Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 60


__ADS_3

Dua hari sudah aku tak datang ke rumah sakit tempat Asiah di rawat, karna pekerjaan ku sedang menumpuk, belum lagi perusahaan yang di pegang ripa'i menerima kerja sama dari perusahan mas Rendi, jadi untuk saat ini fokus ku terhadap Asiah teralihkan


Namun itu bukan berarti aku tak tau perkembangan apa saja yang terjadi pada nya, karna aku memiliki info dari Gibran, jadi ku tau kondisi Asiah saat ini sudah ada peningkatan, jika kondisinya terus membaik maka operasi akan secepat mungkin di laksanakan


Gibran juga memberi tahuku kalau biaya operasi Asiah aku tak harus membayar keseluruhan, karna Gibran menceritakan semua kondisi keuangan kelurga Asiah pada sang ayah dan mendapat tanggapan positif dari sang ayah, dan hasilnya aku hanya harus membayar separo dari tagihannya


Selama dua hari itu juga aku hanya mengirim Fitri atau Indri ke rumah sakit membawakan makanan untuk ibu dan bapak Asiah, karna aku tak mau lepas tanggung jawab,


Aku dengar anta juga sempat melihat kondisi asiah ku tau itu dari Fitri yang mendapati anta di ruangan Asiah saat Fitri mengantar makanan, ya mungkin karna ia merasa sudah dekat dengan semua sahabat ku dan menganggap mereka juga sahabatnya jadi menurutku tak ada masalah jika ia meluangkan waktu untuk menjenguk teman


***


Hari sudah sore, namun masih ada satu pertemuan lagi dalam jadwalku, karna aku di minta menggantikan mas Rendi untuk menemui salah satu patner bisnis mas Rendi yang bekerja sama juga dengan perusahaan mas Rendi


Aku sudah dalam perjalanan, hanya menggunakan mobil kantor yang di kendarai pak supir, tak membutuhkan waktu lama aku sudah sampai di tempat tujuan ku, namun aku belum mendapati orang yang membuat janji itu artinya dia belum sampai, tak apa aku bisa menunggunya dan memeriksa kembali berkas yang ku bawa,


Selang setengah jam datanglah dua wanita cantik kehadapan ku dengan gaya anggunnya dan pakaiannya yang rapih dapat ku pastikan mereka yang akan bertemu dengan ku


Mereka menghampiriku, dan menyapaku


" Selamat sore nona, apa anda utusan tuan Rendi " sapa salah satu dari mereka


Aku berdiri dan membalas ucapan mereka


" Ya, silahkan duduk " pinta ku halus


" Terima kasih, apa anda sudah lama " tanyanya lagi, saat aku mau membuka berkas ku


" Lumayan " singkat ku


" Oh, maaf kalu begitu sudah membuat anda menunggu " jelasnya, sebenarnya aku malas bertele-tele karna aku sudah sangat ingin beristirahat sebelum nanti malam ripa'i menjemput ku


Ya, ripa'i mengajakku untuk menghadiri acara pertunangan temannya, awalnya aku menolak namun setelah dipikir lagi kenapa tidak toh selama ini ripa'i tak pernah mengecewakan aku masa ia aku selalu mengecewakannya


" He'mh, kalau begitu mari kita mulai " pintaku dan wanita di depan ku setuju


Dia memberikan berkasnya, dan aku juga sama, sesekali aku bertanya tentang sesuatu yang ku anggap terasa janggal, namun mereka selalu dapat menjelaskannya dengan baik, aku tersenyum miris kala mendapati lebih banyak kejanggalan, ku tau aku baru di dunia bisnis namun pelajaran ku tentang itu tak bisa di ragukan karna aku mendapat pelajaran bisnis bukan hanya dari sekolah saja namun lebih banyak dari para guru bayangan ku

__ADS_1


" Saya merasa kecewa nona dengan laporan yang anda perlihatkan pada saya, jangan anda pikir saya tidak paham dengan semuanya ini, jika anda tidak dapat membereskan masalah ini saya jamin pak Rendi akan Memutus kerjasama ini, jadi saya harap perbaiki semuanya " tegas ku, karna aku melihat beberapa angka yang tak seharusnya ada di dalam sana bahkan itu bukan angka yang sedikit jika terus seperti ini bisa merugikan perusahaan mas Rendi


" Apa maksud anda nona, jangan sembarangan jika menilai kinerja kami " salah satu dari mereka bersuara


