Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 66


__ADS_3

Malam hari terasa dami di tempat ini, sungguh sangat damai, semilir angin terasa menenangkan damai rasanya, sama seperti saat aku berada di des kelahiran ku.


Suasana pedesaan yang jauh dari perkotaan, jauh dari para makhluk bumi yang selalu memadati perkotaan, namun disini tak seperti itu,


Setelah mendapat berkas yang ku minta tadi siang dari Vera, aku segera menyelidiki semuanya, ternyata sesuai dugaan ku, orang dalam yang melakukannya, namun aku belum tau siapa, karna jujur sudah lama aku tak pernah turun langsung mengurus orang-orang yang ada di organisasi yang ku dirikan ini,


Senyum ku mengembang, sungguh lihai manusia yang berhasil membobol rekening pribadi kami ini, pasalnya hanya beberapa orang yang tau akan rekening itu, bahkan adikku sendiri tak tau, aku yakin dia bukan orang yang bisa di anggap remeh buktinya sampai sekarang dia masih menduduki posisi aman, kadang aku bingung bagaimana cara kerja para teman ku ini


Tepat pukul 9 malam aku berkumpul dengan Vera,pika,Sem dan masih banyak lagi hanya untuk memastikan wajah Bru mana yang tak pernah ku jumpai sebelumnya, saat sedang berkumpul tentu yang belum tau maslah ini akan bertanya mengapa aku ada di sini, namun aku hanya Santi saja tak perlu banyak bicara asal otak yang bekerja,


Sejauh ini aku hanya mengamati satu orang yang tak pernah ku lihat sebelumnya, diawal tadi aku sudah bertanya tentangnya pada pika, dan pika menjelaskan kalau orang itu hanya anak jalanan yg mau ikut bergabung membantu kami, dan pika juga audah menyelidiki asal usul orang itu, tak ada yang mencurigakan, dia benar-benar hanya anak jalanan


Namun ntah mengapa akal ku tak mau menerima penjelasan pika, pasalnya mana mungkin jika dia hanya anak jalanan kemampuannya bisa mengimbangi para teman ku ini, apa teman ku saja yang bodoh, begitukah.


" Baiklah sudah malam, aku meninggalkan Indri jadi aku balik duluan " ucapku seraya membalas senyum dari Vera


" Apa mau aku antar " tawar Sem


" Tidak perlu, aku membawa motor " tolak ku sambil bercanda, agar tak nampak kecurigaan


" Kalu begitu aku ikut kamu ya?, Masih kangen nih lama soalnya tak jumpa " manja pika namun bukan hanya pika Vera juga nyatanya sama


" Baiklah, tapi kalian bawa mobil kan " tanyaku karna aku malas membonceng


Dan untuk wajah baru yang kulihat ini dia nampak Santi saja, membuat ku mengulas senyum licik,


" Hari apa donasi untuk tuna netra akan di keluarkan " ucapku, sengaja hanya untuk melihat reaksi wajah dari orang baru itu


Sebenarnya dia bukan baru juga, hanya kali ini saja aku baru melihatnya karna aku tak pernah hadir secar langsung saat penggalangan dana paling adik ku yang selalu jadi andalanku untuk menghadiri itu


Dan sepertinya teman ku sudah paham dengan senyum ku, yang menurut ku santai ternyata menakutkan bagi mereka


" Eemmm,, soal itu akan di lakukan beberapa hari lagi, apa kau akan ikut Dena " antusias rein bertanya, dan aku mengangguk


" Ya sudah ayo, siapa yang tadi mau ikut aku kita sedikit bersantai dulu atau bermain, sudah lama aku hanya diam saja " ucapku dan mendapat anggukan dari yang lain


Vera dan sem mengendarai motor, sedang di manja pika mengendarai mobil mewahnya, aku, ya aku dengan motor ku lah,


Aku saling berpacu kecepatan dengan Sam, semenjak dia tau bagaimana kepribadian ku, dia jadi sangat suka bermain-main dengan ku, lain dengan Julian dia malah lebih seperti sangat berhati-hati pada ku ntah kenapa,


Ripa'i tidak tau jika aku seperti ini kalau lagi bergabung dengan para sahabat ku, yang dia tau aku tak suka bermain-main dan berbasa-basi, mungkin suatu saat nanti dia akan tau toh selama ini ripa'i selalu mempercayakan apa pun itu karna aku tau batasan ku.


