Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 21


__ADS_3

Hari ini aku di jemput ripa'i karna dia bilang ingin berangkat bareng aku jadi adik ku mengendarai motor sendiri


" Sudah siap " tanya nya saat aku sudah di atas motor


" He'mh " singkat ku


Saat motor akan berangkat adik ku berteriak


" Tunggu bareng jangan di tinggal " pinta nya


Pai tersenyum melihat ku " mau menunggu " ucap nya dan aku hanya membalas tersenyum juga


" Sudah ayo " ajak adik ku


Aku menyerengitkan dahi


" Di mana Iin " tanyaku


Karna aku bareng ripa'i jadi Iin bisa ikut sama pitri


Kami berangkat saat semuanya sudah siap di persimpangan arah sekolah pitri berbelok untuk mengantar Indri terlebih dahulu


Akhirnya aku dan pa'i sampai di sekolah, Pa'i membukakan helem ku walau aku sudah menolak ia tetap melakukan nya


Sepanjang kami melewati koridor sekolah aku melihat banyak pasang mata yang melihat kami namun karna pada dasar nya aku dingin jadi hanya cuek saja berbeda dengan Pai sesekali ia membalas senyum pada siapa saja yang melempar senyum ke arah nya


" Pai aku ke kelas duluan ya " pamitku


" Nggak mau sekalian ku Anter sampai kelas " canda nya


" Nggak perlu " jawab ku sambil berlalu meninggalkan Pai


Aku duduk di meja amin karna meja ku sedang di duduki yang lain karna upacara akan di mulai bentar lagi maka aku lebih dulu keluar kelas menuju lapangan


" Mau kemana " tanya seseorang di belakang ku


Aku menoleh ternyata kak Rendi yang bertanya


" Lapangan upacara bentar lagi " jawab ku


" Oh, boleh bareng dong kalau gitu " tanya nya lagi


Aku hanya mengangguk, sepanjang perjalanan kami berbincang kecil di mulai dari dia menanyai kabar ku sampai ke adaan ruang OSIS yang ia tau pasti banyak anggota baru dan aku pun tak keberatan menjawab pertanyaan nya


Sampai di lapangan karna belum berbaris aku memilih duduk dulu di depan kelas 10 terdapat kursi panjang di sana


" Jani aku ke sana dulu ya " kata Rendi yang melihat kepsek baru datang mungkin ia ada perlu


" Oh ia silahkan " jawab ku


Aku masih betah duduk di situ sambil bermain ponsel ku


Saat bermain ponsel aku mendapat pesan dari group kelas ku tepat nya dari amin


# beb di mana # begitulah isi pesan dari amin


# depan lapangan kelas 10 # balas ku


# sebelah mana # pesan dari yanah kali ini yang lagi lagi harus aku balas


# sini dulu makan nya jalan baru nanti ketemu # balas ku


Saat asik berbalas pesan aku sedikit terkejut saat suara yang ku kenal tiba tiba di samping ku


" Asik bener kaya nya berbalas pesan " aku menoleh


" Lumayan " jawab ku


" Kemarin ke mana sama kakak mu aku kerumah kamu nggak ada kata pitri ikut sama kakak mu dan teman-teman nya


" He'mh " singkatku


" Aku ikut kakak sama teman nya kemarin kenapa " lanjut ku


" Nggak papa "


Tiba tiba amin yanah dan Ros datang


" Pantes pesan nya nggak di bales lagi ternyata lagi asik ngobrol bareng ketos " celetuk yanah sembari menunjukan deretan giginya

__ADS_1


" Ya udah yuk udah pada baris tu " ajak anta pada kami


Ros berjalan mendahului ku mengimbangi langkah anta, ya tadi yang sedang mengobrol dengan ku anta


Upacara bendera pun di mulai anak SMP juga sama di gabung hanya barisan saja yang di bedakan sesuai dengan tingkat dan kelas


Saat pemimpin upacara sudah memasuki lapangan anak kelas tiga baru menyusul sepertinya mereka baru selesai dengan urusan nya, bukan nya masuk di barisan sesuai kelas nya Pai malah masuk barisan anak klas dua tepat nya di belakang ku


