Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
episode 2


__ADS_3

kalian mau tau? kenapa adikku yang membukakan pintu, kenapa bukan ibuku. kerena saat ibuku tidak ada, dia sedang bekerja kebetulan Minggu ini beliau mendapat bagian malam, karena itu juga kedua adikku lebih dekat dengan ku. Membagi keluh kesal nya dengan ku, contoh nya hari ini, kedua adik ku sudah menunggu ku untuk pembagian raport di sekolah nya, adik pertama ku klas 5 SD, adik ke dua ku klas 3 SD, dan adik bungsuku belum sekolah ia akan baru mau masuk tahun ini.


" Jani, buru buru amat mau kemana ?" tanya teman sekelas ku, dia lumayan Deket dengan ku karna kami senasib, sama-sama jadi orang tua ke dua untuk adik kami


Aku tersenyum sebelum menjawab " he'mh buru-buru mau ke sekolah Adik ku takut telat "


Jawab ku


" Oh, ngambil raport juga ya hari ini di SD " karna dia sudah paham dengan rutinitas ku yang menjadi tth sekaligus ibu bagi adik ku


" Ia kamu nggak ?" karna biasanya dia juga sama


" Nggak, sekolah adik ku besok bagi raport nya! "


" Mmhhh, ya udah aku duluan ya, kalau Caca nanyain udah balik duluan gitu " karna Caca tadi ke toilet sehabis pembagian raport


" Ok!! " jawabnya


Akupun berlalu meninggalkan nya, ku lihat jam di tangan ku masih ada waktu setengah jam lagi, karna adik ku bilang pembagian raport jam sembilan. Dengan langkah buru-buru aku terus berjalan, bukan karna nggak ada motor tapi karna aku nggak bisa bawa motor, jadi kami brangkat sekolah hanya jalan kaki begitu pula pulang nya.


***


Setelah berjalan kurang lebih 25 menit aku sampai, kalian bisa perkirakan jarak antara sekolah adik ku dan aku tidak terlalu jauh.


Setelah masuk gerbang, aku mendapati ke dua adik ku tengah menunggu, ku pandangi wajah nya yang tadinya murung, mungkin cemas takut tth nya telat datang atau mungkin tidak datang. Tapi aku tak pernah tak datang jika ke dua adik ku memintaku untuk datang, aku tak mau mengecewakan mereka.


Wajah itu tersenyum, kemudian menarik tangan ku untuk ke kelas mereka, karna tak mungkin aku masuk ke kelas mereka secara bersamaan, sedang aku bukan Naruto yang bisa membelah diri menjadi sebanyak yang aku mau. ku hentikan langkah ku otomatis mereka pun berhenti melangkah ku tatap mereka dan mereka paham.


Adik pertama ku membuka suaranya, dia Adik laki laki sedang si bungsu dan adik ke dua ku perempuan.


" Teh ke klas sandi dulu lakh, sandi kan abang! " pintanya, dan aku menatap adik ke dua ku meminta jawaban


" Kelas pitri bagi raport sebentar lagi! " ia pun tak mau kalah


Ku pegang ke dua pundak adikku sambil berkata " tunggu di sini sebentar! " aku melangkah ke ruang guru


" Assallamuallaikum! " ku beri salam terlebih dahulu sebelum masuk

__ADS_1


" Wa'allaikum sallam " jawab para guru yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya masing masing


" Ada apa neng, ada yang bisa kami bantu ?" salah satu guru bertanya padaku


" Ia Bu sedikit, saya mau ngambil raport pitri Yani dari kelas 3 b, sama nursandy dari kelas 4 a " jawab ku tak mau basa basi


Guru itu mengangguk, dia menyuruh ku untuk menunggu. namun aku malah kembali bertanya


" Apa pembagian raport kelas 3, sama klas 4, di waktu yang sama ?" tanyaku, namun yang menjawab bukan guru yang ada di depan ku melainkan yang ada di pojok ruangan


" Kelas tiga saya yang bagi, ini sudah beres saya mau ke kelas langsung mau saya bagikan " katanya sambil berdiri


Guru yang ada di depan ku bersuara lagi


" Saya yang membagikan raport klas 4, namun belum beres saya harus membereskan beberapa pekerjaan lagi, kamu bisa ke klas 3 dulu untuk ngambil raport adik mu "


" Oh ia makasih Bu, kalau begitu saya permisi assallamuallaikum! " akupun langsung pergi menemui adikku, namun adik kedua ku ternyata sudah lebih dulu ke kelas


Usai bagi raport, aku dan adik adik ku pulang sesampai nya kami di rumah, aku mendapati adik bungsuku tengah menangis.


aku pun bertanya " Iin knapa nangis ?" sambil mengelus punggung nya


" Yuk tth masakin telor, nanti makan bareng aa nandi sama tth Pipit yah " adik bungsuku menyebut Sandy dengan sebutan Nandy, pitri dengan sebutan Pipit sedang aku sendiri ia tak memanggil ku dengan nama ku hanya tth saja.


