Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 47


__ADS_3

Sungguh menjalin kekeluargaan dengan orang asing tak selalu berakhir dengan kekecewaan, tergantung bagai mana sikap kita dan memberi kesan apa pada mereka


Aku mengendarai motor ku ke tempat kerja ku, sudah banyak pekerjaan yang ku coba namun tak ada yang cocok, bukan tak cocok namun tepat nya aku sudah lelah jika harus berbau dengan perkelahian terus, dan kini di sinilah pekerjaan paru waktu ku di sebuah cafe


Sungguh aku nyaman kerja disini selain orang-orang nya ramah pemilik cafe juga baik, ia seorang wanita dewasa cantik namun berstatus janda, ntah kenapa hanya dia yang tau


" Siang mbak " ramah ku pada pegawai yang lain


" Juga Dena " ramahnya, aku tersenyum


Ya, seperti biasa jika bukan orang yang dekat dengan ku maka mereka akan nyaman memanggilku Dena bukan Rinjani


" Kamu kemarin nggak masuk kenapa " tanya karyawan yang lain


" Biasa kelas ku sampe sore jadi ilmu yang di dapat uang yang melayang " candaku


Semuanya tersenyum ada juga yang menggelengkan kepala


" Kamu ini itu kan juga buat masa depan mu " celetuk sang pemilik cafe, aku hanya nyengir


" Ya udah saya ganti baju dulu permisi " pamit ku


" Habis ganti baju makan dulu baru kerja " ucap sang pemilik cafe, bagai mana tak baik coba


Setelah berganti baju dan makan akupun ke posisiku ya itu melayani tamu yang datang berkunjung


" Dena hari ini dari pagi sepi loh " celetuk Wiwi, si kepo yang suka sekali bergosip


" Tidak lagi jika aku sudah di sini, siap-siaplah saja untuk capek " jail ku


Tak lama pengunjung mulai berdatangan satu persatu, bahkan semakin sore pengunjung semakin ramai


" Kenapa sih ucapan kamu tu nggak pernah meleset gitu " kesal Wiwi mungkin sudah merasa pegal karna harus bolak-balik melayani tamu


" Katanya mau rame " candaku, seraya membawa piring kosong bekas pengunjung ke belakang


Benar saja aku bekerja menggantikan waktu kemarin, teman yang satu sip dengan ku tadi siang sudah pada pulang sedang aku masih kerja dengan karyawan sip dua


Aku bekerja seperti tadi siang, tak ada bedanya hanya saja di sip ini ada dua cowo sebagai teman bergilir jika kami kelelahan


Sampai waktu pulang tiba pelanggan masih ada hingga waktu pulang terlewat, jam sudah menunjukan pukul 11 malam sedang waktu tutup kami jam 10


" Mbak masih ada satu pengunjung lagi belum pulang memang dia masuk terakhir " ucapku memberi tau pemilik cafe


" He'mh, jika kamu mau pulang, pulang saja duluan besok kamu juga kuliah kan " ucapnya


" Ia mbak tapi siang, jadi saya masih bisa temani mbak disini sampe pengunjung itu pulang " ucap ku


" Baiklah kalu begitu " ucapnya seraya berjalan menghampiri pengunjung terakhir itu


" Permisi tuan, maaf tuan jam tutup kami sudah terlewat jika sudah selesai di mohon untuk meninggalkan tempat ini karna kami akan tutup " pinta pemilik cafe pada pengunjung itu, juga pengunjung itu sudah dari tadi selesai hanya masih bermain dengan laptopnya


Pengunjung itu mendongak,


" Maaf, saya akan keluar sekarang " ucap pengunjung itu


Akhirnya kami bisa pulang juga


Akupun sampai di kontrakan pukul dua belas lewat


" Sangat melelahkan " gumam ku


Sampai di kontrakan aku tak langsung tidur karna badan ku terasa lengket, aku memanaskan air untuk mandi, selama menunggu air pans aku menyiapkan mata kuliah besok, beruntung jam mata kuliah besok di mulai jam 10 jadi aku bisa beristirahat lagi setelah subuh


