
Banyak yang kami lalui, namun kami slalu bertukar cerita. karna rumah kami tidak berjauhan jadi bila salah satu ada masalah maka dia akan datang pada yang lain untuk bercerita, tapi tidak dengan ku.
Rumah tangga tth ku sedang mengalami masalah, akhir akhir ini mereka sering bertengkar. KK ipar ku yang berwatak keras, bila sedang ribut selalu terdengar oleh ku. karna bukan hanya mulut, tapi tangannya juga, dia akan membanting barang-barang yang ada di dekatnya bila sudah ribut dengan tth ku.
Kulihat kedua anak mereka sedang menangis melihat, mendengar, pertengkaran orang tua mereka. kasihan, hatiku tak tega inilah alasan kenapa orang di desaku dewasa sebelum waktunya, karna kalau kami berpikir seperti anak remaja kota pada umumnya, maka tak ada yang mengurus adik, rumah, dan diri kami sendiri.
Ku tarik kedua lengan keponakan ku, ku bawa mereka dalam pelukan ku, ku tenangkan mereka berusaha agar mereka tak menangis lagi. keponakan pertama ku perempuan, usianya sama dengan adik kedua ku. sedangkan keponakan ke dua ku, usianya juga tak jauh berbeda dengan adik bungsu ku.
Sedari klas 4 SD, aku mengurus adik-adik ku. karna pas klas 4 SD, ibu ku bekerja di pabrik dan sekarang nampaknya aku juga harus memperhatikan kedua keponakan ku.
Setelah pertengkaran suami istri itu selesai, dan Kaka ipar ku pergi entah kemana, aku menghampiri tth ku dan membawa kedua ponakan ku padanya. ku lihat wajah nya memerah menahan tangis, sungguh dalam pikiran ku kenapa nasib keluargaku begitu miris.
***
Hari ini aku berangkat sekolah di antar Peding, karna ke betulan dia juga mau pulang setelah menginap, dan tidur bareng kakak ku dan temannya.
" Jani, mau berangkat sekolah hayu atuh bareng aja " tawarnya, dan aku pun menerima tawaran itu.
Begitulah, setiap hari aku berangkat sekolah bareng Peding, hingga tak ku sadari ternyata sahabat ku memperhatikan kami. aku mendengar dari Caca, katanya pupu cemburu aku selalu bareng Peding, aku bingung setau ku Peding dan pupu sudah tida ada hubungan lagi, karna pupu ketauan selingkuh dengan teman sekolah nya entah lah aku juga tida tau.
" Jani ada hubungan apa sama si Peding ?" tanya Caca santai.
" Nggak ada! " jawab ku juga santai.
" Kata si pupu, kamu pacaran sama Peding " lanjutnya.
" Nggak lakh kan kamu sendiri tau aku udah punya pacar " kataku mulai tidak santai
" Ya makannya, Caca juga bingung ko si pupu bilang kamu pacaran sama si Peding "
" Kamu lebih tau aku dari pada yang lain " jawab ku.
" Kayak nya si pupu masih suka deh sama si Peding " seloroh nya.
" Kenapa nggak balikan aja " seloroh ku juga.
" Ya pasti gengsi lah " ya karna kami tau sipat dan watak teman kami yang satu itu.
Di tengah-tengah obrolan kami, hp ku bergetar tanda pesan masuk karna hanya bergetar sekali.
Loh, katanya ekonomi minim ko punya hp. ia aku punya hp, waktu itu pas klas 3 SMP semester 2 dari pacar ku. dia membelikan aku hp,baik nya dia, udah mah manis, baik, sopan pula pacaran nggak banyak maunya gimana nggak sayang aku.
# pagi oneng, yang paling dodol sayang. # dodol ku,begitulah isi pesan yang ku terima darinya.
# pagi juga dodol # balas ku.
# sekolah nggak ?# dodol ku.
# sekolah, ini lagi di klas bareng Caca. # balasku
# ya udah atu kalau udah di klas mah, belajar yang rajin ya.# dodol ku
__ADS_1
Aku pun tak membalas lagi pesan itu.
