
" lalu " heran nya, ya mungkin dia ini merasa heran kenapa aku menatap foto laki laki yang bukan siapa siapa aku
" Nggak penting " datar ku
Dia tak bertanya lagi dan mengembalikan ponsel ku sesaat kami saling diam aku tak berniat bertanya apapun padanya karna rasa malas ku tiap berhadapan dengan nya
" Jani boleh aku tau alasan mu menolak ku, bukan aku saja tapi mereka juga yang kamu tolak " aku bingung dari mana dia tau kalau aku banyak menolak laki laki
" Tida ada " datar ku
" Bohong, pasti ada alasan nya lalu alasan mu masuk akal aku janji nggak akan ngejar kamu lagi, lagian aku bingung cuma kamu cewe yang nggak mau sama aku " ujar nya
" Nggak ada, aku hanya belum mau saja membuka hati " singkat ku
" Ya sudah lah percuma juga ngomong sama kamu yang jelas jelas nggak suka sama aku " kesal nya
" Aku pergi mau nemenin kepsek patroli " lanjut nya lagi
Malam semakin larut aku tak bisa trtidur ku lihat teman di samping ku sudah terlelap ya mungkin mereka kecapean, aku kembali menatap layar ponsel ku ada keinginan untuk menelpon seseorang namun tak berani
" Apa kamu sudah tidur, biasanya kalau aku tak bisa tidur aku akan mengganggu mu dengan menelpon mu sekarang aku harus mengganggu siapa " gumam ku pelan
Hingga pagi hari tiba aku tak bisa tertidur sempat tertidur namun terbangun kembali kala telingaku samar samar mendengar orang menangis tangis nya begitu pilu ku pikir itu hanya mimpi namun tidak setelah aku terbangun dan tangis itu masih terdengar
********************
Pagi hari nya kami sudah siap untuk pulang, kami diminta berkumpul dulu di sekolah entah untuk apa karna kami tau kami tak mungkin di minta untuk masuk sekolah
Begitu kami sampai banyak mata yang memandang kami bagai mana tida ini kali pertama kami ke sekolah memakai baju bebas
" Gila keren banget ketos pake baju biasa pake jins lagi "
" Liat liat itu ka ripa'i anak baru itu kan keren nya hakiki banget "
" Sumpah ya bidadari gue pake baju apa aja pada dasar nya cantik tetap aja cantik "
Begitulah samar samar aku mendengar para siswa/siswi yang mungkin mengagumi kami bisikan itu tak henti sampai kami tiba di ruang OSIS
" Jani makan dulu yuk aku lapar ni " manja yanah padaku, bagai mana tida sebelum berangkat tadi kami hanya memakan roti saja dan dalam perjalanan kami juga tak berhenti untuk istirahat sekedar mengganjal perut
" Apa masih lama kak rapat nya " tanya ku sopan pada ketos
" Setengah jaman lagi nunggu yang dikelas istirahat kenapa emang " jawab nya dengan muka lesu mungkin karna ke capean
" Nggak aku sama teman ku mau nyari makan dulu kalau masih lama " jawab ku
" Oh ya sudah bareng kalau gitu kalu boleh " pinta nya
" Boleh ko " bukan aku yang menjawab namun yanah
" Ok tunggu bentar ya " pinta nya sambil masuk ke ruang khusus nya nyah mau ngapain
Ku pikir ketos bercanda mau ikut dengan kami nyatanya kini dia sedang duduk bersama kami bukan hanya dia saja wakil nya juga Pai ikut bergabung, sesekali aku menol h ke ripa'i yang sepertinya merasa risih dengan ulah Mila wakil ketos nampak nya Mila suka sama ripa'i ku menoleh pada Rendi ketos kami muka nya biasa saja berarti gosip dia pacaran sama wakil nya salah, tak lama pesanan kami datang, kami makan di warung uduk biasa aku amin yanah dan Ros makan bukan di kantin sekolah
" Rin kapan kamu nemuin tth mu lagi " di tengah tengah kami makan ripa'i bertanya pada ku aku tak menjawab menurut ku nanggung lagi makan
Dia melihat ke arah ku dan tak bertanya lagi ku rasa dia paham aku sedang pokus pada makanan ku saja
Makan pun selesai namun kami belum beranjak dari tempat itu
" Kapan kamu kesana lagi " tanya Pai lagi
" Siapa aku " sambil menunjuk diri memastikan dia memang bertanya pada ku
__ADS_1
" Seperti biasa kalau sudah mendapat pesan baru kesana " lanjut ku menjawab pertanyaan ripa'i
" Nanti nggak usah ngongkos bareng aku aja ok "
" Emang kamu pulang pergi kesana jauh lho berangkat jam berapa dari sana " cerocos ku
" Nggak lah aku disini sama Tante kalau libur sekolah pulang kesana " jelasnya aku hanya mengangguk saja
" Emang kalian sebenar nya udah kenal lama gitu " tanya Ros
" Lumayan tiga bulan lalu dia menolong ku "
" Menolong apa " Ros heran dengan jawaban ripa'i
" Dia nolong aku dari amukan Kaka ku " seloroh nya
" Wih udah sedekat itu emang kalian " tanya yanah penasaran
" Lumayan " singkat Pai
" Apaan sih nggak lakh aku baru ko kenal ripa'i " jelas ku takut teman ku berpikir terlalu jauh
" Udah yu kita masuk kayak nya yang lain udah istirahat " Rendi menengahi kami dan kami pun balik ke ruang OSIS sepanjang perjalanan ku lihat Mila nempel terus pada ripa'i aku senyum senyum sendiri melihat nya ku yakin dalam jiwa nya dia sedang kesal karna tipe Pai bukan cewe manja kaya gitu,ku tau itu dari Pai sendiri waktu kami saling bertukar cerita bahkan dia juga tau kalau aku tengah menunggu seseorang karna aku menceritakan itu padanya
