Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 25


__ADS_3

Tak sulit bagi ku melepaskan diri dari cengkraman gadis ini


Setelah berhasil melepaskan diri akupun menatap nya lekat ada rasa aneh yang melintas di pikiran ku namun segera ku tepis


" Kamu cantik kenapa ripa'i tidak mengejar mu " ucap ku dengan mimik muka mengejek karna kesal dengan kelakuan gadis ini kenal juga nggak


" Kurang ajar sekali, kamu tak tau siapa ripa'i hah " kesal nya membuat ku sedikit tertarik bermain-main dengan nya


" Tau remaja brengsek yang merubah perilaku nya hanya karna ter gila-gila pada ku " dengan menekan kan kalimat 'pada ku ' dan lagi-lagi berhasil membuat gadis itu meradang hampir dia menampar ku namun segera ku hentikan


" Berhentilah bersikap bodoh " datar ku dan akupun berlalu meninggalkan gadis itu sendirian


Saat sedang melewati pos penjagaan suasana sudah sepi mungkin yang lain sudah pada masuk tenda


Namun saat melewati pos itu tepat nya di samping tenda pos penjagaan aku melihat dua manusia yang sedang di mabuk asmara


Aku menyerengitkan dahi saat melihat mereka bukan dengan sengaja aku ingin melihat mereka namun mau bagai mana lagi aku harus melewati jalan ini untuk sampai ke tenda


Kelakuan mereka membuat ku sedikit tak nyaman namun aku acuh kan mungkin itu sudah menjadi kebiasaan remaja yang sedang di mabuk cinta


Saat aku melewati mereka, mereka tak menghentikan aksi nya berpeluk cium dengan bergairah nya bahkan si lelaki itu tak hanya mencumbu bagian atas saja namun tangan nya sudah berada di bagian lain


Aku menghentikan langkah saat sudah sedikit melewati mereka membalikan badan kemudian menggelengkan kepala


" Hei kalian tau tempat kenapa kalu mau pacaran " kesal ku


Mereka pun menghentikan aksi nya seolah sadar ada orang lain di antara mereka


" Jani " suara wanita itu pelan, ternyata benar gadis itu gadis yang kemaren ku tanya tentang ank kls 3 dan laki-laki itu pasti kekasih yang ia maksud


'ck' decak ku seraya melanjutkan langkah ku yang sempat terhenti


Saat sudah di tenda ternyata yanah belum tertidur


" Ko lama " tanya yanah


" Iya tadi ada kadal lewat jadi harus ku urus dulu " niat ku hanya bercanda malas memberi tau yanah kalau ada sekolah lain yang menyusup ke tenda kami


" Kadal dimana, apa kadal nya besar, dia bikin kekacauan ya di pos dapur " tanya nya sekaligus aku hanya menggeleng sebagai jawaban tida


" Sudah ayo tidur besok kan pulang " ajak ku karna besok harus bangun pagi berkemas dan pulang


Sebelum aku benar-benar tertidur aku lebih dulu mengirimkan pesan pada kakak ku agar ia menyuruh Fitri menjemput ku di sekolah besok jam nya belum aku beri tau takut nya di jalan ada kendala


*****************


Saat ini kami sedang dalam perjalanan pulang suasana dalam bus begitu riuh Karana suara tawa canda dari teman-teman begitu heboh entah lakh sepertinya mereka sedang bahagia mungkin karena akan kembali kerumah


Bus yang kami tumpangi tiba-tiba berhenti karna bus yang di depan lebih dulu berhenti ntah ada apa


" Mohon tenang anak-anak jangan ada yang tegang " begitulah peringatan yang kami dapat


' ada apa ' pikir ku


Aku melihat keluar kaca mobil ternyata bus di depan sedang ada yang membajak, aku mencari teman-teman terdekat ku semua ada kecuali yanah

__ADS_1


Mendapati yanah tak ada di bus yang sama aku sedikit khawatir karna dia teman yang lumayan mengerti aku


