
Setelah kejadian malam itu aku merasa sedikit melupakan Sukma ia tak ku hiraukan lagi walau sesekali ia melintas dipikiran ku kini aku mencoba meyakinkan hati ku untuk menerima hubungan ku dengan Pai, semua orang tak tau tentang hubungan kami karna memang kami dekat jadi mungkin mereka mengira kami hanya sebatas teman dan ku rasa juga begitu
Siang ini kami berkumpul di ruang OSIS untuk membahas beberapa organisasi yang akan di tambahkan oleh ketua OSIS baru
Tadinya aku di calonkan menjadi ketua namun aku rasa itu akan banyak menyita waktu ku sedang aku harus membagi bagi waktu untuk ini itu dan aku juga merasa malas jika harus berpikir terlalu keras, jadi aku membiarkan teman teman seangkatan ku saja yang mencalonkan diri dan tak ku sangka ternyata anta yang mencalonkan diri dan kini ialah yang menjadi ketos baru kami sedang wakil nya dari kelas lain Yuli,
Karna banyak anggota baru juga dari klas 10 yang kebanyakan laki-laki sedang perempuan hanya 3 orang anta dan wakil nya juga menjelaskan tentang struktur organisasi terdahulu yang di buat oleh ka rendi, tentang ka rendi apa kabar dengan dia,kabar nya baik dia sering menyapa ku walau hanya lewat pesan kini dia sedang magang di salah satu perusahan yang cukup terkenal di darah ibu kota dia juga sering mengirim foto-foto bagai mana kondisi tempat ia bekerja dan sekarang pun aku sedang berbalas pesan dengan nya, entah lakh bukan kah dia harus nya fokus pada pekerjaan nya,saat aku sedang asik berbalas pesan suara anta membuat ku harus menghentikan kegiatan itu karna ia meminta aku untuk menjelaskan organisasi yang ku pilih yaitu Ppai ( para pencinta alam Indonesia ) ku pun melangkah untuk menerangkan nya
Sudah hampir satu jam lebih kami di dalam sini membuat ku sedikit merasa bosan, para anggota baru sudah bubar setengah jam yang lalu namun kami masih berkumpul disini
Tak lama kami pun bubar aku pun segera melangkahkan kaki ku untuk ke kelas
" Lama amat say ga lapar tu perut " tanya amin saat aku sudah sampai di kelas
" Tau tu, lumayan si " jawab ku
" Gue punya ini mau ngga " amin menawari ku sebungkus roti dan akupun mengambil nya
" Boleh " jawab ku seraya mengambil roti itu
Akupun memakan roti itu perlahan seraya mengobrol dengan teman ku yanah juga ada sesekali aku pun mengeluarkan suara saat roti habis aku mencari minum
" Min nggak ada air nya ni " canda ku
" Nggak ada say " jawab nya
" Ya udah aku nyari minum dulu yan ikut nggak " aku pun mengajak yanah
" Nggak ah beb ntar lagi masuk " tolak nya
" Ya udah aku kantin bentar ya " aku pun berdiri dari duduk ku saat aku hendak melangkah seseorang menyodorkan air kemasan di samping ku aku menoleh sebelum mengambil
" Buat apa " tanya ku datar
" Buat di Telen, buruan ambil bel masuk bentar lagi kalau ke kantin dulu Lo bisa di hukum karna telat "
" Makasih " akupun mengambil air kemasan itu dan meminum nya
********************
Malam ini aku pergi keluar tanpa sahabat ku aku hanya sendiri, aku duduk di tepian air sesekali aku lempar batu krikil yang ada di dekat ku untuk mengusir rasa bosan ku
Ku lihat jam di tangan menunjukan pukul 9 malam akupun sudah harus pulang, di tengah jalan aku dihentikan oleh tangisan pilu seorang wanita, cantik namun aku ragu untuk menghampiri nya khawatir dia sama saja dengan yang sering ku lihat