" He'mh, kalau udah aa nya yang kirim pesan pasti lupa sama yang di sebelah. " gurau Caca, yang memang masih di sebelah ku aku hanya tersenyum menanggapi nya.
Panggilan sayang kami dodol untuk aku ke dia, oneng sayang untuk dia ke aku, dia bukan pacar pertama buat aku, sebelum dia ada beberapa laki-laki yang menjadi pacar ku, namun tak pernah lama. karna saat mereka berani minta peluk, atau cium, pasti aku putusin, begitulah aku makannya koleksi pacar ku banyak. hehehe
Hari ini aku menemani sodaraku yang baru lahiran, menemaninya sampe suaminya pulang. biasanya dia pulang jam sembilan, atau jam sepuluh. dan Malam ini si Samsu juga ada.
Tadinya kami ada lima orang, namun mereka pada pergi, ada yang udah janjian Ama ceweknya, ada juga yang pulang, tinggal si Samsu sama aku, kami nungguin yang lahiran cuma berdua.
Aku mencoba buka suara, setelah lelah berbalas pesan dengan si dodol kesayangan aku.
" Ka Samsu, balik aja biar jani yang nungguin di sini " kataku, karna jujur saja semenjak kejadian waktu aku memergoki dia sama ojah, aku jadi canggung kalau ketemu dia.
Dia malah senyum padaku, setelah nya berkata " emang kenapa?, takut jatuh hati sama aku kalau berduaan gini " asalnya.
" PD gila " seloroh ku, dia hanya tersenyum kembali sampai dia ngomong sesuatu yang tak pernah ku duga.
" Kalau aku yang beneran jatuh hati sama kamu gimana ?" aku hanya mengangkat dua bahu ku acuh dengan omongannya.
" Beneran jani, KK suka sama jani, udah lama malah. " lanjutnya lagi, aku hanya mengangkat kedua alis ku, enggak ngerti sama omongan nya.
" Nggak usah aneh-aneh ka, si ojah nggak cukup apa! " ucap ku dengan mimik muka mengejek
" Beneran, dari pada jani sama si Peding " timbalnya lagi, dan aku semakin bingung dengan omongannya yang menurut ku semakin aneh.
Tak lama bunyi klakson terdengar, segera aku berdiri untuk membuka pintu, namun sebelum aku melangkah tangan ku di pegang oleh orang aneh itu menurutku.
***
Seminggu setelah kejadian itu, dia selalu bertanya 'gimana' itu yang keluar dari mulutnya dan aku hanya selalu diam tak menanggapi, karna aku sudah punya pacar dan dia pun tau itu.
Hari ini hari Sabtu, dan malam nanti malam Minggu. senyum ku tak pernah berhenti setelah membaca pesan dari laki-laki yang ku sebut pacar. tak kusadari ternyata orang yang berjalan di sebelah ku memperhatikan ku, ya aku dan Caca baru pulang sekolah, karna hari Sabtu kami pulang jam 3 sore.
Biasanya Caca males buat ikut Pramuka, karna ini Minggu terakhir kami ikut Pramuka, jadi ia memutuskan ikut karna setelah Minggu ini kami sudah harus pokus pada pelajaran saja. Sebab beberapa Minggu lagi kami akan menghadapi ujian akhir sekolah.
" Senyum terus, udah kaya orang gila " seloroh Caca.
Aku hanya diam saja tak menanggapi, ku baca ulang pesan yang sudah berkali-kali ku baca namun tak pernah bosan membacanya.
# Oneng tar sore aku pulang # dodol ku
# beneran dodol, jam berapa ?# balas ku.
# he'mh Oneng, jam 3 sore paling nyampe rumah Maghrib, terus tar malem nya mau main. # dodol ku.
Aku hanya pokus pada ujung pesannya saja yang dia tulis tar malemnya mau main.
# mau main, ke mana? baru juga pulang apa enggak capek # bales ku, dengan sedikit kesal, ya pikir ku dia akan main bareng teman-temannya tapi setelah dapat balasan dari dia aku tersenyum kembali.
