Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 77


__ADS_3

Selesai dengan semua pembayaran aku membawa Asiah pulang ke tempatku, sempat mengabari ripa'i, memberi tahu jika Asiah sudah bisa pulang hari ini namun tak mendapat jawaban karena aku hanya memberi tahunya lewat pesan saja.


Aku memarkirkan mobil ku di minimarket ada yang harus ku beli di sana, tak lama setelah mendapatkan apa yang ku cari aku kembali ke mobil ku.


" Sudah " tanya Asiah saat aku kembali


" Sudah " jawabku


Aku kembali berkendara dan disinilah kami sekarang di rumah ku.


" Masuklah " ucapku pada Asiah setelah mengucap salam sembari membuka pintu


" Wah Rinjani rumah mu besar sekali " kagumnya aku hanya tersenyum


" Jangan membuatku malu, rumah ku sederhana kau bilang besar " ucapku


" Rumahmu memang besar bagus lagi " asalnya berucap sembari melihat setiap sudut rumah


" Diman Indri sama Fitri ?" Tanyanya kemudian sambil mendekatiku


" Mereka sedang belajar di sekolah nya masing-masing, ayo ku antar kau ke kamar, mau satu kamar dengan ku ?" Tawar ku, karena lebih asik memiliki ada yang menemani


" Apa boleh ?" Tanyanya antusias


" Tentu, baiklah kita satu kamar " jawabku dan membawa Asiah ke kamarku guna beristirahat


" Aku kebawah dulu sebentar lagi Indri pulang aku mau masak istirahatlah " ucapku


" kau mau menonton " tanyaku takut Asiah merasa bosan


" Tidak " singkatnya


Setelah mendapat jawaban dari Asiah akupun pergi ke dapur, memasak makanan sederhana entah kenapa aku merasa rindu pada masakan masa kecilku yang seadanya, namun aku tak lupa dengan Asiah karena dia baru keluar dari rumah sakit jadi aku juga membuatkan masakan yang berbeda untuknya sesuai dengan apa yang Gibran sarankan padaku.


Aku mengirim pesan pada adikku


# tth tidak jemput, pulang naik taksi saja nanti tth bayar di rumah # pesan ku terkirim pada Indri


" Assalamualaikum " ku dengar suara Fitri memberi salam


" Sudah pulang ?" Tanya ku setelah menjawab salam dari Fitri


" He'mh, sudah tak ada kelas lagi " ucapnya sembari menyalami tangan ku, Asiah keluar dari kamar mungkin karena mendengar percakapan kami

__ADS_1


" Eh, sudah boleh pulang teh ?" Tanya Fitri pada Asiah


" Sudah " singkatnya


" Sudah merasa baikan ?" Tanyanya lagi


" Sudah " jawab Asiah kembali


Terjadi percakapan antara mereka sedang aku asik di dapur, setelah semua masakan ku selesai aku meminta Fitri dan Asiah untuk makan sedang aku mau menunggu Indri.


" Gih makan tth sudah masak banyak, yah kamu makanan nya aku pisah ya maaf bukan bermaksud membedakan namun aku harus mengikuti apa yang dokter katakan " ucapku


" Tidak apa-apa terimakasih sudah mau mengurus ku " ucapnya dan aku hanya mengangguk


Fitri menemani Asiah makan aku berlalu kekamar guna memeriksa file yang baru di kirim oleh sekretaris mas Rendi.


Akupun membuka laptop ku setelah sebelumya memeriksa di ponsel, aku tersenyum memeriksa semua data beres seperti biasa.


Aku menghubungi mas Rendi dan panggilanku di angkat dengan cepat olehnya karena di sambungan pertama langsung ada jawaban


" Bagaiman kabarmu " tanyanya di sebrang sana setelah menjawab salam ku


" Sudah lebih baik mungkin akan kembali ke kantor lusa, karena besok Jani mau nganter Asiah pulang sekedar untuk menemui orang tuanya " jawabku


" He'mh, tth mu menanyakan kabarmu, dia mendengar kabar dari Siti kalau kamu mengalami kecelakaan, beruntung Fitri tak menjabarkan kecelakaan apa yang di maksud " suara di sebrang sana


" Lalu ada perlu apa menelpon, karena aku Takan menelpon jika tidak penting " suara di sebrang sana


" Ini ada hubungannya dengan perusahaan Huang, maaf Jani belum memberikan laporan waktu Jani di tugaskan mas Rendi karena keburu seperti ini " ucapku


" Katakan " suara di sebrang sana terdengar dingin


Begitulah mas Rendi hangat jika dengan keluarga lain jika menyangkut pekerjaan.


Aku menjelaskan semuanya, sebelumnya aku mengirimkan dulu foto-foto beberapa poin dari berkas itu yang menunjukan kecurangan, mas Rendi hanya diam saja.


