
Pelajaran jam terakhir cukup menguras otak sehingga aku malas lagi untuk memikirkan perkataan ripa'i tentang siapa dia sebenar nya
Kini aku dan pa'i sedang mencari makan karna tadi ia bilang ia juga tak kekantin saat istirahat
" Mau makan di mana " tanya nya pada ku
" Terserah kamu yang ngajak " jawab ku
" Kalau nggak mau kita langsung pulang aja " balas nya ku yakin dia sedikit kesal dari nada suaranya
Dan aku malah sengaja ingin melihat nya marah karna sejauh ini ia jarang sekali kesal pada ku untuk hal apa pun kecuali kalau dalam hal laki-laki yang dekat dengan ku
" Beneran, ya udah kalau gitu ayo pulang " aku ingin tau apa ia akan beneran membawaku pulang, apa Pai masih seperti yang dulu atau tidak
'ck' itulah nada yang terdengar dari mulut nya
Sesuai dugaan ku Pai tak membawa ku pulang ia menghentikan motor nya di depan kedai bakso, aku dan pa'i masuk kedalam dengan Pai terus menggenggam tangan ku entah lah apa yang sedang ia pikirkan aku tak tau
" Jani " saat kami hendak duduk, aku tak memperhatikan pengunjung yang ada di samping bangku kami namun ia ternyata melihat ku dan Pai juga
" Kak ripa'i " lanjutnya seraya bergantian melihat kami
Aku hanya membalas nya dengan tersenyum
" Hei, sudah lama disini " tanya Pai pada Ros, ya orang yang memanggil nama kami teman ku Ros
" Lumayan tapi karna lama jadi pesanan ku baru datang " jawab nya
" Kalian sudah pesan " lanjutnya
" Sudah " jawab ku
" Aku duluan makan ya " aku mengangguk seraya tersenyum
Ros melahap bakso nya dengan santai sesekali ia bertanya pada kami kenapa kami bisa bareng, dan selalu Pai yang menjawab aku tak masalah dengan jawaban Pai pada Ros karna itu fakta dan ia juga tak pernah menambah kan atau melebihkan kata-kata nya
Sampai Ros berhenti bertanya saat pesanan kami telah sampai
" Selamat makan " canda Pai pada ku di sertai senyuman
Aku melirik Ros yang hampir selesai dengan bakso nya melihat kearah kami
Tak membutuhkan waktu sampe satu jam kami menghabiskan bakso masing-masing walau sesekali Pai ingin menyuapi ku dengan bakso nya aku tetap tak mempedulikan
" Pulang yuk " ajak ku karna jam di tangan ku menunjukan hampir pukul 4 sore
" Yuk " jawab nya
Aku mau membayar bakso ku sendiri namun di halangi oleh Pai, dia bilang biar dia saja yang membayar nya aku tak ambil pusing maka ku biarkan saja ia yang bayar
************
Setelah mengantar ku pulang Pai Langsung kembali melajukan motor nya bahkan dia tak mematikan mesin motor nya saat membuka kan helm ku begitulah Pai walau aku menolak ia akan tetap membukakan nya
Aku merasa bingung pada hati ku, aku yakin kalau rasa ku bukan untuk mantan ku lagi tapi bukan juga untuk Pai karna ku pikir aku tak memikirkan ia saat ia tak di dekat ku mungkin sesekali merasa kehilangan kalau dia sedang tak mengabari ku atau tak bertemu cukup lama namun dapat ku pastikan kalau itu bukan cinta, aku juga biasa-biasa saja saat Pai mencoba bersikap romantis tak jarang dia selalu bilang ' apa hanya aku yang punya rasa sayang ini ' begitulah ucap nya kala aku yang selalu cuek menanggapi nya
Ku biarkan saja semua berjalan pada waktu nya aku serahkan juga semua pada waktu yang terus berputar siapa tau seiring berjalan nya waktu aku dapat memahami cinta ripa'i bahkan mungkin akan bisa membalas cinta nya dengan keinginan hati ku tanpa ada paksaan dari Pai seperti ia memaksaku untuk menjadi pacar nya