Adik ku sudah berkumpul untuk makan, ku sajikan makanan seadanya, sebenarnya aku sudah masak sayur dan goreng tempe, namun karna adik bungsuku tidak suka sayur. lebih tepatnya belum suka karna di umur segitu ia masih pilih-pilih makanan. mereka makan dengan lahap nya, tak ada protes dari mereka usai makan ku suruh adik-adik ku tidur, karna itu sudah menjadi kebiasaan ku menyuruh mereka tidur agar aku bisa beristirahat sejenak.


***


Siang hari nya saat adik-adik ku tertidur, aku pergi ke tempat biasa aku dan para PONDA berkumpul di rumah ojah, jarak rumah kami tidak berjauhan hanya terhalang beberapa rumah saja.


Ku baringkan tubuh lelah ku di kasur sahabatku, ku pejamkan mata, menikmati ketenangan sebelum yang lain datang, tak berselang lama yang lain pun datang.


" Wei jah selamat ya lulus ni, adem udah enggak perlu mikirin belajar lagi " kata cacah membuka suara.


" Alhamdulilah lulus " jawabnya, dengan wajah ceria nan cerah karna sudah berhasil lulus dengan nilai sempurna.


" Wey, gue juga lulus tapi ko nggak dapat ucapan selamet " kata pupu dengan wajah di buat sedih " nggak ada yang sayang ya sama gue " tambah nya lagi.

__ADS_1


Kami semua tersenyum, dan tiba-tiba memeluk mereka berdua sambil mengucapkan selamat.


Lama kami berbincang, saling berbagi cerita, hingga aku mengajukan pertanyaan pada ke dua sahabat ku yang baru lulus.


" Jah, pu, kan udah lulus nilai baik pula, mau lanjut ke SMA mna ?" tanyaku,dan di jawab pupu lebih sulu.


" Aku mah mau lanjut ke SMK ikhlas " jawabnya, SMK ikhlas cukup populer di desa kami.


" Ojah mah belum tau Jan, mau lanjut apa kagak " dengan wajah murung ojah menjawab.


" Ya udah sih, lanjut apa kagak yang penting etar malem jadi ya kita keluar pamarayan biasa " kata Asiah menengahi kami.


" Jadi dong!! " jawaban kami antusias


Pamarayan, tempat itu sebenarnya hanya sebuah bendungan, sebuah jembatan yang menjadi tempat nongkrong anak-anak remaja ABG seperti kami, bahkan orang dewasa juga. Tempat itu tak pernah sepi, apa lagi sore hari, banyak makhluk bumi yang nongkrong, pacaran, atau sekedar kumpul bareng temen, salah satunya kami.


Sore hari pun tiba, tepatnya jam 5 sore. kami sudah siap untuk berangkat kami tidak di inginkan pergi jika hanya kami saja, harus ada yang mengawal kami.


Cukup lama kami sampai di pamarayan, kurang lebih 1 setengah jam, karna jarak nya lumayan jauh. kami pun langsung mencari tempat strategis untu berkumpul, jangan salah walau hanya sebuah bendungan air, di sini juga ada pasar malam nya, taman ilalang yang terawat, karna menurut kabar tempat ini juga akan segera di jadikan alun alun pamarayan.


" Weyy ane beli minum dulu ya bentar " kata Asnadi atau lebih akrab di panggil Peding.


" Ok " jawab yang lain


Saat sedang menikmati matahari terbenam, aku di kejutkan dengan teriakan seorang laki laki yang tak lain teman ku si Arya.


" Woyyy bantuin gue, sandal gue nyemplung ke air " sambil lari ke arah sendal nya yang jatuh ke air, namun bukan itu yang mengejutkan ku, saat ia berteriak minta bantuan dengan ceroboh nya sambil berlari hingga bukan hanya sandal nya yang nyemplung namun dia juga.


Seketika suasana menjadi riuh, karna kekonyolan si Arya bukan hanya kami yang berhamburan ingin menolong tapi juga para orang dewasa, beruntung dia pandai berenang jadi selamat.


Muka si Arya yang kesal karna di maki orang dewasa, juga pakaian nya yang basah kuyup, seketika membuat kami tertawa sambil memegangi perut.Arya memang sedikit konyol tak jarang dia menjadi bahan untu kami tertawa.


" Kenapa ya ?" tanya Peding yang baru kembali dari pasar malam dengan minuman di tangannya.


" Nyemplung gue ke air, nggak liat apa basah kuyup " jawab nya ketus.


Yang lain sudah duduk masing-masing, sambil berdampingan dengan laki laki yang memang tadi membawa kami, sekilas aku merasa kalau mereka sepertinya bukan hanya saling menganggap teman, namun sepertinya ada hubungan di antara mereka.

__ADS_1


Sementara si Arya pergi ke pasar malam buat nyari baju ganti.


Pupu duduk dengan Peding, cacah dengan Pali, ojah dengan Samsu, Asiah dengan ku. tunggu ojah dengan Samsu, sejak kapan? bukan nya yang suka sama dia si arya. namun terserah lakh aku sama Asiah aja ngabisin jajanan dari pada bingung sama mereka, lagian aku yakin mereka akan cerita dengan sendirinya.


__ADS_2