" Rinjani duduk kembali jangan kemana-mana " pinta pak guru yang mengawasi kami saat aku berdiri hendak mencari yanah aku takut ia ada di bus depan


Semua penumpang bus depan disuruh keluar dengan meninggalkan barang-barang mereka tetap di dalam


Aku terus mengawasi lewat jendela bus, saat aku rasa mengenali seseorang yang baru keluar dari bus itu aku menajamkan pandangan ku agar tak salah lihat dan ternyata benar ia yanah


" Yanah " gumam ku pelan


" Pak saya harus turun " pinta ku pada guru


Bukan mau sok hebat atau sok keren namun dari raut wajah para pembajak itu sepertinya salah satu nya aku pernah lihat namun lupa di mana mereka cukup berbahaya


" Tidak bisa Rinjani tetaplah di sini " titah guru yang mengawasi kami, kulihat pak guru pun mulai panik karna beberapa pembajak mulai mendekati bus yang kami tumpangi


Aku heran kenapa jalanan di sekitar daerah ini begitu sepi mungkin karna jauh juga dari pemukiman warga apa lagi dari jalan raya dan yang ku dengar di kota ini juga banyak sekali komplotan preman ny


" Jani " teriak yanah seraya ingin berlari menghampiri ku namun di cegah oleh para pembajak itu


Saat aku turun aku hanya menunduk tak melihat mereka males lagi pula tak ada barang-barang berharga dalam tas ku


Semua anak dan guru menurut saja karna para pembajak terus menodongkan senjata mereka ada yang menggunakan golok yang panjang dan runcing mirip dengan samurai namun bukan ada juga yang memegang pistol ngeri aku liat nya


Saat salah satu pembajak memukul salah satu guru yang mencoba melawan namun tak jadi karna sebelum tangan itu benar-benar menyentuh tubuh guru itu tendangan salah satu murid yang memberontak lebih dulu mengenai nya


" Berani sekali kau bocah " kesal orang itu


" Dari pada kalian yang berani nya keroyokan " ejek murid itu


Aku hanya mengawasi memperhatikan setiap gelagat para pembajak sepertinya tak semua para pembajak itu memiliki nyali dan kemampuan yang full


" Bukan hanya dia " suara ripa'i muncul dari kerumunan orang yang tadi di kumpulkan


Dan satu persatu para murid yang sepertinya pandai berkelahi maju dan menyerang mereka termasuk anta, ripa'i, Jaka, juga Rendi tak lupa teman-teman mereka juga


Tak dapat terhindari perkelahian pun terjadi jumlah kami memang menang namun tidak dengan tenaga kami satu persatu murid dari sekolah kami tersungkur dan yang tersisa mungkin yang cukup tangguh


Yanah sudah bersama ku, amin ,dan Ros aku membawa mereka sedikit menjauh


Aku meminta teman ku untuk memberi tahu guru agar menelpon polisi walau daerah ini jauh dari perkotaan namun aku yakin polisi pasti datang bila di hubungi


Ku lihat tak sedikit anak gadis yang mengabadikan momen itu mereka memotret merekam idola mereka masing-masing yang sedang berkelahi astaga sempat-sempat nya mereka


Aku tak mahir dalam ilmu pedang apa lagi senjata menyentuh nya saja tak pernah saat pandangan ku menangkap sosok ripa'i yang tengah mengalahkan salah satu pembajak itu membuat sedikit lega namun sesaat setelah nya aku melihat salah satu teman pembajak itu mendekati ripa'i seraya membawa pedang ngeri memang namun mau bagai mana lagi aku harus membantu Pai apa lagi sosok yang selalu mendampingi Pai seolah memohon agar aku membantu ripa'i


Pedang yang di ayunkan pembajak itu hampir saja menyentuh tubuh Pai jika aku tak melayangkan tendangan ke tangan nya aku melakukan tendangan khayang sehingga tepat mengenai tangan