Waktu kelulusan Pai tinggal satu bulan lagi dan kami juga tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi ulangan nanti
Aku sudah jarang bertemu Pai bahkan berkabar lewat pesan or sosmed juga tida aku terus saja seperti itu, namun kadang aku juga mengirim pesan pada nya hanya untuk mengingat kan 'jangan lupa belajar' begitulah kira-kira
" Min tanggal berapa kita ujian " tanya ku pada teman
" Entar beb masih tiga Minggu lagi ini " jawab nya enteng
" Emang kenapa " lanjut nya lagi kala tak mendapat respon
" Nggak apa-apa kelas tiga udahan ya ujian akhir sekolah nya " tanya ku lagi
__ADS_1
" Iya udahan beb kenapa sih " kepo nya kambuh
" Nggak, nggak papa "
Aku kembali pokus pada buku yang sedang ku baca meski sudah beberapa kali aku mengulang mempelajari buku catatan ku aku tak pernah bosan hanya untuk memastikan pelajaran itu sudah benar-benar ada di otak ku
Hampir semua siswa di kelas ku pergi ke kantin namun masih ada beberapa yang masih memilih di kelas seperti aku salah satu nya
" Nih, nggak ke kantin " entah adri mana anta tiba-tiba duduk di sebelah ku menawarkan sebotol air yang masih baru
" Nggak " singkat ku
" Kayak nya udah jarang ngumpul ya sama para sahabat mu " tanya nya lagi
" Mereka belum ada yang pulang aja " jawab ku
" Kenapa tak samperin aja kesana " idenya
" Mana mungkin kan mereka juga kerja bukan lagi liburan di sana "
Anta tersenyum " aku suka ketika melihat mu berkumpul dengan mereka "
" He'mh, kalau ada waktu luang kami pasti berkumpul "
" Kapan waktu itu ada lagi "
" Entah lakh "
Aku mempelajari buku pelajaran ku dengan berbincang dengan anta, sesekali ia tersenyum saat mendapat jawaban acuh atas pertanyaan nya
Sekilas terlintas di otak ku tentang sesuatu yang selalu berada di dekat Pai namun tak bisa orang lihat, aku tau anta bisa melihat yang tak seharusnya terlihat karna beda dunia keinginan ku tiba-tiba muncul untuk bertanya apa mungkin anta juga dapat melihat nya
" Nta boleh tanya nggak " datar ku
" he'mh nanya apa " jawab nya seraya terus bermain di ponsel nya
" Pai yang kamu maksud ripa'i " tanya nya balik dan aku mengangguk
" Emang ada apa aku nggak liat apa-apa " lanjut nya
" Serius " selidik ku
" He'mh " singkat nya
Aku males buat ngobrol lagi jadi aku melanjutkan kegiatan ku kembali membaca buku sampai bel masuk pun berbunyi
Sudah dua pelajaran kami ikuti dengan tenang dan bel terakhir pun berkumanda tanda sudah waktu nya untuk pulang
***************
satu bulan aku hanya fokus pada sekolah namun sekarang waktu nya ber leha-leha karna kami sudah menjalani ujian sekolah namun tidak bagi para anggota OSIS karna kami harus menyiapkan tour sekolah untuk para klas 3 dan klas 2 itu pun tak semua yang ikut karna walau tour gratis namun kami juga harus mempunyai bekal/uang untuk kami nanti di sana karna hanya kendaraan yang di tanggung sekolah sedang yang lain nya tida untuk makanan kami kami juga harus bawa masing-masing
Dan karna itulah banyak yang tak ikut namun untuk klas 3 semua harus ikut walau berbeda jurusan