" Baiklah jika kalian tetap kekeh, besok saya yang akan mendatangi atasan anda langsung dan ini sebagai buktinya " aku mengambil berkas itu, karna ku yakin mereka punya copy-nya, aku berlalu meninggalkan mereka ku lihat muka tak suka dari kedua wanita itu


Sungguh aku merasa pertemuan ini membuang-buang waktu ku saja


" Pak saya tidak ke perusahaan lagi mau langsung pulang, jadi bapak pulang saja " ucapku pada supir kantor


" Mari neng bapak antar saja sampai rumah, neng Dena pasti lelah " ucapnya


" Tidak pak, saya naik taksi saja, " tolakku, karna kasihan jika pak supir harus bolak-balik dia pasti lelah juga


Aku menghentikan taksi yang lewat dan meninggalkan sopir itu, di dalam taksi aku menelpon ripa'i


Tut


Tut


Tut


# mau jemput jam berapa # teman hati


Pesan ku terkirim namun belum di balas mungkin belum di baca


Aku hanya melihat ke arah jalanan melalui jendela mobil, sampai taksi berhenti di tempat yang sudah ku beritahukan, aku turun dan langsung masuk ke rumah saat pintu sudah di bukakan adikku


" Tumben pulangnya masih sore biasanya malam " seloroh Indri, aku tak menjawab


" Ish, ini ada paket dari ka ripa'i buat tth katanya " lanjutnya lagi


" Makasih " aku mengambil paket itu dan membawanya masuk ke kamar ku


O,ia, mengenai adik bungsuku dia belum mempunyai pacar, ku tau itu karna aku dekat dengan mereka, dulu sempat Indri bertanya kepada ku apa boleh dia pacaran, ku bilang terserah asal jangan bilang ku tak mengingatkan jika berpacaran harus yang sehat apa lagi kini kami sedang di kota orang


Namun saat Indri meminta pendapat dari Fitri lain lagi jawabannya, namun Indri mengikuti saran dari Fitri dan sampai sekarang dia enggan memiliki pacar

__ADS_1


Sampai di kamar aku mandi lebih dulu berendam dengan air hangat cukup membuat ku sedikit merasa rileks,


Aku sudahi ritual mandi ku, berganti pakaian yang biasa saja sebelum nanti ripa'i menjemput ku Bru berganti menggunakan gaun yang ia kirimkan untukku, ya walaupun mungkin ini akan menjadi gaun pertama yang aku kenakan karna selama ini aku tak pernah menggunakan gaun


Setelah berpakaian aku membaringkan tubuhku di atas kasur nyaman rasanya, sambil ku putar musik yang aku suka lewat ponsel ku menambah kedamaian ku, namun di menit berikutnya kedamaian itu hilang kala Indri masuk ke kamar ku


Dia melihat box yang tadi dia berikan pada ku


" Apa isinya " tanyanya


" Martabak " asalku


" Iissh tth mah, masa martabak suruh di pake bukan di makan, pasti baju ya " keponya


" Sudah tau nanya " kesalku, karena merasa kedamaian ku terusik


" Emang tth mau kemana sama ka ripa'i " tanyanya lagi


" Ke pesta pertunangan temannya, kenapa mau ikut " tanyaku padahal aku yakin Indri baik pun Fitri tak akan ada yang mau ikut jika ke pesta mereka bilang itu membosankan


" Nggaklah males Indri di rumah aja " ucapnya


" Jam berapa berangkatnya " lanjutnya


" Jam 7 nanti, Oia ndri, tadi siang siapa yang nganter makanan ke rumah sakit " tanya ku


" Teh Fitri, tau nggak dia sama siapa "


Seolah mu bermain tebak-tebakan dengan ku mukanya di but sok misterius


" Sama siapa " datar ku


" Sama ka julian, kayanya te Fitri suka deh sama ka Juli " celetuknya,


" Terus " datar ku, ya sebenarnya aku juga sedikit khawatir dengan Fitri jika dia memang suka beneran pada julian maka dia harus siap bersaing dengan wanita-wanita yg selalu berusaha mendekati Julian


" Iisshh, nggak asik, udah lakh Indri mu mandi saja " kesalnya seraya keluar dari kamar ku, aku hanya tersenyum melihat punggung adik bungsuku yang keluar dari kamar ku, tak ku sadari ternyata kini dia bukan gadis kecil lagi, kini dia sudah menginjak masa remaja namun masih manja, aku bersyukur hanya aku dan Fitri yang dewasa sebelum waktunya karna keadaan.

__ADS_1


__ADS_2