Pai menoleh saat menyadari aku di belakang nya


" Jani kamu tak apa-apa " ku lihat wajah nya khawatir


" He'mh, kau tau aku " datar ku


Aku pun melepas jaket yang ku kenakan karna jaket itu tebal dan kebesaran sehingga aku merasa sedikit kesulitan jika harus bergerak gesit, aku melempar jaket itu ke sembarang arah, sebenar nya aku tak yakin ingin berkelahi dengan mereka karna kemampuan bela diri ku tak semahir itu apa lagi mengingat senjata yang mereka gunakan

__ADS_1


" Berhati-hatilah dan tetap di dekat ku " pinta ripa'i


Dan,,,


Trang,,


Trang,,


Bruk,,


Bruk,,


Ternyata Pai cukup mahir menggunakan pedang ia mengambil pedang salah satu pembajak itu dan aku hanya bisa memukul dan menangkis serangan jadi aku terus saja memukul


Perkelahian terus terjadi antara kami dan para pembajak separo dari mereka sudah terkapar dan sudah di ikat oleh teman-teman yang lain menggunakan tali yang ada entah tali apa mungkin tali plastik yang sempat kami bawa


Aku terkena pukul di lengan bagian atas aku meringis karna tenaga mereka cukup kuat sehingga pukulan pun lumayan keras ngilu ku rasakan namun tak ku hiraukan melihat teman-teman yang ikut berkelahi hanya tinggal 4 orang termasuk aku


Rendi dan Jaka sudah terkapar terlebih dahulu


Aku melihat tongkat yang di pegang Anggi aku meminta Anggi melempar tongkat itu


" Anggi lempar itu " pintaku


Anggipun melempar tongkat yang ia pegang aku cukup lumayan mahir menggunakan tongkat karna itu di ajarkan golok pun sebenarnya di ajarkan Namun aku tak pandai


Kini semua pembajak sudah terkapar aku melihat ripa'i mengeluarkan darah di dahi nya, beruntung tak ada tembakan yang keluar entah itu hanya pistol mainan atau memang tak ada isinya yang penting aku bersukur semua selamat


Aku menghampiri Pai dengan sedikit menahan lemas di tubuh ku mungkin karna kecapean kurang tidur dan sekarang harus berkelahi cukup menguras tenaga


Pai terenyum saat aku di hadapan nya belum sempat aku mengangkat tangan ku untuk menyentuh dahi Pai yah berdarah aku merasa pusing yang luar biasa dan


Gepp,,


Aku merasakan tangan Pai menyanggah ku menghalangiku untuk jatuh ke tanah aku masih tersadar hanya saja tubuh ku merasa lemah sekali bener-bener lemas


" Rinjani " suara Pai


" He'mh " lemas ku


" Bangun jangan pingsan kamu kuat aku yakin itu " ucap nya aku hanya tersenyum samar


Pai mengangkat tubuh ku membawa ku ke tempat yang lebih terbuka karena posisi kami sekarang di tengah-tengah kerumunan siswa-siswi


" Ini minum ini biar lebih seger " yanah menyodorkan sebotol air pada ripa'i Untu di minumkan pada ku namun aku menolak lebih memilih meminum nya sendiri


" Sstttt,, " ringis ku saat yanah memegang tangan atas ku


" Kenpa say sakit " panik nya


" Kamu kena pukul " suara ripa'i seraya tersenyum miring seolah mengejek


Aku tak menjawab ku tau walau Pai seolah cuek namun dalam hati nya ia khawatir pada ku terlihat dari pandangan nya


Kami belum melanjutkan perjalanan karna meninggu polisi datang menjemput para pembajak itu bukan nya polisi yang datang namun bus dari sekolah lain yang datang

__ADS_1


" Jani kamu ke mobil aja ya istirahat nya " pinta pak kepsek


Aku hanya mengiyakan dengan mengangguk dan aku pun di papah yanah dan Ros ke dalam bus tadi nya Pai ingin menggendong ku namun ku tolak


__ADS_2