" Jadi mereka mencoba bermain kotor dengan perusahaan ku " suara di sebrang sana, aku hanya diam


" Terimakasih Rinjani sudah memberi tahu mas, kalau begitu mas tutup dulu mas mau bertemu klien dulu " ucapnya dan memberi salam setelah nya langsung mematikan sambungan


Aku masih membuka laptop ku, bukan masih mengurus pekerjaan namun hanya untuk melihat sosmed, jarang aku membuka itu karena hanya jika waktu luang saja aku membuka itu.


Aku tidak tau jika ada berita tentang anta yang menjabarkan kalau dia seorang pengusaha muda sukses dan berbakat, berasal dari keluarga terpandang, aku tersenyum ' sudah ku duga ' pikirku, dan menyekrol kembali layar, ku dapati juga berita tentang ripa'i, bahwa dia akan segera menikah dengan putri dari seorang pengusaha bernama glenca atau akrab Caca, aku mengerutkan dahi Caca, kenapa mirip nama panggilan sahabat ku, namun hanya panggilannya saja yang mirip, dan masih banyak lagi, tak lama aku mendapat panggilan video dari yanah, ah, teman ku yang satu ini sekarang super sibuk.

__ADS_1


Aku menjawab panggilan itu, saat sedang mengobrol Asiah masuk dan melihat ku sedang mengobrol di Video


" Hai, apa kabar sudah sembuh " sapa yanah ramah saat melihat Asiah


" Hai, sudah lebih baik " jawabnya, kemudian Asiah memilih keluar kembali


" Aku keluar ya mau Lihat tv " ucapnya aku mengangguk dan asiah pun keluar


Yanah kembali bercerita tentangnya juga tentang hubungan palsunya, dia bilang padaku bahwa sebenarnya dia ingin hubungan itu nyata, namun anta tidak. Aku mendengarkan ceritanya sampai dia sendiri berhenti bercerita kemudian bertanya tentang ku dan ripa'i, aku hanya bilang hubungan kami baik-baik saja karena aku tak tau harus bercerita apa.


" Say kayaknya ada pasien deh, udah dulu yah nanti kita sambung lagi kapan-kapan " ucapnya dan aku setuju, diapun mematikan panggilan video


Aku kembali berfokus pada berita tentang ripa'i, sedikit penasaran dengan gadis bernama glenca akupun mencari tau tentangnya, ku dapati beberapa artikel tentangnya lumayan mengagumkan namun kenapa ketika bertemu sikapnya sangat berlawanan dari yang tertulis di artikel itu.


Sudah bosan dengan glenca aku beralih ke akun ripa'i, ku buka akunnya melihat-lihat beberapa foto yang dia masukan di akunnya, aku tersenyum saat mendapati beberapa foto ripa'i waktu masih SMA, tak ada foto bersama perempuan hanya foto dirinya dan para temannya mungkin, aku juga melihat foto-foto ripa'i yang lain, beberapa foto yang di ambil waktu di luar negri, sangat tampan manis juga cool.


" Kapan dia mengunggah ini " gumam ku kala mendapati foto ku waktu bersamanya saat pergi bersama Abang ku dulu dan dia menyusul, ada beberapa, aku kembali dan melihat foto sampulnya hanya sebuah tulisan " menjaga hatimu agar tak kecewa, dan menjaga hatiku agar selalu setia " begitulah tulisan sampulnya, konyol sekali apa dia tidak berpikir orang akan berpikir apa.


Aku mendapat pesan dari Gibran


# ripa'i keluar negri apa dia memberi tahu mu # pesannya


# tidak, kapan dia berangkat # pesan ku terkirim pada Gibran


# benarkah, semalam, dia hanya menitipkan mu agar aku menjagamu # Gibran


Aku menyerengitkan dahi, maksudnya apa ripa'i akan lama di sana


# aku mencoba menghubunginya dari pagi namun tak bisa, apa ada sesuatu # balasku


# ntah lakh, dia hanya berpesan agar aku menjagamu saja # Gibran


# terimakasih sudah memberitahu ku # balasku


# he'mh sama-sama # Gibran


Aku tak membalas pesan itu lagi, aku menutup laptop ku dan dan beralih pada ponsel mencoba menghubungi nomor ripa'i namun tidak aktif, pesan ku yang tadi pagi pun tak mendapat balasan, sedikit kalut pikiran ku mengingat ucapannya kemarin, namun sebisa mungkin aku mencoba berpikir positif.


" Ada apa, apa semua baik-baik saja Pai " gumam ku memandangi ponsel ku yang menunjukan nama teman hati.


Hingga Indri datang kekamar ku


" Tth minta uang taksi nya " ucapnya, aku tak menjawab hanya memberikan uang

__ADS_1


Setelah mendapatkan uangnya Indri keluar dari kamar ku


" Aku mengandalkan mu, pastikan apapun itu kau akan baik-baik saja " ucapku pelan sambil melihat foto ripa'i di ponselku


__ADS_2