Tangis nya semakin terasa pilu saat aku hendak melajukan motor ku kembali hatiku pun seperti tersayat mendengar nya aku memutuskan untuk menghampiri nya namun sebelum aku benar benar turun aku menulis sesuatu di grup chat sekolah
# ada kah yang bisa menolong ku aku bertemu seseorang di jalan xxxx # begitulah isi pesan ku jika ada yang datang ku pastikan dia tau maksud pesan itu
Aku pun turun dan menghampiri wanita itu
Dari lekuk tubuh nya dan pakaian yang ia kenakan dapat ku pastikan ia orang berada namun aku tak berfokus pada itu
__ADS_1
" Permisi mbak ada yang bisa saya bantu " tanya ku walau hatiku sedikit bergetar namun aku tetap memasang muka datar
Dia menoleh, ku lihat derai air matanya semakin membanjiri wajah mulus nya kala aku menyapa nya
" Kau bisa melihat ku gadis kecil " jawab nya di sela-sela tangis nya
Aku membuang nafas kasar
" Hhmhh sudah ku duga " gumam ku
" Kenapa ada apa kau menangis pilu di sini " tanya ku Langsung
" Aku ingin pulang " jawab nya lirih
" Kenapa tak pulang kalau memang mau pulang kau bisa terbang bisa pula menghilang " balas ku kesal aku heran mereka itu bisa pergi kemana saja yang mereka mau tapi kenapa hanya untuk pulang saja tak bisa
" Aku terikat " jawab nya sambil menangis aku mengerutkan dahi 'terikat tapi dia ada di pinggir jalan aneh ' pikir ku
Tak mau banyak bertanya aku pun meminta dia menuntun ku ke tempat ia merasa terikat sebelum mengikutinya ku dengar suara motor semakin mendekat maka aku pun kembali pada motor ku
" Sebentar " singkat ku
Aku menaiki motor ku takut takut itu orang jahat tak lama motor itu datang dan berhenti tepat di samping motor ku aku heran apa dua mengerti maksud pesan ku tak lama ia pun menunjukan isi pesan ku di grup sekolah aku semakin yakin ia paham dengan isi pesan itu apa lagi saat ia melihat ke arah wanita yang sedang menangis itu
" Ada apa kenapa tangis nya begitu pilu dan muka nya pucat sekali " tanya anta pada ku ya ternyata anta juga sama seperti ku
" Kau tau dia apa " tanya ku tanpa menjawab pertanyaan anta
" Hantu " singkat nya sambil berlalu pada wanita itu
" Berarti waktu malam itu dia juga tau kalau aku melihat bayangan itu terus mengikuti ku " gumam ku
Anta kembali lagi ke motor nya aku heran
" Kenapa apa Lo nggak mau bantu dia " tanya ku
" Kita harus sembunyikan motor kita dulu tadi dia bilang tempat nya lumayan jauh " jawab nya aku pun mengerti dan mengikuti anta untuk menyembunyikan motor kami
Motor sudah tersembunyi di tengah gelap begini mana ada yang menyadari ada motor di balik semak semak lagi
Aku dan anta terus saja melangkah mengikuti wanita itu hingga masuk dalam sebuah perkebunan sepertinya milik warga mataku menangkap gubuk kecil di tengah perkebunan itu dan karna gubuk itu cukup terang karna cahaya dari lampu patroma
" Siapa malam malam begini berada di tengah kebun " ceplos ku ku lihat anta hanya mengangkat bahunya
Sekelebat bayangan yang mengerikan muncul di otak ku
" Jangan jangan.... " aku menggantung ucappan ku dan melihat ke arah wanita tadi rasa geram ku muncul tiba tiba kala wanita itu terisak dan menganggukkan kepala
Kakiku melangkah cepat kearah gubuk itu hawa amarah bercampur kesal sudah di ubun ubun saat sudah mendekati gubuk itu langkah ku terhenti kata samar samar aku mendengar beberapa suara tengah ribut di dalam sana
