anggun mengenakannya " lanjutnya kala tak mendapat respon dari godaannya itu
" Kamu akan jauh bangga lagi jika kau mampu menjaga ku hingga benar-benar menjadi milikmu seutuhnya " balasku ntah kenapa aku merasa nyaman dengan ripa'i
" Kapan kah itu kan terjadi, bukankah lamaran ku waktu itu kau tunda "
Ucapan ripa'i membuat ku menunduk, ya, waktu ripa'i melamarku di hari wisudaku aku tak langsung menerimanya, dengan alasan kedua adikku yang belum bisa ku Ayomi dan ripa'i setuju,
" Maaf " pelanku bersuara
" Untuk " jawabnya
" Selalu mengecewakanmu lagi dan lagi " jelasku
" Hei, kau tau kau tak pernah mengecewakan aku, bahkan aku sangat bahagia memiliki kekasih sepertimu, tak peduli berapa lama lagi aku harus menunggumu, asal keyakinan di hatimu hanya untukku maka aku rela, apa lagi aku masih muda jadi untuk menunggumu aku tak apa " jelasnya, aku tersenyum
Ntah karna dia memang mengerti aku karna dia tau perjuangan ku tak mudah, ntah Krama dia tulus atau karna memang hanya aku yang dia inginkan namun aku bahagia dengan itu
" Keyakinan ya, bagaimana kau bisa yakin kalau aku mencintaimu " candaku, dan itu mendapat senyum termanis dari ripa'i sampai akupun ikut tersenyum
" Aku masih ingat isak tangis mu waktu itu, jika tidak ada cinta di hatimu mana mungkin hanya karna aku mendiamkan mu sebentar kau tak menyadarinya dan menganggap ku melupakan mu " jelasnya, aku langsung terdiam mengingat itu sungguh membuat ku malu
" Sudahlah yang jelas aku berterimakasih kepadmu karna mau percaya pada ku dengan mau menungguku ku tau itu tak mudah " lanjutnya dan tak ada percakapan lagi sampai kami tiba di pesta itu
__ADS_1
Saat turun dari mobil asisten ripa'i juga ada bahkan dia yang membukakan pintu mobil untukku dan ripa'i
' kapan dia sampai ' pikirku karna kami tak satu mobil
Ripa'i berjalan ke arah ku dan menggandeng tangan ku, aku tak menolak karna semenjak hidup di sini aku banyak mempelajari semuanya namun tetap pada batasannya
Kami masuk beriringan, sesampainya di dalam ternyata para tamu yang lain sudah banyak memenuhi ruangan, aku mengikuti langkah ripa'i untuk memberikn ucapan selamat pada yang memiliki pesta
" William ku pikir kau takkan datang, " saat kami sampai pada yang punya acara, aku hanya datar
" He'mh, ku sempatkan datang, dan selamat atas pertunangannya " ucap ripa'i pada temannya itu
Dia melirik ku aku hanya tersenyum
" Dan gadis ini, apa dia penjaga hatimu selama ini yang kau maksud " ntah bercanda atau serius ku dengar dia bertanya seperti itu pada ripa'i dan ripa'i hanya tersenyum
Dia juga mengenalkan aku pada temannya
" Dena " ucap ku asal, dia tersenyum
Saat sedang berbincang, tepatnya ripa'i dan temannya datanglah seseorang ku rasa mereka satu keluarga karna melihat dari cara bicara mereka sepertinya itu ibu,bapak dan anak, mereka menghampiri yang punya pesta dan bercengkrama, namun tak hanya itu ternyata mereka juga mengenal ripa'i
Karna ripa'i sedang sibuk dengan yang lain aku memutuskan untuk mencari duduk sendiri seraya mengambil minum, tentunya aku memberi tahu dulu pada ripa'i
Saat sedang mengambil minum aku mendengar seseorang menyapa ku, aku menoleh ternyata gadis yang bersama ripa'i dan kedua orang tuanya tadi yang ku tinggalkan
" Malam, apa anda temannya tuan William " tanyanya dengan nada tak suka, ntah kenapa, aku hanya tersenyum
Dia memandang ku dari atas hingga bawah namun tak ku hiraukan
" Dan ya, saya harap anda hanya berteman dengan tuan William karna ayah ku akan segera menikahkan kami " terus saja dia memberitahuku begitu namun aku tak mau peduli, lagian dia memang sedikit Cocok dengan ripa'i hanya saja kesopanannya nol berbicara dengan orang yang baru di kenalnya
Asisten ripa'i menghampiri ku dan memintaku mengikutinya, aku menurut
" Apa sudah selesai nona, kalau begitu saya permisi " pamitku dan mengikuti langkah asisten ripa'i, dia membawaku pada ripa'i dan ternyata ada mbak Rena juga Andi, aku sangat senang melihat mereka juga ada di sini