" Hai " bisik nya aku sedikit menoleh namun tak menjawab


" Cantik deh kalau lagi serius " bisik nya lagi, melirik kanan kiri ku mereka sedang melihat ke arah ku


" Beneran cantik banget nggak bohong " terus saja dia berbisik pada ku aku hanya menggelengkan kepala tak habis pikir pada orang di belakang ku ini


Satu jam kami menjalankan upacara akhirnya selesai juga dan semua membubarkan diri berhambur ke kelas masing-masing begitu juga kami


Sampai di kelas aku merasa hp ku bergetar cukup lama tanda ada telpon masuk aku menyerengitkan dahi tak mengenal nomer itu


" Kenapa " tanya amin


" Nomer baru males " jawab ku


Namun nomor itu terus menghubungi hingga aku penasaran pada si penelpon akhir nya aku angkat toh bukan pripat nomor


" Hallo assallamuallaikum " suara di sebrang sana saat aku sudah menggeser warna hijau yang ada di layar hp ku


Aku terkejut mendengar suara yang sudah lama tak ku dengar aku terpaku mematung seribu bahasa hingga amin mengguncang bahu ku karna dia bilang dia bertanya namun aku hanya bengong


" Jani " suara amin seraya mengguncang bahu ku


Sesaat aku tersadar setelah nya


" Ya kenapa " tanya ku


" Emang Lo lagi telponan sama siapa si sampe bengong gitu " mendengar ucapan amin aku baru sadar kalau aku sedang menerima telpon


" Bukan siapa-siapa " datar ku amin kembali kebangku nya dan aku menempelkan benda pipih itu di telingaku memastikan aku tak salah mendengar suara


" Wa'allaikum sallam " jawab ku


" Apa kabar " tanya nya


" Oh udah lupa ya, ini aku Maya " jelas suara di sebrang sana


" Oh,," singkat ku


Tak ada rasa debaran atau semacam nya aku hanya terkejut ada angin apa setelah sekian lama menghilang kembali mengabari ku


" Keganggu ya lagi di sekolah kan ya udah aku matiin " ucap nya


" He'mh " singkat ku


Tak lama bel masuk pun berbunyi dan pelajaran pun berlangsung sampai bel istirahat berbunyi


Aku tak pergi kemana-mana hanya di kelas pikiran ku sedikit berkecamuk memikirkan apa mungkin dia akan kembali, namun tak mau larut dalam pikiran ku aku pun memilih mendengarkan musik di hp ku yang terhubung dengan kabel kecil yang ku pasang di telinga ku


Aku mencoba memejamkan mata ku namun tak bisa akhir nya aku membuka aplikasi chat di hp ku banyak chat dari sahabat ku yang belum sempat ku balas hanya ku baca


# si Rinjani tumben sepi kemana # begitulah chat paling bawah dari grup sahabat ku


# hadir # balas ku


# kemaren aja pas kita libur Lo nggak ada # Caca


# iya maaf lagi ada urusan kemarin # balas ku


# ce'ilah urusan anak sekolahan ribet palingan # balas Asiah


# 😊 nggak pada kerja emang # balas ku


# aku si nggak lagi ijin keluar biasa lakh tau tu Asiah # Caca


# lagi longgar makan nya bisa berbalas pesan # Asiah


# oh # balas ku


Aku terus asik berbalas pesan dengan mereka hingga bel masuk pun berbunyi


" Say dari tadi asik di ponsel aja " canda yanah

__ADS_1


Aku tersenyum


" Yehh malah senyum di tanya " celetuk nya


" Maaf aku hanya lagi berbalas pesan saja " jawab ku


" Serius amat sampe kg ke kantin kan tadi "


" Iya lagi males soal ny "


" Sama siapa si "


" Sama siapa ya ...." Aku menggantung kata-kata ku ingin sedikit bercanda dengan sahabat di sekolah


" Iisss, gitu ya " kesal ny


" Iya maaf, sama teman knapa emang "