" Bagai mana ini bisa masuk penjara kita "
__ADS_1
" Ya gue juga nggak nyangka kalau dia bakalan mampus "
" Sial, ini kan di tengah hutan kita kubur saja mayat nya nggak bakalan ada yang tau "
" Lo aja yang ngubur Lo yang duluan nikmatin keperawanan nya "
" Sialan Lo dia cewe gue masa Lo yang duluan nikmatin "
" Udah ayo dari pada brabe kita kubur aja terus kita hilangin jejak nya "
Begitulah kira kira suara yang tertangkap telingaku aku semakin panas setelah mendengar percakapan mereka tanpa berpikir panjang ku dobrak pintu gubuk itu aku masuk ke dalam nya ternyata gubuk itu gudang penyimpanan hasil panen perkebunan ini
" Sial berani sekali ni cewe masuk perkebunan malem malem " salah satu dari kelima orang itu bersuara
Aku melihat seorang wanita terbaring tanpa busana aku mencari sosok yang tadi menuntun ku dan anta namun tak ada anta juga tak ada mungkin dia takut dan lari pikir ku
" Gadis mau nemenin Abang ya sini " Tampa aba aba aku langsung menendang perut laki laki dewasa itu saat dia semakin mendekat pada ku
" Aarrggghhhh" ringis nya
" Siapa kau berani sekali tidak tau kami siapa hah "
" Aku malaikat maut kalian " jawab ku dengan wajah dingin
Perkelahian pun terjadi di tempat itu aku terus memukul mereka yang maju menghadang ku dengan membabi buta ku lihat ada balok di dekat wanita itu karna posisiku tak jauh dari wanita itu jadi dengan mudah aku mengambil nya
Tenaga ku mulai berkurang akupun mulai kewalahan saat aku hampir terkena pukulan dari salah satu laki laki itu anta dengan cepat menendang nya hingga pukulan itu tak sempat mengenai ku
Kini posisi kami saling memunggungi
" Ku pikir kau sudah lari " ejek ku
" Mana mungkin aku membiarkan wanita yang ku sayangi terluka " seketika otak ku kalut mendengar ucapan anta namun segera ku sadarkan
Kali ini aku si bantu anta perkelahian terus terjadi saat sudah selesai karna para bajingan itu sudah terkapar aku dan anta mendekati wanita itu namun langkah anta terhenti dan ia memalingkan pandangan nya aku paham karna jasad wanita itu polos tanpa busana mungkin anta belum pernah melihat yang begituan, aku tetap melangkah saat sudah sampai aku melepas kan hodi ku dan memakaikan nya pada jasad itu karna hodi ku cukup besar dan panjang jadi cukup untuk menutupi bagian terlarang jasad itu
" Sudah " suara ku dan anta pun mendekat kearah ku
Aku mengedarkan pandangan ku untuk melihat apa arwah dari wanita ini masih di sini
" Apa ini kau " tanya ku saat sudah menemukan sosok itu ia hanya mengangguk
" Kemana kami harus mengantar tubuh ini " tanya ku lagi namun bukan sosok itu yang menjawab tapi anta
" Kita tak perlu mengantar jasad ini polisi yang akan melaku kan nya " jawab nya datar
" Kau yang menghubungi " tanya ku
" He'mh aku tak se ceroboh kau "
Setengah jam kami menunggu dan para lucnut itu pun sudah kami ikat dengan tali yang ada di sana tak lama terdengar suara sirinai polisi akupun masuk kembali aku melihat anta sedang mengobrol dengan sosok anak kecil cantik aku menghampiri anta
__ADS_1
" Polisi sudah datang ayo pulang " ajak ku
Saat kami melangkah keluar anak kecil itu memegang tangan anta sepertinya ia menginginkan sesuatu dari nya langkah anta pun terhenti dan ia berjongkok entah apa yang mereka bicarakan aku tak mau tau