Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 42


__ADS_3

Ripa'i memandang ku, mungkin karna ia tak pernah melihat ku menangis dan pertama kalinya ia melihat ku menangis saat dia mengerjaiku beberapa waktu lalu dan saat ini


" Kamu pasti rindu mereka yang ada di rumah " ucapnya lembut


Ucapan ripa'i semakin membuat ku merasa sesak ingin rasanya aku memeluk seseorang namun bukan ripa'i, mungkin ibu


" Menangis lah, karna kadang kamu tak pernah menangis padahal kamu ingin " ucapnya seraya mengelus rambut ku


Beberapa menit berikutnya aku sudah lebih tenang


" Aku ingin menelpon sebentar " ucapku dan mendapat anggukan dari Pai


Panggilan tersambung namun tak mendapat jawaban, dan akhirnya muka ku pun muram kembali, namun setelahnya aku tersenyum kala ingat saat ini ada ripa'i di samping ku sejenak aku ingin melupakan semuanya


Aku ingin memberi tahu ripa'i kalau saat ini kami sedang melakukan sebuah misi ntah lakh itu misi siapa aku hanya ingin menolong sosok laki-laki yang meminta bantuan ku, karna kematiannya yang tak jelas bahkan menurut informan Andi orang itu belum di kuburkan,


Hah, sungguh, bagaimana sosok ini akan meninggalkan dunia dengan tenang bila benar jasadnya saja belum di kuburkan, manusia macam apa yang Setega itu


Ya, menurut info yang Andi dapat, saat ini jenazah itu masih di awetkan di sebuah ruang rahasia, mereka pernah ingin menerobos masuk tempat itu namun gagal karna ketahuan lebih dulu, dan sekarang kami masih menyelidiki itu


Di bantu para detektif juga yang di kerahkan oleh ka Tio, bagai mana tida bukankah misi kami tak tanggung-tanggung nyawa taruhannya bila salah bergerak


" Ada apa " tanya ripa'i kala aku hanya diam menatapnya


" Tak ada " jawab ku


" Kamu boleh ceritakan semuanya pada ku, tapi setelahnya harus tersenyum " ucapnya


" Kamu tau mbak Rena Pai " tanyaku


" He'mh, bukan kah dia temanmu " jawabnya


" He'mh temanya " gumam ku


Aku tak tau mbak Rena lebih pantas jadi teman atau sodara, karna dia banyak sekali membantu ku selama aku PKL di tempat itu


" Kenapa " tanya Pai, kala mendapati ku hanya diam


" Aku sedang membantunya untuk mengambil hak orang yang ia cintai,dan setelahnya mengembalikannya pada keluarganya " ucap ku


" Apa kamu yakin," tanyanya


" He'mh, " singkat ku


" Baiklah lakukan jika baik, berhenti jika salah, dan berhati-hati lah ku tau pasti berbahaya, aku Takan rela jika kamu terluka " ucapnya


Sungguh aku tak tau harus bersikap seperti apa, dan aku juga tak tau kenapa mendengar ucapan Pai seperti mendapat angin segar


" Pai " panggilku sembari menatapnya lekat


" He'mh " lembutnya sembari balik menatapku, sungguh aku tak pernah bertatapan dengan seseorang setenang ini, tatapan Pai sangat teduh, berbeda dengan Pai yang dulu yang selalu terlihat kesal


" Apa mungkin kamu benar menyayangi ku, apa mungkin kamu tak sama dengannya, dan mungkinkah kita bisa bersama terus seperti ini " tanyaku mataku berkaca-kaca ntah seperti takut mendengar jawaban yang tak ku inginkan


Pai menatap ku terus, ia seperti mencari sesuatu dari tatapan ku kemudian dia tersenyum