# main ke rumah kamu lakh, ke mana lagi coba itu pun kalau boleh # dodol ku, begitulah pesan nya.
__ADS_1
Sebenarnya sudah tak aneh, karna setiap dia pulang kerja pasti nyempetin main ke rumah, pacarku sukmanya nama yang manis, baik ,lumayan tampan dia juga anak band.
Dia bekerja di kota, bareng sama teman-teman Bandnya, entah kerja apa tapi dia selalu bilang, terlepas apa itu kerjaan nya yang penting itu halal.
Aku tidak membalas pesannya lagi, sengaja biar dia sedikit Gelisah. karna itulah yang ia lakukan bila aku tak membalas pesannya, atau mengangkat telpon darinya,aku tau itu dari temannya.
# Oneng sayang jawab boleh nggak, ya walau pun nggak boleh, aku akan tetap main ok Oneng, yang paling dodol sayang. # dodol ku, begitulah pesan yang ku dapat lagi darinya.
Aku tersenyum,membaca kalimat terakhir pesan itu 'ok Oneng yang paling dodol sayang' cacah pun menoleh kembali pada ku.
***
Cukup lama kami berjalan, akhirnya kami pun sampai di rumah masing-masing. Caca duluan yang sampai, karena rumahku melewati rumahnya.
" Udah bnatar lagi ketemu, kira-kira 4 jaman lagi lah. " Celetuk nya sambil melepas sepatu.
" Gue juga tau itu! " aku pun menjawab sambil berlalu.
Hari sudah sore, aku pun sudah masak, beres-beres rumah, semua sudah rapih sesuai jadwalnya. aku di bantu adik ke dua ku, kalau hanya sekedar cuci piring dia sudah bisa.
" Teh, tar malem ka Sukma main enggak ?" tanya adik kedua ku, dia menghampiri ku yang lagi rebahan di kamar.
" Katanya si mau! " jawab ku cuek.
" Asik, berarti boleh pinjem hp nya dong " ucapnya lagi.
Ya! jika si dodol main, otomatis aku nggak pegang hp buat apa juga. pegang hp juga hanya untuk tau kabar dari dia aja hehe.( cerita nya pas itu lagi bucin-bucin nya 🤫😁) dan hp ku, aku kasih pinjem adik ku. untuk apa lagi kalau bukan untuk main game.
Malam pun tiba, ku dengar di luar ada yang mengucap salam.
" Assallamuallaikum " suara yang aku kenal.
" Wa'allaikum sallam " jawab ibu ku, karna yang ada di luar ibu. ku sebenarnya Kaka ku di sana sama teman-teman nya, hanya saja sedikit berjauhan.
" Rinjani nya ada Bu ?" tanpa basa-basi dulu langsung nanyain aku.
" Ada, sepertinya tadi di kamar. tar ibu suruh pitri memanggilnya " jawab ibu, setelah nya ku dengar ibu dan si dodol sedikit bertukar sapa, mungkin sekedar basa basi.
Aku keluar dengan senyum menawan ku, ku jabat tangannya dan ku ajak dia duduk di sebelah ku. tak lupa sebelum keluar aku juga membawa air minum, sebenar nya dia suka kopi, biasanya aku juga membuatkan dia itu. namun beberapa Minggu lalu dia menolak untuk di buatkan kopi, ku tanya kenapa? dia bilang tidak apa-apa. penasaran, maka akupun bertanya saja pada temannya.
Flash back on
" Rel, kenapa si Sukma sekarang nolak kopi bikinan aku ya? " tanya ku pada teman pacarku, kebetulan dia lagi main di tempat ceweknya dan rumah nya bersebelahan dengan rumah ku.
" memang sisukma udah nggak ngopi,kalau ngumpul juga paling teh manis atau air putih. " jawab nya semakin bikin aku penasaran.
" Loh knapa? dia sakit " tanya ku lagi khawatir dia sakit.
" Kurang tau juga, kalau nggak salah Minggu lalu dia juga nggak krja. " jawaban itu semakin membuat ku penasaran saja.
" Oh, ya sudah makasih maaf ganggu. " tambah ku karna nggak enak juga sama pacarnya.
__ADS_1
Flash back of