
Ripa'i vop
Dena Rinjani gadis manis yang menolong ku dari amukan kakak ku yang sedang marah pada ku, aku kagum dengan keberanian nya dan ke tebangan nya menghadapi kakak ku
Dia cantik ?,
Ya tentu jangan di tanya lagi postur tubuh nya tak seperti para gadis yang sering ku PHP,
Saat Rinjani memegang tangan kakak ku yang hendak ia layangkan untuk menghajar ku kembali Rinjani mencegah nya
" Saya hanya mencegah kemungkinan terjadi nya pembunuhan " begitulah kata-kata nya yang selalu ku ingat dan berhasil membuat ku tersenyum bila mengingat itu
Percayalah aku hanya remaja brengsek yang selalu melampiaskan kesepian,kekesalan bahkan kesedihan ku pada para gadis yang memang menginginkan ku namun aku tak sampai melakukan yang satu itu
Hingga hari itu aku benar-benar berniat ingin menghancurkan anak orang, entah dia masih gadis atau sudah tidak aku tak tau, namun dari cara dia merayuku sepertinya dia sudah berpengalaman
Aku dengan bodoh nya tergoda dan berhasil membuat gadis itu telanjang bulat karna kakak sedang pergi mengurus bisnis nya yang di ibu kota jadi ku pikir aman walau hanya di ruang tamu
Sebelum aku benar-benar menindih tubuh gadis itu aku lebih dulu merasakan pukulan, tangan ku ditarik dari tubuh gadis itu tak sampai di situ aku diseret keluar rumah oleh kakak ku
Percayalah tak ada yang mau menghentikan kakak ku karna semua sudah tau siapa kakak ku, aku terus dihajar nya hingga babak belur, jujur rasanya aku akan mati kali ini
" Brengsek,,," kata-kata itu terus terlontar dari mulut Kaka ku
Dulu waktu mamah masih ada selalu ada yang menolong ku
Lupakan ini aku ingin bercerita tentang Rinjani
Tak mudah aku menyandang status menjadi pacar nya, aku harus mencari tau tentang dirinya itu cukup mudah bagi ku, saat sudah tau siapa dia,dimana asal nya, aku terus mencoba mendekati nya sangat susah bahkan aku harus berpura-pura ingin berteman dengan nya
Hari itu aku menjadi murid baru di sekolah Rinjani dan sama saja seperti di sekolah ku para gadis sangat antusias pada ku namun tida dengan rinjani dia tetap acuh
Percayalah berulang kali aku mencoba menyampaikan perasan ku pada nya, namun seperti dia sudah tau akan apa yang akan aku katakan dan dia akan berbicara terlebih dahulu
" Pai bisakah kau akan selalu menjadi teman ku " ucap nya dan itu selalu berhasil membuat ku mengurungkan niat ku
" Tentu, bila kau merasa nyaman dengan ku maka bercerita lah " ucap ku, aku yakin Rinjani memendam kesedihan namun juga sepertinya ada kerinduan dalam diri nya yang dalam ntah untuk siapa
" Rinjani apa kamu punya pacar " tanya ku
" Jangan di jawab aku yakin pacar mu banyak " lanjut ku mencoba mencari tau tentang pribadi nya
Rinjani malah tersenyum pada ku ' oh astaga ku mohon jangan tersenyum seperti itu aku tak sanggup' batin ku mencoba menahan semuanya
" Benarkah kamu berpikir seperti itu " jawab nya
" Ya tentu " singkat ku dengan terus memperhatikan senyum nya, sumpah ingin rasanya ku ***** habis bibir manis itu
" Kamu salah, bahkan aku tak memiliki keberanian untuk mencintai lagi " jawaban nya cukup membuat ku bingung
" Kamu tau Pai, aku aku baru putus dua bulan lalu, lebih tepat nya diputusin " jelas nya seraya tersenyum getir
' bodoh sekali laki-laki yang melepaskan mu ' batin ku
__ADS_1
" Benarkakh kenapa,? Pasti ketauan selingkuh ya " asal ku
" Bukan, bahkan dia cinta pertama ku " jawab nya
" Kamu tau ripa'i dia meminta ku menunggu nya " begitulah penjelasan nya dan aku hanya mengangguk saja
Waktu pertama bertemu dia, dia masih kelas dua SMP dan saat aku pindah ke sekolah nya dia kelas satu SMA dan aku klas dua
Sungguh aku tak menyangka kalau dia menjadi gadis paling di minati oleh para murid laki-laki dan aku jengkel pada teman sekelas ku yang bernama Jaka bajingan itu juga sangat menginginkan Rinjani dan selalu anta teman sekelas nya yang selalu membantu nya, Bahakan jauh sebelum aku pindah anta prima telah lebih dulu melindungi Jani dan yang membuat ku kesal satu sekolah tau nya anta pacar Rinjani
Aku tak percaya akan hal itu karna aku mengenal Rinjani gadis itu masih menunggu dia yang tak pernah menemui nya selama Rinjani menunggu nya bahkan mengabari saja tida, aku tau itu dari Rinjani
Hari ini aku mengantar Rinjani pulang
" Jani apa bener kamu pacaran dengan teman kels mu itu " Tanya ku langsung pada Rinjani
" Jangan kemakan gosip murahan " celetuk nya
Ya ku yakin rinjani tak mungkin berpacaran dengan nya
" Aku masuk dulu ya " pamit nya dan aku pun mengendarai motor ku kembali