" Nggak papa si, o ia ga ada guru yang masuk ni "


Aku mengarahkan pandangan ke depan ternyata benar tak ada guru yang masuk


" Kayak nya iya, perpus aja yuk " ajak ku pada yanah


" Yuk lumayan nih dua jam tidur di perpus aman kg ada yang berisik " jawab yanah


" Dasar " canda ku


Kami pun pergi ke perpustakaan sekolah, aku mencari buku-buku yang ku suka banyak ilmu yang bisa menuntun ku untuk masa ku nanti karna aku cukup tau diri uang tak bisa ku jadikan andalan untuk masuk universitas terlalu aku tak mau membebani orang tua ku memperjuangkan ku sampai SMA saja sudah lbih dari cukup sisanya biar aku yang pikirkan sendiri begitu menurut ku


Saat di ruang perpustakaan aku terpisah dengan yanah entah ia beneran tidur atau sedang mencari buku kesukaan nya, aku sendirian di pojok rak buku paling belakang entah mengapa aku suka di sini, sepi membuat ku selalu fokus pada buku yang ku baca


" Kau disini " seseorang membuat fokus ku teralihkan


Aku tersenyum saat mengarahkan pandangan pada nya setelah nya mengangguk untuk mengiyakan pertanyaan nya


" Tak ada kelas " tanya nya lagi dan aku juga hanya mengangguk


' CK ' mulut nya


Dia duduk di samping ku tangan nya terulur menyibak rambutku menyelipkan nya ke belakang telinga, ia tersenyum melihat ku yang terus saja berfokus pada buku yang ada di tangan ku hingga ia mengeluarkan suara kembali


" Rinjani " panggil nya


" He'mh " jawab ku tanpa menoleh pada nya


" Boleh aku meminta sesuatu " aku memalingkan pandangan ku dari buku yang ku pegang


" Katakan " singkat ku dan kembali membaca buku yang sempet tertunda


" Boleh kah aku meminta mu untuk selalu menunggu ku " ucap nya dengan datar menandakan ia tengah serius ingin berbincang


" Maksud nya " heran ku


" Bentar lagi kan kamu kelas 3 dan itu artinya aku juga akan lulus bukan " jelas nya


" Terus " singkat ku, kini buku di tangan ku aku tutup dengan tangan ku yang menjadi penanda


" Aku akan meneruskan pendidikan ku di luar negri " jelas ny


" Kenapa harus sejauh itu, apa kamu marah pada ku dan mau menghukum ku " tanya ku asal


" Tentu tida, namun ada sesuatu yang belum aku ceritakan pada mu karna ku rasa belum saat nya aku cerita, percaya lah aku hanya ingin menepati janji ku dan kakak pada almarhum mamah dan papah "


" Apa yang tak ku ketahui pa'i " tanya ku, aku semakin bingung dan tak mengerti apa semua ini berhubungan dengan sosok yang sering mengikuti nya dan aku diam saja karna ku rasa sosok itu tak membahayakan ripa'i, ya saat ini aku tengah berbincang dengan ripa'i, sosok itu juga tak muncul selama Pai menjalani masa magang nya aku tak tau apa ingin nya mungkin hanya ingin mengawasi nya, tunggu dulu mengawasi, siapa sebenar nya sosok yang selalu mengikuti Pai


" Banyak namun terlalu kelam untuk ku ceritakan bila saat nya tiba aku akan menceritakan semua nya "


" Kapan "


" Nanti saat aku melamar mu untuk menjadi istri ku " aku menatap tajam Pai tak terlalu suka pembahasan nya tentang pernikahan karna ku pikir aku dan ia masih terlalu muda untuk berpikir kesana


" Terserah " asalku


" Aku kekelas dulu seperti nya dua jam akan segera berlalu " lanjut ku Pai mengangguk


Saat aku membangunkan yanah Pai memanggil ku kembali


" Jani " aku menoleh

__ADS_1


" Pulang nanti aku yang Anter " lanjut nya seraya tersenyum dan ntah mengapa aku sangat suka melihat nya tersenyum


__ADS_2