Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 14


__ADS_3

Aku pun mengikuti saran anta, aku melakukan panggilan ke nomor ojah setelah tersambung ia memberi tahu ku kalau mereka ada di tepi waduk, aku memutuskan panggilan dan mulai menyusuri tepian waduk sepanjang aku mencari aku mendapati muda mudi yang lagi pacaran ada pula yang hanya kumpul kumpul tak lama mata ku menemukan sosok yang ku kenal Caca dia sedang di peluk cowo nya dari belakang aku bingung harus nyamperin atau nggak


" Dia teman mu " aku mengangguk


" Jangan ke sana mau jadi obat nyamuk " kekeh nya


Aku juga melihat ojah dia lagi kumpul sama Asiah, juga pupu juga laki laki yang tadi bersama mereka


" Hai,, " aku sedikit canggung karna aku tak kenal dengan laki laki yang bareng dengan sahabat ku nampak nya mereka pacar baru teman teman ku


" Rinjani, sini duduk " pinta ojah sebelum aku duduk aku menoleh pada anta bukan kah tadi dia bilang mau pulang


" Gue ikut gabung kalau gue pulang nanti Lo pulang sama siapa " jelas nya dan kami pun duduk bersama hanya Caca yang memisahkan diri namun tak lama dia pun ikut bergabung


Canda tawa kami terdengar lepas tak ada lagi kecanggungan yang aku rasa


Aku menoleh pada anta, ku dapati dia tengah tersenyum menatap ku


" Kenapa " tanya ku heran


" Ternyata ini sikap hangat kamu yang tak orang tau " jawab nya


" Maksud "


" Ku pikir saat luar sekolah pun kamu tetap dingin " ejek nya namun bukan aku yang menjawab melainkan Caca


" Dia memang dingin, kalau di luar tapi kalau lagi kumpul dengan kami mana bisa iya nggak " jawab Caca dan yang lain hanya tersenyum


" Kalian pacaran " tanya Asiah


" Nggak " asal ku


Tak ada pertanyaan lagi seputar aku dan anta dari sahabat ku kini mereka mengajak ku masuk ke pasar malam aku berdcak pasal nya mereka berpegangan tangan dengan pacar masing masing sedang aku hanya sendiri


Anta menarik tangan ku untuk berpisah dari mereka seperti nya dia tau aku merasa tak nyaman


" Lo boleh ko pegang tangan gue " candanya


" Nggak makasih " asal ku


" Tapi aku mau " tangan nya sembari meraih tangan ku dia menautkan jari na dengan jari ku aku sudah berusaha melepaskan nya namun dia terlalu kuat menggenggam


" Nta boleh tanya " ucap ku


" He'mh, mau tanya apa " jawab nya tanpa melihat ku


" Tadi yang angkat telpon cewe kamu ya " tanya ku pelan takut anta marah


" Ya, tepat nya mantan cewe aku aku baru aja putus dengan nya "


" Kenapa " tanya ku heran


" Nggak apa apa " asal nya


" Apa gara gara aku nelpon "


" Bukan "


" Lalu "


" Dia ketauan selingkuh " sekilas aku tersenyum mengejek dan ku rasa dia menyadari itu


" Bukan nya kamu bilang dia cewe baik baik "


" Entah lakh aku juga nggak ngerti "


Aku tak bertanya lagi kini dia yang bertanya padaku


" Kamu pacaran sama ripa'i " tanya nya aku mengerutkan dahi mendengar pertanyaan dari nya


" Nggak " jawab ku singkat


" Tapi ku lihat dia suka sama kamu "

__ADS_1


" Mungkin "


" Ko mungkin "


" Aku hanya berteman dan akan selalu begitu " jelas ku


" Kalau aku " tanya nya lagi


" Maksud nya "


" Kamu nggak ada rasa gitu sama aku " apaan ini si anta cowo dingin lagi belajar ngegombal gitu


" Ada "


" Bener "