Tak seperti perkataan ku yang ingin bermain-main dulu, namun nyatanya aku langsung pulang karna khawatir juga dengan adik bungsuku,

__ADS_1


Saat masuk ke dalam vila, wangi masakan begitu tercium enak di Indra penciuman ku, hingga membuat ku merasa lapar


" Sepertinya aku sangat mengenal bau masakan ini " ucapku seraya terus berjalan menuju meja makan, benar saja berbagai olahan masakan sudah berderet rapih di tas meja, dan sepertinya masih hangat sungguh menggugah selera


" Neng Dena, sudah pulang mau langsung makan " tanya bibi yang baru saja muncul dri arah dapur


" Boleh di makan bi " candaku


" Tentu atuh, sengaja bibi masak banyak pasti kalau neng dena ada maka non Vera juga pulang " ucapnya


" Emang vera nggak pulang ni " seloroh Vera yang langsung duduk di meja makan


" Kan non jarang pulangnya " bibi tak mau kalah


" udah ayo makan dulu, bi tolong panggilkan Indri juga ya " kataku, karna sudah merasa lapar aku pun mengambil makanan lebih dulu bukan bermaksud mendahului yang punya kawasan namun perut sudah tak terkondisikan,


Mungkin pika biasa saja, karna dia memang tak pernah terlalu mempedulikan hal sepele, namun berbeda dengan Sem dan Vera, mereka seperti tak mengenalku saat ini


" Malam," datar Indri kala bergabung dengan kami


Yang lain menjawab namun aku hanya acuh


" Pantes makan duluan makanan kesukaan tth ternyata yang di masak " seloroh Indri sembari ikut duduk di meja makan, aku hanya tersenyum


Tut


Tut


Tut


Di nada ketiga panggilan ku Bru di angkat, mungkinkah dia sedang sibuk


" Wa'allaikum sallam " suara di sebrang sana menjawab salam ku


" Bagai mana ?" Tanya ku masih bersikap seolah belum tau apa-apa


" Apa nya, kami masih berusaha, bukankah tth bilang tak harus banyak yang tau cara kerja ku " datarnya, sepertinya dia sedikit kesal, mungkin karna belum mendapat titik terang


" Baguslah kalau kau paham, apa kau sudah makan " tanyaku, hais padahal menelpon kan juga untuk menanyakan itu


" Belum, mungkin bentar lagi " jawabnya


" Jangan terlalu memikirkan tugas dari ku, makanlah nanti badan mu yang mungil itu bertambah mungil " asalku

__ADS_1


" He'mh, setelah KA Julian kembali aku makan " jawabnya


" Memang kemana dia " tanyaku, mengapa Julian ceroboh sekali membuatkan adik ku sendirian


" Sedang membeli makanan, dia menyuruh Fitri untuk ikut namun malas, tenang saja tth tau aku ok, dah Fitri tutup " ucapnya


Dan setelah mendapat Salam dariku dia mematikan panggilannya,


Aku memandangi ponselku sebentar, tersenyum karna aku menyadari, ternyata adik keduaku sudah cukup dewasa untuk bisa ku andalkan


" Semoga kelak kau bisa menggantikan semua tugas ku " gumam ku


Aku tak melanjutkan makan ku, namun masih duduk di sana hanya untuk ikut bergabung


" Kenapa,? Apa kau mengkhawatirkannya ?" Tanya Vera padaku


Aku tersenyum samar, diabilang mengkhawatirkan, tentu saja aku khawatir pdnya bagimana tidak dari kecil aku yang membesarkannya juga mendidikny, menuntunya dan mengajarinya semua tentng kehidupan bagai mana bisa aku tak mengkhawatirkannya jika dia tak di sisiku.


" He'mh " singkatku


" Kau sudah cukup mengajarinya, aku yakin semua yang kau ajarkan padanya akan dia pergunakan dengan bijak, bukankah dia adik mu dan mewarisi semua sipatmu " Sem menambahi


Benar Fitri mewarisi sipat ku, hanya saja dia tak pernah mengalmi yang namanya kesusahan karna selalu aku yang menjadi tmeng untuk nya,


" Ya sudah aku kekamr dulu, " datarku, berllu meninggalkan meja makan


Indri masih di sana bersama temanku yang lain,


Selang beberapa menit aku kembali bergbung, dan para sahabat ku sudah ada di ruang tengah,


" Kemana si bungau ?" Tanya ku Kla tk mendapati Indri di antara mereka


" Dia bilang mau kekamarnya dulu " pika berauara


" Jangan bilng kalian mengodanya lagi " asalku, psalnya jika Indri bersamku par temanku akan terus memojokknya, tentang dia yang tak suk bela diri, tentang dia yang tak suka dengan dunia sepertiku, karna menurutnya dia lebih suka jadi gadis manja yang hanya berlindung pada keluarganya,


Tak jadi masalah buatku, selama tak ada yang berani bermain-main dengan dik bungsuku aku akan tenang-tenang saja, toh tak banyak yang tau jika kedua adik gadis ku bersmaku


" Tidak, kami hanya sedikit bertnya, kenap dia belum memiliki kekasih " celetuk pika, aku menyerengitkan dahi mendengar ucappanny


" Jangan suka asl kamu " dtarku,


Kmipun saling berbagi cerit, aku juga senang ternyta mereka masih se ker itu padku, adikku tak ikut bergabung kembali mungkin malas jika saj Fitri yang disini dia akn lebih suka mendengar cerita tentang ku dri teman-teman ku,

__ADS_1


__ADS_2