Tour akan di adakan di kota Bandung bagi ku itu sangat lah jauh karna aku tak pernah berpergian sejauh itu namun mungkin tidak bagi yang lain sekilas aku mendapat info kalau di sana ternyata ada perkebunan milik sekolah kami makan nya kami di sarankan untuk tour kesana
Kami sudah menyiapkan segala nya data murid yang ikut dan tidak nya kami juga sudah siapkan untuk di laporkan pada pak kepsek
Ku dengar anak kelas tiga akan berkumpul dua hari lagi saat keberangkatan aku dengar itu dari teman seangkatan namun berbeda jurusan aku pun sempet bertanya apa yang aku dengar itu benar hanya untuk memastikan dan ternyata memang benar karna ia mendapat kabar itu langsung dari klas 3 nya yang merupakan pacar nya
Lama aku memikirkan tentang semua yang terjadi antara aku dan pa'i namun tak pernah hati ku mendapat kepastian
*************
" Semua sudah siap " tanya ku pada ketua OSIS kami
" Sudah " singkat nya
Aku lihat Ros menghampiri kami dan tersenyum secerah mentari hari ini
__ADS_1
" Anta boleh nitip ini nggak " tanya nya pada anta sembari memberikan benda yang hendak di titipkan itu
Anta tak menjawab hanya mengambil nya dari tangan Ros memasukan nya dalam ransel milik nya
" Jani apa kamu sudah siapkan semua nya " tanya Ros seraya memandang ku datar
" He'mh sudah " jawab ku
Ros hanya memanggut-manggut kan kepala nya tak ada percakapan lagi antara aku dan Ros juga anta aku tau Ros tak nyaman kalau aku dekat anta entah apa hubungan mereka namun aku juga memilih jalur aman saja dengan menghindar dari anta jika ada Ros
Aku bercengkrama dengan para anggota OSIS lain sesekali aku tertawa kala salah satu dari mereka sedang ngelawak semua terlihat senang mengikuti tour
" Rinjani " suara yang tak asing memanggil nama ku akupun menoleh seraya tersenyum
Aku sedikit terkagum melihat penampilan ripa'i yang tak biasa nya
Ripa'i berjalan ke arah ku tanpa mempedulikan tatapan yang tertuju ke arah ku
" Hai apa kabar " suara nya menyapa ku
" Kabar baik " jawab ku seraya tersenyum
" Maaf tidak mengabari akhir-akhir ini " jelas nya
" Tidak apa-apa "
' Ck ' suara yang keluar dari mulut nya
" Kenapa " tanya ku
" Tadinya aku sengaja tak mengabari untuk memberi mu waktu " kesal nya
" Memberi waktu " heran ku mengulang kata ripa'i
" Ya memberi mu waktu untuk rindu pada ku " seloroh nya
'ck ' sekarang suaraku yang berdecak
Ku lihat anta pergi dari ruang OSIS di susul oleh Ros di belakang nya
Saat aku melihat ke arah anta Pai menghalangi pandangan ku
" Pacar mu di sini bukan di sana " kesal nya
Aku hanya tersenyum menatap nya dengan memiringkan kepala seraya melipat tangan di dada
Semua sudah masuk dalam bus, bus berjumlah 3 bus yang kami pakai karna para guru juga ikut namun ada juga yang tidak
Aku satu bus dengan Pai sebenar nya aku dan pa'i beda bus namun karna Pai memaksa maka ia di perbolehkan untuk satu bus dengan ku
Pai menyandarkan kepala nya di bahuku aku melirik nya merasa tak nyaman dengan ulah Pai
" Pai " tangan ku menyingkirkan kepala Pai dari pundak ku
" Apa " kesal nya " biarkan sebentar saja ya " lanjut nya lagi
Ku pun hanya diam saja membiarkan pundak ku di pinjam ripa'i
Aku merasakan getar di handpone ku tanda pesan masuk karna getar nya cuma sebentar
Karna hp ku sedang dalam genggaman jadi ku langsung bisa melihat isi pesan itu
# mesra amat say # yanah,
# biasa aja # balas ku
# segitu biasa wow # yanah
# knapa # balas ku
__ADS_1