" Harus dengan apa meyakinkan hatimu, maaf jika saat menyatakan cinta waktu itu aku memaksa mu namun sungguh aku menyayangimu, bukankah kau tau bagai mana aku yang dulu dan sekarang, itu karna aku tak mau kamu tak merasa nyaman dengan ku, sebisa mungkin aku merubah cara hidup ku agar lebih baik lagi, supaya saat aku memintamu menjadi tempat tinggal yang sesungguhnya kamu tak menolak " ucapnya sembari sesekali ia tersenyum


" Maaf ripa'i, aku hanya takut jika kita akan berakhir nanti, dan masalah kamu yang tak ku ijinkan mencium atau memelukku bukan karna aku benar-benar tak menerima mu namun aku ingin ketika hubungan kita berhasil disitulah aku bisa memberikan semuanya sebagai yang pertama kalinya " ucapku


Pai tersenyum " tapi aku sudah merebut ciuman pertama mu disini " ucapnya sembari memegang bibir ku dengan ibu jarinya

__ADS_1


Aku kembali datar, ntah kenapa namun rasanya marah sekali bercampur malau mendengar ucapan Pai


" Maaf, aku janji akan selalu menjaganya, mulai dari sekarang sampai kita bersama nanti untuk selamanya "


Tak ada balasan untuk ucapan ripa'i dan karna sudah sore juga Pai mengajak ku pulang


Di perjalanan Pai mengajak ku untuk makan aku tak mau namun dia tetap berhenti, dan menyuruhku menunggunya sebentar, Pai masuk dalam sebuah warung makan aku tersenyum 'ternyta dia tau kebiasaan ku dan kesukaan ku'


Tak lama Pai keluar dengan dua kantong keresek


" Banyak sekali " tanyaku


" He'mh, ini buat yanah dan nay, dan ini buat kita " jawabnya


Kamipun melanjutkan perjalanan


***************


Hari ini semua pekerja libur karna ini hari Minggu, aku dan Mbak Rena sudah menunggu yang lain datang, tak ku sangka jika yang datang bukan hanya KA Tio dan Andi, namun ada ka nay, yanah, juga ripa'i sungguh aku tak menyangka


Pai menghampiriku


" Kenapa tak ceritakan semuanya " ucapnya seraya menggenggam kedua tangan ku


" Aku akan menunggumu disini, kembalilah tanpa luka sedikitpun " pintanya


Aku mengangguk mengiyakan ucapan ripa'i, yang lain memandang kerah kami


" Bisa berangkat sekarang " celetuk Andi


Dan kamipun pergi ketempat yang sudah direncanakan, dengan bantuan dari pak Rudi kami bisa dengan mudah melancarkan aksi kami, semua buktipun sudah didapatkan tinggal meringkuk si pelaku


Saat ini aku menjadi umpan, harusnya tadi malam namun karna ada ripa'i jadi dilaksanakan hari ini namun pada akhirnya ripa'i tau jiga


Aku memasuki ruang viv yang sudah di pesan oleh orang itu


" Selamat datang nona Dena " ucapnya saat aku sudah sampai


Dia mempersilahkan ku duduk di bangku yang sudah di tariknya


" Sudah lama tuan " tanya ku santai


" Tidak juga, mau pesan sekarang " tanyanya


" Boleh "


Diapun memanggilkan pelayan dan pelayan pun menghampiri kami


" Mau pesan sekarang tuan " tanyanya,


Jo mengangguk dan menyebutkan semua pesanan, aku hanya menyuruhnya memesan makanan yang sama dengannya ketika dia bertanya padaku mau pesan apa


Pelayan pergi setelah meminta kami menunggu sebentar dan memberi hormat


" Bagai mana nona, apa anda tertarik dengan kontrak baru kami " tanyanya


Selama dua Minggu aku menjadi model perusahaan yang dipegangnya


" Saya pikirkan lagi tuan, karna saya dengar ada yang tidak beres dengan perusahaan yang anda kelola " jawabku


" Apa maksud anda nona, tida ada semua baik-baik saja karna perusahaan itu milik saya " tukasnya