Semua sudah siap, air panas pun sudah ku campur hingga menjadi hangat, aku segera membersihkan diri baru bisa terlelap


Begitulah keseharian ku sebagai gadis rantau, suka duka ku rasakan namun tak pernah ku keluhkan


***


Hari ini aku pulang ke kampung halaman dengan mengendarai motor ku, walau mungkin sampainya sore atu malam aku tetap memaksakan pulang


Aku berangkat setelah solat subuh, kalau tak macet atau ada kendala aku akan sampai jam 6 atau jam 7 jika ada kendala bisa jadi jam 9 atau 10 malam bahkan bisa lebih


Karna acaranya Sabtu malam Minggu jadi aku pulang dari hari Kamis, biar bisa bantu-bantu bahkan kumpul bareng dulu sama sahabat Ponda ku yakin mereka pasti pulang semua

__ADS_1


Aku berhenti di sebuah warung pinggir jalan tepat jam 2 siang untuk membeli sesuatu karna ku rasakan perut ku mulai lapar, sebenarnya sudah dari tadi hanya saja aku belum menemukan warung


Aku membuka ponsel ku sembari memakan roti yang ku beli di warung itu,


" Bu sambil numpang istirahat bentar ya " sopan ku takut yang punya warung terganggu


" Iya neng silahkan " ucap sang pemilik warung


Aku menekan nomor ripa'i yang baru yang tak ku simpan di memory ponsel tapi di memory otak ku


Tut..


Tut..


Tut..


Di panggilan ke tiga pun tak ada jawaban padahal tersambung, kulirik jam di pergelangan tangan ku


" Mungkin dia sedang sibuk " gumam ku


berasumsi


Tak lama nomor itu menelpon balik, aku tersenyum, segera ku angkat tanpa menunggu lama


" Assalamualaikum " suara di sebrang sana


" Wa'allaikum sallam " jawab ku


" Kenapa, apa sedang rindu " tanya suara di sebrang sana


" He'mh, " singkat ku


" Apa mau melakukan panggilan Vidio " suara di sebrang sana


" Tidak, nanti saja kalau sudah di rumah, sekarang aku sedang di perjalanan pulang ke rumah " jawab ku


" Kamu kalau rindu dengan keluarga segera pulang, tapi jika rindu dengan ku hanya menelpon " suara di sebrang sana


Entah kenapa aku tak suka dengan ucapan ripa'i barusan, mungkinkah dia sudah berubah kata-katanya terdengar datar


" Bila jarak kita hanya antar kota mungkin aku bisa jika antar negara aku hanya bisa bersabar dan menunggu, ntah akan menyenangkan atau mengecewakan " jawab ku datar


" Tak akan lama lagi Rinjani bersabarlah " lirih nya, mungkin dia juga menahan rindu yang sama besarnya


" He'mh, ripa'i aku tutup dulu ya mu melanjutkan perjalanan " ucapku


"Assalamualaikum " pamitku dan setelah mendapat jawaban salam akupun mematikan sambungan


Sejenak ku tatap ponsel di tangan ku, tadinya berniat memberitahu ripa'i bila sahabat ku akan menikah tapi mendengar nada bicara ripa'i aku jadi tak mau ntah kenapa, mungkin saat ini perasaan ku hampa karna terlalu lama menunggu


Aku melanjutkan perjalanan menikmatinya dan ku kesampingkan dulu beban pikiran ku mencoba rileks


Waktu menunjukan pukul 4 sore aku sudah dekat dengan kota kelahiran ku, aku semakin menancap gas agar lekas sampai,


Semakin mendekati, namun masih di jalanan raya sedang rumah ku harus masuk lagi ke pelosok perkampungan