Sebelum masuk tangan ku ditarik seseorang replex aku menghempaskan dengan kasar
" Aawww " ringis orang itu
"Rinjani kasar deh " lanjut nya
Aku tertawa kecil mendapati amin yang meringis bak anak gadis " maaf " enteng ku
" Udah yah aku masuk dulu bentar lagi rapat mau mulai " pamit ku meninggalkan amin
Sesampai nya di rumah aku mendapati rumah yang sepi tak ada siapa siapa karna Adik adik ku belum pulang sekolah begitu pula para keponakan ku
*******************
Setelah melewati beberapa hari akhirnya hari Sabtu pun datang hari yang aku tunggu karna para sahabatku akan pulang hari ini aku sudah tak sabar ingin mendengar cerita mereka tentang dunia kerja ya begitulah saat mereka pulang aku selalu menanyakan bagai mana pekerjaan mereka kadang mereka menceritakan dengan mengeluh kadang dengan senang aku hanya akan menjadi pendengar yang baik
Mungkin kini hanya aku yang masih jomblo selepas putus dari Sukma tak ada niat untuk ku mencari pacar lagi sedang mendengar para sahabat ku mereka selalu bercerita kalau pacar mereka ganti ganti tak pernah ada yang lama entah lakh mungkin mereka cukup populer di kalangan para laki-laki
Malam hari pun tiba
" Mau kemana nih kita " tanya Caca aku heran pasalnya aku tak tau kalau mereka berencana akan pergi
" Mau pada kemana baru juga kumpul " kesal ku
Ku lihat mereka sudah pada rapih tak lama datang beberapa motor di depan rumah ojah nampak nya mereka sudah pada janjian
" Ya udah kalau kalian udah pada janjian aku pulang aja ya " lesu ku, ku pikir mereka sama kangen nya dengan ku tau nya mereka malah mau ninggalin aku pikir ku
" Mau kemana kan katanya minta traktiran ko mau pulang " ojah mencegah ku
" Kalian nya aja mau pada pacaran kan " kesal ku
" Kata siapa kalian kita berarti kamu juga dong "
" Gue pacaran sama siapa pacar aja nggak ada "
" Kita bukan mau pacaran ko cuma mau ngumpul di tempat biasa kita ngumpul kalau main keluar "
" Pamarayan " tanya ku
__ADS_1
Dan di angguki sahabat ku
" Terus aku di bonceng siapa " tanya ku karna di luar hanya ada 4 motor
" Telpon teman kamu ke " aku mengikuti saran sahabat ku aku mencoba menelpon ripa'i namun tak ada jawaban sepertinya dia sedang sibuk ini kan malam Minggu
Aku mencoba menelpon anta
Tut...Tut....
Di nada kedua panggilan ku di angkat namun aku mengerutkan dahi kala mendengar suara perempuan yang mengangkat panggilan ku ku lihat kembali layar di hp ku memastikan aku tak salah menelpon
" ........." Suara di sebrang dana
" Ah ya maaf anta nya ada " tanya ku hati hati takut yang mengangkat telpon cewe nya
"...............,,.............,..........,..........." Wow ternyata bener itu cewe nya dan dengan berani nya dia ngatain aku, aku hendak mematikan telpon namun tak jadi kala aku mendengar suara anta memanggil lewat telpon
".........,......,..." Tanya nya
" Nggak ada apa apa maaf ganggu " jelas ku
".............,.........,.........,......." Tanya nya lagi
" Tadinya aku mau ngajakin kamu main keluar bareng sahabat ku " jelas ku
".........,..........,...."
Panggilan berakhir saat ia bilang aku harus menunggu ' membosankan ' tunggu bukan nya tadi dia lagi sama cewek nya bodolah nggak mikirin yang penting aku ada ojek gratis buat nganterin aku ( jahat nya aku 😋 )
" Jani kita duluan ya nanti nyusul aja awas kalau nggak nyusul " kata ojah mungkin mereka sudah merasa kesal menunggu ku
" Ya nanti gue nyusul tapi jangan pada pisah ya biar gampang Nemu nya "
Setengah jaman datang motor yang tak ku kenal tapi saat dia membuka helem nya baru aku bisa mengenali nya
" Pinjem motor dimana dia " pikir ku
" Mau naik nggak pake nih " kesalnya pasal nya aku hanya diam melihat nya bener bener cool biasa nya dia memakai motor metic kalau ke sekolah jadi aku tak tau kalau di luar dia lebih cool
Aku menerima helem itu dan memakainya sebelum motor di hidupkan dia menoleh ke belakang dan bertanya
" Mau ku Anter ke mana " tanya nya
" Pamarayan " singkat ku
" Jauh nggak tunjukkin jalan nya ya " sambung nya " he'mh " singkat ku dan motor pun melaju
Jalan di desa ku tak semulus itu bahkan jauh dari kata bagus hampir saja aku terjatuh karna tak pegangan anta sudah memintaku untuk berpegangan namun aku tak mendengarkan
" Gue udah bilang pegangan bukan gue mau ngambil kesempatan tapi jalanan di sini itu kan rusak " kesal nya dan aku pun berpegangan pada pundak nya
" Lo pikir gue tukang ojek hah " protes nya
" Udah sih ini kan juga pegangan " kesal ku dan motor pun melaju lagi
Akhir nya kami sampai
" Udah sampai gue balik ya " ucap nya datar
" Tar dulu bantuin gue nyari temen gue dulu " pinta ku
" Lu bawa hp telpon aja susah bener "
__ADS_1