" Rasa kesel karna kamu tau cowo dingin ngeselin " ucap ku


" Iss serius kamu nggak suka gitu sama aku sedikit aja " aku melepaskan pautan tangan kami dan berjalan mendahului nya tak berniat menjawab pertanyaan nya


" Rinjani " panggil nya namun aku tak menoleh


" Jani tunggu " dia menghadang ku


" Apa pertanyaan ku salah " tanya nya dan aku masih tak menghiraukan


" Maaf " lanjut nya


" Aku mau pulang " pinta ku


" Teman teman mu "


" Nanti akan ku beri tau "


Sepanjang perjalanan tak ada percakapan bahkan setelah sampai di depan rumah pun aku hanya mengucap " makasih " dan setelah nya berlalu meninggalkan anta


Sesampainya di kamar aku menangis ini tangisan kedua untuk perasaan ku


Aku merasa egois karna menunggu orang yang mungkin Takan kembali padaku


*******************


Setelah malam itu aku sedikit menghindar dari anta bahkan ripa'i aku menjadi pribadi yang tertutup dalam masalah itu, kini aku hanya pokus dengan sekolah ku, aku juga ingin perlahan melupakan perasaan ku pada Sukma sekuat mungkin aku meyakinkan kan hati ku kalau Sukma memang sudah melupakan ku


Hari ini aku kesiangan kalau saja adik ku pitri tak membangunkan ku mungkin aku akan telat kesekolah, kini aku sudah bisa mengendarai motor kakak dan ibu ku patungan untuk membeli motor buat aku pakai ke sekolah walau motor bekas namun aku cukup senang,


" Teh ngebut dikit Napa bawa motor nya telat ni " cerocos adik ku


Aku tak menjawab ku tambah kecepatan laju motor ku,dan kini kami sampai di depan gerbang sekolah gerbang sudah di tutup namun aku bersikeras agar gerbang di buka dan gerbang pun di buka namun oleh kepsek aku dan adik ku di persilahkan masuk namun jam istirahat nanti kami disuruh membereskan gudang sekolah aku hanya mengunakan saja yang penting bisa masuk


Ternyata di belakang ku ada anta dan ripa'i juga yang datang terlambat mereka di beri hukuman yang sama oleh kepsek


Kami pun masuk kelas dan pas istirahat disinilah kami di gudang sekolah


Ku pikir hanya aku yang mau menerima hukuman namun nyata nya anta dan ripa'i juga ada, aku memilih diam sat membersih kan gudang hanya menumpuk beberapa buku yang berserakan dan merapikan kursi yang berantakan anta membantu ku karna kami mengerjakan ruangan itu sama sama maka tak membutuhkan waktu lama pekerjaan itu pun selesai


Di rasa sudah beres aku melangkahkan kaki hendak keluar namun pintu keburu ditutup ripa'i dan di kunci oleh nya aku hendak mencegah namun anta memegang tangan ku aku bingung dengan dua orang ini ada apa dengan mereka


Kini ripa'i menghampiri ku dengan seringai jahat nya namun aku tak bergeming


" Kenapa apa kau takut " tanya nya " bodoh mana mungkin kau takut pada kami " lanjut nya lagi


" Jika pereman saja bisa kau kalah kan maka aku yakin kami juga bisa kau kalah kan bukan begitu " ucap nya lagi sembari melempar pandng pada anta


" Apa maksud nya ini " tanya ku kesal


" Kau yang apa maksud nya " jawab anta bukan jawaban itu yang aku mau


" Kau tiba tiba menjauhi kami dan mengacuhkan kami apa salah kami " ucap ripa'i


" Kau tau Rinjani aku manusia hancur yang brengsek yang berhasil kau bawa pada jalan terang " aku mengerutkan dahi mendengar penuturan Pai


" Aku tak meminta mu mengikuti langkah ku " asal ku

__ADS_1


" Dan kau mengacuhkan ku membuat aku menjadi prustasi " ucap anta kesal


" Aku hanya merasa aku harus menjaga hati ku itu saja " ujar ku, namun jawaban yang tak ku sangka dari ripa'i berhasil membuat ku kaget bukan main