Kami pun memilih memisahkan diri dan bernostalgia
Mbak Rena terus menghujaniku dengan pertanyaan dan aku hanya menjawabnya
" Apa kabar kamu Rinjani " tanyanya
" Aku baik mbak, bagaiman dengan mbak dan mas Andi " tanya ku balik sedangan Andi saat ini sedang berbincang dengan ripa'i
" Kabar ku baik " jawabnya
" Syukurlah, Oia kapan kalian akan menikah " tanyaku lagi
" Nanti juga aku kasih tau, o ia bagaimana hubungan mu dengan ripa'i " tanyanya balik
" Baik " singkat ku
" Terus kapan akan menyusul, bukankah dia sudah melamar mu " tanya nya lagi
__ADS_1
" Nanti lakh, aku sedang terfokus pada sesuatu " jawab ku
" Apa itu, tak maukah kau memberi tahuku " keponya
" Nanti saja, nggak penting juga " jawabku
" O ia, apa kamu tau nay punya baby kembar " tanynya lagi mungkin dia pikir ka nay belum memberitahuku
" Ya, hanya saja belum sempat melihatnya " jawabku, dan mbak Rena berinisiatif untuk kami menengoknya bareng seraya mengajak yanah juga
Yanah, ntah lakh apa dia mau atu tida aku sudah jarang berkabar dengannya
" Bagaimana kalau nanti kita kesana, ajak yanah juga ya, kangen mbak padanya juga " aku hanya mengangguk untuk menyetujuinya
***
Karna merasa sudah bosan dan ripa'i juga paham akan hal itu, aku mengajaknya pulang namun sebelum itu
" Tuan William siapa gadis ini, saya lihat dari tadi anda bersamanya " tanya gadis yang bernama glenca tadi
Mungkin dia masih penasaran dengan kehadiran ku di sisi ripa'i
Bukan ripa'i yang menjawab namun aku
" Kenap nona, apa anda tidak yakin pada calon tunangan anda " jawabku datar, ripa'i melihat kerah ku dia tau aku sedang sedikit bermain-main
" Apa maksudnya anda nona, siapa yang bilang begitu " dia memasang muka sok polosnya namun aku tak peduli
" Anda tak perlu takut nona karna tuan William tipe orang yang setia apa lagi pada calon tunangannya jika memang benar " lanjutku dan hendak meninggalkan gadis itu namun tangan ripa'i mencegah ku
" Nona glenca, gadis di samping saya ini adalah penjaga hati saya yang sering saya bilang pada anda, dialah wanita yang selalu anda tanyakan keberadaannya " datar ripa'i, tunggu dulu aku yang berniat bermain kenapa dia yang melanjutkan
Gadis itu hanya diam saja, aku dan ripa'i pun tak menanggapinya lagi dan pergi dari pesta itu
Sedikit penasaran dengan gadis itu di dalam mobil aku pun bertanya pada ripa'i, sungguh bukan karna cemburu padanya bahkan aku hampir tak pernah merasakan yang nama nya cemburu, namun ada sesuatu yang ku tangkap dari sisi lain gadis itu, dia terlalu berambisi,
" Bolehkah aku bertanya tuan william ?" Canda ku membuka suara ripa'i tersenyum mengejek
" Katakan " asalnya
" Apakah gadis tadi memiliki ketertarikan padamu,?" Tanyaku langsung
" Mungkin " asalnya lagi dan itu membuat ku malas bertanya lagi, dan ripa'i tau itu
" Dia pernah menyatakan perasaannya pada ku saat dulu bersekolah dengan ku, namun kamu pasti lebih tau jawaban ku untuk perasaannya " jelasnya
" Kasihan sekali, ku lihat dia cantik " lanjutku rasa kesal ku sudah sedikit berkurang
" Cantik, jika dia mengenal ripa'i yang masih anak brengsek mungkin dia cantik, tapi dia salah mengenal ripa'i yang sudah menjadi penjaga hati Rinjani, maka lain lagi " jelasnya, aku tersenyum
Ya mungkin dulu gadis yang seperti itulah yang selalu menjadi pelampiasan ripa'i kala mengisi sepi harinya
" Lalu " asalku lagi
__ADS_1
" Ntah kenapa, aku tak bisa melihat gadis lain selain dirimu, saat tau kau pertama kali biasa saja, kedua kali masih biasa namun saat tau kau juga memiliki kerapuhan hati namun selalu terlihat tegar membuat ku penasaran dan ingin jauh lebih mengenalmu, bahkan jika bisa hanya aku yang boleh tau bagaimana kau sepenuhnya, " jelasnya, benarkah ripa'i bangga dengan diriku yang jauh dari kata sempurna, aku terus memandanginya masih ingin mendengar semua ceritanya tentang diriku bagai mana aku di matanya,