Di tengah jalan aku melihat ada minimarket aku mampir kesana untuk membeli minum


Brukk


Aku menabrak seseorang saat hendak masuk


" Aw " pekik orang itu, suaranya ku kenal aku berbalik


" Say " pekik nya, dan aku tersenyum senang


" Yanah, apa kabar " tanya ku sembari memegang tangan nya


Dia malah memeluk ku


" Vi yuk udah ni " suara laki-laki yang ku kenal juga


Aku melepas pelukan yanah dan melihat ke belakang ku, penasaran apa iya dia


" Anta " suaraku pelan

__ADS_1


" Hai " sapa nya, aku tersenyum membalasnya


" Say aku kangen banget tau, eh kamu kurusan yah perasaan " tanya yanah sembari memperhatikan tubuh ku


Bagaimana tidak kurus, pagi kuliah pulang kuliah kerja udah gitu tugas juga dari dosen mana bentar lagi ngumpulin skripsi, tambah kurus lakh badan ini


Aku tersenyum " iya, btw kalian di sini ngapain apa kalian pacaran " tanya ku ragu-ragu


Yanah makan nyengir


" He'mh, Vivi cewe gue sekarang tepat nya sebulan yang lalu " jawab anta


" Oh, pantes Ros nanya gue Lo ganti kartu apa tida, katanya susah di hubungin " asalku


" Kalian mau pulang " lanjutku bertanya


" Tadinya, tapi aku mau kangen-kangenan dulu sama kamu " cerocos yanah


" Bentar ya, aku beli minum dulu " pamitku namun si hentikan yanah


" Ini aja punya ku masih baru ko " dia memberikan minuman kemasan pada ku


Bukan mau menolak tapi minuman yang yanah kasih ada rasanya sedang aku habis perjalanan jauh butuh air mineral, namun terpaksa aku terima namun tak ku minum


Kami ngobrol di luar minimarket itu kebetulan ada meja dan kursi di sana


" Jani kenapa tak diminum " tanya yanah, ternyata dari tadi dia memperhatikan


" Nanti aja nggak haus juga " bohong ku


" Kenapa tak bilang saja, kamu tak bisa meminum air yang ada rasanya bila setelah perjalanan jauh " celetuk anta


Yanah menatap kearah ku, seketika dia menepuk jidat nya


" Maaf aku lupa dengan kebiasaan mu itu " ucapnya aku tersenyum


" Tak apa, jadi apa aku boleh beli air minum sendiri " ejek ku, bagaimana tida tadi dia mencegat ku seolah tau apa yang aku butuhkan


Akupun masuk dalam minimarket itu,tak hanya membeli minum aku juga membeli beberapa Camilan, aku kembali ke bangku tadi


" Kalian bisa pacaran gimana ceritanya " tanya ku setelah duduk dan meneguk minuman ku


" Ada lakh pokonya " jawab yanah


Sesekali aku melirik anta ternyata dia sedang memperhatikan ku sesekali tersenyum ntah yanah menyadarinya atau tidak dia sedang asik bercerita tentang nya setelah kami berpisah dari SMA


Ku rasakan hari semakin sore akupun berpamitan pada yanah dan anta


" Yan, ta gue pulang duluan yah " pamitku


" Say kamu tak capek berkendara sendiri tak ada yang gantiin berkendara " tanya yanah saat aku sudah berdiri


" Sedikit " singkat ku


Akupun menaiki motor ku tanpa mengunakan helem toh sudah dekat juga sejam lagi kira-kira sampai


***


Akhirnya hari yang menjadi alasan ku pulang datang juga, setelah acara selesai aku akan kembali lagi ke kota tempat ku menuntut ilmu


Semua terlihat bahagia, ada nursah, ojah, Asiah, dan aku dan di pelaminan ada pupu kami berfoto bersama beberapa foto ku unggah di akun sosial media ku


" Rinjani kapan berangkat lagi " tanya Asiah


" Selesai acara atau besok " jawabku


" Nggak mau ngumpul dulu " tanya ojah


" Kemarin kan udah " jawab ku


" Gitu ya sekarang " celetuk Caca


" Gitu gimana, soalnya gue udah harus mulai bikin skripsi target gue kan wisuda tahun ini " alasan ku


" Ia nggak apa-apa ko, malah kita seneng salah satu dari kita bisa sukses " timbal ojah

__ADS_1


Memang dia super bijak


" Maaf ya " ucapku


__ADS_2