__ADS_1


Kulihat raut muka nya mulai berubah, aku tersenyum ramah padanya


" Anda yakin tuan Jonathan perusahaan itu milik anda, apa ada sendiri yang mendirikannya " tanyaku langsung, toh aku hanya harus memastikan dia tetap di tempat sampai polisi berhasil membawa jasad yang masih di bekukan itu, karna jika jasad itu berhasil di bawa polisi berarti info yang kami berikan juga benar dan polisi akan bergerak, sedang detektif bayaran sudah mengumpulkan semua bukti


" Apa maksud anda nona siapa anda sebenarnya " datarnya


" Aku hanya gadis kecil tuan Jo, jangan seperti itu " ramah ku tak mau kalau Jo menyadari rencana yang kami buat


Dua pelayan datang membawa makanan yang tadi di pesan tuan Jonathan, makanan sudah tersaji


" Selamat menikmati " ucap dua pelayan itu,setelahnya pergi


Aku hanya memandangi makanan dihadapan ku, kalau saja makan bersama yanah dan yang lainnya pasti aku sangat senang


" Kenapa hanya diperhatikan, apa nona tak suka dengan makanan yang saya pesankan, nona bisa memesan kembali jika tak suka ini " ucapnya


Aku melihat kearah nya


" Tak apa tuan Jo, saya akan makan yang ini saja," ucapku


Aku makan hanya sedikit tak ada selera padahal perut lumayan lapar, di depan ku banyak makanan aneh menurutku yang terlihat enak namun aku hanya memakan mie yang di sebut tuan Jo spaghetti itu pun tak semua


Sesekali tuan Jo bertanya tentang ku seraya melirik ku, lumayan risih pasalnya usia kami jauh dia seusia Andi dan mbak Rena sedang aku hanya gadis kecil


Sampai pertanyaan yang membuatku tak nyaman keluar dari mulutnya


" Dena mau temani saya malam ini, hanya satu malam saja dan saya akan memberi apa yang kamu mau " ucapnya enteng


" CK dia pikir aku sebodoh itu apa " pikir ku


" Maksud anda tuan " tanggap ku mencoba mengontrol amarah yang sudah menyesakkan dada


" Benarkah kamu masih sepolos itu Dena " tangannya dengan lancng terulur menyentuh tanganku


Aku menarik tangan ku pelan, jika kasar ku yakin dia akan kasar juga


" Maaf tuan sepertinya anda salah mencari orang " datarku


" Menarik sekali, gadis seusia mu bisa mengimbangi sikap ku, aku suka "


Sungguh ucapannya membuat ku semakin ingin segera menghajarnya namun aku harus bersabar


" Bukan kah anda sedang menjalin hubungan dengan seorang gadis tuan, dan akan segera menikah dengannya " ucapku


" Darimana kamu tau, tapi tak apa toh hanya satu malam dan semua kembali seperti biasa bukankah bisa seperti itu "


Dia berdiri dan mendekat ke arah ku, tangannya memegang kedua pundak ku


" Saya hanya penasaran dengan gadis kecil yang berusaha mendekati saya, dengan berani kamu masuk dalam perusahaan saya, dan tak mungkin jika kamu tak menginginkan sesuatu bukan apa lagi kamu masih pelajar "


Ucapannya membuatku Diam, darimana dia tau, namun menit berikutnya dia mengatakan sesuatu


" Kalu bukan ingin mendekati, dan tidur dengan ku lalu apa yang kamu incar dariku, uang,akan saya berikan asal kamu bisa memuaskan saya " ucapan laki-laki ini membuat ku muak


Aku berdiri menghindari tangan yang terus memegang pundak ku


" Maaf tuan kalau begitu saya permisi,dan kerjasama kita sampai disisi " ucapku seraya melangkah meninggalkannya


" Tunggu," dia menghentikan ku


Langkahnya menghampiriku

__ADS_1


" Kamu pikir bisa menghindari ku " tangannya ingin menyentuh wajah ku namun berhasil ku tepis


Dia semakin meradang, mendekatiku semakin dekat, mencengkram kedua pundak ku


__ADS_2