" Menjaga hati katamu, untuk siapa untuk sang mantan yang jelas tak mengharapkan mu begitu, aku kasihan pada mu Jani kau menunggu sesuatu yang tak pasti " ingin rasanya aku berkata ' jangan berkata begitu ' namun kata itu tak mau keluar


Aku tau aku salah terus berharap pada sesuatu yang tak pasti dan mengabaikan banyak hati, tapi aku juga nggak tau kalau ripa'i juga berharap padaku


Kulihat anta sedikit terkejut mendengar kata yang keluar dari mulut ripa'i karna dia memang tak tau itu


" Jahat kamu Pai " lirih ku


" Jahat aku, kamu yang jahat bahkan sangat jahat nggak sadar berapa banyak perasan yang kamu lukai karna menanti dia " jelas nya


" Ya aku jahat sangat jahat puas kamu, aku hanya mencoba mempertahan kan perasan ku apa itu sebuah kejahatan " aku setengah berteriak dengan air mata yang hampir tumpah di pipi ku


" Ku pikir dengan menceritakan semua pada mu beban ku bisa berkurang ternyata aku salah Pai kamu sama saja dengan mereka " lanjut ku


Anta mendekat padaku namun segera ku hentikan


" Stop menjauh dari ku, kalian sama saja " pinta ku


" Aku tidak tau kejadian nya bakal seperti ini maaf " ucap anta seperti nya dia menyesal


" Buka pintu nya " teriak ku


Dan pintu pun di buka oleh anta sempat ada perselisihan antara mereka seperti nya ripa'i masih belum mengijinkan ku pergi


Aku terus berjalan sesampainya di kelas


" Beb kmana tadi nggak ke kantin " tanya amin


" Nggak aku di hukum karna kesiangan datang telat jadi di suruh bersihin gudang " datar ku


" Kamu knapa beb abis nangis ya " tanya nya lahi


" Aku nangis, ayolah nggak mungkin " candaku seraya tersenyum


" Ia si ya Lo nggak mungkin bisa nangis " aku hanya terkekeh kecil mendengar kata kata amin


Aku pun mengobrol dengan amin dia bertanya soal bencana banjir karna waktu itu dia memang tidak ikut


Bel masuk berbunyi ku lihat anta masuk sekilas dia melihat ke arah ku namun aku mengacuhkan nya


Jam pelajaran kosong karna guru yang harus nya mengajar tak masuk


" Rinjani di panggil ke ruang OSIS " kata Mila


" Yang lain juga teh " tanya ku


" Nggak cuma kamu doang " ketus nya


" Siapa yang manggil teh " tanya ku lagi


" Teh teh lo pikir gue tth Lo apa, udah sana jangan banyak tanya " ketus nya lagi dan setelah nya berlalu begitu saja


" Udah sana siapa tau penting " kata yanah dia memang teman super bijak menurut nya


Aku pun berjalan keruang osis sendiri sesampai nya di sana tak ada siapa siapa aku masuk ke dalam dan duduk di sana lama cukup lama aku menunggu merasa kesal aku pun memutuskan untuk kembali ke kelas ku pikir aku hanya di kerjai


Saat aku berdiri pintu sudah di tutup


" Kamu apa kamu yang memanggil ku " tanya ku pada ripa'i ya sepertinya dia yang memanggilku


" Ya " singkat nya, dia terus berjalan ke arah ku


" Mau apa lagi " tanya ku


" Memberi kamu kenang kenangan " singkat nya


Aku bingung dengan kata kenang kenangan yang Pai maksud


" Apa maksud nya " tanpa menjawab ku dengan berani nya ripa'i memeluk ku aku kaget dan mendorong tubuh nya keras namun dia kembali memeluk ku dengan sekuat tenaga aku memberontak dan berhasil melepaskan diri segera aku berlari ke arah pintu aku membuka pintu namun tak berhasil seperti nya Pai sudah menguncinya terlebih dahulu

__ADS_1


" Pai aku tak mau ada perkelahian jadi jangan macem macem sama aku " peringat ku pada nya


__ADS_2