******************
Rinjani pernah mengacuhkan ku entah mengapa aku tak tau, tapi ternyata bukan hanya aku saja tapi teman nya juga yang bernama anta aku tau itu saat aku bertanya padanya
Aku dan orang yang bernama anta itu sepakat untuk berbicara pada Rinjani namun karna dia terus menghindari kami terpaksa aku dan anta menyekapnya di gudang sekolah saat kami menjalani hukuman karna terlambat
Tak kehabisan cara, aku meminta Yuli memanggilkan Rinjani di kelas nya aku tau jam pelajaran nya kosong karna guru fiket nya tak masuk
Rinjani datang ke ruang OSIS
" Sepi " itulah kata yang keluar dari mulut nya saat masuk ruang OSIS, aku sengaja bersembunyi di balik pintu
Saat Rinjani akan keluar aku segera menutup pintu itu dan mengunci nya ku masukan kunci itu ke saku celana ku
" Ripa'i, apa-apaan si " kesal nya dan aku hanya diam menatap nya
" Kamu yang apa-apaan, kamu menghindari ku Jani " tanya ku langsung
" Itu hanya perasaan mu " asal nya
Aku kesal sekali pada jawaban nya, aku mendorong nya kuat sehingga tubuh nya menempel ke dinding, dengan segera aku mengungkung nya dia hanya menatap ku dingin sungguh aku merinding dengan tatapan itu
" Apa mau mu " tanya nya pada ku, jujur aku hanya mau Jani tak menghindari ku tapi pertanyaan nya membuat ku memiliki ide lain
Aku tersenyum dingin padanya, seketika Krait wajah Rinjani berubah
" Kau mau tau apa mau ku " datar ku
" Pai kita kan teman " ucap nya, apa mungkin Jani bergetar
" Teman, jangan bodoh jani laki-laki dan perempuan berteman pAsti ada mau nya " asal ku
__ADS_1
" Katakan apa mau mu " muka datar nya nampar kembali, namun itu malah membuat ku semakin tak karuan
" Aku,, aku akan melakukan ini " aku menggenggam tangan Jani dan memelitir nya ke belakang dan saat aku akan mendekatkan wajah ku entah apa yang ia pikirkan namun itu membuat ku semangikn bersemangat
" Hentikan ripa'i " pinta nya, hampir saja ia bisa melepaskan cengkraman ku namun aku berhasil memperkuat cengkraman ku kembali
Tangan ku sudah tak terkondisikan hampir saja aku menyentuh bagian dada nya namun aku berhasil menahan aku memegang kancing baju nya, sumpah ingin aku melakukan sesuatu pada nya
" Tunggu ripa'i apa yang kamu inginkan " tanya nya serius
Aku menghentikan aksi ku dan memandang lekat manik mata nya
" Aku mau kamu jadi pacar ku " pinta ku datar namun dalam hati penuh harap
Ku lihat rinjani hanya diam, dan aku mengulangi aksi ku
" Hentikan Pai, baiklah " sungguh jawaban nya membuat ku ingin memakan habis bibir itu
" Lepaskan, aku dan buka pintu nya " pinta nya dan aku hanya menurut
Percayalah selama menjadi pacar nya aku tak pernah bisa menjadi bajingan brengsek seperti dulu, bahkan untuk sekedar memeluk nya saja rasanya sungguh canggung
Pertama kali nya aku mengecup kening Rinjani saat aku sedang kesal padanya, seperti nya ia tak pernah menginginkan aku menjadi kekasih nya bahkan dia hanya cuek saja ketika yang lain menanyakan hubungan kami apa aku baik Rinjani tak pernah menjawab ntah lakh kenapa
Namun beberapa Minggu lalu aku mengecup kembali kening itu karna rasa kesal ku pada nya yang mau saja di peluk oleh laki-laki yang tak ku tau siapa dia
Sengaja hari ini aku tak menemui Rinjani setelah pengumuman kelulusan ku padahal aku atu dia mencari ku itu dari teman nya yanah sepertinya dia cukup dekat dengan Jani
Aku pulang lebih dulu berganti pakaian dan langsung kerumah Rinjani sedih rasa nya karna aku harus meninggalkan nya jauh semoga dia mau menunggu ku
" Assallamuallaikum " fitri adik nya memberi salam dan aku menjawab nya
Setelah Fitri masuk Rinjani mendudukkan tubuh ny di bangku panjang yang terbuat dari bambu yang ada di situ
Sungguh berat aku harus mengatakan ini pada nya aku khawatir dia tak bisa menunggu ku
Dengan berat hati aku menceritakan semua ny pada Rinjani
" Aku mau pamit ," ucap ku
" Pamit " ulangnya
" Serius Rinjani, aku akan keluar negri meneruskan pendidikan di sana " jelas ku, ku lihat wajah tak rela nampak di wajah Rinjani ntah itu hanya piling ku atau memang ia semoga saja ia
Maukah kau menunggu ku " pinta ku penuh harap
" Berapa lama " tanya nya
" Aku Janji akan segera menyelesaikan pendidikan dan akan selalu mengabari mu" ucap ku memastikan pada Rinjani agar ia tak kecewa dan berpikir aku sama dengan mantan nya
Tak ada percakapan lagi antara kami hingga aku dengan lancang nya memeluk dan mengecup kening Rinjani rasanya aku tak rela meninggalkan nya
Rinjani memberontak saat ku peluk namun tak ku lepas " aku mohon " pinta ku agar dia membiarkan ku memeluk nya untuk kali ini
__ADS_1